Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 245


__ADS_3

Malam hari selepas isya, Alika dan Romi sedang duduk di teras villa berdua, kebetulan suasana sedang sepi, keluar sedang sibuk masing-masing di tempat lain, dengan acara masing-masing pula.


Di villa itu hanya ada Alika, Romi dan nenek Diah yang menemani Fitri.


Fitri sedang di kamarnya, Nenek Diah sedang istirahat menemani putra Alika dan Romi yaitu Askara yang sudah tertidur.


Alika dan Romi sedang menikmati suasana malam sambil bermanja-manja.


Alika duduk di pangkuan Romi dengan posisi menyamping, jadi Romi masih bisa melihat jelas wajah istrinya dengan jelas.


Romi mengelus-elus perut Alika yang bentar lagi akan membuncit karena ke halaman ke duanya.


"Honey aku gak sabar deh! Pengen cepat lihat Dede bayinya, Cewek, apa cowok lagi ya?" Romi penasaran, dan terdengar sangat antusias menantikan kelahiran putra keduanya.


"Hmmm... aku malah cemas m'y honey." Jawab Alika.


"Kenapa cemas?" Romi tidak mengerti.


"Iyalah aku cemas, rasa sakit saat melahirkan baby Askara masih aku ingat rasnya seperti apa, dan sebentar lagi aku akan mengalaminya lagi."


"Ya Tuhan ku, semoga istri ku di beri kekuatan, dalam proses persalinan, di beri kesehatan, kemudahan kelancaran, keselamatan ibu dan bayinya." Romi langsung berdoa ketika mendengar ucapan Alika.


Karena Romi pun tau bagaimana perjuangan Alika saat melahirkan Beby Askara.


"Aamiin...!" Seru Alika mengamini doa Romi.


Jika mengingat saat proses persalinan Alika saat melahirkan putra pertamanya, Romi juga sebenarnya sangat khawatir dan merasa tidak tega.


Tapi Romi selalu menyakinkan istrinya, memberinya semangat untuk jangan terlalu memikirkan hal itu.


...


Saat sepasang suami istri itu sedang asik berduaan.


Tiba-tiba ada mobil masuk dan di parkiran di pekarangan villa.


Sudah pasti ada orang yang ingin berkunjung ke sana.


Tapi melihat mobilnya mereka berdua dua sudah tau siapa orangnya, yaitu Faisal.


Faisal segera turun dari mobil dan langsung menghampiri Romi dan Alika.


"Assalamu'alaikum..." Faisal memberi salam.


"waalaikumsalam!" Sahut Romi dan Alika, menjawab salam dari Faisal.


"Faisal!" Seru Alika.


"Iya Nona, selamat malam nona Alika tuan Romi." Sapa Faisal.


"Selamat malam." Kemudian sahut Alika dan Romi lagi.


"Kamu pasti mau bertemu dengan Fitri ya?" Tanya Alika memastikan.


"Ya, tapi saya juga ingin berbicara dengan Anda dan tuan Romi." Jawab Faisal.

__ADS_1


"Oya, Tapi sebentar saya panggilkan Fitri dulu."


Kemudian Alika berlalu masuk untuk memanggil Fitri yang sedang di kamarnya.


"Tok,,, tok,,, tok!!!" Suara pintu kamar Fitri di ketuk oleh Alika.


"Siapa!" Seru Fitri dari dalam kamar.


"Saya!" Sahut Alika.


Kemudian tak lama Fitri membuka pintu kamarnya.


"Ada apa kak Lika?" Tanya Fitri ketika sudah berhadapan dengan Alika.


"Ada Faisal ingin menemui mu, Ayo cepat temui dia!" Alika memberi tau, dan meminta Fitri untuk segera bergegas.


"Oke!" Ucap Fitri.


Lalu Alika dan Fitri segera menemui Romi dan Faisal yang menunggu di teras villa.


"Kak Faisal!" Seru Fitri menyapa Faisal.


"Fitri, apa kabar mu!"


"Alhamdulillah Aku baik kak."


"Sebentar ya, aku buatkan minum dulu." Fitri ingin membuatkan minuman untuk Faisal.


"Fitri tidak usah repot-repot." , Faisal berbasa-basi.


"Tak lama Fitri kembali dengan membawa empat cangkir teh hangat untuk semua orang di sana termasuk dirinya.


Kemudian Fitri menyuguhkannya.


"Silahkan di minum..." Fitri mempersilahkan.


"Terimakasih Fitri." Ucap Faisal.


"Oo ya, Faisal tadi kamu ingin berbicara dengan kami ada apa ya?" Romi membuka obrolan lebih serius.


"Oo iya tuan!" Faisal langsung menimpali.


Kemudian Faisal mengeluarkan sebuah amplop coklat dari saku sweaternya.


"Ini tuan saya ingin mengembalikan ini." Ucap Faisal sambil menyodorkan amplop coklat yang berisi sejumlah uang.


"Apa ini?" Tanya Romi belum paham.


"Ini uang, yang saya kumpulkan untuk mengganti cek yang tempo hari tuan berikan kepada saya, dan telah saya Carikan untuk membeli gaun untuk Fitri." Faisal menjelaskan.


"Loh itu sudah hak kamu Faisal, saya memberikannya ikhlas untuk mu, terserah kamu ingin menggunakannya untuk apa!" Jawab Romi.


"Tidak tuan, saya tidak bisa menerimanya saya merasa punya hutang kepada anda."Faisal tetap memaksa ingin mengembalikan nya.


"Oke, saya terima uang ini, Anggap hutang mu telah lunas, tapi saya minta kamu simpan uang itu untuk nanti jika kamu memerlukannya lagi, kamu bisa pakai untuk keperluan mu."

__ADS_1


"Tapi tuan...!" Faisal ingin menolaknya.


"Tidak usah membantah Faisal." Ucap Romi dengan tegas membuat Faisal tidak bisa membantah.


"Ya sudah, jika hanya itu keperluan mu dengan ku, lebih baik kami (Romi dan Alika) masuk dulu." Romi bermaksud memberi ruang dan waktu untuk Faisal dan Fitri berbincang.


"Tunggu tuan..." Faisal menghentikan Romi dan Alika yang hendak beranjak dari tempat duduknya.


"Ada lagi?" Tanya Romi memastikan.


"Iya!" Jawab Faisal dengan tegas.


Kemudian Romi dan Alika kembali mendudukan bokongnya di kursi.


"Ada apa lagi yang ingin kamu sampaikan?" Romi penasaran.


"Maaf sebelumnya jika saya lancang." Ucap Faisal.


"Saya ingin melamar Fitri tuan!" Sambung Faisal tegangan, Ia takut mendapat penolakan dari Romi dan juga dari Fitri juga.


"Apa!" Seru Romi, membuat Faisal semakin tegang.


"Saya setuju-setuju saja dengan keinginan mu!" Kemudian sambung Romi.


Mendengar itu perasaan Faisal sedikit lebih lega.


Alika pun tersenyum mendengarnya.


"Tapi Faisal, semua keputusan ada di tangan Fitri, apa dia mau menerima mu atau tidak." Romi menyerahkan keputusannya kepada Fitri.


"Bagaimana Fitri, apa kamu mau menikah dengan ku, menjadi istri dan ibu dari anak-anak ku?" Faisal meminta Jawaban dari Fitri.


"Jangan kak Ical, aku bukan orang baik, aku sungguh tidak pantas untuk orang sebaik dirimu." Fitri merasa insecure dengan keadaannya.


"Fitri aku tidak peduli dengan hal apapun, yang jelas aku mencintaimu, dan ingin hidup bahagia dengan mu." Faisal meyakinkan Fitri.


"Apa kau tidak akan menyesal kak, menikahi ku wanita yang banyak kekurangan dan keburukannya." Kali ini Fitri yang meyakini Faisal.


"Tidak Fitri! aku tidak akan menyesal, karena aku sangat mencintaimu." Faisal telah yakin dengan keputusannya.


Kemudian Fitri hanya diam tak menjawab lagi.


"Bagaimana Fitri?" Tanya Alika, karena ia pun ingin tau jawaban dari Fitri.


"Apa kamu bersedia menikah dengan ku?" Faisal kembali bertanya.


Lalu Fitri menganggukkan kepalanya.


Romi dan Alika saling memandang dan mereka saling tersenyum merasa lega dan ikut merasa bahagia.


"Apa itu artinya kamu menerima ku Fitri!" Faisal meyakinkan, jawaban dari Fitri.


"Iya kak Ical, aku juga menyukai mu, dan selalu nyaman jika bersama mu." Fitri memperjelas jawabannya, sekaligus menyatakan perasaannya.


"Terimakasih Fitri" Faisal sungguh bahagia mendengarnya.

__ADS_1


__ADS_2