
"Hari ini alika di perbolehkan untuk pulang oleh dokter, tapi alika di sarankan untuk menggunakan kursi roda.
Alika mengikuti saran dari dokter untuk menggunakan kursi roda.
Alika meminta pulang ke rumah nenek diah karen di sana iya merasa lebih aman ketimbang di villa romi, papa dan mama ranti ikut menjemput alika dan mengantarkan nya pulang ke rumah nenek diah.
Semua keluarga berkumpul di sana, mereka berbincang bersama. karna di sana hadir juga tasya dan juga gani, kemudian mama Ranti menanyai kedua nya sudah sejauh mana hubungan mereka
"Tasya bagaimana hubungan mu dengan gani apa ada perkembangan ke arah yang lebih serius" tanya mamah ranti ingin tau.
Ketika mama ranti bicara hal seperti itu, tasya melihat ke arah gani.
Kemudian tasya dengan ragu menjawab "Masih sama seperti kemarin tante, belum ada perubahan" ucap tasya menjawab pertanyaan mama ranti.
Ya memang belum ada pembicaraan yang lebih serius yang di ucapkan dari pihak gani tentang hubungan mereka.
Saat mama ranti bertanya tentang hal itu, gani hanya menundukkan kepala, karena memang belum ada pernyataan dari gani mengenai keseriusan hubungan nya dengan tasya.
Hubungan mereka(gani dan tasya) memang sudah sangat dekat, tapi gani belum yakin kepada tasya mengingat sipat Tasya dulu, karen gani telah mendengar banyak cerita tentang tasya yang minim akhlak, dengan segala kejelekan tasya.
Sebab itu gani masih belum yakin kepada tasya, meskipun iya memang menyukai dan mencintai tasya.
Mama ranti yang awalnya antusias bertanya, kini merasa tak enak hati kepada gani dan keluarganya, bahkan kepada tasya juga.
Sebab suasana berubah menjadi canggung.
Kemudian alika sengaja memecah suasana dengan berucap '' m'y honey aku lapar sekali ingin makan sesuatu" dan kini Alika menjadi pusat perhatian semua orang, terutama romi begitu senang mendengar alika meminta makan.
Sebab semenjak iya di rawat di rumah sakit Alika sulit sekali di minta untuk makan, sampai harus di bujuk pun iya paling hanya makan satu atau dua suaps aja.
Maka saat mendengar alila minta makan semua menjadi antusias.
Cara alika untuk memecah suasana telah berhasil. Sebab kini pusat perhatian semuanya beralih kepada alika, dan semua menanyai alika terutama romi.
"Honi kamu ingin makan apa biar aku carikan untuk mu?" Tanya romi
"Hhmmm... Apa ya!" alika terlihat berpikir.
__ADS_1
Sebab alika memang tidak tau iya ingin makan apa, karena iya sedang tida nafsu makan, alika berucap seperti itu hanya untuk alasan saja.
Kemudian ricuh orang-orang yang menyarankan ber bagai menu makanan kepada alika.
"Apa kamu mau makan bakso, somay, sosis!" tawar gani menyebutkan satu persatu menu makanan yang alika suka.
Kemudian di sambung oleh yang lain nya yang ikut menyebutkan satu persatu menu makanan yang iya suka.
Tapi alika tetap menggelengkan kepala sebab alika merasa tidak ingin memakan makan yang mereka sebutkan.
Karena alika tidak saja menyebutkan apa keinginannya kemudian romi bertanya "Lalu kamu ingin makan apa honey?" Tanya romi putus asa padahal awalnya romi sangat antusias mendengar alika ingin makan sesuatu.
Melihat semu seakan kecewa dengan nya kemudian alika memutuskan satu ke inginnya yang tidak terlalu ia inginkan.
"Oke, aku pengen makan rujak buah tapi sambelnya bikinan kak ayu, beli buahnya aja, lalu kita makan sama-sama" itu pinta dari alika.
"Yaelah... Ibu hamil ada-ada aja keinginannya " Ucap gani merasa heran, tibang pengan makan rujak buah mesti banyak aturan nya.
Tapi semua menyanggupi keinginan alika terutama ayu yang di minta untuk membuatkan sambelnya dengan berucap "BOLEH ... siapa takut" ayu antusias.
"Apa tidak merepotkan mu?" Tanya romi
"Tent saja tidak!" sebab ini bukan yang pertama kalinya bagi gani untuk memenuhi keinginan alika, apa lagi memenuhi keinginan aika saat sedang ngidam. Malah lebih sering gani yang menuruti atau memenuhi kemauan alika saat alika ngidam di banding romi suami alika dan lebih tepatnya ayah dari bayi yang alika kandung.
Ketika gani sedang mencari buah-buahan, ayu sudah menyiapkan sambelnya sesuai permintaan alika.
Dan ketika gani kembali dengan membawa banyak buah-buahan para wanita disana secara bersaman langsung membersihkan buah-buahan yang di bawa gani, sehingga dengan cepat rujak buah itu sudah siap untuk di nikmati.
Dan ketika mereka semua sedang menyantap rujak buah itu tiba-tiba terdengar salam dari arah luar.
"Assalamualaikum...!"
" Walaikumsalam...!" Jawab serentak orang yang di dalam rumah ketika mendengar ucapan salam tersebut.
Kemudian ayu yang menghampiri orang yang datang tersebut.
"Eeh kania...!" Seru ayu ketika melihat kania dan rombongan nya datang, lalu mempersilakan mereka masuk.
__ADS_1
Kania datang bersama tuan carlos, andi dan juga nina.
Kania dan yang lainnya langsung menghampiri Mereka semu yang sedang menyantap rujak buah.
Suasana menjadi sangat riuh ketika menyambut kehadiran kania.
Begitu juga degan kania iya begitu heboh ketika melihat rujak buah yang tersedia di sana.
"Wih kebetulan sekali ni ada rujak buah, bikin aku ngiler aja" Dan tanpa basa basi kana ikut menikmati rujak buah itu dengan lahap nya.
Membuat semua orang terperangah melihat tingkah kania, alika saja yang sedang hamil tak selahap kania.
Melihatnya andi langsung menegur kania "Hey,,, pokemon! Lu lagi ngidam! Kok makan nya kaya kesurupan gitu?" Karena andi merasa heran melihat tingkah Kania makan rujak buah begitu lahapnya.
"Apaan sih lu kak sirik aja sama aku, emang yang makan rujak buah harus orang hamil aja apa, kak andi juga kalau mau makan boleh kok..." Kemudian kania ingin menyuapi andi dengan rujak buah itu.
Tapi andi menolaknya tapi kania tetap memaksa dan tejadi perseteruan antara andi dan kania seperti yang sering mereka lakukan .
Tuan carles hanya menggelengkan kepala saat melihat tingkah istri kecilnya yang bertingkah seperti itu.
Kemudian mama ranti yang menegur andi dan kania. sebab mama ranti merasa tak enak hati kepada keluarga besan.
"Andi, kania, tolong jaga sikap kalian..." ucap mama ranti dengan penuh penekanan mengingatkan putra putrinya.
Dan itu cukup berhasil membuat kania dan andi menghentikan aksi nya.
"Maafkan sikap kedua putra putri saya besan" ucap mama ranti kepada bunda tiya dan kepada nenek diah.
Tapi semua malah tersenyum melihat perseteruan kakak adik, ibu dan anak itu.
Sementara nina terus saja merangkul alika, semenjak dari pertama iya sampai di sana dan melihat alika.
"Bagai mana kondisi mu saat ini lika?" Tanya ninia kepada alika.
"Alhamdulilah aku sudah lebih baik sekarang " jawab alika
"Ya syukurlah kalau begitu, aku sangat mengkhawatirkan mu" nina merasa lega mendengar nya.
__ADS_1