
Sesampainya Romi di rumah, ia langsung menemui Alika di kamarnya.
Dan membuat alika terkejut melihatnya " my honey ada apa, ko kamu sudah pulang jam segini?" Tanya alika curiga.
Romi tak menjawab
"Apa kamu sakit?" Alika khawatir, lalu menempelkan telapak tangan nya di kening Romi untuk mengecek suhu tubuh Romi
"Normal" Gumam alika setelah menempelkan telapak tangannya, dan merasakan suhu tubuh Romi memang normal.
Tapi Alika merasakan ada sesuatu yang telah terjadi, tidak bisanya romi pulang di jam seperti sekarang, tanpa memberi tau kan alika sebelumnya.
Di tambah wajah Romi terlihat begitu sedih tak seperti biasanya, yang biasanya lebih sering terlihat datar tanpa ekspresi.
"My honey ada apa, kamu baik-baik saja kan?" Tanya alika lagi untuk memastikan.
Tanpa menjawab Romi langsung memeluk alika " aku tidak apa-aps, aku hanya merindukanmu, aku takut kehilanganmu!" Ucap Romi sambil memeluk alika.
Romi pun menangis mencurahkan kesedihan nya.
Alika menyambut pelukan itu, mengelus punggung Romi untuk menenangkannya "Sudah aku duga pasti ada sesuatu yang terjadi" Pikir alika
"Menangis lah my honey jika itu bisa membuat mu lebih tenang..." Ucapan alika berhasil membuat Romi makin pilu dan makin erat memeluk alika.
Setelah beberapa lama Romi menangis dalam pelukan alika.
Kemudian Nina datang untuk bertanya kepada alika, akan memasak apa untuk makan siang tuan Romi hari ini, seperti biasa Nina akan menyiapkan semua bahan-bahannya.
Tapi apa yang Nina lihat pemandangan yang begitu mengharukan. membuat Nina tercengang melihatnya dan merasa aneh lalu muncul pertanyaan "ada apa yang terjadi, mengapa tua Romi sepilu itu?"
"Maaf tuan, nona, saya menganggu..." Ucap Nina mengagetkan Romi dan alika.
kemudian keduanya mengurai pelukannya, Romi langsung memalingkan muka sambil menyeka air matanya.
Romi tak ingin Nina melihatnya, menangis dan serapuh itu.
Alika langsung menghampiri Nina dan bertanya "Ada apa Nina?" tanya alika
"Maaf nona hari ini mau masak makan siang apa untuk tuan Romi?" Nina mengutarakan maksudnya.
__ADS_1
Alika berbalik melihat ke arah Romi yang membelakangi alika dan Nina.
"Hari ini terserah kamu mau masak apa aja..."Ucap Alika karena perasaan Romi sedang kacau bukan saat nya membicarakan masalah itu dengan Romi.
Nina mengerti dengan keadaan Romi dan alika, lalu pergi meninggalkan keduanya.
Selepas kepergian Nina, alika kembali menghampiri Romi dan memeluk nya dari belakang tubuh Romi.
Romi memegang tangan alika yang melingkar di pinggangnya lalu perlahan berbalik menghadap alika.
"Honey, apa kau akan tetap bersamaku, meskipun aku jatuh miskin, dan tak punya apa-apa" Kemudian tanya Romi kepada alika setelah berhadapan, dan dengan tangan alika yang Romi pegangi di pinggangnya.
"Kenapa? Aku tak pernah mencintai mu karena hartamu, kalau kau mengizinkan! aku masih bisa cari uang untuk membiayai hidup ku sendiri" Jawab Alika.
Kemudian Romi menciumi kedua tangan alika setelah mendengar jawabannya.
"Aku takut sekali kehilanganmu, aku takut kau meninggalkanku di saat aku sedang terpuruk... seperti yang di lakukan yunas" ucap Romi.
Romi menangis sedih bukan karena hartanya, tapi ia Takut orang-orang yang ia sayangi pergi meninggalkannya terutama takut di tinggalkan oleh alika.
Mendengar apa yang di ucapkan Romi alika makin penasaran sebenarnya apa yang terjadi kepada Romi sehingga membuatnya begitu hancur.
Romi kembali memegangi tangan alika dan menciumnya.
"Aku sekarang pengangguran... aku kehilangan jabatan ku dan pekerjaanku" Jelas Romi.
Alika mengerutkan keningnya makin merasa penasaran dengan apa yang telah terjadi.
"Kenapa, ada apa, memang apa yang sebenarnya terjadi?" Alika memberondong Romi dengan pertanyaan.
Kemudian Romi menceritakan apa yang telah terjadi mengenai Robert, yang telah keluar dari penjara atas bantuan papinya yang sengaja datang dari luar negeri untuk membebaskan Robert.
Dan bukan hanya itu, sepertinya yang mengatur rencana untuk menyingkirkan Romi juga adalah ide dari papinya untuk membalas dendam kepada Romi.
Alika mendengarkan semua cerita Romi dengan saksama "Oo jadi seperti itu" Ucap Alika ketika sudah memahami cerita dari Romi.
"My honey, mengapa dirimu tidak mempertahankan apa yang menjadi hak mu, mengapa pasrah dan mengalah?" Tanya alika.
Karena yang alika tau, Romi orang yang sangat tegas, dan ambisius, tak kan mudah untuk menyerah lalu pasrah begitu saja.
__ADS_1
Romi juga tak kan mudah di kalahkan jika ia berniat untuk bertahan dan melawan.
"Karena aku punya kamu dan calon buah hati kita" jawab Romi menjawab pertanyaan alika.
"Aku!" Seru alika menunjuk dirinya sendiri.
"Ya, kamu dan calon buah hati kita" tegas Romi sambil memegangi perut alika.
membuat alika bingung dan mencerna ucapan Romi "Kenapa aku my honey? aku kan tidak ada hubungannya dengan perusahaan.." Tanya alika lagi karena belum mengerti.
"Karena aku tau sipat asli Robert, ia orang yang sangat berbahaya, dia orang yang nekad, Robert bisa melakukan apa saja untuk membalas dendam, aku lebih memilih melepaskan semuanya dari pada harus membiarkan keselamatanmu terancam...!" Romi menjelaskan .
"Keren bukan tidak mungkin ia akan menyerang mu dan melukaimu untuk menyakitiku, membalaskan dendamnya" Romi melanjutkan.
Alika hanya terpaku mendengarkan semua penjelasan Romi "Aku tidak berpikir sejauh itu my honey" Ucap Alika ketika menyadari kebenaran dari ucapan Romi.
"Lalu bagaimana tanggapan mama, papa dan yang lainnya?" tanya alika penasaran.
"Ya jelas, mereka tidak setuju dengan keputusan ku, mereka pun sama dengan mu meminta ku untuk tetap bertahan dan melawan" jawab Romi menjelaskan.
"Tapi aku hanya memikirkan mu, aku mengingat kejadian saat dia melecehkan mu, dia bisa setega itu kepada mu, apa lagi saat Robert mempunyai dendam kepada ku, dia bisa lebih kejam melukai mu, untuk menyakiti ku..." Alasan Romi mengalah hanya untuk mementingkan keselamatan alika.
"Honey,,, sebenarnya aku sangat tidak tega melihat mama, papa tertindas, tapi aku yakin mereka bisa mengatasi semua masalah di perusahaan" Romi masih bercerita.
"Tapi ada satu hal yang membuat ku sangat terpukul, Karen sikap yunas!" Romi lirih saat mengucapkan hal ini.
Ada rasa kekecewaan yang luar biasa dalamnya di hati Romi.
"Yunas..." Gumam alika
"Apa yunas mengkhianati mu?" Alika menebak - nebak.
"Entah lah honey, yang jelas dia menolak saat aku mengajaknya untuk ikut bersama ku" Itu yang menyebabkan kekecewaan yang mendalam di hati Romi.
"Mungkin ia takut akan hidup sengsara jika ikut dengan ku, yang tidak punya jabatan dan pekerjaan saat ini" Sambungan Romi.
Alika menarik kedua tangan Romi dengan kedua tangan nya, alika menggenggamnya Lamu mencium tangan Romi, sebagai isyarat sebuah dukungan dari nya "Yang sabar ya my honey, kamu tidak sendiri aku bersama mu sampai kapan pun dan bagaimana pun keadaan mu..." ucap alika menguatkan suaminya.
Romi tersenyum penuh rasa haru "Terimakasih honey..." Lalu memeluk istrinya mengecup keningnya.
__ADS_1