
Hari berganti hari, sekitar 2 Minggu, Alika dan Romi di rawat di rumah sakit, dan akhirnya hari yang di tunggu pun tiba, hari ini Romi di perbolehkan pulang. sungguh membosankan berada selama itu di sana, di tambah rasa rindu Romi kepada alika yang sudah memuncak, sebab selama di sana mereka hanya bisa saling memandang, sekedar pegangan tangan saja rasanya sulit sekali, karena mereka berdua tidak pernah luput dari pantauan kedua keluarga.
Saat bersiap untuk pulang, Bu sari merapikan mengemasi semua barang - barang yang di perlukan selama mereka di sana untuk di bawa pulang.
Alika yang baru keluar dari kamar mandi alangkah terkejutnya, pasalnya Romi langsung menubruk memeluk nya.
"Akhirnya Honey, kita bisa pulang juga,,,!" Seru Romi sambil memeluk alika
"Ya alhamdulilah tuan anda sudah sembuh,,,!" Ucap alika menimpali Romi
"Honey kamu masih saja, kaku, panggilan aku dengan panggilan sayang mu, aku kan suami mu ayah dari anak mu,,," perotes Romi sambil mengurai pelukannya.
"Saya sudah terbiasa dengan sebutan tuan, jadi lebih nyaman memanggil anda dengan sebutan itu" Jawab alika
"Honey sekarang kebiasaan itu jangan lagi di biasakan. sekarang biasakan panggilan aku dengan panggilan sayang mu" Bujuk Romi
"Lalu anda ingin di panggil apa tuan?" Tanya alika yang meminta pendapat Romi.
"Ya apa aja lah, kan banyak panggilan sayang, misalnya darling...!" Romi memberikan masukan.
Alika malah tertawa "haha..."
Membuat Romi bingung dan mengerutkan dahinya.
"Kenapa tertawa honey...?" Tanya Romi
"Jangan itu, nanti anda Malah akan selalu kaget kalau saya panggil dengan panggilan itu!" Alika
"Ko bisa...?"Romi makin bingung
"Ya ialah, kan D'AAR!!!, " ucap alika sambil memeragakan gaya mengejutkan orang.
"Oalah,,,, kamu ni malah berguyon,,,!" Romi sedikit kesal, karena ia serius dengan ucapan dan permintaan nya, alika malah menimpali nya dengan guyonan...
Bu sari terkekeh melihat dan mendengar perdebatan sepasang suami istri di dekat nya
Meskipun Bu sari berlaga tidak memperhatikan mereka tapi Bu sari ikut mendengrnya.
"Jangan terlalu serius tuan, hidup ini perlu hiburan...!" Ucap alika sambil memeluk Romi agar rasa kesalnya hilang, dan berhasil membuat Romi tersenyum.
"Aku tuh serius honey,,,,!" Sambungan Romi.
"Iya,,, mulai sekarang saya akan biasakan memanggil anda dengan sebutan my honey bunny sweety..." Ucap alika dengan senyum nya.
Dan Romi sungguh senang mendengar nya.
kemudian masuk lah Gani yang datang untuk menjemput, lalu Andi yang telah membereskan administrasi pembayaran mereka selama di rumah sakit, di ikuti perawat dan dokter Tasya pun ikut bersama mereka untuk mengantarkan Romi sampai pintu keluar rumah sakit.
Perawat meminta agar Romi duduk di kursi roda untuk di antara sampai pintu keluar, tapi Romi menolak nya karena dia merasa bisa berjalan sendiri, dan tidak mau di anggap sakit.
"Tuan tapi ini prosedur rumah sakit...!"Ucap perawat.
__ADS_1
"Istri saya bagaimana,,,?" Romi malah menghawatirkan istrinya.
Karena perawat hanya membawa satu kursi roda. sebab alika sudah di nyatakan boleh pulang dari tiga hari sebelum nya dan semenjak itu alika tidak mendapat perawatan medis lagi dan di anggap sudah keluar dari rumah sakit. walaupun ia tetap berada di sana hanya untuk menemani Romi.
"Tidak usah mengkhawatirkan ku honey bunny sweety,,," Ucap Alika, membuat Romi tersenyum geli mendengar alika memanggil nya dengan panggilan itu karena ia pun belum terbiasa dengan sebutan itu.
Saat akan melangkah keluar meninggalkan ruangan Romi menarik tangan alika agar duduk di pangkuan nya, yang duduk di kursi roda di dorong oleh perawat.
"My honey,,,, perawat akan keberatan mendorong kita berdua,,,!" Alika merasa tidak enak hati kepada perawat yang mendorong mereka di belakang Romi.
"Tidak apa - apa nona...!" Ucap perawat
"Sini biar saya yang mendorong....!" Pinta Gani
namun perawat tidak membiarkan Gani untuk melakukan nya, dan akhirnya Tasya yang meminta nya, kepada perawat karena Tasya dokter di sana, akhirnya perawat itu memboleh kan dan mempersilahkan nya. lalu Tasya lah dan Gani yang mendorong mereka berdua.
sesampai nya di luar, ternyata Andi sudah menunggu di depan pintu keluar bersama pak Edy.
"Dokter kami pulang dulu ya,,, terimakasih sudah report - report mengantarkan kami!" Ucap alika pamit kepada dokter Tasya.
"Ya,,, tidak apa - apa! jangan sampai Balik lagi kesini ya, semoga kalian selalu sehat dan bahagia...!" Dokter Tasya menimpali.
Saat alika melangkah akan masuk mobil bersama Romi, Gani bertanya kepada alika.
"Dek emang kamu mau pulang ke mana, bunda dan yang lainnya sudah menunggu mu di rumah nenek untuk menyambut kepulangan mu" Gani
Alika langsung melihat ke arah Romi, dan terlihat Romi menegang saat mendengar ucapan Gani, Romi ingin alika ikut dengan nya ke villa nya.
"Ya dia ikut saya dong ka Gani, dia kan istri saya jadi harus ikut suami dong..." Tanpa melihat ke arah gani dan alika dengan ekspresi wajah datar. Romi yang menjawab nya.
dan berhasil membuat Romi menoleh kearah alika dengan ekspresi wajah datar seperti nya Romi tidak setuju.
"Kak Gani, saya mohon minta nenek dan yang lainnya untuk menunggu di villa saya saja...!" Ucap Romi
Gani malah tersenyum...
"Ya tuan, kami mengerti kok, jadi sebenarnya keluarga kami memang sudah menunggu kalian di villa anda, bersama mama, papa dan adik anda (Kania)'
Gani sengaja menggoda Romi dan berhasil membuat Romi ketakutan terlihat dari raut wajah Romi ia tidak ingin berpisah lagi dengan alika.
Setelah Romi dan yang lainnya berlalu meninggalkan rumah sakit, Gani pun berpamitan kepada dokter Tasya dan segera menuju parkiran untuk mengambil motor sport nya dan berlalu pergi.
.
.
.
Sesampai nya di villa Romi, memang benar semua keluarga telah menunggu mereka di sana dan menyambut kedatangan mereka.
mereka semua turun dari mobil dan segera masuk ke dalam villa.
__ADS_1
semua memeluk alika dan romi, menyambut kepulangan Romi dan alika dengan suka cita.
setelah beberapa waktu alika dan Romi duduk bersama para orang tua sambil berbincang. semua melihat gelagat Romi yang terlihat gelisah, mereka pun paham dengan apa yang Romi inginkan.
"Ayo kalian istirahat dulu sana,,,!" Mama Ranti menyuruh Romi dan alika pergi ke kamar nya untuk istirahat.
"Tapi mah, selama di rumah sakit juga kita cuma tidur aja, masa sampei sini juga di suruh tiduran lagi...!" perotes alika yang enggan istirahat, ia ingin berbaur dengan semua keluarga bercanda tawa, ia rindu saat - saat seperti itu setelah berminggu - minggu terkurung di kamar rumah sakit.
"Alika nak, tapi suami mu masih butuh istirahat, dan kamu harus menemani nya...!" Bunda Tiya
Alika langsung melihat ke arah Romi. dan ya Romi memang masih terlihat pucat.
"Baiklah! ayo aku antara ke kamar my honey bunny sweety,,,!" Ucap alika, mengikuti apa yang di perintahkan oleh para orang tua.
semua tertawa melihat dan mendengar tingkah alika yang tidak peka dengan apa yang di inginkan suaminya...
"Alika - alika... padahal di gak bakalan bisa istirahat, Romi malah akan mengajak nya berolahraga...!" Bisik papa Bagas, tapi semua mendengar bisikan itu, kecuali alika, Romi yang sudah beranjak dari sana.
Kania, Gani, dan Andi mereka sibuk bertiga dengan Alif ayu dan cantik tidak ikut nimbrung bersama para orang tua.
"Tuan Romi,,, hati - hati nya! ingat alika sedang hamil muda kandungan nya masih sangat rawan...!" Seru Nene Dyah mengingatkan Romi
Langkah alika terhenti, dan membuat langkah Romi juga terhenti.
" maksudnya,,,🤔(alika merasa bingung dengan ucapan nenek nya) emang kita mau ngapain tuan...!" Kemudian alika bertanya
" My honey bunny sweety,,,!!!"Ucap Romi, dengan maksud mengingatkan alika untuk jangan memanggil nya dengan sebutan tuan lagi.
"Iya,,, iya! maaf saya lupa, ayok jalan" alika melupakan, rasa penasaran nya akan maksud dari ucapan nenek nya. dan melanjutkan langkahnya menuju kamar Romi dengan menggandeng tangan Romi.
Sesampai nya di kamar alika menggiring Romi ke tempat tidur untuk Romi beristirahat. setelah Romi di posisi siap untuk tidur, alika ingin beranjak dari sana, tapi Romi menarik tangan alika.
"Mau kemana honey,,,?"Tanya Romi yang tidak ingin di tinggalkan oleh Alika.
"My honey, aku ke kamar mandi dulu, tenang saja aku tidak akan lari kok...!" Jawab alika meyakinkan Romi
"Aku merindukan mu, tolong jangan pecicilan... kita nikmati kebersamaan kita hari ini!" Ucap Romi.
Sambil bangun dari posisi tidur nya dan menciumi tengkuk leher alika, dan berhasil membuat alika merasakan sensasi geli nikmat, alika hanya bisa mematung dan menikmati setiap sentuhan Romi, sampai kini posisi mereka berhadapan, Romi mulai mengecup bibir manis alika dengan lembut, membuat alika hanyut dalam permainan Romi sampai tak sadar alika merespon setiap permainan Romi, membuat Romi makin menggebu dan makin liar dalam permainan nya...!
Ketika Romi sudah berhasil melucuti semua pak...an yang mereka kenakan dan ingin memasukkan Otong ke sarang nya dengan posisi tidur di tempat tidur alika di bawah Romi, alika menegang dan menghentikan Romi.
"Kenapa honey,,,!" Bisik Romi yang hasrat sudah memuncak.
"Jadi ini yang di maksud para orang tua ! apa ini tidak bahaya untuk Romi junior...?" Alika baru menyadari maksud dari para orang tua, dan mengkhawatirkan sang janin di dalam rahim nya, takut bisa terjadi sesuatu jika mereka melakukan pemersatuan bangsa.
"Tenang honey ini tidak akan melukainya (sang janin) percaya lah...!" Romi menenangkan alika
Lalu Romi melanjutkan pergerakan nya yang sempat tertunda, dengan perlahan tapi pasti, karena sesungguhnya Romi pun sama menghawatirkan Romi junior. tak butuh waktu lama Romi menyelesaikan aktivitas nya memuaskan ha..t nya dengan mencapai puncak kenik..t.. bersama.
....
__ADS_1
jangan lupa ritual nya ya kawan tinggalkan jejak mu dengan cara like, vote, komen ya di tunggu...
terimakasih atas dukungan nya 🙏🙏🙏