Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 215


__ADS_3

Alika kini sudah berada di ruangan perawatan, dengan pasilitas terbaik.


Tapi alika tertidur pulas dengan di temani Romi di sampingnya yang juga ikut tertidur pulas.


semua keluarga yang menunggu berada di ruangan lain.


Karena mereka tidak ingin mengganggu Alika beristirahat.


Tapi suster datang dengan membawa bayi karena kini jadwalnya untuk minum ASI,


Semua keluarga sangat antusias menyambut kedatangan sang bayi.


"Ya tuhan lucu sekali dia,,," Ucap Nina sangat gemes melihat bayi Alika.


Mama Ranti dan papa Bagas pun sudah hadir di sana sebab ketika mendengar kabar Alika akan melahirkan mama Ranti langsung meluncur ke sana untuk melihat kondisi alika dan bayinya.


Mama Ranti langsung menggendong bayi itu dengan sangat hati-hati.


"Uwuh pah! mama serasa sedang main lomba kelereng." Celetuk mama Ranti, ketika memangku bayi mungil itu.


Mengundang pertanyaan di benak papa Bagas, "Apa hubungan nya mah?" Kemudian tanya papa Bagas.


"Ya gimana sih pah orang yang sedang lomba balap kelereng, dag, Dig, dug, gitu perasaan nya berjalan perlahan menjaga keseimbangan agar kelerengnya tidak terjatuh...!" penjelasan mama Ranti terdengar nyeleneh.


tiba-tiba Romi datang menghampiri semua keluarga dan mendengar ucapan mamanya.


"Apaan sih mah putraku di jadikan perumpamaan seperti kelereng." Romi protes.


"Iih orang ganteng banget kaya gini..." Bunda ikut menimpali, sambil menghampiri sang bayi.


Semua seakan berebut ingin menggendongnya.


Tapi sang bayi menangis kencang karena merasa haus ingin minum ASI.


"Ayok bawa ke Mamanya biar minum ASI dulu" Ucap bunda sambil mengambil sang bayi dari pangkuan mama Ranti.


Lalu membawanya kepada alika yang masih tertidur pulas.


Semua orang ikut mengekori bunda Tiya yang membawa sang bayi. seperti semut yang sedang gotong royong membawa makanan.


Meskipun tangisan bayi itu kencang memecah ruangan, tapi tidak berpengaruh kepada alika yang masih tertidur pulas saking lelahnya ia, di tambah pengaruh obat yang ia minum yang memiliki Epek samping obat tidur untuk alika agar bisa istirahat dengan cukup.


Kemudian Romi membangunkan Alika agar menyusui putra mereka.


"Hay honey... ayok bangun!"

__ADS_1


Sebenarnya Romi merasa tidak tega, melihat istrinya yang sedang terlelap dan harus ia bangunkan.


Alika menggeliat meregangkan otot-otot nya yang terasa kaku.


Tapi alika tak kunjung membuka matanya sebab rasa kantuk masih menguasainya, ia malah kembali terlelap.


"Honey, ayo bangun! " Romi kembali berseru membangunkan istrinya.


"Apaan sih kamu kebiasaan deh, kalau lagi pengen suka gangguin aku yang lagi tidur." gumam alika.


Dan semua orang mendengar gumaman Alika semua malah menatap ke arah Romi.


Membuat Romi gugup mendapat tatapan dari semua keluarga, Romi sampai kesulitan menelan salivanya karena rasa itu.


Romi kembali membangunkan alika, kali ini Romi mengoyak tubuh alika agar segera terbangun.


"Honey, ayo bangun si Dede mau ne*ne*n." Ucap Romi.


"Ya, ampun kamu tuh ya maksa banget sih, dah aku bilang kalau pengen tuh sebelum aku tidur, jadi gak usah ganggu aku tidur kaya gini." Alika makin merancu kesal sebab merasa tidurnya terganggu.


"Honey si Dede mau ne*ne*n..." Seru Romi lagi.


"Ya dah lah kalau pengen ne*ne*n kamu buka sendiri, aku nikmati ya sambil tidur." Ucap alika seakan pasrah.


"kamu tuh niat banget mau gangguin aku tidur, kamu sampe harus niruin tangisan bayi segala" Masih gumam alika dengan mata yang terpejam.


padahal tangisan itu memang tangisan bayinya.


Semua cengo mendengar ucapan alika.


Romi malah makin gugup karenanya.


Sebab alika memang sedang dalam pengaruh obat yang menyebabkannya ngantuk berat, Alika seakan lupa jika ia sudah punya bayi saat ini.


Alika malah melakukan gerakan akan menyibahkan bajunya sementara di sana banyak orang, para keluarga lebih tepatnya.


Romi langsung menghentikan gerakan Alika dengan memegangi tangan alika menahan nya agar tidak meneruskan hal itu.


"Heeh, kamu mau ngapain!" Seru Romi.


Nenek terlihat sangat kesal melihat kelakuan Alika, sementara sang bayi sudah menangis kejer.


"Alika... ayo cepetan bangun lihat anak mu menangis kejer kehausan.." Sewot nenek Diah, sambil mengoyak tubuh alika lebih kencang dari yang di lakukan oleh Romi.


Dan Cara nenek memang berhasil membuat alika terbangun dan membuka matanya.

__ADS_1


Alangkah terkejutnya alika melihat ternyata ia sedang di keliling banyak orang yang sedang memperhatikannya.


Seketika alika terpaku mencerna apa yang telah terjadi.


"Ya ampun apa yang terjadi, ternyata aku sekarang sudah punya bayi ya...!" Gumam alika baru menyadari dunia nyatanya.


"Ternyata beneran ya, bayi ku menangis minta ASI." Sabung Alika. dengan ekspresi wajah datar seperti kebingungan.


"Emang kamu kira bayi gede kamu yang minta ASI." Celetuk nina menimpali Alika.


"Ya aku kira begitu sebab ia (Romi) memang suka begitu..." Jawab polos.


"Honey...!" Seru Romi agar alika jangan terlalu jujur dalam ucapannya.


Sebab Romi merasa malu kepada semua nya kebiasaanya jadi bisa di ketahui.


Tiba-tiba Kania dan Andi datang dan langsung masuk ke ruangan itu.


...


Kania sengaja belum ikut bersama tuan Carlos ke negara asal tuan Carlos, karena masih banyak yang harus Kania urus seperti berkas-berkas keberangkatannya dan lainnya, Kania juga masih memikirkan tentang Cherry dan Mamanya yang akan merasa sangat kehilangan jika Kania tiba-tiba pergi.


Rencananya, tuan Carlos akan kembali menjemput Kania jika Kania sudah benar-benar siap untuk ikut dengannya.


Ketika mendengar alika akan melahirkan Kania orang paling heboh ingin segera melihat bayi Alika.


Apa lagi ketika tau mama dan papa nya Sudah lebih dulu berada di sana Kania makin uring-uringan saja ingin segera berangkat menyusul mama dan papa nya.


....


Ketika Kania dan Andi masuk ruangan mereka sungguh heboh ingin segera melihat keponakan mereka.


Andi dan Kania malah berebut ingin menggendong sang bayi.


mama Ranti sampai geram Melihat tingkah kedua anaknya yang baru saja sampai.


"Hey... apa kalian tidak punya adab apa, datang-datang malah berebut, harunya ucap salam sapa orang-orang yang ada di sini! " Omel mama Ranti.


"Iya mah sorry...!" Kania menimpali Omelan Mamanya.


"Kamu lagi Andi, malah sama pecicilannya seperti Kania." Mama Ranti masih saja ngomel.


"Iya maaf mama!" Kemudian Andi pun menjawab.


"Kamu bawa apa itu? " Tanya papa Bagas melihat Andi membawa sekotak bingkisan.

__ADS_1


"Eeh iya aku bawa ini khusus buat kak Romi! " Andi menyodorkan sekotak berukuran sedang, yang semua orang kira itu sebuah hadiah sebab terbungkus rapi oleh bungkus kado.


Semua orang malah merasa bingung mengapa Andi malah memberikan hadiah untuk Romi, sedangkan biasanya hadiah di berikan kepada sang bayi atau sang ibu.


__ADS_2