Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 82


__ADS_3

Walaupun dengan rasa terpaksa, alika memang harus patuh atas perintah Romi, sebagai suami dan sebagai tuannya,


setelah bersiap alika keluar dari ruang ganti,


dan romi pun memang masih menunggunya dengan sabar.


Melihat alika, Romi pun tersenyum lebar karena merasa lega akhirnya alika mengikuti kemauannya, ikut dengannya.


seperti biasa di perjalanan (di mobil) alika memasang ekspresi wajah cemberut, namun Romi selalu berusaha menggoda nya.


" Bagus deh kamu kaya gini (cemberut) jadi ngurangin resiko saya kena diabetes...!" Ucap Romi


"Spa maksudnya" alika kurang paham.


" Ya,,, kalau kamu sering tersenyum,,, saya bisa kena diabetes,,,!"


" Kok bisa...?" Alika masih tidak mengerti


" Abis kalo kamu senyum manis banget sih...!" ternyata Romi sedang menggombal dan berhasil membuat alika tersipu malu.


" Tuh kan,,,! duuuh gak nahan deh liat nya,,,!" Romi geregetan melihat yang alika tersipu malu.


Dan gombalan Romi berhasil membuat senyuman manis di bibir merah alami alika merekah.


" Kaya gini kan jadi tambah cantik,,, enak di pandang,,,!" Romi masih menggoda alika dengan terus menatap alika, sampai membuatnya salah tingkah, dan sudah menjadi kebiasaan Romi menarik alika kedalam pelukannya, alika pun tidak menolaknya, karena selalu merasa nyaman dan tenang jika berada dalam pelukan Romi.


Pak Edy hanya tersenyum melihat dan mendengar gombalan Romi.


" Sial,,, printer juga si jones (Romi) sekarang menggombalnya...!" batin pak Edy tidak menyangka


othor : Pak Edy,,,! iri ni Yee ...!😕


Pak Edy : othor tau aja...!😅


...


Sesampainya di lobi kantor Romi dan alika kini berjalan berdampingan, semua karyawan menyapa mereka menundukkan kepalanya, tanda menghormati Romi dan alika.


Alika pun selalu membalas dengan tersenyum dan dengan menundukkan kepala.


" Honey,,, gak usah bales menunduk, jika ingin membalas sapaan mereka cukup dengan tersenyum aja,,, gak ada kewajiban kamu harus membalas dengan menunduk.!" bisik Romi kepada alika, tidak suka melihat cara alika membalas sapaan karyawannya.


" Iisss,,, memangnya anda,,,! ekspresi wajah kaya kanebo kering kaku banget, tampan sih boleh tapi kalau kaya gitu kan kecut banget,,,!" gumam alika dan romi pun masih bisa mendengarnya.

__ADS_1


" Apa maksudnya kamu bicara seperti itu,,,!" Romi tidak terima di samakan dengan kanebo kering dan di bidang kecuali.


" Ya kanebo kering tau gak! kaku, kusut lagi. kecut,,, seprti orang memandang buah strawberry sama buah belimbing wuluh... terlihat menggoda eeh ternyata asem, gimana coba bayangkan ekspresi wajah orang setelah mencicipi rasa nya,,, kebanyakan..! ya kaya gitu orang yang sudah menyapa anda, tapi tidak mendapat respon dari anda, yang kaku, dan di belakang anda mereka mencibirkan bibir, karena menyapa dan menghormati anda sebuah keharusan sedangkan anda sendiri tidak pernah menghargai dan menghormati mereka sebagai karyawan anda, partner kerja anda!" Alika menjelaskan dan berhasil membuat Romi berpikir.


" Emang iya kaya gitu,,,! ya ada benarnya juga sih ucapnya!" Romi menyadari ucap Alika.


Saat mereka masuk lift tiba-tiba terjadi kerusakan lift, Romi menggandeng tangan alika, agar alika tidak panik, dan segera menghubungi pusat teknisi lift agar segera menolong mereka berdua yang terjebak di dalam lift.


Namun Alika tertunduk memperhatikan tangan Romi yang menggenggam dan menggandeng tangannya.


" Kenapa...?" tanya Romi melihat tingkah alika, yang di khawatir Romi, alika akan panik, tapi malah bersikap seprti itu.


" Saya ingin kejadian pas saya jatuh di depan lift ini, anda bukannya nolongin saya, malah membuat saya terpental sampai jatuh dengan posisi duduk, bokong saya yang semok jadi sakit banget saat itu, dan anda juga sama sekali tidak membantu membangunkan saya, anda jahat banget ya, selain kaya kanebo kering, kecut, anda juga gak punya hati...!" ucap alika mengingat kejadian itu.


ucapan alika seprti sebuah tamparan keras bagi Romi, karena itu ia menyesali semua sikap-sikap kasarnya kepada alika.


" Ya alika saya memang tidak punya hati saat saya belum mengenal mu, saya seperti zombie. karena ternyata hati ku ada di kamu... kamu mengajarkan saya akan segala hal, bahwa banyak kebenaran yang saya tidak tau, bahkan tentang perasaan saya sendiri. jika berkenan dan jika mungkin Tolong lupakan perlakuan buruk saya kepada mu, dan mohon maafkan saya....🙏!" Romi berucap dengan sendu karena benar-benar menyesali perbuatannya kepada alika


" maa kan saya tuan,,, bukan maksud saya membuat anda merasa bersalah...!" ucap alika merasa telah menyinggung perasaan Romi


" Tidak honey,,, kamu tidak salah jadi kamu tidak perlu minta maaf, justru saya yang salah, karena kegoisan saya kamu banyak mengalami kerugian, bahkan kamu banyak kehilangan, karir, pendidikan, bahkan cinta mu hanya karena saya. jika saya di posisi mu belum tentu saya bisa memanfaatkan semua perbuatan saya kepada mu.!" Romi menyadari kesalahannya telah membuat alika terluka hati.


" Pantes saja,,, jika kamu pun menaruh dendam dan kebencian terhadap saya!" Romi memaklumi jika alika membenci Romi dan menaruh dendam kepadanya.


"Saya tau karena itu kamu selalu membatasi diri mu untuk tidak terluka lagi karena saya !"


" Kamu tau alika mengapa saya tidak melakukan kewajiban saya sebagai suami, sebagai lelaki normal tentu saja setiap bersama mu, menyentuh mu, memeluk mu mendekap mu, hasrat saya sebagai lelaki normal selalu muncul, tapi sekuat tenaga saya berusaha mengendalikan diri saya, saya hanya ingin kamu percaya kepada saya, dan itu sebagai bukti ketulusan saya kepada mu, bukan tidak mungkin alika, untuk saya memaksa mu melakukan hubungan layaknya suami istri, tapi saya tidak ingin menyakiti mu lebih dalam lagi, dengan ini saya mohon beri saya kesempatan walau hanya sekedar bersamamu,


saya akan tetap menunggu sampai kamu benar-benar percaya kepada ku, sehingga saat saya melakukan kewajiban saya sebagai suami tanpa harus memaksa, saat kita melakukannya dengan penuh cinta tanpa adanya paksaan!" ucap Romi penuh harapan.


hati alika bergemuruh mendengar ucapan Romi. seperti biasa alika menarik nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan untuk menenangkan hatinya.


" Honey kamu tidak apa-apa?" tanya Romi melihat gelagat alika yang terlihat tidak baik-baik saja.


" Eqaqaqakspresi mu menunjukkan jawaban yang tidak sesuai dengan harapan ku,,,!" Romi menegaskan jawaban dari alika.


" Tuan mohon maafkan saya,,,!" ucap alika terpotong


" Tidak alika saya mohon jangan meminta maaf karena itu bukan jawabannya...!" Romi memotong pembicaraan alika.


" Tuan kasih saya waktu,,,!" jawaban dari alika sedikit memberi harapan untuk Romi


" Alika coba tanya hati mu, apa ingin tetap tinggal atau ingin tetap pergi jika Bu sari kembali...?" Romi ingin memastikan jawaban dari alika

__ADS_1


" Saya hanya ingin melanjutkan pendidikan saya untuk mewujudkan cita cita ayah saya, beliau ingin salah satu dari anaknya menjadi pengajar meneruskan profesi beliau, karena kakak-kakak saya sudah memilih berbisnis dengan membuka usaha masing-masing!" Alika mengutarakan keinginan nya


" Okeh saya akan urus semuanya... tapi kamu lanjutkan kuliah mu di sini " Romi menyanggupi keinginan alika


" Tidak tuan saya tetap ingin melanjutkannya di kota saya...!" jawab alika


"Dengan begitu jelas alika kamu ingin tetap pergi dari saya" kesimpulan Romi atas jawaban dari alika.


Alika hanya diam, alika tidak punya keberanian untuk mengungkapkan bahwa sebenarnya ia ingin tetap tinggal, karena alika saat ini selalu merasa nyaman dengan sikap manis Romi kepadanya.


Setelah itu hanya ada keheningan, sambil duduk, mereka bersandar di dinding lift menghadapi ke pintu lift, bersebelahan dengan berjarak aga jauh, mereka sibuk dengan perasaan, dan pikiran mereka masing-masing. sembari menunggu lift selesai di perbaiki, tanpa mereka pikirkan bawah mereka sedang dalam bahaya terjebak di dalam lift macet.


Dan tiba-tiba lift bergerak turun dengan kencangnya.


"Serrrooootttt....!!!" suara tali selling yang merosot ke bawah dengan cepat.


Alika histeris karena ketakutan


Begitu juga dengan Romi merasa panik dengan keadaan, Romi langsung menarik alika, memeluknya menenangkannya,


Dan kembali berbicara dengan pihak teknisi lift, agar segera menolong mereka.


lift berhenti dengan tiba-tiba membuat Romi dan alika merasakan guncang yang kuat.


" JLEGGG!!!" suara lift terhenti.


Romi dan alika sampai ngos-ngosan karena panik dan ketakutan.


"Hah,,, hah,,," Suara Nafa mereka berdua.


" Kita masih hidup tuan,,, apa kita selamat...?" tanya alika meyakinkan dirinya.


" Tenang honey,,, !!! kita masih selamat, mereka akan segera menyelamatkan kita!!!" Romi berusaha menenangkan alika.


Semua orang di luar sana pun ribut, ikut panik, karena tau yang terjebak di dalam lift itu adalah Romi dan alika,


Terutama mama Ranti yang tak henti hentinya menangis sambil berdoa memohon keselamatan untuk putra dan menantunya.


,,,


*Hay Hay.... ✋ para AL,,,! tak lupa othor Al - Del mengingat kan untuk kalian jangan lupa ritual nya ya tinggal kan jejak mu dengan cara like, vote, komen di setiap BAB nya ya.


kasih othor Al -del dukungan ya agar othor bisa lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya

__ADS_1


terimakasih 🙏🙏🙏


love you 😘😘😘*


__ADS_2