
Setelah itu Nina menceritakan apa yang terjadi tentang Cherry.
Alangkah terkejutnya Kania mendengar hal itu.
kemudian tanpa aba-aba lagi Kania beranjak dari tempat tidur dan berlari berniat untuk mengejar Cherry.
.....
Andi ikut berlari di belakang Kania.
Sementara Nina berjalan ke kamar Romi dan alika.
Seperti biasa alika selalu bangun sebelum subuh, saat ini alika sedang melantunkan ayat suci Al-Quran seperti kebiasaannya setiap hari sesudah shalat subuh.
sementara Romi merebahkan tubuhnya kembali di atas tempat tidurnya, mendengarkan lantunan ayat-ayat suci yang alika lantunkan.
Begitu merdunya, menenangkan pikiran dan menyejukkan hati bagi Romi.
Namun tiba-tiba terdengar suara bel berbunyi.
Romi pun beranjak dari tempat tidur nya untuk membukakan pintu dan melihat sikap yang datang.
Dan ternyata orang itu adalah Nina.
"Nina"Gumam Romi
"Ya tuan, maaf saya mengganggu anda, saya ingin menyampaikan sesuatu" Ucap Nina
"Ya apa " Romi tidak mempersilahkan Nina masuk dan malah berbincang di depan pintu.
membuat alika penasaran siapa yang datang menemui.
Alika menyudahi kegiatan pagi nya dan beranjak melihat Romi dan siap orang yang datang.
"Nina!" Seru alika ketika melihat Nina.
Nina hanya mengangguk menjawab sapaan alika.
kemudian menceritakan tentang Cherry dan tuan Carlos, yang pergi tergesa-gesa dengan menyeret kopernya.
Nina pun memberi tau bahwa Kania dan Andi sedang berlari mengejar Cherry dan tuan Carlos.
"Ya sudah ayo kita susul mereka!" Romi mengajak alika dan Nina untuk memastikan apa yang akan terjadi.
dengan penuh rasa cemas alika hendak berlari untuk mengejar Kania dan Andi. namun Romi mencekal lengan alika untuk menghentikannya.
Alika langsung memandang ke arah Romi dengan tatapan mata seakan penuh tanya.
Romi mengrti dengan tatapan itu dan langsung menjawab
__ADS_1
"Tidak usah berlari, Ingat kamu sedang hamil" semenjak kejadian tempo hari Romi semakin posesif terhadap alika.
"Iya, aku lupa" Kemudian alika berjalan sangat perlahan seperti seekor siput, sengaja untuk menggoda Romi.
"Biasa aja!" seru Romi
"katanya suruh pelan" alika bicara seakan ia serba salah.
"Ya gak gitu juga kali honey!" protes Romi
Nina berdecak kesal melihat keluarga Rahardian yang menurutnya sangat konyol semua anggota keluarganya, padahal tingkah nina sendiri kadang lebih konyol dari pada mereka semua.
kemudian mereka berjalan bersama...
sementara kania sudah sampai di lobby hotel, ia memandang kesana kemari melihat sekitar mencari keberadaan Cherry, tapi Indra penglihatan nya tak menangkap sosok yang ia cari.
Kania berjalan keluar lobby hotel berharap Cherry masih berada di sana, namun hasilnya nihil Cherry tak nampak juga di sana.
Andi terus saja mengekor di belakang Kania, semua pengunjung memperhatikan Kania dan Andi yang seperti orang stress.
Karena mereka berdua masih memakai piyama tidur, dengan rambut acak-acakan, dan wajah masih lusuh khas bangun tidur.
Di tambah celingukan seperti orang kebingungan.
"Sepertinya mereka ( Cherry dan tuan Carlos) sudah pergi'" Gumam Kania lesu ada rasa kekecewaan yang mendalam di dalam hati kania.
Andi bertanya kepada resepsionis yang sedang berjaga di sana untuk memastikan apa benar tuan Carlos sudah cek out dari hotel itu, resepsionis pun mengiyakan nya, karena memang benar adanya begitu.
"Bagaimana?" Tanya Romi
Kania hanya menghela nafas panjang, sebagai jawaban lelahnya, Andi pun hanya menggelengkan kepalanya sambil mencibirkan bibirnya. sebagai jawaban kekecewaan.
"Ya sudah mungkin memang belum jodohnya" Ucap Alika membuat Kania membelalakkan matanya.
"Kak Lika tolong dong jangan memulai lagi, aku lelah dengan semua ini" Ucap Kania sabil memelas
"Loh! iya maksud aku, belum berjodoh bertemu dengan Cherry, gitu!" Alika menjelaskan maksud nya.
karena sudah berada di lobby hotel posisi mereka sudah dekat dengan restoran hotel, makan Romi mengajak semua nya untuk sarapan terlebih dahulu.
mereka semua mengiyakan ajakan Romi, kecil Kania ia lebih memilih ingin kembali ke kamarnya sebab nafsu makannya hilang di tambah ia belum membersihkan diri, Kania sadar betul semua pengunjung memperhatikan penampilannya.
Tapi ia tak mempedulikan nya demi untuk bertemu dengan Cherry.
Tapi setelah di ketahui hasilnya nihil Kania menjadi murung dan tak bersemangat.
ia malah ingin mengurung dirinya di kamar.
"Ya sudah nanti aku pesankan makanan untuk mu, agar di antara ke kamarmu" Romi mengrti dengan keadaan Kania yang sedang galau.
__ADS_1
Mereka pun berjalan berbeda arah dengan Kania.
Namun baru saja beberapa langkah, terdengar suara anak kecil memang Kania.
"Kak Kania....!" Seru Cherry memanggil Kania .
kemudian semua berbalik badan mendengar ke arah sumber suara itu karena bukan hanya Kania saja yang mendengar Teriakkan itu
Senyum Kania mengembang melihat ternyata Cherry lah orang nya.
Kania merentangkan tangannya mengharapkan sebuah pelukan dari Cherry.
Tuan Carlos memegangi tangan Cherry lalu menyeret nya untuk segera pergi, tapi entah kekuatan dari mana, ceri mampu mengibaskan tangan kekar papinya yang jelas-jelas lebih kuat, dan lebih bertenaga di bandingkan dengan tangan Cherry yang hanya lah seorang anak kecil berusia lima tahun.
Setelah tangan nya terlepas dari genggaman papinya Cherry berlari ke arah Kania, begitu pun dengan Kania.
Kemudian mereka berdua saling berpelukan
sambil sama-sama menangis.
"Cherry maafkan Kakak ya, kakak sangat menyayangimu!" Ucap Kania dan terus menangis. sama halnya seperti Cherry.
Tuan Carlos menghampiri dan mengurangi pelukan Cherry dengan menarik paksa tubuh Cherry yang memeluk dan di pelupuk erat oleh Kania.
Tangis Cherry makin histeris, menjadi pusat perhatian semua tamu yang sedang berkunjung di hotel itu.
Kemudian Kania memilih untuk mengalah melepaskan pelukannya agar Cherry tidak merasa kesakitan atas paksaan dari tuan Carlos.
Kania bersujud bersimpuh di hadapan tuan Carlos memohon agar jangan menyakiti Cherry.
"Tuan aku mohon jangan sakiti dia, perlakuan dia dengan kelembutan, karena jika anda membunuhnya sekalipun ia tidak akan mampu membalasmu, karena dia tak berdaya, dia hanya mahluk lemah tak berdosa"
Permohonan Kania ,
Dan tindakan Kania di saksikan oleh semua orang di sana.
Membuat semua orang tak tega melihatnya.
Karena rasa kecewa yang di rasakan oleh tuan Carlos begitu dalam hatinya seperti mengeras, ia tak mempedulikan rintihan putri semata wayangnya yang sangat ia sayangi, demi untuk menjauhkan nya dari Kania.
Selama Romi mengenal tuan Carlos, baru kali ini Romi melihat sisi lain dari tuan Carlos begitu kerasnya sampai tak mempedulikankan dua orang yang tersakiti.
meski Kania memohon dan Cherry merona tapi tuan Carlos sama sekali tak bergeming.
Andi dan Romi Akhirnya menghampiri tuan Carlos untuk membela adik mereka.
karena mereka tidak tega dan tidak rela adik mereka sampai harus bersimpuh tapi tak di pedulikan oleh tuan Carlos.
...
__ADS_1
mohon dukungan nya kawan,,, tinggalkan jejakmu dengan cara like, vote, komen di kolom komentar di setiap bab nya...
Jangan lupa sertakan juga bintang lima nya ya... Terimakasih 🙏🙏🙏