
Hari ini Kania telah berjanji kepada Cherry akan menemani Cherry pulang ke rumah nenek nely, karena sudah di perbolehkan pulang oleh dokter.
Ketika Kania sampai di rumah sakit, Cherry, nenek nely, dan tuan Carlos sudah menunggunya.
"Ooo aku telah ya..." Ucap Kania ketika sampai
karena melihat mereka sudah bersiap pulang hanya tinggal menunggu dirinya saja.
Cherry tak mau pulang sebelum Kania datang karena Kania sudah berjalan akan menemani Cherry pulang.
Setelah kedatangan kania mereka segera bergegas pulang,
Kania pun menemani Cherry sepanjang hari.
Dan itu Kania lakukan setiap hari sejak Cherry pulang dari rumah sakit, Kania tak pernah absen untuk menemui Cherry setiap harinya.
Dan tak jarang tuan Carlos lah yang mengantar jemput Kania.
Dengan alasan untuk sekaligus mengurus persiapan pernikahan mereka, mulai dari cincin pernikahan, kostum pengantin, untuk tempat acara dan yang lainnya mereka menyerahkan semuanya kepada tim wedding organizer (WO).
Tapi meskipun mereka sering bersama, tapi hubungan mereka tetap dingin tidak ada kebahagiaan sedikitpun di hati Kania.
Mereka (Kania dan tuan Carlos) lebih banyak diam ketika bersama, tapi jika di hadapan Cherry atau orang lainnya mereka terlihat biasa saja.
......................
Sampai Di Hari H
Hari pernikahan tuan Carlos dan Kania, hari yang sangat di tunggu-tunggu oleh Cherry.
Tapi tidak untuk Kania.
Semua keluarga sudah bersiap di tempat acara, untuk dilaksanakannya akad nikah...
Tuan Carlos pun sudah bersiap duduk di hadapan penghulu,
Kania masih bersiap di ruang meka-up
Kemudian Romi dan Andi datang untuk menjemput, mengapit alika sampai ketempat acara.
Karena ini permintaan Kania ingin di antara oleh kedua kakaknya ke pelaminan atau kemeja penghulu.
Awalnya Kania biasa aja, meskipun merasa sedih, tapi ketika datang kedua kakak nya air mata nya tak terbendung lagi.
Kania memeluk kedua kakaknya... dan menangis tersedu-sedu...
"Hey,,, jangan menangis" Ucap Andi, padahal ia pun merasa sangat sedih, makanya ia berucap seprti itu Andi takut tak bisa menahan tangisnya jika Kania terus menangis seperti itu.
"Udah,,, udah... jangan menangis!" ucap Romi sambil mengelus punggung Kania,, untuk menenangkan Kania.
Dan ikut menitikan air mata Nya.
__ADS_1
"Aduh,,, Emba jangan nangis dong make-up nya bisa luntur,,,, Udah susah-susah mendadani jadi beleberan make-upnya susah lagi membenarkannya, lama lagi..." ucap orang MUA yang mendandani Kania dari subuh. ia takut hasil kerja nya sia-sia.
Tapi Kania tetap terisak pilu.
Romi dan Andi membantu mengusap air mata Kania dengan tisu secara perlahan dan sangat hati-hati, agar tidak merusak makeup nya.
Romi memberikan segelas air putih kepada Kania untuk Kania minum agar merasa lebih tenang.
"Udah dek,,, kamu sudah lebih tenang?" Tanya Andi.
Tapi Kania tak menjawab ia masih saja duduk dan masih berusaha untuk mengontrol emosinya.
sementara di ruangan ijab qobul semua orang sudah menunggu mereka yang tak kunjung datang.
"Kenapa mereka lama sekali,," bisik mama Ranti kepada alika.
kemudian alika mencoba menghubungi Romi untuk menanyakan mengapa bisa lama sekali.
"Drrt,,, drrrt..." Handphone Romi bergetar.
Romi segera melihatnya, dan benar saja dugaan nya orang-orang pasti sudah menunggu mereka untuk segera keluar.
"halo,,," terdengar suara alika di ujung telepon ketika Romi mengangkat panggilan tersebut.
"Ya halo cinta ku..." Jawab Romi
"my honey aku serius..." Alika merasa Romi sedang bercanda.
"Kamu kok lama sekali,,, semua sudah menunggu kalian" Suara alika terdengar panik.
"Ya, sebentar lagi bulu mata Kania copot,,, lagi di benerin sama orang MUA nya" alasan Romi
"Ooo ya,,, tapi tidak terjadi apa-apa kan?" Alika benar-benar khawatir.
"Iya gak pa-pa kok!" Jawab Romi, Sengaja tidak memberi tau kan bahwa Kania terus saja menangis.
Padahal sudah selesai di makeup sedari tadi.
Kemudian Alika dan Romi menyudahi panggilan teleponnya.
"Dek ayok!!! kita sudah di tunggu" Romi mengajak Kania agar segera keluar ke ruang ijab qobul.
"Tapi aku takut kak...!" Seru kania sambil terisak.
"Ayok lah dek jangan bikin derama!" Andi
Setelah beberapa lama akhirnya Kania merasa lebih tenang dan sudah siap, lalu Romi dan Andi menggiring Kania dengan menghimpit Kania di antara mereka.
Dengan sangat anggun Kania berjalan menuju meja penghulu dan di dampingi dua kakak nya yang sangat tampan dan gagah nya.
menambah kesempurnaan penampilan Kania.
__ADS_1
melihat anak-anak nya mama Ranti merasa terharu, dan sampai menitipkan air mata.
Alika menyadari jika mama Ranti menangis, kemudian alika menggenggam tangan mama Ranti untuk memberi dukungan menguatkannya.
Ya, tidak di pungkiri tindakan alika membuat mama Ranti menghentikan tangisnya, dan langsung menyadari bahwa ia tidak boleh terbawa suasana, dan di khawatirkan akan merusak suasana.
Ketika tuan Carlos melihat kania tepat di sampingnya, betapa terkejutnya nya tuan Carlos menyadari kecantikan Kania yang terlihat sangat sempurna,
tuan Carlos sampai tercengang dengan Mulut yang terbuka.
papa Bagas yang melihat respon tuan Carlos sampai berdehem "Hmm!" menyadarkan tuan Carlos.
kemudian tuan Carlos menarik kursi untuk Kania duduk dan mempersilahkan Kania untuk duduk.
Romi dan Andi kembali duduk di bangku di sebelah mama Ranti dan alika.
sedangkan papa Bagas duduk bersama penghulu di meja ijab qobul.
Cherry dan nenek nely duduk di barisan bangku keluarga Rahardian sebagai tuan rumahnya.
Terlihat Cherry yang sangat bahagia di hari ini karena impian nya menjadi kenyataan.
Cherry ingin sekali memiliki seorang ibu, apa lagi ibu nya seperti Kania, yang Cherry rasa sangat menyanyinya.
kemudian penghulu memulai acaranya.
Dan papa Bagas yang menikahkan mereka sebagai wali kania.
Tidak di pungkiri tuan Carlos merasa sangat grogi dan sangat tegang. meski pun ini bukan yang pertama bagi nya dan pernikahan ini hanya pernikahan tanpa cinta, tapi tuan Carlos tetap merasakan hal itu.
Sampai bercucuran keringat dingin, tangan bergetar, dan suara bergetar pula.
Setelah di mulai oleh penghulu tuan Carlos di berikan pengarahan, dan kemudian waktu nya papa Bagas memulai tugas nya untuk menikahkan putrinya.
"Bismillahirrahmanirrahim..." papa Bagas memulai dengan membaca bismillah
sambil menjabat tangan tuan Carlos
"Saya nikahkan dan kawinkan engkau Carlos Alberto, dengan putri saya Kania Rahardian dengan emas kawin tersebut di bayar tunai" papa Bagas lalu menghentikan tangan tuan Carlos setelah berhasil mengucapkan kalimat tersebut.
Kemudian tuan Carlos langsung mengucapkan apa yang harus ia ucapkan
"Saya terima nikah dan kawin nya Kania Rahardian dengan emas kawin tersebut di bayar tunai" Dengan lantangnya tuan Carlos mengucapkan ijab qobul.
"Sah para saksi?" Tanya penghulu kepada para saksi.
"Sah,,,!" Ucap para saksi serentak.
"AAMIIN...!" Seru semua orang.
Lalu pak penghulu yang menyesakan bagian nya sampai acara ijab qobul selesai.
__ADS_1