Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 171


__ADS_3

Romi Tak ingin serakah, ia mencoba merelakan semuanya, meskipun berat melepaskannya, bukan karena takut kehilangan harta, melainkan karena takut apa yang telah ia bangun sejak dulu bahkan sejak ia masih duduk di bangku SMP hancur begitu saja, ia telah korbankan masa remajanya hanya untuk merintis perusahaan yang hampir gulung tikar karena goyahnya kepemimpinan saat itu.


karena saat itu kakek atau ayah dari papa Bagas sudah sakit-sakitan, sudah tak bisa lagi fokus untuk memimpin perusahaan, sedangkan papa Bagas sendiri saat itu sedang terkena kasus penipuan.


Yang mengharuskan, papa Bagas di tahan, dan semua aset atas namanya pun di sita.


Hanya Romi satu-satunya harapan keluarga yang bisa memimpin perusahaan, dengan mengorbankan waktu bermainnya.


Romi tau betul, Robert orang yang nekad ia bisa melakukan apapun, dan jika Romi bersikeras untuk mempertahankan perusahaan, Romi takut Robert akan menyerang orang-orang yang sangat Romi cinta khususnya alika dan calon buah hatinya.


Dan karena Romi pun berpikir jika ia tak lagi bekerja di perusahaan, ia tidak akan bangkrut. Romi sudah memiliki banyak aset atas nama pribadinya, dan sudah lumayan banyak hasil dari kerja kerasnya selama ini.


seperti rumah, apartemen, villa, dan mobil-mobil mewah yang ia beli dengan uangnya sendiri.


Belum lagi investasi lainnya, Romi ikut menanam saham di berbagai bidang usaha, seperti jika temannya membutuhkan modal dengan sebisanya Romi akan membantu dengan sistem bagi penghasilan, itu dengan uang pribadi nya, seperti menanam saham di bidang butik bersama temannya, di bidang rumah makan atau restoran bahkan perhotelan, di bidang perhiasan dan lain sebagainya.


apa lagi sekarang ia sedang memulai bisnis nya bersama yayasan Nurul iman, sudah di mulai, tinggal menunggu hasilnya.


Jadi menurut Romi jika hanya untuk membiayai kehidupannya bersama alika dan buah hatinya penghasilannya untuk saat ini masih di bilang sangat cukup.


Karena Robert sangat berambisi menguasai perusahaan.


akhirnya dengan berat hati Romi pasrahkan jabatan dan kekuasaan yang ia miliki kepada Robert "Oke, silahkan ambil semuanya dan pecat saya dari perusahaan jika itu yang kau inginkan, saya sudah siap..." Romi pasrah dan menantang Robert


Jelas mama Ranti dan yang lainnya tidak setuju dengan apa yang Romi ucapkan.


Apa lagi papa Bagas yang sudah sangat mempercayai Romi, dalam segala hal begitu mengandalkan Romi.


jika Romi tidak ada siapa yang bisa papa Bagas andalkan dalam mengurus perusahaan.

__ADS_1


"Tidak bisa! Romi kamu tidak boleh pergi dari perusahaan" Cegah papa Bagas


"Robert kita bisa bicarakan semua ini dengan baik-baik, memecat Romi dari perusahaan itu bukan jalan terbaik, perusahaan bisa hancur seketika!" kekhawatiran papa Bagas.


"Om meragukan kemampuan ku!" Robert tersinggung dengan ucapan papa Bagas.


"Tujuan ku memang ingin menghancurkan semua nya... aku ingin melihat kalian semua menderita, sudah cukup bagi kalian selama ini hidup enak dari hasil perusahaan kakekku, dan di sini ada hak ku dan hak ibuku yang selama ini kalian nikmati sendiri,,, setelah aku berbaik hati tak pernah mempermasalahkan hal itu kalian malah ingin menyingkirkan ku dengan memenjarakan ku...!" Batin Robert penuh dendam.


"Aku tetap dengan keinginanku, yaitu Romi pergi dari perusahaan..." Tegas Robert


"Oke..." Romi menyanggupinya


"Untuk kalian yang tidak setuju dengan ku, dan ingin ikut dengan Romi silahkan pergi..." Ucap Robert secara tidak langsung mengusir orang-orang yang tidak berpihak kepadanya.


"Yunas bereskan barang-barang kita, kita pergi sekarang juga!" Ajak Romi kepada yunas, karena Romi pikir yunas akan selalu memihak kepadanya.


Betapa sakit nya perasan Romi mendapat penolakan dari yunas orang kepercayaannya


bahkan sudah Romi anggap dari bagian hidupnya sendiri.


"Ternyata hanya sampai di sini kesetiaan mu yunas, di saat aku terpuruk kau tak ingin bersama ku, kau takut seng*s***ara jika ikut dengan ku" Batin Romi tak menyangka akan sikap yunas akan seperti itu.


"Oke baiklah kalau begitu, saya akan pergi sekarang juga" Romi pamit setelah mengemasi semua barang pribadinya kedalam bok lalu membawanya.


"Romi, kamu gak boleh pergi, kita bicara kan dulu semuanya, kamu harus bertahan nak! pertahankan hak mu nak" Mama Ranti mencoba menahan Romi, karena iya tidak rela Romi di usir begitu saja oleh Robert yang tidak tau apa-apa tentang perusahaan.


"Mah aku udah Ambi keputusan dan ini untuk kebaikan kita semua, aku gak bisa egois, aku juga memikirkan keselamatan kalian semua terutama alika dan bayi kami" penjelasan Romi kepada mamanya dan berlalu begitu saja


"Maafkan saya tuan Romi,,,, saya terpaksa melakukan ini semua...." Batin yunas.

__ADS_1


Romi melangkah pergi meninggalkan perusahaan yang telah ia bangun dari keterpurukan sampai bisa sesukses seprti sekarang ini.


Semua pegawai menatap Romi dan bertanya-tanya mengapa Romi keluar kantor dengan membawa bok besar padahal ia bisa menyuruh OB, atau bagian keamanan untuk membawakannya.


Mama Ranti sangat marah ia sampai menangis karena emosi, papa Bagas berusaha menenangkannya.


Lalu menyuruh Andi untuk mengantar mama Ranti pulang, karena percuma di sana juga, suasana kacau tak terkendali, gosip begitu cepat beredar di kalangan pegawai tentang pemecatan Romi.


Sampai semua pegawai berdemo mogok kerja pada saat itu juga meminta Romi tetap menjadi pimpinan mereka.


Saat Robert mendengar berita tentang para pegawai yang demo mogok kerja, langsung naik pitam dan menyuruh yunas untuk mengurus para karyawan.


"Yunas urus para pegawai suruh mereka bekerja di bawah kekuasaan ku dan semua peraturan ku, jika ada pegawai yang membangkang maka pecat saja mereka, karena masih banyak orang yang masih ingat bekerja" Robert menginteruksikan itu semua kepada yunas


"Baik tuan" Jawab yunas patuh karena tuan nya sekarang adalah Robert.


seluruh pegawai telah berkumpul di aula perusahaan meminta agar Romi kembali bekerja di perusahaan.


Dan sesuai instruksi dari Robert yunas datang dan menenangkan para pegawai


Lalu mengatakan agar mereka semua bekerja seperti biasa, karena jika tidak mereka sendiri yang akan rugi, masalah Romi keluar dari perusahaan itu bukan urusan para pegawai.


Setelah mendengar penjelasan dari yunas mereka semua mengerti dan langsung bubar kembali untuk bekerja.


....


sesampainya di rumah Romi langsung menemui Alika di kamarnya, alika tengah melantunkan ayat suci Al-Quran usai melaksanakan salat sunah duha.


Sholat Dhuha adalah salat sunah yang dilakukan seorang muslim ketika waktu dhuha. Waktu dhuha adalah waktu ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya hingga waktu zuhur. Jumlah rakaat sholat dhuha adalah 2, 4, 6, 8, dan maksimal 12 rakaat.

__ADS_1


__ADS_2