Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 142


__ADS_3

Penasaran.


"kalian tidak tau siapa saya sebelumnya" Batin Nina, dengan ekspresi wajah sendu penuh misteri


Membuat Andi bertanya-tanya dan memperlihatkan Nina dengan saksama timbul kecurigaan, bahwa Nina bukan asisten rumah tangga seperti pada umumnya, karena dengan lihainya Nina bisa mengemudikan mobil mewah milik Andi.


"Siapa sebenarnya kamu?" Tanya Andi kepada Nina.


Sontak Nina terkejut mendengar pertanyaan Andi, dengan refleks Nini langsung menoleh kearah Andi yang duduk di samping nya.


"Apa ia (Andi) mencurigai ku?" Bertanya dalam batin nya


Nina langsung tersenyum untuk menyembuhkan rasa gugupnya, ketika Andi menatap nya dengan tatapan mengintimidasi.


"He, he, siapa? a -aku bukan siapa-siapa! ya Aku Nina, Nina yang selalu di nyanyikan namanya sama anak-anak kalau mau pada tidur" Nina berusaha mengalihkan pembicaraan


"Kamu buka asisten rumah tangga pada umumnya!" Andi mengutarakan kecurigaannya.


"Masa! aku sepesial ya, oo ya semua memang tau namaku Nina, Nina!" Nina bertingkah konyol untuk menghilangkan kecurigaan Andi kepadanya.


tapi tatapan Andi tak beralih menatap Nina ia terus saja menatap nya membuat Nina salah tingkah


"Ayok dong mas Andi Jang melihat ku seperti itu aku kan jadi salting" Batin Nina


"Mas Andi ngapain liatin aku kaya gitu emang aku pisang" Ucap Nina penuh arti, Nina sangat risih dengan tatapan Andi.


Dan ucapan Nini Berhasil mengalihkan pikiran Andi yang terfokus kepada nya


"Apa kamu bilang... emang kamu pisang" Andi mengulang kata yang di ucapkan Nina dan berusaha mencernanya.


"Iya" Nina menjawab dengan ekspresi wajah tak berdosa.


"Sialan kamu, kalau kamu pisang berarti aku..." Andi menghentikan ucapannya


"monyet" Nina yang melanjutkan.


"kampret,,, beraninya kamu ngatain aku seperti itu!" Andi begitu kesal setelah menyadari maksud dari ucapan Nini


"He, he, he..." Nina malah tertawa


"Sorry, abisnya mas Andi juga ngeselin" Sambung Nina


Mood Andi seperti nya sedang tidak baik, bagaimana tidak ia merasa sedang sial sekali hari ini, di kantor di suguhi setumpuk pekerjaan, sampai kondisi nya drop, saat akan pulang berniat untuk istirahat, di perjalanan ia malah di kejutkan dengan peristiwa yang hampir mengalami kecelakaan.


Setelah itu ia malah bertemu dengan Nina , yang selalu bertingkah membuat nya kesal.

__ADS_1


Andi hanya diam saja setelah itu, membuat Nina serba salah.


Tak lama mereka pun sampai di rumah, Andi langsung masuk ke kamarnya tanpa berucap sepatah kata pun kepada Nina


"Iih sombong sekali dia, bilang makasih ke, main pergi gitu aja, dasar tak tau terimakasih, lihat saja nanti jika identitas asli ku terbongkar kamu pasti bertekuk lutut di hadapan ku" Gumam Nina kesal


"Terimakasih... Nina!" Nina berteriak pada diri nya sendiri sengaja menyinggung Andi yang tak tau terimakasih menurut Nina, sudah di antar pulang tapi tak ada basa-basi nya sama sekali.


Tapi Nina langsung pergi ke dapur berniat menyiapkan makan untuk Andi, setelah selesai Nina membawanya ke kamar Andi plus dengan air minum dan obat untuk di konsumsi oleh Andi.


Nina mengetuk pintu kamar Andi


"tok, tok, tok..!" Suara pintu di ketuk


"Masuk!" Seru Andi


Setelah di persilahkan untuk masuk Nina langsung membuka pintu dan segera menyuguhkan makanan yang ia bawa.


"Mau ngapain kamu?" Tanya Andi kepada Nina


"Gak liat saya bawa makanan, ya mau ngasih makan lah" Nina


"Emang saya ayam apa!" Andi


"Ih siapa juga yang bilang begitu" Nina


"Ih mas Andi sensi banget sih, padahal aku tuh dah baik banget loh sama mas Andi, aku anterin pulang, aku buatin makan, aku bawain lagi kekamar plus air sama obat nya, masih aja salah, ya udah lah aku permisi, silahkan makan, terus minum obat, lalu tidur" Ucap Nina panjang lebar.


Tapi tak mendapat tanggapan dari Andi. ia hanya tertidur merasakan sakitnya.


karena demam nya Andi merasa tak sanggup lagi bangkit, bahkan hanya sekedar untuk berkata , badannya demam dan menggigil kepala pusing.


Ketika Nina hendak keluar dari kamar Andi mengigau.


"Mah, mama di mana, aku sakit mah" Iguana Andi


Nina yang sudah di depan pintu hendak keluar sampai terhenti, mendengar nya. Nina berbalik dan menatap Andi, lalu kembali menghampiri Andi, kemudian Nina mengecek suhu tubuh Andi benar-benar tinggi demamnya, Nina mengambil kompresan lalu ngompres Andi


"Mas makan dulu ya sedikit aja satu siap juga boleh setelah itu minum obat nya biar demam nya turun" Nina membujuk Andi seperti sedang membujuk anak nya.


Kemudian Andi mengikuti apa yang di ucapkan oleh Nina,


Nina pun membantu mengganti baju kantor yang Andi kenakan, dengan baju yang lebih longgar agar Andi merasa nyaman.


Andi sangat terbantu dengan adanya Nina, yang merawat nya menyiapkan semua keperluan dan kebutuhan Andi.

__ADS_1


.


.


.


Di Bali...


pagi hari, alika masih di rawat di rumah sakit. alika membuka matanya, netranya langsung menangkap sosok Romi yang telah duduk di samping nya dengan menatap dirinya, mata Romi masih terlihat sebab mungkin terlalu banyak menangis di tambah Romi tak tidur semalaman demi untuk menjaga alika dan Kania.


Alika langsung tersenyum melihat Romi yang setia menunggunya tidur.


Romi pun membalas senyuman alika.


"Selamat pagi honey!" Sapa Romi kepada alika


"Pagi juga my honey!" Alika membalas sapaan Romi


Kania yang berada di belakang Romi pun berdehem "Ehem...!"


"Apa sih dek!" seru Romi


" HM, dasar pasangan labil, sebentar marahan, terus nangis-nangisan dah gitu sayang- sayang, nyesel tau gak aku ikut liburan sama kalian, bukan nya happy nginep di hotel, ini aku malah harus nginep di rumah sakit ngikutin derama kalian berdua" dumelan Kania kesal dengan tingkah kakak dan Kakak ipar nya.


"Tapi kamu sangat menghayati peranmu dek!" Seru Romi


"Kalau jadi pemain film kamu langsung jadi pemeran utamanya dan langsung naik daun" alika ikut menimpali, mereka berdua sepasang suami istri itu malah kompak menggoda Kania


"Mulai deh ngebully aku, emang aku semut pake naik daun segala" Kania Perotes


Romi dan alika hanya tertawa, tingkah dan ucapan Kania seperti sebuah hiburan bagi sepasang suami istri labil tersebut, itu julukan baru yang Kania berikan untuk Romi dan alika.


kondisi alika kini benar-benar telah pulih, hanya harus banyak istirahat dan mengikuti semua sarana dari dokter.


....


Cekcok rumah tangga itu hal biasa, tergantung bagaimana mana kita menyikapi nya, jika tak saling mengalah permasalahan akan tetap bergulir bagai bola salju, jika salah satu pasangan nya berperan sebagai matahari bersinar menghangatkan gulungan bola salju yang sudah membesar pun akan mencari dengan sendirinya.


Intinya selesaikan masalah dengan kepala dingin, sama-sama menurunkan egonya, menerima kekurangan pasangan dan menutupinya dengan kelebihan dari pasangan itu sendiri.


....


Jangan lupa ritual nya ya, tinggalkan jejakmu dengan cara like, vote, komen di kolom komentar mohon dukungan nya 🙏🙏🙏


boleh dong aku minta bintang lima nya dari para reader sekalian untuk menyemangati ku agar rajin up nya

__ADS_1


Terimakasih 🙏🙏🙏


__ADS_2