Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 139


__ADS_3

Waktu menunjukkan sekitar pukul 32.00 WITA


Romi kembali ke hotel, ia masuk ke kamar hotel nya dan mencari keberadaan alika di sana namun tak menemukan nya.


kemudian Romi bermaksud untuk mencari alika ke kamar Kania, karena ia pikir jika tidak ada di kamar nya alika pasti sedang bersama kania di sana.


Romi berulangkali menekan bel pintu kamar Kania, namun sama sekali tak mendapat respon.


Romi berdecak kesal, ia pikir alika sengaja tidak ingin menemuinya, sebab masih marah karena Romi tak menggubrisnya saat alika mengejar nya.


Tapi setelah beberapa waktu Romi menekan bel pintu kamar kania tak kunjung ada yang merespon nya, kebetulan saat itu tuan Carlos datang, sambil menggendong ceri yang tertidur di mobil saat perjalanan pulang dari rumah sakit menuju hotel.


Melihat tuan Carlos dari kejauhan, Romi berusaha menghindar, karena enggan berbasa-basi dengan nya, hati Romi masih merasa panas teringat ucapan alika yang memuji tuan Carlos, yang terkesan dengan kebaikannya, bahkan menyatakan bisa jatuh cinta kepada tuan Carlos, ucapan alika terngiang-ngiang di telinga Romi membuat hati Romi rasa terbakar.


Romi membalik badan berjalan menuju kamar hotelnya mendahului dan membelakangi tuan Carlos agar tidak berpapasan dengan nya.


Tapi tuan Carlos malah sengaja mengejar Romi dan memanggilnya untuk memberi tau kan kondisi alika.


Romi tetap berjalan tidak menggubris panggilan tuan Carlos berpura-pura tidak mendengarnya, dan akhirnya Romi berhasil menghindar dari tuan Carlos, pasalnya ia berhasil masuk ke kamar hotel nya tanpa bertegur sapa dengan tuan Carlos.


"kenapa tuan Romi seperti nya menghindar dari saya" Batin tuan Carlos yang merasakan perubahan sikap Romi.


Tapi karena rasa khawatirnya tuan Carlos kepada alika dan Kania yang ia tinggalkan di rumah sakit, tuan Carlos merasa punya kewajiban untuk memberi tau kan kondisi alika kepada romi, melihat gelagat Romi tuan Carlos yakni Romi tidak mengetahui kondisi alika sekarang.


Tuan Carlos sengaja menemui Romi di kamar nya.


Tuan Carlos memencet bel pintu kamar hotel Romi. saat Romi baru saja akan mengecek henpon nya yang tidak semangat ia bawa saat ia pergi meninggalkan alika.


Ya, itu sebabnya Romi tidak merespon panggilan atau chat dari Kania.


flash back on


ternyata henpo Romi, tertinggal di kamar hotel nya, karena saat itu Romi hanya berniat untuk menemui istri dan adiknya di kamar lain tidak berniat untuk pergi meninggalkan hotel, tapi saat ia masuk kedalam kamar Kania untuk menemui mereka berdua (alika dan Kania) Romi begitu terkejut mendengar ucapan alika, Romi langsung tersulut emosi dan pergi begitu saja, karena berniat untuk menenangkan diri, Romi pikir alika akan tetap aman berada di hotel bersama Kania meski ia meninggal kan nya tapi nyatanya malah sebaliknya.


flash back off


"TRING, TRING , TRING" Suara bunyi bel pintu kamar hotel Romi yang di tekan beberapa kali oleh tuan Carlos


Romi yang awalnya hendak mengecek henpon miliknya, mendengar suara bel pintu akhirnya mengurungkan niatnya untuk mengecek henponnya lalu memilih segera membuka pintu.


"Tuan Carlos" Gumam Romi dengan ekspresi wajah dingin tak berekspresi ketika sudah membuka pintu dan tuan Carlos lah yang ia lihat seperti dugaan nya

__ADS_1


"Ya, maaf saya mengganggu anda!" Jawab tuan Carlos.


" Ya! ada yang ingin anda sampaikan? kebetulan saya Lela sekali ingin beristirahat!" Romi tetap berusaha untuk menghindar.


"Benar dugaan saya, tuan Romi tidak mengetahui kondisi alika sekarang, jika dia sudah tau tidak mungkin dia bisa sesanti ini" Batin tuan Carlos.


"Apa anda tau dimana istri dan adik anda sekarang? dan bagaimana kondisi mereka sekarang?" Pertanyaan tuan Carlos menimbulkan kecurigaan di benak Romi mengapa tuan Carlos bertanya seperti itu, sementara Romi tidak tau jawaban dari semua pertanyaan tuan Carlos


"Kenapa anda bertanya seperti itu?" Romi malah balik bertanya


"Karena saya tau jawabannya, dan saya ingin memberi tau anda" Jawab tuan Carlos


"Maksud anda?" Romi belum mengerti dengan maksud dari Uacap tuan Carlos.


"Sekarang istri dan adik anda sedang berada di rumah sakit xxx..." Ucapan tuan Carlos terhenti


"Apa!" Romi terkejut mendengar nya dan seruan Romi menghentikan ucapan tuan Carlos.


"Kenapa mereka tuan Carlos, apa yang terjadi dengan istri dan adik saya" Romi panik dan sangat mengkhawatirkan kondisi mereka berdua.


[Nah loh panik kan, masa ngga]


"Oh my God" Gumam Romi menyadari kesalahannya "lalu bagaimana kondisi istri saya sekarang tuan Carlos?" Romi ingin memastikan kondisi istrinya


"Saat saya meninggalkan mereka, nona alika belum sadarkan diri, entah sekarang semoga keadaan nya sudah membaik" Tuan Carlos


"Saya harus segera ke sana tuan Carlos, terimakasih atas semuanya" Romi bergegas pergi menuju rumah sakit.


.


.


Sesampai nya di rumah sakit Romi segera menemui istri dan adiknya.


Romi langsung masuk keruangan rawat inap, karena telah di beri tau kan oleh tuan Carlos ruangan dimana alika di rawat.


Romi melihat istrinya terbaring lemah di atas bed rumah sakit, Kania hanya terduduk lesu di samping alika.


"Kania! kenapa dengan alika?" Tanya Romi ragu karena rasa bersalah nya.


melihat Romi Kania langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri Romi, dengan raut wajah penuh emosi.

__ADS_1


Kania langsung menampar kakak nya


"PLAK...!" Suara tamparan keras yang di berikan Kania kepada Romi.


Romi hanya tertunduk lesu pasrah menerima tamparan keras dari adiknya.


"Dasar pengecut, egois, lihat karena ulah mu, lihat kak!!!" Seru kania penuh emosi melupakan semua rasa yang sedari tadi ia tahan. setelah puas mencaci maki Romi dengan Umpatan-umpatannya kania menangis tersedu-sedu sambil memukul-mukul dada bidang kakaknya.


Romi hanya diam menerima semua serangan dari Kania karena ia sadar betul atas kesalahannya.


Kemudian Romi memeluk dan mendekap Kania yang terus saja memukulinya, Romi ikut menangis bersama Kania dalam pelukannya.


"Maaf kan aku dek, aku tidak menyangka semua akan seperti ini, hukum aku dek hilangkan rasa bersalah ini, tolong hukum aku" Ucap Romi dalam tangisnya menyesali tindakan nya.


Dan alika mulai tersadar, Alika manggil suaminya


"My honey... my honey" suara alika lirih


Kania dan Romi berhamburan menghampiri alika.


"Kak Lika!" seru kania


"Honey!" seru Romi


Alika masih terkulai lemah, suaranya lirih, matanya belum bisa terbuka sempurna.


"Di mana aku" Tanya alika ketika pandangannya yang masih remang-remang menangkap kaadaan sekitar yang terasa asing baginya.


"Kamu di rumah sakit honey" Ucap Romi


"Aku kenapa?" Tanya alika lagi yang belum. sadar sepenuhnya


mendengar pertanyaan alika Romi menatap wajah Kania, karena Romi tidak tau jawaban dari pertanyaan alika.


"Kak Lika tadi pingsan, makanya di bawah kesini" Kania yang menjawabnya


Kemudian suster datang untuk memeriksa kondisi terbaru alika, sebab Kania sempat menekan Tombol Nurse Call, sebuah alat yang merupakan bel pemanggil perawat, sebuah alat yang berfungsi untuk menyampaikan suatu pesan otomatis ketika tombol pemanggil tersebut di tekan oleh seseorang baik itu pasien ataupun keluarga yang sedang menunggunya.


....


Reader mohon dukungannya ya! jangan lupa ritualnya tinggalkan jejak mu dengan cara like, vote, komen, di kolom komentar tekan love (❤️), kotak hadiah dan juga kasih bintang lima nya ya, terimakasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2