
Masih di Bali suasana liburan.
Hari menjelang sore setelah menemani ceri, makan dan bermain akhirnya Kania bisa kembali ke kamar nya.
"Da..h ceri, sampai jumpa lagi" Seru kania sambil melambaikan tangan ke arah ceri dan papinya.
Kemudian kania bergegas menuju kamar Romi terlebih dahulu untuk memastikan di mana kamarnya.
Kania memencet bel kamar Romi cukup lama, sebab Romi maupun alika tak kunjung membuka pintu membuat kania kesal bukan main, dan ingin sekali Kania mendobrak pintu kamar itu andai ia bisa melakukan nya.
Kania sengaja memainkan bel pintu kamar Romi berulangkali, dan tidak sia-sia akhirnya Romi keluar membuka pintu.
Romi pun terlihat sangat kesal karena tingkah Kania yang sengaja memainkan bel pintu kamar Romi.
"Hey! kamu gak punya adab apa? berisik tau mainan bel pintu seperti itu" Romi kesal
"HM... sengaja! abis nya kalian tuh ya, di pencet bel sekali dua kali gak ada yang nyaut dan gak ada yang bukain pintu" Jawab Kania tak kalah kesalnya.
"Terus kamu mau ngapain?" Tanya Romi
" Aku mau ngambil barang-barang ku" Ucap Kania sambil nyelonong masuk kedalam kamar Romi dan melihat alika sedang tidur di tempat tidurnya
"Cik! kalau mau tiduran doang mah ngapain jauh-jauh kesini di rumah aja kali" Kania seperti tak suka melihat alika yang sedang tertidur.
"Kamu ngapain sirik aja" Romi
"O,,, ya! gimana nih yang abis kencan sama tuan Carlos?" sambung Romi sengaja menggoda Kania, dan jelas membuat Kania tak suka dengan lelucon kakaknya.
Tapi itu yang membuat Romi makin semangat menggoda adik bungsunya.
Keren Romi terus saja menggoda Kania sampai terjadi keributan antara kakak dan adik tersebut, alika sampai terbangun dari tidurnya
"My honey ada apa ini?" Tanya alika bingung
"Eeh kamu kebangun ya honey, ini gara-gara kamu berisik aja" Ucap Romi menuduh Kania tanpa merasa bersalah.
"Gak sadar diri! orang sendiri nya yang mulai" Kania tak terima di salah kan.
__ADS_1
"Kenapa sih?" Alika masih tidak mengerti karena belum mendapat jawaban.
"Ini honey, Kania abis kencan sama tuan...." Ucap Romi terhenti karena Kania membungkam mulut Romi dengan tangan nya
"Kak Romi cukup!" Seru Kania sambil membungkam mulut Romi agar menghentikan leluconnya.
Jelas Romi memberontak karena perlakuan Kania, begitu juga Kania tak mau kalah mereka berdua ( Romi dan Kania) malah bergulat seperti anak kecil yang sedang memperebutkan permen.
Romi sampai berhasil membuat Kania menangis karena kesal di sebut berpacaran dengan tuan Carlos, yang menurut kania bukan tipenya.
sementara Romi malah tertawa puas, karena telah berhasil membuat Kania kesal sampai menangis.
Alika hanya cengo menyaksikan tingkah dua orang dewasa tapi minim akhlak.
"hiks, hiks, kak Romi jahat, nanti aku aduin sama mama..." Ucap Kania di sela-sela tangis nya persis seperti anak TK yang di rampas jajannya.
"Kamu kenapa sih my honey? tega sekali sama adiknya sendiri sampai di bikin nangis kaya gini" Alika membela Kania dan menghampiri Kania.
Alika mengelus rambut Kania dengan Punuh kasih sayang dan memeluk nya, seperti seorang kakak yang menenangkan adiknya, meski Kania hanya seorang adik ipar bagi alika tapi ia sangat menyayangi kania.
"Udah gak usah nangis, memang kenapa jika memang benar tuan Carlos itu pacarmu tidak masalah kan, toh kalian sama-sama singgel" Ucap Alika malah mengundang emosi Kania makin memuncak.
Romi makin terkekeh, dan alika mengerutkan keningnya karena bingung.
Dengan sabar dan lemah lembut alika berusaha menenangkan Kania, setelah itu alika mengantarkan kania kamarnya. selagi alika menemani Kania di kamarnya.
semtara itu Romi sedang membersihkan diri.
"Nia aku kembali ke kamar ku ya! nanti bayi besar ku uring-uringan di tinggal lama, kamu istirahat dulu ya!" Alika pamit
Tapi sebelum Alika pergi Kania memohon kepada alika agar berbicara kepada Romi untuk tida selalu mengolok nya dengan mengatakan bahwa Kania berpacaran dengan tuan Carlos.
seperti nya Kania sangat tidak ingin itu terjadi.
"Emang kenapa sih Nia? seburuk itu kah tuan Carlos di matamu, dulu aku malah sedikit terkesan dengan tuan Carlos karena kabaikanya, mungkin kalau belum jadi istri kakak mu aku bisa jatuh cinta kepada nya" Terang alika untuk mendamaikan hati Kania, tapi tak di sangka Romi berada di sana dan mendengar ucapan alika.
Jelas Romi kesal mendengarnya dan langsung tersulut emosi.
__ADS_1
"OOO JADI BEGITU YA!" Seru Romi penuh penekanan, membuat alika terhenyak mendengar nya lalu terperangah tak menyangka Romi berada di sana dan mendengar semua ucapannya.
Kemudian Romi keluar dari kamar Kania dengan membanting pintu kamar hotel Kania dengan keras nya.
"BRAK" Suara daun pintu menghantam kusen pintu, dengan kerasnya, membuat alika dan Kania terhenyak lalu terperangah sesaat, kemudian alika berlari mengejar Romi.
"My honey tunggu... aku bisa jelasin semuanya!" Seru alika menghentikan Romi
Mendengar seruan alika, Romi menghentikan langkahnya dan tanpa menoleh kearah alika, Romi berucap "Apa lagi yang mau di jelasin, semua nya sudah jelas aku mendengar semua ucapanmu!" Lalu Romi melanjutkan langkahnya
Alika terus mengejarnya dan tatap berseru ingin menjelaskan alasannya mengapa ia berucap seprti itu, sampai perutnya mengalami keram membuat alika menghentikan langkahnya karena merasakan nyeri yang luar biasa sakitnya.
"Awa sakit sekali" Rintih alika yang kesakitan
Romi terus berjalan semakin menjauh dari alika, tak mempedulikan alika yang mengejarnya, bahkan Romi tidak mengetahui kondisi alika dan tak mendengar rintihannya, saking emosinya, karena rasa cemburu yang menguasai dirinya saat mendengar ucapan alika tentang perasaannya kepada tuan Carlos.
Itulah sifat asli Romi yang dingin dan bisa saja kejam, jika ia sudah merasa tak di hargai.
Alika terus saja merintih kesakitan, sampai terduduk menahan rasa nyeri, tubuh nya lemas berkeringat dingin wajah nya pucat pasih seperti mayat hidup.
"My honey... tolong aku!" Seruan alika melemah
"Siapa pun tolong aku!!! ini sungguh sangat sakti sekali" Kemudian gumam alika ketika sudah tak melihat sosok Romi lagi, Romi sudah berlalu pergi entah kemana.
Kini alika sudah tak sanggup lagi menopang tubuh nya ia terkapar di lantai dan hilang kesadarannya.
Tak lama kemudian Kania pun keluar dari kamarnya berniat mengejar Romi dan alika, Kania ingin memastikan bahwa mereka berdua (Romi dan alika) baik-baik saja.
Tapi ternyata apa yang terjadi sungguh di luar dugaan Kania, pasalnya Kania telah mendapati alika sudah terkapar di lantai.
Kania begitu syok melihat kondisi alika, dan berhambur menghampiri Alika yang sudah tak sadarkan diri.
"Kak Lika!" Seru Kania
"Kak apa sebenarnya yang terjadi?" Kania seakan sedang bertanya kepada alika yang jelas-jelas sudah tak sadarkan diri.
...
__ADS_1
Mohon dukungan nya kawan tinggalkan jejak mu dengan cara like, vote, komen di kolom komentar terimakasih 🙏🙏🙏