Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 179


__ADS_3

Masih dalam suasana yang sama.


Kania masih terlihat sendu setelah mendengar, kata-kata amanat dari Romi agar lebih sering datang untuk menemui Mamanya.


Tapi Kania juga memikirkan akan merasa sangat kehilangan jika alika jauh darinya, mengingat kedekatan mereka sudah sangat dekat.


Alika melihat gelagat Kania yang terlihat begitu sendu karena hanya diam merenung.


Kemudian Alika sengaja bertanya kepada Kania untuk mencarikan suasana.


"Nia bagaimana hubunganmu dengan tuan Carlos?"


"Hmmm!" Hanya itu respon awal Kania.


"Apa sudah ada kemajuan, dalam hubungan kalian?" Tanya alika lagi.


Seketika itu, wajah Kania memerah dan salah tingkah.


Lalu berbisik di telinga alika "Aku datang kesini sengaja mencari mu karena ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu" Bisik Kania malu-malu, ia takut Romi mendengarnya.


"Hhmmm" alika merasa heran dan mengerutkan keningnya.


"Apa! Bukannya memang setiap hari kita selalu bertemu dan kau selalu datang untuk mencariku?" Alika Malah memperjelas ucap Kania.


"Sssuut..." Kania menaruh telunjuk di mulutnya sebagai isyarat agar alika jangan bicara keras-keras, Kania takut Romi mendengarnya.


Mendapat isyarat dari Kania alika refleks langsung menutup mulutnya dengan telapak tangannya.


Kania berbisik kembali di telinga alika


"Bisa kita bicara di luar?"


Alika langsung melihat ke arah Romi, dan berpikir apa Romi mengizinkan untuk ia keluar meninggalkannya.


Kania malah mengatur siasat memberi kode untuk menunggu alika di luar, sementara alika akan berbasa-basi kepada Romi untuk mencari alasan agar bisa keluar dari kamar.


Sebab Romi tak bisa di tinggalkan meski pun hanya sebentar, Romi akan selalu mencari-cari alika, walaupun sudah izin ketika akan memasak menyiapkan makanan untuk dirinya pun Romi tetap akan mencari keberadaan alika.


"Kak aku keluar dulu ya aku mau istirahat di kamarku dulu...!" Alasan Kania sambil memberi gerakan kode kepada alika bawah dirinya menunggu di kamarnya.

__ADS_1


Alika menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


Setelah beberapa menit alika bangkit dari duduknya dan menghampiri Romi yang masih pokus dan sibuk dengan aktivitasnya.


Alika merangkul pinggang Romi dari belakang tubuh Romi.


Romi langsung melirik kearah alika yang memeluk dari belakang tubuhnya.


"Ada apa honey" Romi sepertinya tau ada sesuatu yang di inginkan alika.


Alika tersenyum simpul, merasa lucu maksudnya bisa di tebak oleh Romi.


"Aku boleh keluar sebentar, Kania sepertinya sedang butuh pencerahan..." Ucap alika sambil bergelayut manja.


Romi mengerti dengan apa yang di inginkan oleh Kania, ia butuh sedikit ruang untuk mencurahkan isi hatinya, dan meminta solusi dari Maslah yang sedang Kania hadapi.


Sebab, menjalani peran menjadi ibu Sambungan di usia semuda Kania bukanlah perkara mudah. Di tambah pernikahannya bersama tuan Carlos tanpa di sadari rasa cinta.


Jadi Tak heran jika Kania selalu meminta solusi kepada alika, yang sudah Kania anggap sebagai kakaknya sendiri sekaligus sebagai sahabatnya.


Maka ketika mendengar alika akan pulang dan menetap di kota asal alika yang berjarak lumayan jauh, tidak memungkinkan mereka bertemu setiap hari seperti sekarang ini, Kania merasa akan sangat kehilangan.


" Ya silahkan honey... Tapi jangan jauh-jauh" Kemudian Romi mengijinkan alika untuk keluar.


Alika langsung masuk ke dalam kamar Kania, dan di sana Kania sudah menunggunya.


"Ada apa Nia?" Tanpa basa-basi lagi alika langsung bertanya.


Kania belum menjawab pertanyaan alika sebab, Kania merasa bingung dan malu.


"Apa ada yang terjadi antara dirimu dan tuan Carlos?" Alika bertanya kembali.


Wajah Kania memerah seperti tomat Mateng yang siap untuk di jadikan bahan masakan, mendengar pertanyaan dari alika.


"Seperti nya dugaanku benar" gumam alika dalam hatinya, sebab di lihat dari tingkah dan gerak gerik Kania yang terlihat sekali sedang salah tingkah.


Kemudian alika menggenggam tangan Kania sebagai dukungan, agar tidak usah malu atau ragu kepadanya.


Kania menarik nafas panjang untuk menghilangkan rasa gugupnya untuk menceritakan apa yang telah terjadi.

__ADS_1


Setelah ia merasa lebih lega barulah Kania mulai menceritakan apa yang telah terjadi antara dirinya dan tuan Carlos, Kania pun bercerita bahwa ia sangatlah malu kepada tuan Carlos, sebab semua terjadi karena Kania sendiri yang memulainya terlebih dahulu.


"Kamu tidak usah malu Kania, sebagai seorang istri itu memang sudah kewajiban mu, melayani suami lahir batin, justru kamu akan mendapatkan pahala telah memuaskan suamimu dengan pelayanan mu, dan telah membuat suamimu senang" Alika memberi pengertian kepada Kania setelah mendengar apa yang telah di ceritakan oleh Kania.


Dan dari ceritanya Kania sepertinya malah merasa menyesal sebab harus menanggung malu.


"Justru kamu telah menanggung dosa besar telah menyiksa dirimu dan juga suamimu karena perjanjian yang tidak ada Untungnya menurutku, demi perjanjian itu kalian sama sama menahan nafsu yang sesungguhnya itu adalah kewajiban bagi kalian sebagai suami istri"


"Kania aku telah melakukan kesalahan itu dulu, jangan kau ikut mengulang kesalahan sepertiku, aku pun merasa sangat menyesal, cobalah buka hatimu untuk suamimu, aku yakin kau akan bisa menerimanya, karena tuan Carlos orang banyak, ia pasti akan menyayangimu dan bertanggung jawab kepadamu..." Alika memang sangat mendukung pernikahan Kania dan tuan Carlos.


Karena alika tau tuan Carlos sangat baik dan penyayang. Ia bersikap keras saat itu hanya karena salah paham saja.


Kania pun tau jika tuan Carlos memang benar-benar baik, ia selalu mengikuti setiap kemauan Kania apa pun termasuk menahan hawa nafsunya.


Mendengar penuturan alika Kania menjadi lebih yakin dengan apa yang ia rasakan bahwa ia mulai tertarik kepada tuan Carlos, tapi memang masih butuh waktu untuk penyusunan untuk lebih mengenalnya.


Setelah berbincang cukup lama alika pun pamit untuk kembali menemui Romi di kamarnya.


Sesat setelah kepergian alika tiba-tiba handphone Kania berbunyi, tanda panggilan masuk.


Kania langsung melihatnya dan tuan Carlos lah ternyata yang menghubunginya.


"Mau ngapain dia menghubungiku" Gumam Kania lalu menerima panggilan telepon tersebut.


"Ya halo, assalammualaikum..." Kania


"walaikumsalam...!" Tuan Carlos


"Nona Kania anda di mana?" Tuan Carlos bertanya.


"Saya sedang di rumah mama, ada apa ya?" Kania merasa khawatir, sebab tak bisanya tuan Carlos menghubunginya


"Oo tidak, saya baru tau tentang kabar tuan Romi, saya berniat ingin menemuinya jadi anda tetap di sana, biar Cherry saya yang menjemput dan kami akan menyusul anda kesana" Tuan Carlos


Kania sungguh senang mendengarnya ia sampai kegirangan "Beneran tuan Carlos Anda mau kesini sama Cherry..." Kania


"Iya..." Jawab tuan Carlos.


"Oke, thank you"

__ADS_1


Kemudian keduanya menutup sambungan teleponnya.


Entah mengapa Kania merasa berbunga-bunga setelah menerima telepon dari tuan Carlos.


__ADS_2