
Setelah mengintip beberapa waktu akhirnya Fitri melihat pergerakan Romi masuk ke arah dapur entah ingin memuat makanan atau minuman.
Fitri langsung menghampirinya dengan berpura-pura ia pun ingin membuat sesuatu.
"Tuan...!" Seru Fitri mengejutkan Romi.
"Iya,,,!" Sahut Romi dengan sangat terkejut.
"Anda sedang apa?" Tanya Fitri pura-pura KEPO, padahal Fitri hanya berbasa-basi.
"Saya ingin membuat teh hangat." Jawab Romi singkat.
"Kamu mau apa?" Lanjut Romi bertanya kepada Fitri.
"Aku lapar sekali tuan, tadi aku sama kak Faisal sempet beli mie instan jadi aku mau bikin mie instan.
"Ooh!" Seru Romi tidak tertarik menanggapi Fitri.
"Tuan biar saya saja yang membukakan teh untuk anda, saya tau kok Takarannya." Fitri menawarkan diri.
"Tidak usah Fitri, saya bisa sendiri kok!" Romi menolak.
"Ayok lah tuan tidak usah sungkan saya harus ingat berbuat baik kok!"Fitri memaksa dan langsung mengambil alih posisi Romi yang sedang memanaskan air untuk menyeduh teh.
Romi Langsung mundur beberapa langkah.
Kemudian Fitri berbalik menghadap Romi dan menarik tangan Romi dan menuntunnya untuk duduk di meja mini bar yang ada di dapur itu.
"Tuan tunggu di sini dulu ya, sementara saya buat kan tehnya." Fitri mengintruksi Romi.
Keren tidak ada pilihan akhirnya Romi hanya mengikuti ucap Fitri, tapi dalam hatinya Romi curiga Fitri akan berbuat sesuatu seperti biasanya.
Fitri kembali ke posisi di depan komputer dan memulai aksinya untuk membuatkan teh untuk Romi.
Setelah selesai Fitri menyuguhkannya.
"Ini tuan tehnya sudah jadi silahkan di minum." Fitri menyuguhkan dan mempersilahkan untuk Romi minum.
"Iya terimakasih..."
Romi mengangkat cangkir yang berisi air teh hangat itu lalu Romi bangkit dari duduknya berniat untuk membawanya kekarnya untuk menemani istri nya yang sedang tertidur.
Tapi Fitri menghentikannya, "Tunggu tuan anda mau ke mana?" Tanya Fitri.
"Saya mau ke kamar, kasihan Alika sendirian."
"Tuan, tidakkah sekali saja anda memikirkan tentang perasaan saya, apa anda tidak merasa kasihan kepada saya, saya juga sendirian tuan!"
"Lalu kamu mau apa?"
"Tuan bisakah tuan sebentar saja tetap di sini, sampai saya selesai memasak mie instan dan memakannya, tolong temani saya sebentar saja." Fitri memelas agar Romi merasa iba kepadanya.
"Oke,,,!" Dan akhirnya Romi mengikuti apa yang Fitri inginkan.
Fitri tersenyum lebar karena merasa bersalah.
" Terimakasih tuan!" Seru Fitri dan segera membuat dua porsi mie instan, untuk nya dan untuk Romi.
Kemudian setelah selesai memasaknya Fitri menyuguhkan satu mangkuk mie instan itu untuk Romi.
"Untuk siapa ini?" Tanya Romi karena merasa tidak memintanya.
"Untuk mu tuan." Sahut Fitri.
"Padahal tidak usah repot-repot Fitri." Romi merasa merepotkan.
"Tidak apa-apa tuan, sudah ku buatkan ayo di makan."
"Coba anda setiap hari seperti ini kepada saya tuan, alangkah bahagianya hati ini, mendapat sikap ramah dari anda, tapi kenyataannya menatap saya saja anda seperti tidak Sudi." Batin Fitri.
Kemudian mereka berdua menyantap mie instan itu, awalnya suasana terasa begitu canggung karena mereka hanya saling diam.
Lalu Romi bertanya tentang Faisal kepada Fitri, " Menurut mu Faisal bagaimana." Romi sengaja bertanya untuk memecah keheningan.
__ADS_1
"Kak Faisal, orangnya baik, menyenangkan, perhatian, dan sangat peduli terhadap ku." Jawab Fitri antusias.
"Kamu menyukainya?" Tanya Romi.
"Apa..." Sengaja pura-pura terkejut.
"Ya sepertinya Faisal menyukai mu." Pendapat Romi.
"Ya memang, kak Faisal menyukai ku, dia juga bilang sangat merindukan ku dan ingin menikahi ku." Fitri sengaja ingin memancing reaksi Romi.
"Apa, benar kah!" Romi memang terkejut mendengarnya.
Tapi Romi begitu karena Romi merasa senang jika Faisal benar menyukai Fitri dan malah ingin menikahinya.
Tapi reaksi Romi di salah artikan oleh Fitri, ia pikir Romi seperti itu karena Romi cemburu kepadanya dekat dengan Faisal.
"Ya bagus itu Fitri, aku kira juga Faisal orang yang baik."Romi sependapat dengan Fitri.
"Tapi kita baru mengenalnya jangan terlalu percaya dan tetap harus waspada" Romi menasehati Fitri.
Tapi Fitri kembali salah paham, ia pikir Romi melarangnya untuk dekat dengan Faisal.
Membuat Fitri besar kepada dan beri bunga-bunga mendengar nasehat Romi.
"Iya tuan terimakasih."
Sementara Romi dan Fitri berbincang sambil menikmati mie instan.
Sementara itu juga Alika terbangun dan mencari keberadaan suaminya awalnya alika pikir Romi sedang di kamar mandi, tapi lama kelamaan kok Romi tak kunjung kembali, dan akhirnya Alika bangkit dari duduknya dan mencari keberadaan Romi di kamar mandi.
Lalu tiba-tiba bulu kuduk Alika meremang, seketika alika teringat kepada almarhum Bu sari.
"Astaga, mikir apa aku ini" Gumam alika dalam hatinya.
Tapi aura mistis makin kuat Alika rasakan, dengan langkah tergesa alika keluar dari dalam kamar, Alika menuju ruang tamu, tapi tidak menemukan suaminya.
Bulu kuduk Alika makin meremang dan ia makin merasa takut.
Pikir alika tidak mungkin Romi bersama Fitri kemudian Alika benar-benar keluar, dan melihat mobil suaminya masih ada di parkiran.
Tapi Alika tetap menuju pos satpam karena sudah terlanjur keluar dan berharap Romi berada di sana.
Sesampainya di pos satpam, hanya ada dua orang satpam yang sedang berjaga, ia pun begitu kaget melihat alika keluar dari dalam villa tengah malam seperti itu.
"Nyonya anda kemari, ada apa nyonya? apa ada yang terjadi?" Saking terkejutnya satpam itu ia sampai memberondong Alika dengan pertanyaan.
"Tidak ada yang terjadi kok pak, saya hanya ingin memastikan apa suami saya ada di sini!" Tanya alika.
"Tidak ada nyonya, setelah kalian masuk, kami tidak melihat siapa pun keluar kecuali pemuda yang bersama nona Fitri itu." salah satu pak satpam memberi tau.
"Oo iya pak, terimakasih."
"Coba cari di tempat atau di ruangan lain Nyonya." Pak satpam kembali berkata.
Dan seketika itu, Alika teringat akan Fitri yang selalu berusaha untuk mendekati Romi, apa lagi penampilan nya tadi sore begitu seksi.
Teringat hal itu hati alika makin merasa takut dan makin cemas.
"Tapi apa pun bisa terjadi, kemudian Alika berpikir lagi.
"Nyonya apa mau saya temani"pak satpam merasa tidak tega melihat Alika terlihat ketakutan dan kebingungan.
"Tidak usah pak, saya cari dulu di dalam kalau tidak ada nanti saya balik lagi ke sini." Alika menolak karena merasa tidak enak hati.
Lalu Alika berlalu meninggalkan pos satpam bergegas masuk kembali ke dalam villa.
Alika langsung menuju kamar Fitri, tapi alika melihat dulu ke dapur.
Di dapur Alika melihat Dua mangkuk bekas dan dia gelas yang terdapat sisa air teh.
"Deg" hati alika begitu sakit menyadari itu semua.
Sebab tidak mungkin salah lagi dua mangkuk dan gelas itu tidak mungkin salah lagi pasti bekas Romi dan Fitri.
__ADS_1
Tak terasa bulir air mata Alika terjatuh dengan sendirinya.
Alika mencoba untuk kuat menahan semua perasaannya rasa sakit hati yang luar biasa sakitnya.
Dengan perasaan yang bergemuruh Alika mencoba melangkah dengan langkah gontai menuju kamar Fitri, ia hanya ingin memastikan bahwa suaminya benar bersama Fitri.
Setelah tepat di depan kamar Fitri, Alika hanya memaku tak berdaya.
Sebab Alika mendengar suara Fitri berucap, "Tuan disini saja, di sebelah sini, tidak apa-apa kok." Suara Fitri terdengar begitu manja dan menggoda.
"Tidak usah, di sini saja, di sini lebih enak." Terdengar Romi menimpali ucapan Fitri.
Bagaimana di samar petir perasaan Alika di buatnya.
Seketika tubuh alika melemas dan dan hilang keseimbangan, kakinya gemetaran, terasa tidak kuat lagi menopang tubuhnya, seketika itu Alika terjatuh dan terkulai lemas di lantai.
"Bug...." Suara Tubu Alika terjatuh.
Fitri dan Romi langsung menyadari suara itu, Romi segera berlari ke arah luar kamar, Dan alangkah terkejutnya Romi melihat alika yang sudah tergeletak di lantai.
"Honey" Seru Romi lalu segera menghampiri Alika.
Romi sudah bisa menebak pasti Alika telah salah paham dan berpikir yang tidak-tidak tentang dirinya dan Fitri
Sedangkan Fitri di dalam hatinya tertawa puas.
"Rasakan permainan ku... ini baru awal Alika, aku sudah tau caranya bermain dengan kalian, dan tau kelemahan suami kita, jadi Ayo kita bersenang-senang...!" Gumam Fitri dalam hati.
Rencana yang telah Fitri atur berjalan sesuai keinginannya.
Di mulai dari awal Romi mengajar Faisal, Fitri merasa Romi telah cemburu kepada Faisal dari situ Fitri mulai mengatur rencana agar Romi masuk kedalam perangkapnya.
...flashback on...
Sesungguhnya ketika Alika keluar dari kamarnya untuk mencari suaminya Fitri telah menyadari nya.
Tapi Fitri sengaja membuat Romi untuk tidak menyadari keberadaan Alika.
Fitri mengajak Romi kedalam kamarnya dengan mengatakan di kamarnya ada tikus.
Awalnya Setelah menyantap mie instan dan telah habis mereka santap.
Romi menyuruh Fitri untuk masuk ke dalam kamarnya, "Fitri ini sudah malam, ayo sana masuk kamar mu lalu tidurlah aku akan menunggu di sini jangan takut." Romi mencoba membuat Fitri nyaman.
"Sesungguhnya tuan aku tidak bisa tidur karena aku melihat tikus di kamarku." Fitri sengaja berbohong.
"Apa, tikus." Romi sedikit heran.
"Iya tuan karena lama tidak di tempati maka tikus berkeliaran di sana sini, dan mungkin kamar ku yang di jadikan sarang mereka."
"Tuan, mau kah anda menangkap tikus itu."
"Ya sudah mana coba aku lihat." Romi malah terpancing dengan permainan Fitri.
Sementara alika keluar villa, sementara itu juga Romi dan Fitri masuk kamar untuk menangkap tikus yang Fitri maksudkan.
Setelah mencari-cari Romi tidak menemukan tikus itu.
"Mungkin itu hanya perasaan mu saja Fitri, merasa ada tikus di sini buktinya aku tidak menemukannya." Ucap Romi setelah Lela mencari.
"Tapi aku yakin kok tuan tadi aku melihatnya, Aku takut dan tidak bisa tidur jika tikus itu belum tertangkap." Fitri sengaja menahan Romi agar tidak keluar dari kamarnya sebelum Alika menangkap basah dirinya sedang berduaan di kamar.
"Lalu sekarang mau mu apa." Nada suara Romi sudah terdengar kesal.
"Tuan bisa temani aku dulu sampai aku tertidur baru tuan boleh meninggalkan ku."
"Ya sudah, ayo tidur sana, aku tunggu di sini."
"Tuan disini saja, di sebelah sini, tidak apa-apa kok." Suara itu sesungguhnya Fitri meminta Romi untuk duduk di sebelahnya.
Tapi Romi menolaknya dengan berucap, "Tidak usah, di sini saja, di sini lebih enak."
...flash back off ...
__ADS_1