
Mereka berdua bangun, Romi membersihkan lutut nya yang ia rasa kotor karena habis terjatuh dengan posisi menubruk alika.
Alika pun membersihkan gaun bagian belakang nya, karena terjatuh dengan posisi duduk (sedikit terlentang).
Dan sekilas Romi melihat bercak darah di baju alika bagian bawah pinggul, yang sedang alika bersihkan dengan mengusap-usap menggunakan telapak tangan nya.
"Kamu keguguran...?" Tanya Romi yang kaget melihat bercak darah di belakang baju alika bagian bawah pinggul nya.
"Apa maksudnya keguguran,,, anda aja sebagai suami belum pernah melakukan kewajiban ..." Ucap Alika terpotong.
karena Romi Langsung menunjukkan bercak darah itu, dan agar alika tidak meneruskan ucapannya. Karen banyak orang yang mendengar nya.
Alika langsung memutar gaun nya, agar ia bisa melihat ada apa di gaun bagian belakang yang ia kenakan.
Sontak orang yang mendengar ucap Romi melihat ke arah gaun alika, yang Romi tunjuk ada bercak merah, tanpa mendengar jelas kata yang di ucapkan alika kecuali Romi dan Andi ...
Karena alika menggunakan gaun berwarna putih, semua jelas melihat bercak merah itu.
Setelah melihat sendiri alika pun tertunduk malu.
sekilas Alika pun melihat lengan kemeja yang Romi kenakan, terdapat bercak merah. karena Romi sempat memangku alika, dan kebetulan warna baju mereka memang sama-sama putih.
Alika langsung berinisiatif merangkul tangan Romi, Dan menggandeng nya sambil berjalan alika berbisik ke Romi.
Bahwa lengan kemeja Romi terkena noda merah itu.
Awal nya Romi bingung dengan sikap alika yang tiba-tiba merangkul dan menggandengnya, setelah alika berbisik Romi baru menyadari nya.
saat alika di pangku Romi, Dan merasakan jantungnya berdetak kencang ternyata saat itu darah menstruasi itu keluar deras tanpa di sadari oleh alika saking gugupnya.
...
Mereka berdua berjalan saling menutupi Berca merah itu... Dengan posisi Romi di belakang alika seakan memeluk, menutupi bercak merah di belakang baju alika, dan romi melingkarkan tangan nya di leher Alika menyembunyikan bercak merah di lengan kemejanya.
Sebenarnya alika sangat malu kepada Romi dengan kejadian ini, apa lagi berjalan seakan di pluk oleh Romi, Alika semakin malu kepada para tamu.
Tapi dari pada lebih banyak lagi tamu yang mengetahui bercak merah itu, Alika hanya bisa pasrah dengan perlakuan Romi, yang berjalan sambil memeluk nya dari belakang.
Entah mengapa Romi merasa sangat senang dengan perlakuan alika, di tambah tadi alika mengatakan Romi belum melakukan kewajiban nya sebagai suami yang biasa membuat alika keguguran.
(Ya gimana bisa keguguran,,, hamil juga ngga, malam pertama aja belom)
Romi merasa alika menagih hak sebagai istri... Itu yang membuat Romi merasa senang.
__ADS_1
setelah di rasa jauh dari para tamu,
Alika langsung berlari menuju kamar nya.
Setibanya di kamar, ternyata sudah ada isteri pak yunas yang sedang menemani Beby boy tidur.
"Ko dah masuk kamar acara nya kan belum selesai,,,"tanya istri pak yunas
"Saya kena sial emba,,, tiba-tiba datang tamu tak di undang sampe tembus,,, duuh malu-malu'in banget..." Jawab Alika sambil memukul-mukul kening nya merasa malu...
"Mana saya gak bawa pembalut lagi,,,!!! Emba punya pembalut gak,,,?" Tanya alika kepada istri pak yunas.
"Duuh saya juga gak bawa...!" Jawab istri pak yunas
Setelah berganti baju Romi kembali menghampiri kamar alika.
Dan mengetuk pintu kamar itu,
Istri pak yunas yang membuka pintu, Romi Langsung menanyakan keberadaan Alika.
Istri pak yunas memberitahu Romi, bahwa alika tidak bisa keluar karena tidak punya pembalut.
"What,,, pembalut...???" Tanya Romi
"Saya tadi sudah nanya sama semua perempuan yang ikut ke sini, gak ada yang bawa pembalut" jelas istri pak yunas lagi.
"Oo,,, terus nyari nya kemana...?" Tanya Romi
" Ya di supermarket atau di minimarket, di warung-warung sembako juga suka ada,,, suruh orang aja beli'in nya,, atau suruh suami saya aja tuan!, dia dah biasa beli'in buat saya. saya kasihan sama alika dia gak bakalan bisa tidur!, karena risih bakal'an tembus kemana-mana...!" Ucap istri pak yunas panjang lebar...
"Oke... Suruh dia tunggu biar saya yang cari'in,,,!!!" Ucap Romi
Lalu Romi bergegas pergi dengan di antara pak Edy, untung nya dekat villa itu tak jauh ada sebuah minimarket hanya perlu waktu 10 menit jarak tempuh nya...
Romi langsung masuk minimarket tersebut dan mencari pembalut, dia bingung pembalut itu seperti apa kemasan nya, karena ini kali pertama Romi membeli pembalut.
Lalu Romi menelpon pak Edy dan menyuruh nya masuk minimarket, untuk memberi tau diri nya kemasan pembalut seprti apa, yang bagai mana!,
Pak Edy pun masuk dan menunjukan nya beberapa merek dan tipe pembalut.
Romi pun tetap bingung. Harus memilih yang mana.
Ia langsung menelpon alika dan menanyakan pembalut merek apa?, tipe nya seperti apa?, yang biasa alika pakai.
__ADS_1
Alika mengangkat sambungan telepon dari Romi...
Wajah alika langsung memerah mendengar pertanyaan Romi tentang pembalut.
Alika merasa tidak percaya, Romi benar-benar mencari nya sendiri untuk dirinya.
"Dah sembarang aja tuan,,, saya cocok ko pake mereka apa aja, tapi kalau bisa yang ada sayap nya" jawab alika yang benar-benar merasa malu
"Saya video call ya,,,,! kamu pilih sendiri !, soal nya saya bingung bersayap nya tuh kaya gimana?, ini juga ada beberapa tipe yang bersayap" ucap Romi seakan benar-benar bingung.
Video call tersambung...
Terlihat wajah alika yang memerah karena malu, tapi Romi semakin suka melihatnya dan sengaja menggoda alika.
" Tuan ngapain video call segala padahal, yang mana aja gak pa-pa ko,,,!" Ucap Alika tertunduk tak sanggup melihat wajah Romi di layar henpon nya.
"Ya lebih baik kan kamu milih sendiri,,,!" Kata Romi sambil tersenyum membuat alika semakin malu.
"Maaf tuan,,,!, kenapa gak nyuruh pak Edy aja,,,!, kenapa harus repot-repot tuan nyari sendiri... saya kan jadi gak enak...."ucap Alika
Romi malah tertawa...
"Hahaha... Kamu lucu banget deh kalau lagi kaya gitu gemes saya liat nya" kata Romi
Alika hanya diam sambil mengurut kening dan memanyunkan bibir nya.
Membuat Romi tambah gemes melihat nya.
"Kamu kan istri saya, jadi tanggung jawab saya dong, sebagai suami nyari keperluan istri nya,,,!!!" Ucap Romi meyakinkan Alika agar tidak perlu merasa tidak enak hati.
Padahal ia bisa saja menyuruh pak yunas, atau pak Edy untuk membelikan nya.
Namun Romi memilih dirinya sendiri yang membelikannya, karena sengaja ingin menggoda alika.
Setelah puas melihat wajah alika, dan menggoda alika, Romi mengarahkan kamera henpon nya ke arah beberapa pembalut di depan nya, dengan berbagai macam merek dan tipe.
Setelah melihat merek pembalut yang bisa ia pakai, Alika memberikan kode dan menyetop agar kamera henpon Romi berhenti, dan Alika memilih pembalut tersebut.
Romi mengambil pembalut tersebut, dan menunjukan nya kepada alika, dan meyakinkan benar pembalut tersebut yang alika maksud.
Alika melihat Romi memegang dan menunjukan pembalut tersebut di layar henpon nya, dan alika hanya menganggukkan kepalanya... Alika tak sanggup menjawab nya karena malu.
"Oke...saya ambi yang ini ya,,, kamu tunggu saya akan segera kembali,,,,!" ucap Romi kepada alika
__ADS_1
Lalu Romi mematikan sambungan telepon dan segera Menuju kasir, untuk membayar belanjaan nya.