
hari sudah hampir siang mata hari sudah mulai terik...
sekitar pukul 10:00 Romi terbangun, dengan mata yang masih terpejam Romi terus saja mencari keberadaan alika di samping nya dengan meraba meraba tempat tidur dengan tangan nya, sampai ia membalikkan badan berpikir alika ada di belakang nya namun tangan nya tetap saja tidak menangkap keberadaan alika, lalu ia membuka matanya untuk meyakinkan dirinya, sampai ia mendongak kan kepala nya melihat keseluruhan penjuru kamar nya namun penglihatan nya tetap tidak menemukan keberadaan alika.
Romi bangunan dari tidur nya dan berjalan ke arah kamar mandi. mengetuk berkali kali pintu kamar mandi
"Tok,,,, tok,,,, tok,,,!" Suara pintu kamar mandi di ketuk
"Honey,,,! apa kamu di dalam...!" Romi mengira alika berada di sana, namun tidak ada sautan.
kemudian Romi membuka pintu dan tidak di kunci Romi masuk dan melihat kamar mandi itu kosong.
"Kemana dia...!"Gumam Romi
lalu Romi segera membersihkan diri, setelah itu ia bergegas memakai pakaian santai nya, kaos tiset dan celana pendek, lalu keluar dari kamar nya untuk mencari alika,
Romi sampai tidak sempat menyisir rambut nya, hanya mengelap nya sekilas dengan handuk.
itu terlihat dari rambut nya yang berantakan dan masih meneteskan sisa air di ujung rambut nya.
dari kejauhan Romi melihat, keramaian di ruangan tamu membuat nya curiga.
"seperti nya banyak tamu yang datang pantas alika meninggalkan ku, mungkin karena harus menyambut tamu.!" Batin Romi,
Romi mendekati dan alangkah heran nya Romi melihat siapa tamu yang datang, ternyata Bu sari dan keluarga alika (kedua kakaknya)
suasana menjadi tegang,,, semua menatap kedatangan Romi,,, terutama alika.
"Ooh tuhan alangkah sempurna nya ciptaan mu ini, mungkin aku termasuk beruntung bisa jadi istri nya, tapi sayang terlalu banyak air mata yang aku tumpahkan karena nya,,,!" Batin alika mengagumi Romi meski dengan penampilan rambut berantakan tapi ketampanan nya malah terlihat lebih maksimal, alika sekaligus menyangkan sikap Romi yang telah memberi nya banyak luka di hati alika.
"Bu sari anda di sini,,, apa kabar...!"Sapa Romi spontan
"Iya tuan,,, alhamdulilah saya baik tuan,,,!" Jawa Bu sari
lalu Romi menyalami Bu sari dan dua kakak alika.
"Kapan kalian sampai...!" tanya Romi kepada tamu nya
__ADS_1
"Belum lama kok tuan,,,!" jawab mereka
"Honey,,,! ko kamu gak Bungin saya !" Seru Romi kepada alika
"Maaf tuan saya tidak ingin mengganggu istirahat Anda...!"Jawab alika
kemudian Romi menatap satu persatu wajah orang orang yang ada di sana termasuk wajah seluruh keluarga nya, mama, papa, dan adik adiknya yang sudah ada di sana lebih dulu dari nya.
Romi merasakan sesuatu yang mencurigakan, mengapa mereka semua terlihat sangat tegang, terutama alika.
"ada apa ini...?" pertanyaan di benak Romi.
"Maaf kalian sengaja ingin menengok Alika,,,? ko gak kasih tau saya dulu, kan kalau tau dari awal saya bisa siapin sesuai jadi gak dadakan gini, mungkin gak kaku begini...!" Romi berbasa-basi membuka pembicaraan.
"Saya sudah berusaha menghubungi anda tuan dari sejak semalam tapi semua nomer anda tidak ada yang bisa di hubungi...!" Bu sari menjelaskan
"Oo iya,,, maaf Bu semua nya saya matikan karena ingin istirahat dengan tenang,,, abis nya selalu saja ada gangguan masalah pekerjaan...!" Jawab Romi memberi alasan.
"Dah gak usah kebanyakan basa-basi deh, to the point aja,,,!" sergah gani yang malas mendengar basa basa-basi nya Romi
Romi langsung menautkan kedua alisnya mendengar ucapan Gani, kecurigaan nya ternyata benar ada sesuatu di balik kedatangan mereka.
Alif melihat ke arah alika, dan di ikuti oleh Romi yang juga melihat ke arah alika, karena Alif yang akan berbicara seperti meminta persetujuan dari Alika, membuat Romi makin curiga, tapi Romi berusaha untuk tetap tenang agar bisa menyimak dengan baik dan benar, karena terlihat sekali kecemasan, ketegangan dari ekspresi mereka, terutama alika.
wajah nya pucat, dan berkeringat...!
membuat Romi menatap wajah alika dengan saksama...!
dengan gugup alika mengangguk kan kepala sambil menelan ludah kasar.
setelah mendapat kode persetujuan dari alika Alif langsung memulai pembicaraan nya
"Sebelum saya mohon maaf atas kedatangan kami yang mendadak, mengganggu waktu istirahat atau hari libur tuan sekeluarga,,,!"
"Oo itu tidak jadi masalah,,,! malah kami senang kalian berkunjung ke kediaman kami... apa lagi dengan tujuan silaturahmi,,,!"Kali ini mama Ranti yang menimpali, Romi hanya mengangguk kan kepala nya
"Jadi begini tuan,,,! perihal kesepakatan yang telah kita buat, sesuai kesepakatan jika Bu sari sudah benar benar sehat atau sembuh bisa bekerja kembali dengan anda, maka alika adik kami di perbolehkan pulang, dan kesepakatan di anggap selesai, Karen Bu sari juga sudah melakukan serangkaian pemeriksaan medis, dan alhamdulilah hasil dari seluruh pemeriksaan Bu sari di nyatakan sehat, terutama di bagianΒ² yang cedera tidak meninggalkan luka sedikit pun baik di bagian luar maupun di bagian dalam, seperti tulang dan persendian atau pun uratΒ² nya." penjelasan dari Alif dan menyodorkan bukti berkas berkas hasil pemeriksaan medis Bu sari kepada Romi.
__ADS_1
Romi menerima nya dan membuka nya, melihat nya isi nya sekilas.
"Baik,,, syukurlah kalau Bu sari sudah sehat dan baik baik saja, memang itu yang saya harapkan. tapi mengenai kesepakatan seperti yang sudah saya jelaskan tempo hari, bahwa kesepakatan itu memang tidak pernah ada, tidak pernah di buat, saya menikahi alika secara sah hukum dan agama, jadi jika Bu sari ingin kembali bekerja maka tidak masalah, alika akan tetap di sini karena dia isteri saya,,,!" jawab Romi
"Ya semenjak alika ikut anda, kami selalu menanyakan kabar nya, bagaimana dia di sini, dan alika selalu menjawab dia baik, dan masih bisa mengatasi semua nya, kami sebagai keluarga selama alika tidak mengeluh dan baik baik saja kami hanya bisa mendukung nya, tapi beda halnya ketika kami mendapatkan kabar adik kami mengeluh dan menangis mengadu kepada kami, maaf kami tidak bisa tinggal diam lagi...!" jelas Alif.
"Maaf saya akan kirim video sebagai bukti betapa kami ikut tersakiti ketika melihat adik kami menangis minta pulang, nomor henpon siap yang bisa saya kirimkan video nya!" Gani melanjutkan.
karena Romi belum sempat memegang henpon dan masih di nonaktifkan jadi mereka setuju agar Gani mengirimkan video itu ke henpon Andi dan mama Ranti.
setelah video di kirim kan, mereka langsung melihat nya, Romi melihat di henpon Andi berganti dengan Andi, Mama Ranti, papa Bagas, Kania melihat di henpon milik Mama Ranti.
di video itu terlihat alika sedang menangis pilu "sambil berucap, kak,,,!π, tolong aku,,,!π, aku menyerah,,,π, aku sudah tidak tahan lagi,,,!π, aku pengen pulang,,,,! tolong aku,,,ππππ!, saat itu alika sedang melakukan video call bersama kakak nya dan ganti sengaja merekam nya.
di video itu pun menampilkan dua kakak alika yang sangat cemas melihat adik mereka menangis, dan bertanya "Kamu kenapa de,,,?" tapi alika tidak menjawab nya ia hanya terus saja menangis, "Tenang de,,! kami akan membantu mu, kami tidak akan membiarkan mu menderita,,,!"Terdengar ucapan kakak alika.
melihat video itu hati Romi sungguh sangat sakti ia menyadari alika begitu karena perlakuan nya karena kesalahpahaman di antara mereka.
kemudian Romi menatap alika dengan ekspresi sendu.
"Semua sudah melihat nya kan, saya langsung berangkat saat itu juga kesini mencari kebenaran nya, mengumpulkan semua informasi yang akurat, bisa di bilang dia orang terdekat anda, dan alangkah sakit nya kami mengetahui semua kebenaran nya, tentang apa yang telah di alami oleh adik kami, terutama mengenai semua perilaku buruk anda terhadap adik kami, semua telah jelas bagi kami, adik kami menerima kekerasan, hampir di lecehkan, penghinaan, cacian makin dari kalian semua...!"Gani menerangkan penuh emosi.
mengapa gani tau semua perlakuan Romi yang menghempaskan tubuhnya alika, sampai luka alika berdarah lagi saat itu, Gani juga tau Romi mendorong tubuh alika sampai terjatuh di saat di depan lift, gani tau alika hampir dilecehkan oleh Robert, sampai perihal Romi meninggalkan alika di apartemen, Gani tau semua itu, dan memiliki semua rekaman CCTV.
"Maaf kalau boleh tau dari mana anda mendapat semua informasi itu, beserta rekaman CCTV nya!" tanya Andi kepada Gani karena heran Gani bisa dapat informasi sedetail dan seakurat itu beserta rekaman CCTV
"Kami memang orang bisa bukan orang kaya, tapi demi mendapatkan keadilan untuk adik kami, kami rela mengeluarkan uang untuk mendapatkan kebenaran... perlu kalian ketahui kami bisa memperkarakan hal ini ke jalur hukum,,!" Ancam Gani masih penuh emosi
"kak,,,!" seru alika agar Gani bisa menahan emosi nya.
Romi melirik semua orang yang ada di sana dan berpikir siapa orang yang telah berani berhianat kepada nya tanpa tau yang sebenarnya terjadi sesudah nya....
iya Romi menyesali semua perbuatan nya kepada alika saat awal alika menjadi asisten nya, saat romi belum menyadari perasaan cintanya kepada alika, kini Romi sudah sangat mencintai alika dan sangat takut kehilangan alika.
...
jangan lupa ritual nya ya...!
__ADS_1
tinggalkan jejak mu dengan cara like, vote, komen ya...!
terimakasih πππ