Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 240


__ADS_3

Romi segera memangku tubuh Alika dan membawanya ke ruangan tamu, lalu menidurkannya di sofa di ruangan itu.


Romi mengambil minyak kayu putih dan menempelkan nya di hidung Alika agar Alika menghirupnya.


Dengan maksud menyadarkannya.


"Honey kamu tidak apa-apa?" Tanya Romi.


"Fitri segera ambilkan air putih untuk alika." perintah Romi kepada Fitri, yang hanya melihat dengan tersenyum licik.


Kemudian Fitri pun berlalu menuju dapur dengan langkah santai, " Dasar perempuan munafik, dia seperti itu hanya sedang bersandiwara untuk menarik perhatian tuan Romi." Gumam Fitri.


Alika masih setengah sadar karena tubuhnya benar-benar lemas tidak bertenaga.


"M'y honey aku mencari mu." Ucap Alika.


"Maaf ya honey, aku meninggalkan mu saat kau sedang tertidur, aku berniat membuat teh hangat, tapi Fitri meminta ku menemaninya makan mie instan, lalu ia bilang di kamar nya ada tikus, dan meminta ku untuk menangkapnya." Ucap Romi sedang menjelaskan yang sebenarnya terjadi.


"Benar dugaan Ku, pasti ini hanya akal-akal Fitri saja, untuk menciptakan derama dalam rumah tangga ku." Gumam Alika dalam hatinya.


Alika sudah bisa menebak akal licik Fitri karena sudah terlihat dari gerak geriknya.


Karena Alika percaya sepenuhnya kepada Romi. tidak akan semudah itu di rayu wanita, apa lagi wanita macam Fitri.


"Kamu pasti punya pikiran yang tidak - tidak tenang aku dan Fitri sehingga kamu seperti ini." Romi pun sudah bisa menebak, apa alasan yang membuat Alika jatuh pingsan.


" Kepala ku pusing sekali m'y honey." Jawab Romi.


"Kamu pasti berpikir buruk tentang aku dengan Fitri, percayalah aku tidak melakukan apapun dengannya." Romi meyakinkan Alika.


"Iya m'y honey, aku percaya kepada mu." Sahut Alika, yang tidak ingin masuk kedalam permainan click Fitri, meskipun hatinya terasa sangat sakti.


"Terimakasih honey, kau telah mempercayaiku." Romi merasa lega.


Lalu Romi memeluk Alika dan menciumi wajahnya.


Kebetulan saat itu Fitri kembali dari dapur dengan membawa segelas air putih, Fitri sangat kesal dan marah melihat Romi dan alika.


"Kurangajar,,, bisa-bisa wanita munafik itu malah bermesraan seperti itu, kenapa dia tidak mati sekalian." Fitri membatin.


Kemudian Fitri mencubiti bagian lehernya sampai meninggalkan bekas merah, menyerupai tanda merah sisa percintaan.


Agar Alika melihatnya, dan pikirannya yakin bahwa Romi benar - benar telah mencumbu Fitri setelah melihat tanda merah itu.


Fitri melihat di cermin, cubitan tangannya di lehernya sendiri telah meninggalkan bekas yang benar-benar menyerupai tanda merah sisa percintaan.


Kemudian dengan pedenya Fitri berjalan menghampiri Romi dan alika di ruang tamu.


"Ini air minumnya tuan." Fitri menyodorkan segelas air putih kepada Romi.


Romi mengambilnya, "Terimakasih." Ucap Romi singkat kepada Fitri.


"Iya." Jawab Fitri juga singkat.


Lalu Romi meminumkannya kepada Alika, "Ayo honey minum dulu agar dirimu merasa lebih baik."


Fitri terlihat mencibirkan bibirnya melihat dan mendengar hal itu.


Alika melihat ke arah Fitri dan melihat jelas ekspresi wajah Fitri yang seperti itu.


Seketika itu Fitri pun segera menyadari bahwa dirinya di perhatikan oleh Alika.


Dan seketika itu juga, raut wajah Fitri langsung berubah ramah dengan tersenyum kepada Alika.


"Bagaimana perasaan mu sekarang Alika, apa sudah lebih baik." Kemudian Fitri berbasa-basi, sambil mengibaskan rambutnya.

__ADS_1


Seakan sedang memperlihatkan tanda merah di lehernya yang sengaja ia buat sendiri.


Ya, Alika jelas melihat tanda merah itu, sehingga Alika begitu syok, jantung Alika serasa mendapat hantaman yang begitu hebatnya.


Sehingga membuat dada Alika sesak dan sulit untuk bernafas.


Rasa tidak percaya, tapi itu nyata, Alika ingin mempercayai semua ucapan suaminya yang mengatakan dirinya dan Fitri tidak melakukan hal apapun, tapi tanda merah itu jelas terlihat dan menandakan sebagai bukti bahwa Romi memang telah mencumbu Fitri.


Romi begitu panik melihat, kondisi alika yang kesulitan bernafas.


"Honey ada apa dengan mu, apa yang sakit honey." Romi mengkhawatirkan kondisi Alika.


Sampai pikiran Romi mencurigai Fitri, "Fitri air minum apa yang telah kau berikan kepada Alika!" Romi mengira Fitri telah mencampur air minum yang di berikan kepada alika telah Fitri campur dengan racun.


"Itu air minum biasa kok tuan, tidak aku campur apapun, anda pikir aku meracuninya? maaf tuan aku tidak sejahat itu." Fitri menyangkal.


"Lalu kenapa istri saya bisa seperti ini, setelah meminum air yang kamu bawakan tadi."


"Mana saya tau tuan..!" padahal Fitri tau mengapa Alika seperti itu, memang karena ulahnya.


"Jangan macam-macam ya Fitri, lihat akibatnya jika kamu berani bermain-main dengan ku." Romi begitu kesal dan marah kepada Fitri.


Kemudian Fitri mengambil gelas yang masih berisi air putih sisa Alika minum.


"Lihat ini tuan aku akan minum air ini, aku akan buktikan kepada mu, bahwa air ini tidak mengandung racun." Kemudian Fitri meneguk air minum itu sampai habis.


Dan Fitri lebih banyak meminum air itu dari pada Alika, "Jika air ini mengandung racun maka aku yang akan lebih dulu mati karena aku yang lebih banyak meminum airnya." Fitri ingn membuktikannya.


Tapi Romi sudah tidak ingin menimpali Fitri lagi, Romi kembali fokus kepada Alika.


"Honey sebenarnya kamu kenapa?" Tanya Romi lemah lembut dan sangat mengkhawatirkan kondisi istrinya.


Kini Alika sudah tidak bisa lagi menahan air matanya.


Alika menangis tersedu-sedu, Romi memeluknya untuk menenangkannya, Alika malah makin membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya.


"Aku ingin sekali percaya kepadamu, tapi tanda merah itu bukti bahwa kamu telah mencumbunya."


Seketika itu Fitri tersenyum puas setelah mendengar apa yang alika ucapkan.


Tapi Romi sendiri bingung, "Tanda merah apa honey?" Tanya Romi tidak mengerti.


Tangis Alika makin pilu, "Tanda merah di leher Fitri." Jawab Alika di sela - sela tangisnya.


"Apa." Pekik Romi.


Karena Romi tidak merasa melakukan apapun kepada Fitri.


Romi langsung melihat ke arah Fitri dan mencari kebenaran tentang tanda merah yang di maksud oleh Alika.


Tapi Fitri berusaha untuk menutupinya dengan rambutnya, sebab tanda merah itu memang bukan perbuatan Romi.


"Apa maksudmu?" Tanya Romi kepada Fitri.


Fitri terlihat gugup karena panik.


"Tanda merah milik siapa itu?" Romi mendesak jawaban dari Fitri.


Dan karena terdesak Fitri pun menjawab, "Anda lupa tuan kalau anda sendiri yang telah melakukannya, Naif sekali anda, tadi saat melakukannya anda sangat menikmatinya, tapi di depan Alika anda berusaha menyangkalnya." Fitri sengaja melakukan itu untuk memanas - manasi Alika.


Karena Fitri pikir ia sudah terlanjur bersandiwara, dan Alika harus mempercayai sandiwara.


"Apa... dasar wanita gila!" Seru Romi Penuh penekanan.


"Apa yang kau lakukan dengan lehermu sendiri sampai seperti itu, karena hanya ingin menjebak ku, kurangajar." Umpat Romi tidak terima dirinya di fitnah seperti itu oleh Fitri.

__ADS_1


"Honey percayalah kepadaku, dia wanita gila, dia hanya ingin menjebak ku." Romi berusaha membela dirinya.


"Dia bohong Alika, tuan Romi memang telah mencumbu ku, ini buktinya, Anda munafik tuan." Fitri terus saja bersandiwara.


Romi benar-benar geram melihat dan mendengar tingkah Fitri.


Romi menghampiri Fitri dan menjambak rambut Fitri.


"Beraninya kamu ya, memfitnah saya seperti ini, untuk apa aku mencumbu wanita gila seperti mu, sedangkan istri ku lebih sempurna segalanya dari mu." Romi bicara penuh penekanan. karena amarahnya telah memuncak.


"Aw,,, sakit tuan!" Fitri merintih kesakitan.


"Hentikan m'y honey." Alika mencoba menghentikan tindakan suaminya.


"Perempuan ini harus di beri pelajaran, semakin di kasihani dia semakin ngelunjak."Sahut Romi dengan nada penuh amarah.


"Aku tidak akan melepaskannya sebelum dia meminta maaf dan mengakui semua kebohongannya." Romi masih mencengkram rambut Fitri dan makin kuat mencengkram nya.


"Tidak Alika aku tidak berbohong, tuan Romi memang telah mencumbuku!" Fitri tetap kukuh dengan kebohongannya untuk meyakinkan Alika.


"Kurangajar kamu ya." Gumam Romi, lalu menekan pipi Fitri dengan gerakan mencekal seperti mencekik leher.


Fitri makin kesakitan.


"Kamu pikir aku main-main dengan ucapan ku, Aku mampu berbuat kasar bahkan menghabisi nyawa mu sekali pun aku mampu, aku begitu sebab ulah mu sendiri." Romi tidak main-main dengan ucapannya, kini sifat kejam Romi kembali muncul setelah sekian lama tidak pernah hilang.


Fitri seperti membangunkan macan yang sedang tertidur.


"Cukup m'y honey, Aku mohon hentikan, aku percaya kepadamu, wanita ini memang gila." Alika berusaha menenangkan Romi.


"Tidak, aku ingin dia meminta maaf dan mengakui kebohongan nya."


"Aawww sakit tuan!" Rintihan Fitri.


Alika merasa tidak tega melihatnya, Alika mencoba bangkit dari sofa berniat untuk melerai suaminya.


Tapi kepalanya pusing kunang - kunang, sehingga pandangannya buram dan dan semua yang ia lihat seperti berputar.


"Bruk..." Alika terjatuh.


Dengan hitungan detik tubuh Alika terjatuh kelantai dan hilang kesadaran.


Membuat Romi terkejut melihatnya.


Romi langsung mendorong tubuh Fitri dari belakang hingga membuat Fitri tersungkur ke depan dan menubruk dinding.


"Dug...!" Suara tubuh Fitri terbentur ke dinding begitu kerasnya.


Romi segera meraih Alika yang sudah tergeletak di lantai.


Lalu Romi memangkunya lalu membawanya ke luar villa memanggil dua security yang sedang berjaga.


Mendengar Romi memanggil mereka, keduanya langsung menghampiri Romi.


"Ada apa tuan, apa telah terjadi sesuatu." Tanya salah satu security.


"Sudah jangan banyak bertanya, tolong ambilkan kunci mobil saya di kamar, dan urus perempuan di dalam, awas hati - hati dia berbahaya." Romi memerintahkan keduanya sekaligus mengingatkan.


"Baik tuan." mereka berdua segera bergegas masuk.


Salah satunya mencari kunci mobil, satunya lagi menghampiri Fitri yang sedang terkulai lemas.


Setelah menemukan kunci mobil Romi, security itu segera berlari memberikannya kepada Romi dan membantu Romi untuk memasukan Alika kedalam mobilnya.


Kemudian Romi melajukan mobilnya meninggalkan villa dan Fitri di sana bersama para security.

__ADS_1


Romi membawa Alika ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisinya.


Karena sebelum sampai di rumah sakit, di perjalanan Romi sempat menghubungi Tasya, dan sesampainya di rumah sakit Tasya sudah menunggunya.


__ADS_2