Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB -187


__ADS_3

Romi malah tersenyum mendengar pertanyaan dari istrinya.


Membuat hati alika mencair melihat senyum itu, sebab sedari tadi suasana tegang dan pembicaraan mereka pun sungguh sangat serius.


"Mengapa kamu mempermasalahkan hal itu, asal bersamamu tidak akan jadi masalah bagiku tinggi di mana pun, harusnya aku yang mengkhawatirkan mu tidak bisa memberikan kenyamanan untuk mu..." Romi


"Aku pun sama di mana pun tinggalnya asalkan bersama mu aku akan selalu nyaman dan bahagia..." Ucap alika mampu membuat hati Romi berbunga bunga dan bahagia mendengarnya.


Mereka tertawa bersama menyadari kebucinan mereka berdua.


Itulah pentingnya sebuah kejujuran saling terbuka dalam suatu hubungan, jika berusaha menutupi nya, kecurigaan yang akan timbul di antara keduanya, karena kesalahpahaman yang akan terjadi membuat hubungan akan semakin tidak nyaman dan membuat hubungan makin memburuk.


Jika terbuka dan saling jujur, bisa saling memahami dan mengerti, lalu mengambil solusi yang terbaik untuk kedua nya.


.


.


.


Sementara kania dan tuan Carlos, hubungan mereka belum ada perubahan, meskipun tuan Carlos telah berkali-kali meminta maaf atas semua kesalahannya, dan sudah berkali-kali untuk meyakinkan Kania akan keseriusannya untuk membina rumah tangga yang seutuhnya bersama Kania.


Tapi sulit sekali rasanya untuk Kania percaya sepenuhnya kepada tuan Carlos, mekipun tidak di pungkiri Kania mulai menyukai tuan Carlos, dari semua sikap baiknya, pengertian dan perhatian tuan Carlos kepadanya.


Meskipun kania telah berusaha mencoba untuk memberikan hak tuan Carlos sebagai seorang suami, tapi karena ego Kania yang begitu tinggi ia terlalu malu harus dengan mudanya menyerahkan kesuciannya kepada tuan Carlos.


Padahal itu sudah jadi kewajibannya sebagai seorang istri.


Malam ini, di apartemen milik tuan Carlos.


Seperti biasa Kania menemani Cherry bermain, belajar sebelum tidur.


Tuan Carlos tiba setelah seharian bekerja.


Seperti biasa pula tuan Carlos menghampiri Cherry dan istrinya di kamar Cherry.


Kemudian itu tuan Carlos berlalu ke kamarnya


Untuk membersihkan dirinya, tuan Carlos tidak pernah menuntut apapun dari Kania sebagai istrinya, tugas Kania menikah dengan tuan Carlos hanya untuk menjadi seorang ibu bagi Cherry tidak untuk jadi istri tuan Carlos.


Sebab itulah tuan Carlos tidak pernah menuntut apapun dari Kania.

__ADS_1


Kania tidak pernah report-repot menyiapkan makanan atau kopi untuk tuan Carlos, saat pagi atau selepas pulang kerja.


Tuan Carlos selalu melakukan hal apapun sendiri untuk dirinya sendiri.


Setelah membersihkan dirinya dan sudah memakai pakaian santainya tuan Carlos berniat untuk membuat teh hangat ke dapurnya. Namun belum juga sampai di dapur tiba-tiba suara bel pintu berbunyi.


Tuan Carlos mengurungkan niatnya dan segera membuka pintu dan melihat siapa yang datang.


Dan ternyata Nenek Nely lah yang datang bertamu.


"Mom!" Seru tuan Carlos ketika melihat nenek nely.


"Ya ini aku...!" Jawab nenek nely ketus.


"Mom, sendiri kesininya, kenapa tidak memberi tau jika ingin kesini aku bisa menjemputmu sepulang kerja "


"Tidak usah aku bisa sendiri, supir pribadiku yang mengantarku...!" Nenek Nely terlihat kesal.


"Ada apa mom,,, sepertinya mom sangat kesal?" Tanya tuan Carlos merasa bingung.


"Bagaimana aku tidak kesal, karena mu aku kehilangan cucuku, kau jarang membawa nya menemui ku, harusnya di hari libur kalian mengantarkan nya ke rumahku tapi mana aku menunggu sampai selarut ini kalian tak kunjung mengantarkannya" nenek Nely meracaw karena kesal


"Maaf mom aku sangat sibuk, jadi aku belum sempat mengantarkan Cherry ke rumah mu!" Tuan Carlos menang sibuk ini saja ia baru pulang.


Mendengar ada keributan Kania dan Cherry keluar dari kamar melihat sikap yang sedang berbincang dengan tuan Carlos.


Dan ternyata nenek Nely, Cherry langsung berlari ke arah neneknya


"Nenek...!" Seru Cherry sambil merentangkan kedua tangannya ingin memberi pelukan untuk neneknya


Tentu saja nenek nely segera menyambut pelukan dari cucu kesayangannya


"Cucu nenek..."


"Malam ini Cherry tidur di rumah nenek ya! Nenek sangat merindukanmu!" Nenek Nely mengajak Cherry untuk ikut dengannya.


Kemudian Cherry langsung melihat ke arah Kania sebagai tanda meminta izin kepada Kania.


"Nek, kan masih ada waktu besok, ini kan sudah malam... biarkan Cherry istirahat di sini dulu...!" Kania merasa keberatan.


"Diam kau!" Bentak nenek nely.

__ADS_1


Membuat Kania membulatkan matanya, tak menyangka respon dari nenek Nely akan seperti itu.


Kania ingin sekali marah membalasnya, tapi tuan Carlos menggenggam tangan Kania agar tetap tenang.


Kania pun mengepalkan tangannya dan mengeratkan rahangnya menahan emosinya.


"Kurang mengalah bagaimana aku terhadap kalian... Kalian ambil cucuku untuk tinggal bersama kalian, aku hanya minta waktu di waktu liburannya saja, masih saja kalian ingin menguasainya, biarkan Cherry ikut denganku dan tidur denganku malam ini!" Tidak ada penawaran lagi.


Cherry tau Kania merasa tersinggung dengan sikap dan ucapan neneknya, agar Kania tidak merasa sedih Cherry menghampiri Kania dan menarik kedua tangan kania, yang salah satunya sedang di genggam oleh papinya, karena Cherry menariknya, tuan Carlos pun melepaskan genggaman tangannya.


"Mami boleh ya! malam ini Cherry ikut nenek dan tidur di rumah nenek, besok sore kita ketemu lagi ya mami... "


Kania tersenyum kepada Cherry mendengar penuturan lembutnya, anak sekecil ini pun mampu bicara sopan lemah lembut.


Itu yang membuat Kania begitu menyukai Cherry.


"Iya sayang... Tapi Cherry jangan nakal ya, jangan merepotkan nenek, karena nenek sudah tua, bisa saja nenek kerepotan mengurus mu jika dirimu merepotkan nya...!" Ucap Kania membalas Cherry dengan lembah lembut pula.


Tapi ucapan Kania sangat menyinggung perasan nenek Nely, ia merasa Kania sedang meledeknya, menganggap dirinya tidak mampu untuk menjaga Cherry.


"Kurang..." Pekikan nenek Nely Terhenti sebab Kania dan tuan Carlos menghentikannya


"Ssssuuut...!" Kania dan tuan Carlos secara bersamaan memberi isyarat dengan meletakkan telunjuk di bibir mereka masing-masing, agar nenek Nely menjaga ucapannya, sebab ada anak kecil yang tak pantas mendengar makin yang terlontar dari mulutnya.


"Kania, kamu tidak usah sok paling berhak atas Cherry, saya bisa menjaga Cherry meskipun saya sudah tau, lebih baik kamu berpikir bagaimana cara membaktikan dirimu kepada suamimu, sebab itu kewajiban utamamu sebagai seorang istri" nenek Nely bicara penuh penekanan.


"Kamu paham... Belajar dari ibumu, dan kakak ipar mu bagianmana cara melayani suami dengan baik dan benar, jika kamu menganggap dirimu terlalu belia untuk memahaminya, sebagai istri sudah menjadi kewajiban mu, percaya lah Cherry aman bersama ku...." Ucap nenek nely sungguh menusuk jantung Kania.


Mengapa nenek Nely, berucap seprti itu, mengapa ia seakan memusuhi Kania.


Ingin rasanya Kania melawan tapi Kania masih punya adab, ia tau cara berbicara dengan orang tua untuk menghormatinya, terlebih ada Cherry juga di antara mereka sungguh tidak pantas untuk melawan nenek Nely.


Kania hanya diam mematung menahan gejolak yang ia rasakan.


'Ya sudah ini sudah malam aku permisi...!"


Nenek Nely berlalu menuntun Cherry keluar dari apartemen itu.


"Nona Kania anda tidak apa-apa?" Tuan Carlos menghawatirkan Kania yang terlihat sangat terpukul dengan ucapan nenek nely.


Kania tak menjawab dengan langkah lesu ia berjalan kembali ke kamar Cherry.

__ADS_1


Biasanya jika Cherry bersama neneknya di akhir pekan Kania pulang ke rumahnya dan menginap di rumah orang tuanya, tapi kali ini tidak ada alika di sana membuat Kania enggan pergi ke sana di tambah Cherry tadi masih bersamanya.


__ADS_2