
Dalam hidup, banyak peristiwa yang datang silih berganti, memberikan banyak pengalaman dan kenangan yang sulit untuk di lupakan. Terkadang kamu mungkin ingin selalu berada di momen yang sama. Waktu di mana kamu tenang dan bahagia.
Waktu pun berlalu dengan cepat, dan menunjukkan sebentar lagi waktu dhuhur tiba, alika terbangun dari tidurnya dan menyadari dirinya tidur di pangkuan Romi.
Alika lekas duduk dan memandang wajah Romi yang masih terlelap...
" Seperti nya dia sangat pulas, kalau lagi tidur begini wajah nya baby face, mengemaskan..." Dalam batin alika dan tersenyum tipis, merasa gemes melihat ekspresi wajah Romi yang tertidur pulas.
Kemudian Romi menggeliat terbangun merasakan ada pergerakan dari alika dan berbicara...
" Kamu mengagumi saya kan sampai senyum senyum begitu" ucap Romi yang berhasil membuat alika salah tingkah
" Iih ternyata tidurnya cuma akting...!!!" Alika kesal
"Bukan akting tapi saya ngumpulin nyawa dulu...!" Jawa Romi
" Dah ah saya mo siapa siapa solat dhuhur dulu," alika mencari alasan
Dan terdengar suara pintu di ketuk,
" Tok,,,tok,,, tok," suara pintu di ketuk
" Masuk...!" Sahut Romi
Kemudian Nina masuk,,,, " tuan ada tamu dari butik katanya...!" Nina melaporkan
" Ya,,, suruh langsung ke sini saja...!" Romi memerintahkan
" Baik tuan...!" Jawab Nina
Sesuai perintah Romi orang orang dari butik itu masuk ke kamar Romi , dengan membawa banyak pakaian wanita.
" Tuan,,, ini barang barang dari butik kami yang di minta di kirim ke rumah anda sesuai permintaan atasan kami"
" Oke,,, silahkan simpan di lemari" Romi menjuk lemari dan langsung di buka kan oleh Nina pintu lemari nya agar orang orang yang hendak memasukkan pakaian itu tidak bingung.
" Apa ini... Kok anda menyimpan pakaian wanita, apa akan ada orang ketiga di pernikahan kita...?" Alika meras bingung
"Ya memang sudah ada orang ketiga di pernikahan kita!" Jawab Romi
" Apa...! Siapa orang nya...?" Tidak di pungkiri alika merasa cemas,
" Fahri...!" Jawab Romi dengan ketus
" Iiih,,, tuan saya tuh nanya masalah pakayan pakayan itu bukan Maslah Fahri !"
Alika kesel
" Ya lagian kamu ngomong nya orang ketiga jelas jelas Fahri orang ketiga nya!" Jawab Romi
" Dasar,,, gak sadar diri jelas jelas dia sendiri (Romi) yang dah jadi orang ketiga antara aku dan Fahri " batin Alika.
Lalu alika bangkit ingin bersiap siapa, karena ia juga tidak ingin berdebat lagi dengan Romi, tapi Romi mencehnya dengan menarik tangan alika agar tetap duduk.
" Mau kemana,,? Tunggu duduk dulu ,,,!"
Kemudian Romi menjelaskan bahwa pakaian itu untuk alika.
Tentu saja alika menolak nya karena merasa tidak ingin merepotkan orang lain atau merepotkan Romi
Lalu Romi mengatakan bahwa ia sedang membantu teman nya yang memiliki butik dan sedang butuh suntikan dana lalu Romi membantu nya ikut sebagai investasi menggunakan uang peribadi nya, dan pakaian yang di kirim kan itu semacam/sebagai properti. dan sekaligus kado pernikahan untuk mereka dari pemilik butik sekaligus teman Romi.
Akhirnya alika mengerti dan menerima nya, Romi pun meminta agar alika mengenakan nya. Karena tidak ada pilihan alika mengiakan nya.
Alika bergegas membersihkan diri untuk menunaikan ibadah, di susun oleh Romi mereka bergantian memberikan diri, lalu melaksanakan ibadah dengan berjamaah.
Romi sebagai imam, alika sebagai Ma'mun nya.
Hati mereka berdua benar-benar terenyuh menyadari, keadaan mereka, sebagai imam dan makmum...
" Alika bukan kah ini yang kamu impikan memiliki iman yang bisa menuntun mu, menuju Jannah "nya"..., Tapi hati ku masih punya banyak keraguan untuk menjalani rumah tangga yang seutuhnya...!" Batin alika.
" Ya Allah harapan ku semoga Aku dan dia (alika) bisa menuju Jannah "mu" bersama,,," Romi pun membatin.
Setelah berdoa bersama alika menciumi tangan Romi layaknya seorang isteri yang patuh kepada suaminya.
Padahal sesungguhnya pernikahan mereka belum bisa di katakan normal layaknya pasangan suami istri pada umumnya.
Setelah itu mereka berdua segera bersiap untuk pergi ke rumah sakit.
Romi lebih dulu siapa dan menunggu alika di ruang tengah, setelah selesai alika pun menghampiri Romi yang tengah menunggunya,
Romi kembali terpukau melihat penampilan Alika mengenakan pakaian baru dari butik ternama, terlihat sangat cantik dan anggun walaupun bergaya sederhana.
" Kenapa ada yang salah...?" Tanya alika kepada romi, karena melihat ekspresi wajah Romi yang terpesona.
" Hmmm,,,! Tidak ada...!" Romi gugup menyadari perilakunya.
" Aku cantik ya...! 😊" Alika sengaja menggoda Romi
" Kamu lama...!!! Gimana keadaan kamu apa lebih baikkan..." Romi enggan mengakui kecantikan alika dan malah mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
Dan alika hanya mengangguk kan kepala nya
"Padahal cuma ngomong "iya" doang gengsi banget" batin Alika menyadari bahwa Romi gengsi memuji alika.
Mereka berdua segera berangkat di antara pak Edy....
Ya seperti biasa di perjalanan hanya ada keheningan, pak Edy sampai berkali-kali mengintip ke belakang dari kaca spion.
Sampai Romi menyadari nya lalu bertanya.
" Kenapa pak Edy... Saya perhatikan anda dari tadi melihat kebelakang terus, yang pokus dong nyetir nya" Romi kesal menyadari perilaku pak Edy
" Maaf tuan...!!, Nona alika anda cantik sekali...!" Pak Edy mengagumi kecantikan alika.
Mendengar nama nya di sebut alika yang sedang termenung langsung menyauti ucapan pak Edy.
" Apa...? Iya makasih pak Edy..." Alika pun gugup menjawab nya.
" Apa maksudnya,,,? Dasar gak sopan!!! Genit sekali anda pak Edy, ingat anda sudah beristri" Romi kesal mendengar pak Edy memuji alika, dirinya saja suami alika tidak melakukan hal itu, pak Edy yang hanya seorang supir berani beraninya memuji istri nya di depan nya langsung.
Alika ("cemburu ni yeee !!!")
Pak Edy : ya iyalah masa nggak !!!!
😂😂😂
Pak Edy dan alika malah terlihat menahan tawa mendengar ocehan Romi....
" Pak Edy anda mau saya pecat..." Romi tambahan kesal karena merasa di tertawa kan
" Maaf tuan...!!!" Jawab pak Edy
Namun alika masih saja menahan tawanya dengan melipat kedua bibirnya kemudian Romi menatap nya tajam...
" Kenapa,,, mau pecat saya juga,,,!" Alika menantang Romi karena tatapan Romi seakan mengintimidasi nya.
Romi tidak menanggapi memilih mengalihkan pandangan nya.
Alika tersenyum tipis sambil membalikkan muka dan berucap " dengan senang hati saya akan pergi...!"
Mendengar ucapan alika hati Romi yang merasakan sakit.
" Apa ingin sekali kamu pergi dari saya " kemudian Romi bertanya dengan ekspresi wajah datar.
" Jika mungkin bisa..." Jawab alika dengan ekspresi wajah sama seperti Romi, berbicara tanpa saling memandang.
" Oke baiklah,,, sesuai kesepakatan tunggu sampai Bu sari benar benar sembuh jika kamu tetap ingin pergi, pergi lah...!" Ada nada kegetiran dari ucapan Romi.
" Tapi sebelum itu, aku berjanji kamu akan sudah benar benar jatuh cinta kepada saya, dan kamu akan merasa berat untuk meninggalkan saya...!" Janji Romi dalam hati nya.
Mendengar obrolan tuan nya pak Edy merasa sangat bersalah, pasalnya dialah yang telah memancing obrolan itu.
...
Sampai di parkiran RS pak Yunas sudah menunggu, dan segera menghampiri Romi dan alika yang baru saja turun dari mobil, lalu membawa mereka berdua segera masuk ke ruangan husus, ruangan privat (VIP), yang sudah ada dua keluarga yang menuggu mereka. Yaitu keluarga Fahri, terdiri dari Abi, umi Fahri, dan Fika Kaka Fahri. Juga keluarga alika yang terdiri dari nenek Diah, bunda tyia, dan Alif kakak alika.
Mereka berjalan tergesa gesa, dengan yunas yang berada paling depan kemudian Romi dan alika yang tidak jauh jarak nya, karena Romi sengaja berjalan tidak jauh dari alika agar alika tidak tertinggal.
Sesampai nya di ruangan... Semua menyambut kedatangan mereka terutama keluarga alika yang sangat senang melihat Alika,
Semua menyapa bersalaman dengan berpelukan... Bergantian.
Semua pun menanyakan kabar alika...
Alika menjawab "alhamdulilah baik...!"
Mata alika terpokus melihat fahri yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit,
Alika langsung menghampiri nya...
Wajah alika terlihat sangat sendu melihat keadaan Fahri...
Fahri pun menyadari kedatangan alika dengan suara lirih Fahri memanggil nama alika
" Alika...!" Sambil menggapai kan tangannya nya ingin menggenggam tangan alika.
Dengan rasa ragu alika mendekat dan menerima gapaian tangan Fahri, tentu dengan meminta izin terlebih dahulu kepada Romi dengan melihat ke pada Romi sebagai isarat "apa boleh?" Dan seperti biasa Romi mengrti dan menganggukkan kepalanya sebagai isarat bahwa Romi mengizinkan nya.
" Yang,,,! Kamu di sini,,,? Bagaimana keadaan mu apa baik baik saja...?" Tanya Fahri kepada alika yang menghawatirkan keadaan alika.
" Ya aku baik...! Kamu kenapa seperti ini...!" Alika menyesali keadaan Fahri.
Fahri tersenyum sinis... pertanyaan alika terdengar sangat basa basi karena alika sudah tau penyebabnya.
" Mengapa tangan mu dingin sekali yang...?" Tanya Fahri yang menggenggam tangan alika yang terasa sangat dingin.
Ya entah perasaan apa yang di rasakan alika sehingga ia mengulurkan keringat dingin.
Romi langsung memegangi kedua pundak alika dari belakang tubuh alika, karena khawatir terjadi hal yang tidak di inginkan dan alika langsung menoleh melihat wajah Romi.
Alika pun berusaha melepaskan genggaman tangan Fahri, karena merasa tidak enak hati kepada romi.
__ADS_1
" Tuan,,, bisa kah anda melepaskan alika, karena dia calon istri ku" pinta Fahri yang enggan melepas genggaman tangan nya.
" Maaf tuan,,, alika baru akan jadi calon istri bagi anda, sedang kan saya sudah jadi suami nya... Jadi anda yang harus nya melepaskan alika,..." Jawab Romi dengan ekspetasi yang sebenarnya.
Alika berada di posisi yang sulit lalu umi Fahri, yang membujuk Fahri untuk melepaskan alika, karena Romi yang lebih berhak atas alika.
Akhirnya Fahri pun melepaskan alika dengan berat hati, kemudian semua di minta untuk duduk di tempat yang telah tersedia.
Untuk menyingkat waktu Yunas langsung membuka pembicaraan yang akan di bahas. pertama perihal pemukulan Romi kepada Fahri yang di sangka menyebabkan kondisi Fahri seperti saat ini,
Romi meminta maaf atas kejadian itu, Romi terpaksa melakukan nya karena ada alasan tertentu, untuk melindungi diri nya karena Fahri yang menyerangnya terlebih dahulu, dan yunas memperlihatkan rekaman CCTV sebagai buktinya.
Semua melihat nya dan percaya dengan apa yang di lakukan oleh Romi, karena wajah Romi pun terlihat banyak lebaran akibat pukul dari Fahri.
Abi Fahri pun memohon maaf kepada romi atas tindakan yang dilakukan oleh putranya.
Lalu membahas masalah hubungan antara mereka bertiga.
Keluarga alika memohon kepada keluarga Fahri perihal pernikahan Alika dengan Romi, bukan maksud untuk membohongi mereka ( keluarga Fahri), karena memang pernikahan itu memang tidak di rencanakan dan hanya untuk seratus, tapi pernikahan itu benar benar terjadi dan sah di mata hukum dan agama.
Tapi memang salah mereka tidak segera membicarakan nya dengan keluarga Fahri karena itu permintaan dari alika tunggu sampai semua nya selesai atau berakhir terlebih dahulu, karena alika kira pernikahan nya tidak akan terbongkar sampai kesepakatan selesai.
Keluarga Fahri pun mengerti dengan penjelasan keluarga alika.
" Ya apa lah daya kami, semua sudah terjadi, mungkin alika dan Fahri memang tidak berjodoh." Ucap Abi Fahri.
" Semoga rumah tangga kalian berdua langgeng... Sampai Jannah "nya" 🤲" umi Fahri mendoakan.
" Tidak,,,!!! Alika akan kembali ke pada ku setelah kesepakatan itu selesai... Aku akan menunggu nya sampai kapan pun..." Teriak Fahri sekuat tenaga nya.
Mendengar teriakkan Fahri semua bangunan dan menghampiri nya.
Fahri berontak tidak terima harus menyerah begitu saja, lalu umi kembali menenangkan nya.
" Tenang sang... Jika kalian berjodoh tentu kalian akan bersama, saat ini alika istri orang, tentu akan menjadi dosa untuk mu berada di antara mereka... Kamu akan di anggap orang ketiga dan merusak hubungan orang" umi menasehati Fahri.
Fahri menatap alika...
" Yang,,, bisa kita bicara berdua..." Ucap Fahri kepada alika.
Alika menatap semua orang untuk meminta waktu kepada semua orang.
Ya mereka semua memberikan waktu kepada Fahri dan alika untuk berbicara... Semua keluar termasuk Romi meninggalkan berdua nya.
Alika duduk di samping Fahri yang berbaring di tempat tidur nya.
" Yang badan ku sakit semua,,, rasanya lemas banget untuk duduk saja aku tidak punya tenaga..." Fahri mengadu kepada alika dengan manjanya.
Alika melihat makanan yang di peruntukan untuk Fahri dan seperti nya belum tersentuh.
" Pasti kamu belum makan iya kan...!" Alika menebak
Dan tebakan alika benar karena fahri belum makan, iya tidak ingin makan dari semalam
"Aku gak mau makan, aku mau nya kamu..." Jawab Fahri.
" Pantesan lemes... Eeh kalau pun aku disini kamu tetap lemes kalau gak makan," alika kesal
" Kan kalau ada kamu, kamu yang nyuapin aku " jawab Fahri sambil menggoda alika...
" Mmmm dasar manja...! Ya dah makan ya aku siapin...!" Alika
Fahri mengangguk... Dan alika mulai menyuapi Fahri Sambil sesekali tertawa kecil, karena Fahri selalu menggoda alika.
Romi menyaksikan nya dari jendela ruangan itu dengan ekspresi wajah datar...
Sebenarnya Romi merasa sangat cemburu.
" Yang,,, kamu janji ya!, kamu akan kembali kepada ku, aku akan menunggu mu sampai kapan pun... Kita wujudkan impian kita" ucap Fahri setelah selesai makan di suapi alika.
" Fahri... Maaf kan aku, aku tidak bisa berjanji apa pun tentang masa depan, karena aku tidak tahu apa yang akan terjadi kepada nya, aku takut akan tambah menyakiti mu, jika mungkin lupakan semua nya tentang impian kita, karena itu yang sedang aku lakukan..." Alika
" Apa kamu mencintai nya (Romi)" tanya fahri
" Untuk saat ini tidak,,, tapi entah kedepannya,,, aku perempuan, aku pun sebagai seorang istri harus melayani suami ku, karena itu kewajiban ku, bagaimana jika Allah berkehendak aku tetap bersama nya dengan menitipkan anak antara aku dengan nya,,," alika memberi tau kemungkinan yang akan terjadi
Bagi di sambar petir perasaan Fahri mendengar ucapan alika,,,
" Apa kamu sudah melakukan nya... Bukan kah kamu bilang pernikahan itu hanya untuk setatus harus nya tidak terjadi hal seperti itu!" Ucap Fahri dengan nada yang penuh emosi namun ia tahan
" Fahri,,, aku dan dia sudah dewasa, secara normal apa mungkin hidup bersama tidak akan terjadi hal seperti itu selama nya, bukan kah sebuah dosa juga jika kami tidak melakukan nya sebagai suami istri!" Alika sengaja mengatakan itu agar Fahri sadar bahwa mereka tidak mungkin bersama.
" Fahri aku mohon lupakan aku... Jika mungkin maaf kan aku, aku tidak pantas lagi untuk mu karena aku telah mengkhianati mu, dan mengecewakan mu, aku yakin ada seseorang yang lebih baik dari ku untuk mu...!" Dengan rasa sakit alika tetap mengatakan nya.
Alika pun pamit pergi tanpa ada jawaban dari Fahri, karena Fahri hanya diam membisu. Dan alika anggap antara dirinya dan Fahri sudah tidak ada hubungan lagi.
....
*hay para AL.... ni othor kasih banyak sampai dua ribu kata, eeh!!! malah lebih Lo...! dari dua ribu kata, mumpung ada waktu, othor juga mo kelarin setatus alika Ama Fahri , othor mo pokus bikin alika Ama Romi BUCIN dulu, biar cepat sampai ke adegan yang mungkin para AL tunggu...!!!
semoga semua puas dan terhibur ya para AL...
__ADS_1
jangan lupa ritual nya ya tinggal kan jejak mu dengan cara like, vote, komen*...
terimakasih 🙏🙏🙏 love you para AL 😘😘😘