
Setelah mendengar semua penjelasan dari Kania melalui panggilan video call, Romi memutuskan untuk pulang esok hari, dan di setujui oleh alika dan yang lainnya.
....
Setelah selesai makan Kania kembali ke kamar ruang rawat Cherry, dan hanya ada tuan Carlos yang menunggu Cherry yang sedang terlelap,
Kania masuk dan tuan Carlos menatap Kania dengan sorot mata tajam, membuat bulu kuduk Kania berdiri.
"Iiih serem amat sih mata nya, apa lagi kalau tiap hari dia lihat aku kaya gitu, bisa-bisa bulu kudukku menegang terus malah bisa rontok kali, eeh baru denger bulu kuduk rontok...! ah bodo amat suka-suka aku aja deh!" Dalam batin Kania berbicara sendiri.
Kania duduk di bangku di samping Cherry, tak ada kata antara Kania dan tuan Carlos membuat suasana makin canggung antara mereka.
"Nona Kania, nenek Cherry sedang pulang sebentar, nanti kalau beliau kembali, saya akan antar anda pulang, sekalian saya mau pulang dulu mau mandi dan ganti baju dulu" Tuan Carlos sengaja memecah suasana.
"Iih siap juga yang namanya!" gumam Kania pelan.
Tapi masih bisa di dengar oleh tuan Carlos, dan berhasil membuat tuan Carlos salah tingkah, mereka hanya berdiam diri, dan sekedar bermain handphon masing-masing, Kania pun merasakan kantuk yang luar biasa.
Akhirnya tak sadar Kania terlelap di samping Cherry sambil terduduk
Tuan Carlos yang melihat nya menjadi serba salah ingin membangunkan nya, menyuruhnya untuk pindah ke sofa, tapi mengingat sikap kania kepada tuan Carlos selalu tidak suka, apa lagi jika tuan Carlos membangunkan, pasti Kania akan sangat marah kepada nya.
Tuan Carlos memilih untuk membiarkan nya. cukup lama menunggu dan akhirnya Cherry terbangun dan nenek nely pun sudah kembali.
"Kamu udah bangun Cherry?" Seru kania yang juga terbangun karena kedatangan nenek Nely.
Cherry Hanya menganggukkan kepalanya.
"Kania sebaiknya kamu pulang dulu sana, biar Carlos yang mengantarkan mu pulang" Nenek takut Kania kelelahan karena sudah seharian berada di sana.
Kini kondisi Cherry pun sudah membaik,
lalu Kania mengiyakan sarana dari nenek Nely, yang menyuruhnya untuk pulang.
" Cherry Kakak pulang dulu ya, nanti besok kakak kesini lagi, Cherry cepat sembuh ya!" Kania pamit kepada Cherry.
"Kak?" Seru Cherry menghentikan Kania.
"Iya sayang ada apa?" Tanya kania
"Tapi kakak mau kan nikah sama papi!"
"Nah loh pertanyaan ini lagi, yang Cherry pertanyakan" Batin Kania
Tapi Kania selalu berusaha tenang di hadapan Cherry.
Kania tersenyum manis, mengelus wajah Cherry mencium tangan nya dengan penuh kelembutan membuat Cherry merasa sangat nyaman di perlakukan seperti itu.
"Cherry sayang,,, Cherrynya harus sembuh dulu, kak Kania juga belum bilang sama papa, mama kakak,,,, bagaimana pendapat mereka! gak bisa langsung ngomong,,, langsung nikah!!! harus banyak persiapannya, baju pengantin, cincin kawin, sewa gedung dah pokoknya banyak deh!!! yang harus di pesiapkan,,, makanya!!! Kania harus fokus buat sembuah dulu ya" Kania panjang kali lebar menjelaskan nya kepada Cherry.
__ADS_1
Agar Cherry bisa mengerti.
"Oke, Oke Cherry!!!" Kania meminta jawaban bahwa Cherry mengerti.
Cherry mengangguk perlahan.
"Kakak pulang dulu ya sayang..." Kemudian Cherry pamit.
Kania pun pamit kepada nenek nely.
tuan Carlos sudah dulu keluar dan menunggu Kania di depan rumah sakit di dalam mobilnya.
Kania langsung masuk kedalam mobil tuan Carlos, tanpa berkata apapun.
Di perjalanan hanya ada keheningan, tuan Carlos tak bicara karena tidak ingin memancing emosi Kania.
Sebab jika bicara dengan tuan Carlos Kania selalu emozi.
Setelah menempuh waktu beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah Rahardian.
Tanpa berbasa-basi lagi Kania turun dari mobil.
"terimakasih" hanya kata itu yang terucap dari bibir Kania dan benar-benar pergi.
Ternyata mama Ranti dan papa Bagas sudah pulang dari luar kota.
menyambut Kania, papa Bagas langsung mengejar tuan Carlos meminta nya untuk mampir terlebih dahulu.
"Tadi sore' Jawab mama Rantai
"Oya,,, gimana liburannya?" Mama Rantai balik bertanya.
Kania menghela nafas panjang
"Loh,,, kok gitu sih ekspresinya!" mama Ranti bingung melihat respon dari Kania
Kania menceritakan semua yang Kania alami selama berlibur, mama Ranti mendengarkan dengan seksama.
Sampai cerita tentang Cherry yang meminta Kania untuk menikah dengan papinya.
mama Ranti sangat terkejut mendengar nya.
"Apa yang bener kamu!" seru mama Ranti
"Iya mah!" Kania meyakinkan bahwa semua ceritanya bener
"Terus kamu gimana?" mama Ranti bertanya keputusan Kania.
"Aku gak tau mah bingung banget" Jawab Kania.
__ADS_1
"Mama gak setuju kalau pernikahan kalian jadikan lelucon!" mama Ranti mengingatkan
"Ya Tuhan dosa apa sih aku, kok bisa anak-anak nikahnya kaya tahu bulat semua!" Gumam mama Ranti
"kok kaya tahu bulat sih mah!" Kania bingung.
"Ya,,, iya dadakan" jawaban nyeleneh
bikin Kania gagal fokus .
"Ya udah kamu sana mandi dulu, nanti kita bahas pernikahan mu saat Romi kembali dari liburan nya!" Mama Ranti menyudahi obrolannya
Lalu kembali menghampiri suaminya papa Bagas, yang ternyata sedang ngobrol dengan tuan Carlos.
"Tuan Carlos!" sapa mama Ranti ketika melihat calonnya
"iya nyonya,,, saya" jawab tuan Carlos membalas sapan mama Ranti.
kemudian mama Ranti mengajak tuan Carlos untuk makan malam bersama mereka.
awalnya ingin menolak tapi Mama Ranti memaksanya. dan akhirnya terpaksa tuan Carlos ikut makan malam.
Tak lama Kania datang menemui mama dan papanya di meja makan kini Kania sudah mandi dan sudah berganti pakaian.
Kania memakai piyama tidur dengan celana sepanjang lutut nya, menampilkan betis nya yang putih bersih dan mulus. dengan dandan sederhana nyaris tak terlihat memakai make-up, menampilkan wajah cantik alami Kania.
Ketika mereka saling bertemu di meja makan mereka saling terkejut.
Kania terkejut ternyata tuan Carlos sedang berada di rumah nya tanpa Kania tau sebelumnya.
Dan tuan Carlos terkejut melihat Kania dengan tampilan sederhana dan natural, menjadikan kecantikan Kania benar-benar terpampang nyata di hadapan tuan Carlos.
"Hhmmm!" Papa Bagas berdehem
menyadarkan Kania dan tuan Carlos yang saling terperangah.
"Ngapain anda masih di sini!" seru Kania kepada tuan Carlos seperti nya tak suka dengan kehadiran tuan Carlos di sana.
"Papa yang mengajakan tuan Carlos untuk mampir dan makanan malam di sini" Papa Bagas yang menjelaskan.
"Ayok duduk Kania!" Perintah mama Ranti.
Kemudian mereka makan malam bersama
setelah selesai makan, di hadapan semua nya tuan Carlos mengutarakan maksud nya menceritakan permintaan putri nya Cherry yang memintanya menikah dengan Kania.
papa Bagas sangat terkejut mendengarnya, tapi tidak untuk mama Rantai karena ia sudah lebih dulu mendengar nya dari Kania.
"bagaimana tuan bagas menurut anda" tuan Carlos meminta pendapat dari papa Bagas.
__ADS_1
papa Bagas menyerahkan sepenuhnya kepada Kania yang menjalankan pernikahannya.
...