Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 84


__ADS_3

Saat Romi menemui alika di ruangannya, alika masih terlelap dengan cantik nya, membuat Romi tidak bisa menahan diri untuk mendekatinya.


Sebelumnya alika tidur dengan posisi terduduk, namun mama Ranti membenarkan posisi alika dengan menidurkannya agar alika merasa nyaman senyaman mungkin.


Kemudian Romi duduk di samping alika yang sedang terlelap, Romi menyentuh pipi alika membelainya dengan lembut penuh kasih sayang, alika merasakan belayan itu dan menikmatinya membuat Romi semakin menggebu... Lalu Romi menyentuh bibir merah alika yang terlihat sangat manis, karena merah alami seperti buah ceri, Romi memainkan ibu jarinya di bibir manis alika, tidak ada respon penolakan sama sekali dari alika, membuat Romi semakin penasaran ingin merasakan lagi manisnya bibir alika, ya karena Romi pernah melakukan itu sebelumnya.


Kemudian Romi mencoba mendekatkan wajahnya nya ke wajah alika, mencoba mengecup sekilas bibir alika, namun tetap tidak ada penolakan membuat Romi semakin penasaran.... dan mengulanginya lagi namun kali ini Romi lebih lama melakukan hal itu


Romi me-ng-ec-up, me*lu*mat, bibir alika lebih kuat dan lebih dalam Berulang kali dengan lembutnya, dan hasratnya semakin menggebu merasakan kenyalnya terasa lebih manis dari yang di bayangkan.


Kemudian alika pun merasakan ada tarik kuat di bibirnya, membuatnya terbangun dan membuka mata, seketika itu Romi pun menghentikan aktivitasnya, melepaskan bibirnya dari bibir alika, ia mengangkat sedikit wajahnya dari wajah alika namun masih sangat dekat.


Alika menatap mata lalu bibir Romi, kemudian alika tersenyum tipis, entah apa yang alika rasakan, yang jelas alika merasakan perasaan yang menyenangkan.


Melihat alika tersenyum Romi merasa lega, karena awalnya Romi kira alika akan mendorongnya dan akan histeris... namun alika memberikan respon yang membuat Romi semakin geregetan.


Romi kembali melakukannya... kali ini alika merespon kecupan Romi dengan mengalungkan tangannya di leher Romi.


Romi pun semakin liar, pria normal mana yang bisa mengendalikan dirinya, jika sudah begitu, mendapat respon dari wanita yang ia cintai, bahkan sudah sejak lama ia menahan ha*sratnya ingin ben.cum.bu. barulah kali ini ia mendapatkan kesempatan dan tidak ingin menyia-nyiakan nya.


Romi makin terampil bermain lidah, dan sedikit menggigit bibir alika sampai alika membuka mulutnya sehingga dengan mudah lidah Romi menjelajahi mulai alika, dengan napas yang bergemuruh alika semakin terbuai dengan permainan Romi.


hati alika berkata untuk tidak melakukannya,


namun respon tubuh alika semakin meminta lebih dari itu. ya sebagai wanita normal alika pun menikmatinya.


" Ooh tuhan,,, alika apa yang kamu lakukan, kesambet setan dari mana diri mu,,, seperti sudah tidak punya urat malu...!" batin Alika menyadari respon yang ia berikan.


Namun alika sudah sangat terang*sang oleh permainan Romi sehingga ia pun tidak bisa mengendalikan diri.


Tangan Romi makin liar meraba - raba tubuh alika sampai ia memainkan gunung kembar milik alika, membuat alika makin bergeliat merasakannya memberi respon yang membuat Romi making bersemangat.


Romi pun merasakan sesak di pangkalan pahanya.


" Duuuh si Otong,,, kuat banget nangkep sinyal nya langsung menegang, sabar tong saya lagi berusaha...!" batin Romi


dan tiba-tiba


" Oh my God...!" Terdengar suara, sebab ada seseorang yang datang ke ruangan itu tanpa mengetuk pintu dan otomatis ia melihat adegan Romi dan alika yang sedang bermesraan.


...


Si Otong : Halaah...!!! 🀦 othor mah kebiasaan, dasar othor gak ada akhlak....! aku tuh dah sesek banget Thor di PHP'in terus sama othor...!


othor : πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ sabar tong,,, ni juga dah mendekati kok nanti ada waktu nya Otong bebas keluar masuk (di cerita othor Maksud nya 🀭, hayooo para AL pada mikir apa...?), orang sabar di sayang Tuhan, othor aja sepi dukungan tetep sabar, dan tetep semangat, insaallah akan indah pada waktunya 🀲🀲🀲


si Otong : oke deh Thor πŸ‘ semangat πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ


lanjut terus...


othor : πŸ‘πŸ‘πŸ‘ ☺️☺️☺️ makasih Otong...🀭 othor jadi pengen ketemu deh sama si Otong...


Wak Wak Wak....πŸƒπŸƒπŸƒ


...


Romi dan alika langsung terhenti dan melihat ke arah sumber suara.


Romi langsung bangkit, dengan nafas yang tersengal-sengal Romi menunjukkan ekspresi wajah yang sangat marah... ( nyesekkan deh Lo...!!! abis suka nolak othor sih)


" Ngapain kamu kesini,,,,?" Romi marah karena selain mengganggunya, orang itu pun sudah tidak sopan masuk tanpa permisi.


( Iya bener marahin tuh ayang Omi, othor aja kalau mau masuk nunggu di panggil dulu atau nunggu di akhir cerita, ni dia maen masuk aja gak sopan dasar πŸ˜’ )


" Itu pertanyaan bodoh Romi, saya berhak keluar masuk di Perusahaan ini, karena walaupun kamu yang menjalankannya, bisnis ini tetep saja cikal bakalnya berasal dari kakek dan aku masih cucunya dan masih ada hak ku sebagai keturunannya.

__ADS_1


Ya ternyata orang yang masuk tanpa izin itu adalah Robert, sepupu Romi, ia adalah putra tunggal dari adik perempuan papa Bagas, namun saat melahirkannya adik perempuan papa Bagas itu meninggal, Robert di asuh oleh ayahnya di luar negeri dan sudah menetap di sana, ayahnya pun sudah berkeluarga lagi, saat sudah dewasa, Robert kembali ke Indonesia dan mendirikan bisnis di bidang klub malam.


Sifat Robert memang urakan, perusuh tidak punya sopan santun berandal, dan dari kecil jika bertemu Romi, mereka memang tidak pernah bisa akur.


Dan ternyata Robert adalah orang yang menyapa, tuan Carlos saat sedang liburan bersama alika dan putrinya saat itu.


" KELUAR...!!!, KELUAR !!! keluar dari ruangan saya... atau saya panggil security untuk mengusir mu,,,!" teriak Romi mengusir Robert.


Mendengar teriakkan Romi alika langsung bangun dari tidurnya dan terduduk.


" Santai aja boos... gak usah ngegas kaya gitu,,, saya bisa keluar sendiri, lagian saya sudah bisa lihat hal yang seperti tadi (adegan Romi dan alika yang sedang ber*cum*bu ) tidak usah salah tingkah seperti itu, dan bukan salah saya juga! mengapa kalian bermain adegan seperti itu di kantor... ke hotel sana...! atau... kamu sayang uang,,,,! tinggal ngomong, saya bisa kasih pinjemin kamar di klub saya gratis... asal join sama saya..!" Robert sengaja memancing emosi Romi.


" Kurang Ajar...!" seru Romi yang benar-benar terpancing emosinya dan hendak menghajar Robert.


Alika mencegahnya dengan menarik tangan Romi, Romi berbalik melihat ke arah alika, Romi baru tersadar ada alika di sana, Romi menghentikan aksinya karena demi untuk menjaga perasaan alika.


Kemudian Romi bicara dengan nada rendah dari sebelumnya namun penuh penekanan.


" Keluar,,,! keluar...!" Romi mengusir Robert.


" Okeh... saya tunggu kamu di luar ada yang ingin saya sampaikan !!!" ucap Robert dengan tersenyum sinis seakan menantang Romi.


Robert keluar bukan takut kepada romi, melainkan ia tidak ingin ribut di depan alika, karena jika Romi sudah emosi bukan tidak mungkin Romi bisa saja menghajarnya tanpa bisa dicegah oleh Alika.


Setelah Robert keluar.


Romi menghadap ke arah alika sambil duduk di sebelah alika.


" Honey,,, maafkan aku !!! aku tinggal dulu sebentar,,, untuk menemuinya, kalau tidak dia akan bikin masalah lebih kacau lagi....!" Romi memberi tau kemungkinan apa yang akan di perbuat oleh Robert.


Alika memahaminya, lalu menganggukkan kepala.


Romi segera keluar untuk menemui Robert.


" Singkat saja,,, ada perlu apa kamu datang kemari...?" tanya Romi kepada Robert saat sudah menemui nya tanpa basa-basi lagi.


" Boleh juga ya cara mu berbisnis,,, aku suka itu...!" ucap Robert dengan nada sindiran.


" Apa maksud mu...?" tanya Romi tidak mengrti dengan ucapan Robert.


" Aku pernah bertemu dengan istrimu jalan bersama, Carlos dan putrinya, jadi itu cara mu untuk memperlancar bisnismu, menjadikan istrimu sendiri sebagai umpan hahaha....!" Robert merendahkan alika.


" Brengsek...!!!" Romi sudah benar-benar marah dan berhasil meluncurkan pukulannya ke wajah Robert.


" Kurang ajar...!" seru Robert yang menerima pukulan dari Romi dan hendak membalas pukulan.


Saat Robert akan menyerang balik Romi. mama Ranti, papa Bagas, dan yang lainnya datang menghampiri mereka, rupanya meeting sudah selesai.


" Hey ada apa ini,,,?" tanya mama Ranti bingung melihat kondisi Romi dan Robert sangat tegang.


" Ni Tante,,, aku mengagumi cara kerja putramu, yang sangat hebat yang mampu menaklukkan pesaing-pesaingnya dengan mudah hingga dia bisa sesukses ini... lain kali bolehlah join ma aku hahaha...!" Robert kembali merendahkan alika tentu saja Romi tidak terima dan hendak menghajarnya lagi.


Namun di cegah oleh papa Bagas.


" Romi apa salahnya dia mengajak mu join dalam bisnismu, bukankah itu bagus, kita bisa merambah bisnis ke berbagai bidang...!" ucap papa Bagas tidak tau yang sebenarnya.


" Ha,,, ha,,, ha... benar om benar...!" Robert tertawa puas merasa di bela oleh omnya.


Romi berusaha menahan emosi karena Romi sadar betul Robert hanya ingin menjatuhkan dirinya di hadapan orang tuanya.


" Mengapa hanya berdiri di sini, kenapa tidak menyuruh nya masuk,,, Romi inikah caramu menerima tamu...!" papa Bagas sepertinya kesal dengan sikap Romi yang memperlakukan keponakan nya seperti itu.


Romi menjelaskan bahwa didalam ruangannya ada alika yang sedang beristirahat dan mama Ranti membenarkan ucapan Romi.


"Ha,,ha,, haa istirahat katamu,,,!!! apa tidak salah! haruskah aku katakan yang sebenarnya kepada mereka semua...!!!" ucap Robert yang memergoki adegan haredang Romi dan alika.

__ADS_1


" Diam kau..!" seru Romi


"Ha,, ,ha,, ha....!"Robert tertawa


Semua memasang ekspresi wajah curiga...!


Namun Romi bersikap biasa saja.


kemudian mereka mengajak Robert keruangan papa Bagas.


" Setelah sekian lama Kamu di Indonesia baru kali ini kamu mau menemui kami, apa kamu ingin bergabung di perusahaan ini...!" ucap papa Bagas merasa senang keponakannya menemuinya.


" Maaf om saya tidak tertarik ikut bisnis dengan keluarga om, tanpa kalian saya bisa berdiri sendiri, saya juga bisa membuat bangga diri saya sendiri tanpa bantuan siapapun...!" ucap Robert sombong.


" Okeh, lalu apa yang membuat mu menemui kami...?" tanya mama Ranti.


" Nanti malam saya akan pembukaan cabang baru klub saya, ya saya mengadakan pesta anak-anak muda sih om untuk sekedar seru-seruan aja, kalau Tante dan om ingin hadir ikut gabung dengan anak-anak muda ya tentu boleh-boleh saja, tapi niat saya sebenarnya ingin mengundang para anak muda seperti, Romi beserta isinya, Andi, yunas anda juga boleh hadir, Kania jika boleh hadir jika om dan Tante mengizinkan!" Robert berterus terang.


" Oo jadi itu Masud mu,,, untuk om dan Tante mungkin tidak mungkin hadir karena itu acara anak muda rasanya tidak pantas untuk om dan Tante hadir di sana" ucap mama Ranti dan papa Bagas setuju dengan ucapan mama Ranti.


" Sesuai kesepakatan hasil meeting tadi nanti sore saya harus berangkat ke luar kota untuk menangani proyek di sana, jadi mohon maaf saya juga tidak bisa hadir" jawab Andi yang memang sudah di jadwalkan akan berangkat keluar kota sore ini.


" Saya pun tidak bisa ikut hadir karena putra saya sedang sakit jadi mohon maaf... masa saya berpesta sementara istri dan anak saya sedang kesusahan.!" ucap yunas tidak bisa hadir


Sementara Romi hanya berdiam diri, perasaannya berkecamuk membayangkan kejadian dirinya bersama alika tadi, Andai saja tidak ada pengganggu mungkin si Otong sudah mengibaratkan bendera kemenangan.


Romi sangat kesal melihat tampang Robert si pengganggu, sampai Romi tidak fokus dengan apa yang di sampaikan oleh Robert.


Dan akhirnya papa Bagas yang mengambil keputusan.


" Berarti mau tidak mau bisa tidak bisa... Romi yang akan hadir di acara mu mewakili keluarga kita...!" Ucap papa Bagas.


" Bukan begitu Romi...!" papa Bagas menegaskan kepada Romi.


" Romi...!" Seru papa Bagas karena tidak mendapat respon dari Romi. Sebab Romi hanya terfokus dengan lamunannya.


" Iya pah...!" jawab Romi, dengan maksud menjawab seruan papa Bagas, bukan mengiyakan perintahnya untuk hadir di acara Robert.


"Oke baguslah... kalau begitu hahaha...!" seru Robert rencananya akan berhasil untuk mempermalukan Romi di acaranya nanti.


Romi bertanya kepada yunas mengapa Robert terlihat sangat senang, yunas pun menjelaskan bahwa Romi harus hadir di acara Robert nanti malam pesta pembukaan cabang klub malam milik Robert.


Setelah tau maksud Robert, Romi perotes dan menolaknya dengan alasan akan ada acara lain. tentu saja papa Bagas memaksa Romi untuk tetap hadir di acara Robert sebagai perwakilan dari keluarga.


Ban akhirnya dengan terpaksa Romi pun menyetujuinya.


Setelah itu Robert pun pamit untuk pergi.


Tapi sebelum itu Robert berucap kepada romi


" Bersiap lah Romi untuk nanti malam...! " sambil tersenyum sinis.


Tapi Romi tidak menanggapinya.


...


*Hay...βœ‹ para AL jangan lupa ritual nya ya tinggal jejak mu dengan cara like, vote, komen di setiap BAB nya.


ayo dong kasih komen buat adegan haredang nya ayang Omi ma neng lika....


komen buat si Otong juga boleh...!


othor tunggu ya...!!!


terimakasih πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


love you 😘😘😘*


__ADS_2