Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB-160


__ADS_3

Cherry pikir pernikahan hal yang sangat mudah.


Hanya untuk bisa tidur bersama dalam satu kamar, padahal pernikahan tak sesimpel itu.


Perlu banyak pertimbangan, apa lagi hubungan antara Kania dan tuan Carlos tidak baik-baik saja.


Bisa di bilang merek sedang bermusuhan, karena Kania begitu membenci tuan Carlos atas semua sikap tuan Carlos.


Tuan Carlos masih berusaha untuk memberikan penjelasan kepada Cherry, bahwa pernikahan bukan hanya sekedar tidur bersama, pernikahan harus menyatukan perasaan dua orang dewasa lawan jenis. untuk mencapai rumah tangga yang sakinah, mawadah, warahmah.


Tapi apalah daya Cherry masih sangat kecil untuk memahami semua penjelasan dari papinya.


Cherry masih saja kukuh dengan ke keinginannya.


Kini Kania tak mampu lagi berkata, karena ia sudah terlanjur berjanji, jika ia menolak pun itu akan sangat menyakiti perasaan Kania karena.


"Cherry bagaimana kalau permintaan Cherry di ganti dengan hal lain, seperti liburan bareng lagi ke tempat yang Cherry mau!" Tawaran dari kania , berbicara berusaha untuk terlihat tenang.


"Cherry tetap ingin papi sama kak Kania menikah titik" Cherry terlihat sangat kecewa dengan papinya dan Kania karena berusaha untuk menolak ke keinginannya.


Cherry merajuk tak mau lagi bicara, yang di khawatirkan kondisi Cherry memburuk lagi.


Kania dan tuan Carlos hanya saling menatap dengan tatapan yang penuh tanya, harus bagaimana.


kemudian Kania mencoba membujuk Cherry lagi.


"Oke sekarang, Cherry istirahat dulu nanti kita pikirkan lagi ya" Kania masih berusaha untuk terlihat tenang.


"Tapi kak Kania mau kan menikah dengan papi?" Cherry berusaha meyakinkan jawaban dari Kania.


Kania tersenyum sambil mengangguk.


untuk menenangkan Cherry.


tuan Carlos hanya menatap Kania mencari keseriusan di wajah Kania akan Jawabannya.


mengapa bisa semudah itu, Kania menganggukkan kepalanya, sementara kemarin Kania menolak tuan Carlos mentah-mentah bahkan saat di bandara pun Kania enggan di jemput oleh tuan Carlos dan lebih memilih untuk naik taksi online.


setelah Cherry tertidur, Kania beranjak dari kamar ruang rawat inap.


sementara nenek nely sedang tertidur di sofa, karena rasa kantuk menguasainya setelah semalaman kurang tidur.


"Kania!" Seru tuan Carlos sambil mengejar nya.


"Kania tunggu dulu kita perlu bicara!" Ucap tuan Carlos ketika telah berhasil menghentikan langkahnya Kania dengan mencekal lengan kanan.


Kania Terhenti dan mengibaskan tangan Tuan Carlos, tanpa melihat ke arah tuan Carlos.

__ADS_1


"Nona Kania saya mohon jangan kecewakan putri saya dengan Jawaban anda tadi!" tuan Carlos meminta keseriusan atas Jawaban Kania.


Kania menarik nafas panjang dan menghembuskan nya secara kasar.


"Secara peribadi saya memang ingin sekali menolaknya, tapi janji adalah janji harus di tepati, tapi jangan memberikan kepastian dulu kepada Cherry, jika pun terjadi pernikahan ini, tentu nya anda tau pernikahan itu hanya demi Cherry jangan pernah menuntut lebih dari pernikahan kita nanti" Kania membersihkan sedikit harapan kepada tuan Carlos untuk tidak mengecewakan putrinya.


Tuan Carlos sedikit lega mendengar Jawaban dari Kania.


kemudian Kania berjalan untuk meningkatkan tuan Carlos.


namun tuan Carlos kembali menahan Kania dengan kembali mencekal lengan kanan.


Kania kembali terhenti dan kemudian mengibaskan lagi tangan tuan Carlos.


"Apa lagi sih!" Gumam Kania ketus.


"Anda mau kemana, kalau mau pulang sebaiknya saya antar!" Tuan Carlos dan menawarkan diri.


"Anda mengusir saya?" Kani balik bertanya.


"loh kok ngisi sih,,,! mana berani saya melakukan hal seperti itu" Jawab tuan Carlos.


"Saya lapar mau cari makan dulu, saya memang mau pulang tapi tunggu Cherry bangun dulu" Kania berlalu begitu saja meninggalkan tuan Carlos


padahal tuan Carlos ingin sekali Kania mengajaknya makan bersamanya, tapi apalah daya Kania masih saja menganggapnya sebagai musuhnya.


Tapi ia tidak mungkin meninggalkan Cherry dan Nene nely yang sedang tertidur.


....


Sementara Romi, alika, Andi, dan Nina sedang menikmati liburannya. saat ini mereka sedang berada di pusat perbelanjaan, mereka memilih berbagai macam belanjaan, mulai dari, makan, pakaian aksesoris dan lainnya.


untuk oleh-oleh nanti.


Sebenarnya yang banyak berbelanja itu alika, Nina, dan Andi hanya membeli beberapa saja.


Tapi Alika selalu teringat kepada Kania jika saja kania masih berada di sana dan ikut berbelanja pasti ialah orang yang paling heboh, dan paling banyak memilih barang-barang tentu saja yang membayarnya semua itu adalah Romi.


Ketika Kania sedang duduk termenung seorang diri di tempat makan tiba-tiba alika melakukan panggilan video call kepada Kania.


Kania langsung mengangkatnya.


Dan nampaklah alika dan rombongannya.


"Hay...!" Terlihat alika menyapa sambil berdadah-dadah ria bersama dengan yang lain.


Hati Kania merasa sangat iri melihat nya.

__ADS_1


Karena berekspresi biasa saja melihat mereka semua.


Dan malah terlihat murung.


"Nia kamu kenapa?" anya alika.


"Kok seperti nya kamu sedih sekali, kamu baik-baik aja kan, bagai mana kabar Cherry?" Alika mencecar Kania dengan banyak pertanyaan.


"Kamu nanya! kamu bertanya-tanya! sini aku kasih tau!" Kania malah tidak serius menanggapi pertanyaan-pertanyaan alika.


"Iih kamu di tanya malah kaya gitu!" Romi ikut menimpali sedikit kesal mendengar jawaban dari Kania.


"Serius Nia!" Alika meminta jawaban yang jelas dari Kania.


"kondisi Cherry sudah membaik tapi aku sekarang yang gak baik!" jawab Kania mulai serius.


"Kenapa Kamu sakit?" Tanya alika lagi


Kania menggelengkan kepalanya.


"Terus kenapa gak punya duit?" kali ini Andi yang bertanya.


"Cherry minta aku dan papinya marry" Ucap Kania penuh kesedihan karena ia tidak bisa menolak permintaan Cherry


”APA...?" Pekik semua orang


Kemudian Romi meraih handphonenya untuk berbicara lebih jelas dengan Kania meminta keseriusan Kania dalam ucapanya barusan.


"Apa dek kamu mau nikah sama tuan Carlos?" kemudian tanya Romi setelah memegang handphonenya


"Aku gak Mau, tapi Cherry yang memintanya" jawab Kania lesu.


Andi malah tertawa terbahak-bahak dengan maksud mengolok Kania.


"puas banget sih kak Andi sama aku, hiks,,, hiks,,," Kania malah menangis di tertawakan oleh Kakaknya.


"Andi!" Terdengar suara Romi menghentikan tingkah Andi untuk tidak seperti itu.


"Lalu kamu gimana dek!" Tanya Romi yang lebih serius menanggapi pengaduan Kania.


"Hiks,,, hiks,,, Aku gak tau kak, aku bingung banget, masa aku jodoh nya tua ****** kaya tuan Carlos sih!" ucap Kania menyangkan nasibnya.


"huuusst!!! gak boleh gitu Nia" alika mengingatkan Kania agar jangan asal bicara.


Kania terlihat dan terdengar masih saja menangis.


"Udah jangan nangis dek, kita nanti langsung pulang kita bahas ini nanti, kamu tenang aja gak boleh galau Oke!" Romi mencoba menenangkan Kania

__ADS_1


Mendengar ucapan Romi Kania merasa tak sendiri lagi, ia merasa ada perlindungan.


__ADS_2