Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 200


__ADS_3

Pagi ini Kania terbangun dan melakukan aktifitas seperti biasa, tapi kali ini juga Kania terlihat santai sebab tuan Carlos libur untuk tidak berangkat bekerja, karena cedera di kakinya tidak memungkinkan tuan Carlos untuk pergi ke kantor, dan memilih untuk cuti hari ini.


Tapi karena hal itu membuat Kania terlihat murung, sebab kania hari mengurungkan niatnya untuk bisa menengok Alika di kotanya.


Tapi Kania sadar betul ia tidak mungkin pergi dengan kondisi suaminya yang seperti itu.


Kania pun hari ini absen untuk tidak mengantarkan Cherry ke sekolah sebab iya tidak bisa meninggalkan tuan Carlos sendirian di apartemen.


Kemudian Kania menghubungi Cherry untuk memberi taukan Cherry bawah Kania tidak bisa mengantarnya ke sekolah hari ini.


Tapi sebelum berbicara dengan Cherry kania berbicara terlebih dahulu dengan nenek nely untuk memberi taukan apa alasannya agar nenek Nely membantu memberi pengertian kepada Cherry.


"drrt, drrrt,..." headphone milik nenek nely bergetar, ketika nenek Nely sedang sarapan bersama Cherry.


Nenek Nely langsung melihat siap orang yang menghubunginya, dan tertera nama Kania, nenek nely sudah merasa curiga pasti ada sesuatu yang terjadi, sebab tidak seperti biasanya Kania menghubungi di jam seperti itu.


Kemudian nenek nely, langsung mengangkat sambungan telponnya.


"Halo... selamat pagi!" Ucap nenek nely menyapa.


"Ya,,, selamat pagi juga nek...!" Kania menjawab.


"Ada apa, tumben kamu telpon, biasanya kan kamu langsung datang ke sini untuk mengantar Cherry ke sekolah" Tanya Nene nely.


" Ya nek,, ada sesuatu yang ingin saya sampaikan, papi Cherry mengalami musibah nek... " Terhenti sebab nenek Nely memotong ucapan Kania.


"Apa,,, musibah apa...?" pekik nenek Nely yang terkejut mendengar apa yang di sampaikan oleh Kania.


Tentu saja nenek Nely merasa sangat khawatir, mendengar kabar tentang tuan Carlos, sebab tuan Carlos sudah nenek Nely anggap seperti anaknya sendiri.


Begitu juga dengan tuan Carlos sudah menganggap nenek Nely seperti orang tuanya.


Kemudian kania melanjutkan pembicaraannya.


"Tuan Carlos, terjatuh dari gedung lantai lima di proyeknya nek, tapi untungnya ia masih bisa berpegangan dan bisa di selamatkan, tapi kakinya cedera mendapat robekan di betisnya sampai harus di jahit nek... Tapi kondisinya sudah baik-baik saja kok nek..." Kania menerangkan.


"Tapi meskipun kondisinya sudah baik-baik saja, tetep saja iya tidak bisa saya tinggalkan sendirian, jadi mohon maaf nek untuk hari ini dan beberapa waktu saya tidak bisa untuk mengantar atau menjemput Cherry sekolah..." lanjut Kania, memohon pengertiannya.


"Ya saya mengerti akan kondisi kalian, nanti kami akan berkunjung kesan bersama Cherry, setelah Cherry pulang sekolah, kamu jangan khawatir saya juga akan memberi pengertian kepada Cherry agar dia bisa mengerti" Ucap nenek Nely untuk menenangkan Kania agar tetap fokus merawat suaminya.

__ADS_1


" Ya terimakasih nek, atas pengertian nya!" ucap Kania berterima kasih.


"Boleh saya bicara dengan Cherry nek,!" Kemudian pinta Kania kepada nenek Nely.


"Ya tentu boleh dong...!" Seru nenek Nely,


lalu memberikan handphone nya kepada Cherry yang memang sedari tadi menunggu giliran untuk bicara dengan maminya, karena Cherry sudah bisa menebak jika yang menghubungi neneknya adalah maminya.


Dan karena Cherry anak yang cerdas Cherry juga sudah paham jika telah terjadi sesuatu kepada salah satu papi dan mami nya sehingga tidak ada di antara mereka yang datang untuk mengantarkannya untuk pergi ke sekolah.


Yang biasanya di jam segitu, mereka sudah datang. menjemputnya di rumah nenek nely untuk mengantarkan Cherry sekolah.


Dan setelah mulai berbicara dengan Kania lalu mendengarkan semua yang di bicarakan oleh kania, akhirnya dugaan Cherry benar bahwa telah terjadi sesuatu kepada salah satu di antara mereka.


Tapi Kania menyampaikan hal buruk tentang papinya kepada Cherry dengan cara yang sangat tepat sehingga Cherry dapat mengerti dengan tidak mengkhawatirkan kondisi papinya.


....


Setelah Memberi kabar kepada nenek Nely dan Cherry, Kania duduk termenung. tapi ternyata prilakunya Kania di perhatikan oleh tuan Carlo, Kania pikir suaminya itu masih tidur.


Kemudian setelah cukup lama Kania duduk termenung akhirnya Kania bangkit dari duduknya dan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Dan setelah beberapa lama Kania keluar dari kamar mandi dengan penampilannya yang terlihat sangat fresh dengan rambut basah dan wangi sangat menggoda di pandangan tuan Carlos.


Tuan Carlos selalu suka melihat Kania dengan penampilan seperti itu, tuan Carlos tersenyum melihat istri kecil nya itu.


Kemudian kania melihat ke arah tuan Carlos yang iya sangka sedang tertidur ternyata sedang menatapnya.


Lalu Kania menghampiri suaminya yang sedang terbang di tempat tidur menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur, di samping suaminya dengan posisi tengkurap dan menghadapkan wajahnya tepat di wajah suaminya sehingga berjarak hanya beberapa Senti saja.


Kania sengaja menggoda tuan Carlos dengan, menyanggah dagunya dengan kedua tangannya, Lalu memasang wajah imutnya, dengan memanyunkan bibir, dan mengedip-ngedipkan mata, membuat tuan Carlos tak tahan melihatnya tuan Carlos begitu gemes melihatnya.


kemudian menangkup wajah Kania dengan tangannya lalu berucap "Jangan begitu... kamu bisa membuat ku tidak kuat menahan sesuatu yang menegang...!"


"Lalu...!"jawab Kania sengaja menggoda tuan Carlos.


"Aku bisa khilaf ini melakukan olahraga di atas tempat tidur...!" Jawab tuan Carlos.


"Lalu mengapa tidak..." Kania makin nakal menggoda suaminya

__ADS_1


"Kan kakiku sedang sakit...!" Jawab tuan Carlos sejujurnya.


"Yang sakit kan kakinya, anunya kan nggak...!" jawab Kania makin menjadi menggoda suaminya.


Tuan Carlos membelalakkan matanya, mendengar jawaban Kania, iya merasa mendapat sinyal dari istri kecil nya membuat keinginan nya makin menggebu-gebu.


"Sayang,,, apa boleh..!" Tanya tuan Carlos meminta kepada Kania, sebab tuan Carlos mengingatkan olahraga yang di lakukan di atas tempat tidur.


Kania tersenyum lebar mendengar permintaan suaminya akhirnya iya berhasil menggoda suaminya.


Kemudian Kania menjawab " Boleh...!" Sambil tersenyum dan menggunakan kepalanya.


"Tapi kamu yang memimpin permainan... kan kakiku sedang sakit...!" Pinta tuan Carlos sambil memelas.


Kemudian kania berbisik di telinga tuan Carlos "Siapa takut...!"


Seketika itu bulu halus tuan Carlos meremang karena merasa geli dengan Bisik Kania di tambah ucap Kania yang menantangi nya.


"Aku suka sekali dengan tingkah nakal mu...!" Gumam tuan Carlos yang merasa sangat senang dengan tingkah istri kecil, yang mampu menggodanya, dan mau menerima tantangan dari nya untuk memimpin permainan.


Kania kini bukan anak remaja yang polos seperti dulu lagi, kini kania sudah tau cara bermain yang bisa membuat suaminya sangat terpuaskan.


Setelah baru saja sama-sama terpuaskan, Kania saja belum turun dari tubuh tuan Carlos tiba-tiba mereka berdua dua mendengar bel pintu berbunyi...


mereka berdua (Kania, dan tuan Carlos) saling memandang dengan tatapan penuh tanya siapa yang datang.


Kemudian tuan Carlos menidurkan tubuh Kania di sampingnya.


"Biar aku saja yang membukakan pintu...!"


tuan Carlos tidak tega melihat Kania yang kelelahan setelah memimpin permainan.


Kania memang merasa tubuh nya begitu lemas... dan hanya meringkuk di atas tempat tidur Kania tidak menimpali suaminya.


Kemudian tuan Carlos berusaha bangkit dari tidurnya, memungut Pakaian nya yang berserak sisa pergulatan dengan sang istri.


Lalu dengan berjalan pincang tuan Carlos melangkah untuk membukakan pintu.


"Untungnya si anu udah memuntahkan larvanya...!" Gumam tuan Carlos merasa lega sambil berjalan keluar kamar

__ADS_1


__ADS_2