Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 237


__ADS_3

Selang beberapa waktu, Faisal datang kembali dengan membawa sejumlah uang yang telah di cairkan, untuk membayar gaun yang Fitri inginkan.


Faisal langsung memberikan uang itu kepada kasir.


Kemudian setelah transaksi pembayaran di lakukan, mereka bergegas keluar dari sana, dengan Fitri yang menenteng paper gab, yang isinya sebuah gaun cantik.


Faisal dan Fitri kini berniat untuk makan setelah melakukan berbagai aktivitas mereka merasa sangat lapar.


Mereka berdua masuk ke restoran cepat saji, untuk memudahkan segera mendapatkan makanan untuk mengisi perut yang sudah keroncongan.


Tak lama pesanan pun datang, tanpa basa-basi lagi mereka berdua langsung menyantapnya.


Setelah itu, Faisal berniat untuk mengantarkan Fitri ke rumah nenek Diah.


Tapi Fitri menolaknya, Fitri ingin di antar ke villa saja.


"Kamu tidak apa-apa di sana sendirian?" Faisal tidak yakin Fitri bisa hidup sendiri.


"Ya tidak apa-apa, aku akan baik-baik saja." Sahut Fitri


"Oke, jika itu mau mu!" Faisal tidak bisa menolak setiap keinginan Fitri.


Lalu segera melajukan mobil ke tempat yang Fitri inginkan.


Setibanya di sana ada scurity yang berjaga, di sana ada juga pekerjaan yang di utus Romi untuk merawat tempat itu.


"Selamat sore, tuan dan nyonya! apa ada yang bisa saya bantu?" tanya security karena tidak mengenal mereka berdua.


"Saya Fitri saya putri pemilik sah dari villa ini, saya ingin berkunjung." Jawab Fitri memberi tau.


"Oya, tunggu sebentar." Security memberi aba-aba agar menunggu.


Semtara dirinya menghubungi Romi, untuk meminta kejelasan.


"Bertanya dan melaporkan, " Maaf tuan, di sini ada seorang wanita mengaku bernama Fitri, dan seorang peria bernama..." Terhenti karena pak scurity bertanya terlebih dahulu kepada orang yang datang bersama Fitri.


"Siapa nama mu?" Security bertanya kepada Faisal untuk memastikan, karena ia akan melaporkan kepada tuannya.


Kemudian Faisal menyebut namanya.


"OOO ya Terimakasih!" Seru pak security mengerti.


Lalu pak Security itu kembali berbicara dengan Romi.


"halo tuan"


"Ya halo" Seru Romi.


"Tuan nama dari pemuda ini adalah Faisal tuan!"


"Faisal."Gumam Romi heran mengapa bisa Fitri berada Faisal itu lah pertanyaan di benak Romi.

__ADS_1


"Iya tuan." Security menjawab tegas.


"Ya, kalau begitu persilahkan mereka masuk." Perintah Romi.


Setelah di perbolehkan masuk Fitri dan Faisal bergegas untuk masuk ke dalam villa


"Kak Faisal silahkan duduk dulu." Fitri mempersilahkan Faisal untuk duduk sementara Fitri pergi' ke dapur untuk membuatkan minuman untuk Faisal.


Tidak lama Fitri kembali menghampiri Faisal dengan membawa secangkir kopi untuknya.


Lalu menyuguhkannya untuk Faisal minum, " Silahkan di minum kopinya kak." Fitri mempersilahkan.


" Iya Fitri terimakasih" Jawab Faisal.


"Kak bisa tunggu sebentar di sini aku mau mandi dulu berganti pakaian dulu ya" Ucap Fitri terlalu fulgar Menurut pemikiran Faisal.


Membuat pemikirannya teringat kepada Fitri ketika mencoba gaun yang mereka beli.


Dengan gugup Faisal mengiyakan ucapan Fitri.


Setelah mendapat jawaban dari Faisal, Fitri bergegas pergi ke kamarnya, lalu segera mandi karena tubuhnya terasa gerah dan lengket.


Tapi Setelah selesai membersihkan dirinya, saat Fitri hendak memakai pakaian gantinya, Tiba-tiba


ia teringat semua kenangan pahit yang ia alami di villa itu, tubuhnya gemetar keringat dingin bercucuran betapa sakit hatinya, mengingat semua kejadian, apa lagi mengingat kebersamaannya bersama sang ibu.


Hati Fitri terasa sangat panas dan perih.


Fitri berusaha menahan emosinya, berkali-kali ia menghela nafas panjang untuk mengatur emosinya, Dengan sambil terus menangis.


Merasa Ada Sepasang peria dan wanita di dalam villa Security merasa curiga apa yang mereka lakukan di dalam, sehingga bapak itu memberanikan diri untuk masuk ke dalam dan mengecek situasi di dalam.


Setelah pak Security masuk ia melihat Faisal tertidur di ruang tamu.


Ia menghampiri Faisal, dan membangunkannya, " Mas, eeh mas, bangun."


Faisal pun langsung terbangun dan sangat terkejut karena tiba-tiba ia di bangunkan, " I-iya pak ada apa ya.!"


"Anda ini , ada hubungan apa dengan gadis tadi?"


"Oo dia adik saya pak." Jawab Faisal ngasal, agar bapak itu tidak bertambah curiga kepadanya.


"Oo saya kira kalian datang kemari cuma pengen senang-senang aja."


"Nggak kok pak, kami hanya ingin istirahat saja, oo ya! memang tuan ada memerintahkan anda untuk ngepoin tamu ya pak!"


"Ya tidak juga sih, cuma memang sudah tugas saya menjaga ke aman di sana, saya harus memastikan kaadaan benar-benar aman dan saya harus bertindak ketika ada hal yang mencurigakan."


" Oo itu bagus sekali pak! anda benar-benar bertanggung jawab atas pekerjaan anda, nanti saya laporkan kinerja bapak ke tuan Romi, supaya tuan Romi menaikkan gaji bapak."


"Wah terima kasih banyak mas!" Seru security itu senang mendengar apa yang di ucapkan oleh Faisal.

__ADS_1


"Oke, siap!" Faisal menimpali dengan santai.


"Ya sudah saya kembali ke pos ya mas." Kemudian security pamit untuk kembali bertugas, setelah melihat keadaan aman.


Faisal melihat jam di tangannya,


Lalu ia berfikir mengapa Fitri belum kembali ya sedari tadi, jika hanya mandi dan bergantian pakaian harus nya Fitri sudah kembali sedari tadi.


Kemudian timbul lah rasa penasaran dan kecurigaan di hati Faisal.


Iya segera bangkit dari duduknya dan berniat untuk memastikan keadaan Fitri.


Faisal berjalan ke arah kamar Fitri lalu mengetuk pintu kamarnya.


"Tok, tok, tok... !"Suara pintu kamar Fitri di ketuk.


Namun tidak ada respon dari dalam kamar, membuat Faisal makin penasaran dan merasa cemas.


Faisal mencoba memanggil namanya, " fit, Fitri... apa kamu bisa mendengar saya." Fitri tidak menyahut, Perasaan Faisal makin tidak enak saja.


"Fitri, Aku pulang ya...!" Faisal sengaja mengatakan hal itu agar Fitri meresponnya, tapi sama sekali tidak ada respon apapun dari dalam.


"Apa Fitri ketiduran." Gumam Faisal menebak-nebak.


Lalu dengan rasa ragu Faisal mencoba menekan handle pintu, dan memang tidak di kunci.


Karena rasa penasarannya Faisal mencoba sedikit membuka pintunya lalu ia mengintip untuk melihat situasi kamar.


Faisal mengelilingikan pandangnya untuk mencari sosok Fitri.


Namun pandangannya melihat sosok Fitri berada di sudut kamar, sedang berjongkok seakan sedang ketakutan.


Alangkah terkejutnya Faisal melihat itu semua, sehingga Faisal segera masuk dan bergegas menghampiri Fitri.


Fitri masih mengenakan handuk yang dililitkan sampai di dadanya, selain itu Fitri tidak mengenakan apapun.


"Astaga Fitri...!" Pekik Faisal.


Tapi Fitri tidak bergeming, iya tetap berjongkok dengan menangkup kepalanya dengan kedua tangannya.


"Fitri ada apa dengan mu?" Faisal sangat khawatir melihat kondisi Fitri .


Lalu Faisal mencoba membangunkan Fitri.


"Ayo jangan takut ada aku yang selalu menemani mu!" Faisal menenangkan Fitri.


Lalu memeluk tubuh Fitri yang hanya mengenakan handuk.


Lalu membawanya untuk duduk di tempat tidur agar Fitri merasa lebih tenang.


Faisal segera pergi ke dapur mencari air minum untuk Fitri, untung nya masih ada sisa rebusan air di panci sisa membuatkan kopi untuk Faisal yang Fitri buat sebelumnya.

__ADS_1


Faisal segera menuangkannya di gelas, lalu memberikan nya kepada Fitri agar perasaannya lebih tenang.


"Lihat Fitri, bagaimana aku bisa tenang meninggalkan mu disini sendiri, jika diri mu saja seperti ini." Faisal merasa tidak tega melihat Fitri.


__ADS_2