
Alika masih di rawat di ruh sakit, karen kondisinya masih memerlukan perawatan medis, sakit di pinggulnya masih terasa sakit, tapi tak sesakit sebelumnya, sebab nenek diah selalu menyempatkan untuk melakukan pijatan atau mengurut bagian yang di rasa bisa berfaedah bagi kesembuhan alika.
Meski orang awam melihat itu hanya sekedar elusan namun nenek diah punya caranya sendiri, untuk mengendurkan urat-urat yang terasa kaku yang menyebab kan alika merasakan sakit.
Ya walau pun sudah merasa membaik karen penanganan dari nenek tapi alika tetap butuh perawatan medis untuk luka memar akibat terjatuh, dan obat lainnya untuk menunjang kesehatan alika.
.
.
Keluarga romi panik ketika mendengar kabar tentang kondisi alika, terutama mama ranti, ia tidak menunggu waktu lagi mama Ranti langsung bergegas berangkat untuk melihat kondisi alika. Ya tentunya bersama suaminya.
Mama Ranti langsung menuju kamar rawat inap yang di mana alika di rawa.
"Assalamualaikum..." Seru mama Ranti dan papa Bagas ketika di depan pintu kamar alika.
"Walaikumsalam..." Jawab semu orang yang di dalam ruangan.
Saat ini di, ruangan itu tidak hanya ada Romi dan nenek diah, melainkan keluarga alika yang lain pun ada di sana terkecuali Gani yang sedang mengurus masalah Fitri bersama tasya.
...
Semua bangkit dari duduknya menyambut kedatangan mama Ranti dan papa Bagas.
"Mama, papa,,," Gumam Romi ketika sudah melihat kedua orang tuanya.
Mereka pun menyalami keduanya. Tapi Romi memeluk Mamanya lalu bersimpuh di hadapan mamanya memohon maaf sambil menangis, "Maafkan aku mah..? Ucapnya.
Perilaku Romi membuat membuat mama ranti terkejut "Ada apa dengan mu nak, mengapa seperti ini?" Mama Ranti bingung
"Maafkan ku mah! yang tidak mau mendengarkan mu untuk tetap tinggal bersamamu, aku malah memaksa pergi dan inilah yang terjadi" romi menyadari bahwa permintaan seorang ibu jangan pernah di sepelekan.
"Romi mama tidak pernah mempermasalahkan hal itu, mamah memang ingin kalian tetap tinggal, tapi mamah tidak pernah mendoakan hal buruk kepada kalian , justru mama selalu mendoakan untuk kebaikan kalian" Ucap mama ranti agar romi tida merasa bersalah.
__ADS_1
Bunda tia ikut menimpali obrolan mama dan anak itu dengan mengatakan" Nak, romi tida usah menyalahkan diri seperti ini, ini musibah nak siapa yang tau akan terjadi seperti ini"
Ucapan kedua ibu itu berhasil sedikit menenangkan hati romi terasa lebih lega , yang memang romi merasa resah dan gelisah memikirkan kondisi istrinya, mengingat kemungkinan yang di sampaikan oleh dokter, romi belum bisa tenang sebab alika masih merasakan kesakitan, tentunya alika belum di nyatakan sembuh.
"Mama tau seprti apa perasan mu nak, tapi tetaplah sabar ini ujian untuk kita semua, terutama untuk kalian berdua (romi dan alika) dan juga bu sari kita tau perasan bu sari tentunya seperti apa, pasti ia merasa sangat terpukul harus menerima kenyataan bahwa putrinya terkena gangguan jiwa" ucap mama ranti menasehati putranya.
Mama ranti takut romi menyalahkan bu sari atas kejadian yang menimpa alika, sebab yang mencelakai alika adalah putri dari bu sari.
Dan menurut cerita nenek diah, bu sari lah yang meminta alika untuk menemuinya dan putrinya sehingga semua ini bisa terjadi.
Tapi sebenarnya di dalam hati romi ia sangat menyalahkan dirinya sendiri.
Sebab ia juga penyebab fitri seperti itu.
.
.
Fitri telah di bawa ke rumah sakit jiwa, untuk mendapat penanganan khusus, di antar oleh bu sari, tasya dan gani tapi beda mobil, sebab fitri di bawa menggunakan mobil khusus dari ruah sakit sementara bu sari, tasya, dan gani mengikuti menggunakan mobil peribadi milik tasya.
fitri langsung di bawa ke kamar khusus untuk mendapatkan penanganan.
Sedangkan bu sari dan yang lain nya mengikuti dari belakang.
Di ruangan khusus busari mendekati putrinya, meski pun beberapa kali telah menerima penyerangan dari putrinya, tapi tidak membuat bu sari jera untuk tetap menyayangi putrinya, memberi nasehat dan semangat sebelum meninggalkannya.
Bu sari mengelus memeluk dan menciumi putrinya dengan penuh kasih sayang "Maafkan ibu ya nak, ibu bukan membuang mu, tapi ini untuk kebaikanmu, ibu berjanji akan selalu menemuimu di sini, jangan pernah merasa sendiri sebab ibu akan selalu ada untukmu" ucap bu sari kepada putrinya, lalu kembali menciumi seluruh wajah putrinya.
Lalu petugas rumah sakit meminta kepada bu sari dan yang lain nya agar segera meninggalkan pasien.
Dan ketika bu sari akan melangkah pergi, fitri memanggil ibunya "Ibu..." seru fitri lirih.
Seketika itu bu sari menghentikan langkahnya dan menoleh kearah putrinya.
__ADS_1
"Maafkan aku bu ... karena telah menyakiti jiwa dan ragamu" ucap pitri dalam kondisi setengah sadarnya.
Ketika bu sari hendak menghampiri putrinya lagi petugas atau perawat rumah sakit menghentikan bu sari.
"Maaf bu! sebaiknya ibu segera pergi, sebab di khawatirkan pasien akan segera sadar dan memberontak kembali" ucap petugas memberi tau kemungkinan yang akan terjadi.
Rasa berat hati bagi bu sari meninggalkan putrinya seorang diri, tapi pada kenyataan nya bu sari memang harus mengikuti ketentuan yang berlaku di sana.
Karna bu sari sulit sekali melangkahkan kakinya. kemudian gani memapah bu sari merangkul pundak bu sari dan menggenggam tangannya untuk menguatkannya.
Seketika itu tangis bu sari pecah dan benar-benar tak sanggup melangkah, iya memeluk gani, ketika itu hati bu sari mengingat romi.
Sebab bu sari pun merasa sangat bersalah kepada romi dan alika.
Gani dan tasya memahami apa yang dirasakan oleh bu sari "Ibu yang sabar ya, semua pasti akan baik-baik saja" gani menenangkan bu sari sambil memeluk nya.
Sementara tasya mengelus-elus punggung bu sari bermaksud ikut menenangkan tasya.
Setelah Ibu sari di rasa lebih tenang, gani mengajaknya untuk pulang "ayok bu kita pulang!" ajak gani.
"Den gani, maaf! apa ibu boleh minta tolong " ucap bu sari ragu.
"Apa bu, katakanlah!" seru gani.
"Bisa kalian antarkan saya, ke rumah sakit untuk melihat keadaan nona Alika" pinta bu sari.
Lalu gani dan tasya saling memandang meminta persetujuan satu sama lain.
Kemudian ke duanya saling menganggukkan kepalanya sebagai isyarat utuk bersedia mengantar bu sari menjenguk alika.
Kemudian mereka segera berlalu menuju rumah sakit di mana alika di rawat.
Selang beberapa waktu gani, tasya, dan bu sari sampai di tempat tujuan mereka, untuk menjenguk alika.
__ADS_1
Mereka segera turun dari mobil dan berlalu untuk segera menemui romi, alika dan yang lainnya.
Jujur saja hati bu sari bergemuruh ia memikirkan akan seprti apa reaksi Romi dan yang lainnya ketika melihat dirinya, yang telaah menyebabkan kondisi alika hampir kehilangan calon buah hatinya.