Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 193


__ADS_3

Alika membalas tatapan itu dengan tersenyum kaku, dalam hati alika ia begitu takut melihat tatapan itu, Dan Fitri makin menampilkan wajah bengisnya.


Kemudian Fitri bangkit dan dengan gerakan cepat ia menyerang alika.


Menubruk tubuh alika dengan sekuat tenaganya.


"Bruk...!" Tubuh alika terjatuh kelantai.


"HEEYY...!" Pekik nenek Diah dan dan Bu sari secar bersama, mereka begitu sok melihat tindakan Fitri yang spontan menyerang alika.


"AAww,,,,!" Alika memekik kesakitan.


Fitri secepat kilat bangun, karena ia pun ikut terjatuh saat menubruk tubuh alika.


Fitri hendak menyerang alika kembali, dengan maksud ingin menginjak Perut alika, Fitri sudah mengangkat satu kakinya tinggal menghentakkan nya di perut alika.


Karena alika masih terjatuh dengan posisi terlentang, alika merasa kesulitan untuk bangkit sebab rasa sakit di perut dan pinggulnya.


Untungnya nenek Diah yang awalnya berdiri berada di samping alika dengan sigap nenek Diah mendorong tubuh Fitri lalu terpental menubruk tembok.


"Brak..." Tubuh Fitri terpental ke tembok.


Anehnya Fitri bukannya menangis ia malah tertawa terbahak-bahak.


"Ha,,, ha,, ha,,, !" suara tawa jahat Fitri pecah.


Bu sari sungguh syok melihat perilaku putrinya yang sungguh di luar dugaan.


"Fitri ada apa dengan mu, mengapa dirimu menjadi seperti ini nak" Gumam Bu sari dalam tangisnya.


Semtara alika masih merintih kesakitan.


"Nek,,, tolong aku nek! ini sakit sekali rasanya" Rintihan alika.


Nenek Diah segera menolong alika dengan membatu alika membangunkan alika.

__ADS_1


"Ayo nak bangkitlah pelan-pelan...!"Seru nenek Diah


"Aw...! nek sakit sekali nek!" Kemudian alika hilang kesabarannya sebab ia sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakitnya.


"Ooh tuhan...!" Seru Nenek Diah merasa sangat kesulitan untuk membangunkan alika.


Karena tubuh alika melemas dan terasa makin berat.


Kemudian nenek memanggil Bu sari untuk membantu mengangkat alika dan memindahkannya ke tempat yang lebih aman "Bu sari ayok bantu saya untuk mengangkat alika dan membawanya keluar" Pinta nenek kepada Bu sari.


karena bukan tidak mungkin Fitri akan kembali menyerang alika.


Bu sari segera membantu nenek Diah untuk mengangkat tubuh alika.


Tapi tiba-tiba Fitri berteriak histeris, melarang Bu sari untuk jangan membantu.


"Hentikan,,, jangan,,,, biarkan dia mati,,, aku benci dia, aku benci sekali!" Teriakkan Fitri dan hendak menyerang alika kembali.


Tapi Bu sari segera menahannya.


Tapi nenek kesulitan melakukan hal itu, dan tiba-tiba terdengar suara pekikan dari arah pintu "Alika..."


Nenek segera menoleh ke arah sumber suara.


"Romi...!" Gumam nenek merasa lega ada pertolongan.


"Ayo Romi segera selamatkan alika!" Seru nenek


Romi segera mengangkat tubuh alika dan membawanya pergi dari sana.


Melihat Romi membopong alika Fitri makin histeris berontak tidak karuan.


lalu menyerang ibunya, menjambak rambut Bu sari dengan kuatnya.


Bu sari sampai merintih kesakitan.

__ADS_1


Melihat itu nenek yang hendak ikut mengejar Romi, mengurungkan niatnya dan segera membantu Bu sari, untuk melepaskan diri dari cengkeraman Fitri.


Dengan bantuan nenek Diah akhirnya Bu sari bisa terlepas, dan mereka berdua segera berlari menuju pintu, meninggalkan Fitri di kamar, lalu Bu sari mengunci pintunya dari luar.


Fitri makin histeris di kunci di dalam kamar.


"Buka... buka pintunya Berengsek kalian semua..." Fitri mengumpat.


"Aku benci kalian semua, Bu sari kau musuhku,,, kau tidak pernah menyayangi ku, tidak pernah menginginkan ku, kau selalu menyia-nyiakan ku, kenapa aku harus lahir dari rahimmu.. sedangkan kau lebih menyayangi tuan muda keparat itu dari pada aku putrimu...!" Ternyata Fitri menaruh dendam kepada ibunya sendiri.


Hati Bu sari bergetar Mendengar Umpatan putri semata wayangnya, putri kesayangannya.


Tubuh Bu sari sampai melemah dan terduduk di depan pintu. Bu sari menangis sesenggukan karena tak menyangka, putrinya menaruh rasa dendam kepadanya, sebab memang sedari bayi Bu sari meninggalkannya, demi untuk mencari nafkah.


"Maafkan ibu nak! bukan tuan Romi yang salah tapi ibu, lebih mementingkan uang untuk kebutuhan mu dan keluarga kita" Gumam Bu sari sambil menangis.


Fitri tidak bisa mendengar gumaman Bu sari sebab ia sendiri terus saja berteriak-teriak memaki Bu sari dan Romi serta orang-orang yang ia benci.


"Bu sari...! ibu macam apa kau, mengurus membesarkan anak majikanmu semtara aku anakmu sendiri kau terlantarkan,,, aku membencimu, aku merasa sakit hati sekali dengan kelakuanmu..." masih banyak lagi kata-kata yang keluar dari mulut Fitri yang menyakiti hati Bu sari.


Belum lagi Bu sari harus menerima kenyataan bahwa anaknya telah mengalami gangguan jiwa, membuat Bu sari makanan tak berdaya.


Hati Bu sari tersisa sangat hancur ia hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri.


Karenanya Putri semata wayangnya harus mengalami gangguan jiwa.


Sebab Fitri merasa Bu sari tidak menyayanginya, dan hanya menyayangi Romi


Fitri merasa hidup sendiri apa lagi setelah kepergian ayahnya, jiwa Fitri makin terguncang.


Di tambah Fitri harus menerima penolakan dari Romi, awalnya Fitri berharap Romi akan mencintainya, seperti Fitri mencintai romi.


Lalu mereka bisa hidup bersama dengan di sayangi oleh Bu sari secar bersama-sama.


Tapi pada kenyataannya Fitri harus menelan pil pahit, selalu kekecewaan yang ia rasakan.

__ADS_1


membuat batinnya terguncang dan mengalami kejadian ini semua.


__ADS_2