Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 184


__ADS_3

Romi duduk di tempat tidurnya, dengan selonjoran kakinya, dan menyandarkan kepalanya di kepala ranjang tempat tidur.


Sebab jika di tidurkan perutnya terasa sangat engap.


Alika tidur di sampingnya dengan melingkarkan tangannya di paha Romi, tapi sesekali alika mengusap-usap perut suaminya yang katanya sakit karena kekenyangan.


Tangan kiri Romi mengelus-elus kepala alika, sedangkan tangan kanannya mengelus-elus pergelangan tangan alika yang alika lingkarkan di pahanya.


Inilah kehidupan takdir cinta alika dan Romi, yang awalnya sangat begitu saling membenci, bertahan dengan ego masing-masing. tapi kini mereka berdua begitu saling membutuhkan, saling mencintai dan saling mengasihi sehingga seakan tak dapat dipisahkan lagi.


.


.


Keesokan harinya, pagi ini setelah sholat subuh Romi kembali terlelap karena ia masih merasa ngantuk, sebab semalam romi kurang tidur, karena rasa engap yang ia rasakan akibat kekenyangan makan hanya demi untuk menghargai perasaan Bu sari.


Sedangkan alika seperti biasa selalu menyempatkan membaca ayat suci Al-Quran setelah sholat subuh, dan kadang langsung di teruskan sholat sunah duha.


Setelah alika beres dengan semua ritual ibadah paginya, alika membiarkan Romi tidur karena alika tau semalam suaminya kurang tidur alika merasa sangat kasihan melihat suaminya.


Alika pergi meninggalkan Romi di kamarnya, dan bergegas keluar untuk menemui bu sari yang sedang menyiapkan sarapan.


Tapi di dapur ada seseorang yang terlihat asing bagi alika, karena Bu sari memang tidak sendiri di dapur ia bersama putri semata wayangnya yang bernama Fitri.


Ya, Fitri lah orang yang semalam memperhatikan Romi dan alika dari kejauhan.


"Pagi Bu sari..." Sapa alika ketika menghampiri Bu sari.


"Pagi nona...!" Bu sari menimpali.


"Ada tamu Bu?" Tanya alika sebab melihat orang asing di dapur bersama Bu sari.


"Oo iya, ini putri saya non, semenjak saya di perintahkan untuk menempati villa ini oleh tuan Romi, saya mengajak putri saya untuk menemani saya, dan itu atas seizin tuan Romi..." Bu sari menjelaskan.


"Ooo...!" Seru alika mengerti.


"Hay,,, namaku alika namamu siapa...!" Lanjut alika ingin berkenalan dengan putri Bu sari.


"Namaku Fitri...!" Seru Fitri menyebutkan namanya.


"Senang berkenalan dengan mu..." Seperti biasa alika selalu ramah kepada setiap orang.


Fitri hanya tersenyum membalas ucapan alika. Alika duduk di sana menemani ibu dan Fitri untuk menyiapkan sarapan.


Sebenarnya alika ingin membantu tapi Bu sari melarangnya karena itu bukan tugas Alika. Romi melarang kerasa alika melakukan pekerjaan apapun, tapi alika yang selalu memaksa.


Untuk kali ini Bu sari benar-benar melarang alika membantunya menyiapkan sarapan, di tambah di sana sudah ada Fitri yang membantu Bu sari.


setelah beberapa waktu, sambil bercerita dan berbincang akhirnya Bu sari telah selesai menyiapkan sarapan untuk Romi dan alika.


"Ini non sarapannya sudah beres, sekarang mau di makan di meja makan, atau mau di antara ke kamar" Bu sari bertanya terlebih dahulu sebelum menyuguhkannya.


"Nanti ya Bu aku tanya suamiku dulu... Soalnya dia tidak masih tidur..!" Alika akan bertanya terlebih dahulu kepada Romi.

__ADS_1


"Memang tuan Romi tidak sholat subuh, tumben sekali jam segini masih tidur?" Bu sari merasa heran biasanya jam segini Romi sudah terbangun. Setelah sholat subuh Romi biasanya berolahraga, atau mengecek handphonenya.


"Tadi malam dia kurang tidur, kekenyangan makan masakan ibu, abis masakan ibu enak banget sih, jadi dia lupa berhenti makan sampai kekenyangan" alika menceritakan kondisi Romi dengan memuji masakan Bu sari.


"Ah,,, anda terlalu berlebihan non, masakan nona alika lebih enak, buktinya tuan Romi langsung suka sama masakan nona alika dari pertama mencicipinya" Bu sari Balik memuji masakan alika.


"Ibu yang berlebihan! Ya udah aku tanya suamiku dulu ya Bu, permisi Fitri!" Alika pamit sambil tersenyum ramah kepada ibu dan anak tersebut, lalu berlalu meninggalkan keduanya.


"Ternyata nona alika baik banget ya bu orangnya, pantesan dia mampu mencairkan hati tuan Romi yang membeku...!" Gumam Fitri setelah kepergian alika.


"Ya nona alika itu istimewa,,, bukan wanita bisa, buktinya ia mampu membuat tuan Romi tergila gila padanya" Bu sari menimpali Gumaman putrinya.


...


Alika masuk kamar dan melihat Romi masih tertidur.


Alika menghampirinya duduk di sebelah Romi, Alika menatap wajah Romi yang sedang terlelap terlihat begitu tenang dan damai, alika tiba-tiba terenyuh hatinya, dan berpikir.


"Mengapa dulu aku begitu ingin menjauh dari nya, padahal ia begitu menyukai wajah tampan ini..." Batin alika.


"Entahlah aku tidak tau mengapa bisa begitu... Yang jelas sekarang aku begitu mencintainya dan sangat takut kehilangannya" masih batin alika.


Saat alika sedang hanyut dalam pikirannya,


tiba-tiba Romi menarik tubuh alika dengan merangkul punggung alika sampai tubuh alika jatuh di pelukannya.


Jelas alika terkejut tiba-tiba mendapat perlakuan seperti dari suaminya yang ia kira sedang tertidur pulas.


"Aaaa... Kamu ngagetin aku, jadi kamu tidur nya cuma pura-pura ya..." Pekik alika yang sudah dalam pelukan suaminya.


Lalu alika menggelitiki Romi, membalas perlakuan Romi yang mendekapnya erat.


Romi sampai tertawa histeris menahan rasa geli karena kelitikan dari sang istri, membuat wajah Romi sampai merah padam dan sampai mengeluarkan air mata akibat ulah alika.


Saat alika dan romi sedang berguyon seperti itu, ternyata Fitri mengintip dari sela-sela pintu yang sedikit terbuka.


Ia melihat adegan itu dan merasa sangat cemburu melihat alika mampu membuat Romi tertawa terbahak-bahak.


Sedangkan selama Fitri kenal dengan Romi, dan pernah beberapa kali tinggal bersama belum pernah sekalipun Romi tersenyum kepadanya, padahal Fitri begitu sangat menyukai Romi, dari semenjak ia kecil.


Tapi Romi tidak pernah mempedulikan Fitri, Romi hanya menganggap Fitri sebagai anak Bu sari, dan bukan siapa-siapa bagi Romi.


Fitri mengeratkan rahangnya dan mengepalkan tangannya menahan rasa cemburunya, napas nya bergemuruh. Ingin sekali ia melabrak Alika yang telah berhasil mengambil hati Romi pujaannya.


Tapi ia tahan, karena ia sadar bahwa Fitri memang tidak punya hak untuk melakukan hal itu.


...


Alika masih saja melakukan aksinya sebab merasa kesal berpikir Romi telah menjahilinya "Rasain ya kamu, abis nya udah menjahili aku, pura-pura tidur dan malah bikin aku kaget, dengan tiba-tiba malah meluk ku!" Dumelan alika.


"Oke,,,, aku nyerah honey,,, udah hentikan!" Pekik Romi di sela-sela tawanya.


Dan akhirnya Romi berhasil mencekal lengan alika dan menidurkan alika dengan posisi terlentang, sekarang posisi alika di bawah tubuh Romi dengan di kunci dua tangan nya oleh tangan Romi sehingga alika tidak bisa bergerak, kini Romi yang balik menjahili alika dengan leluasa Romi menciumi wajah alika dengan gemesnya dan bertubi-tubi.

__ADS_1


"Rasain kamu ya, terima hukuman dariku, ciuman mematikan yang bikin kamu ketagihan...!" Gumam Romi penuh semangat dengan terus memberikan ciumannya.


Alika meronta-ronta dan memberontak...


Sabil tertawa lepas dan sama seperti Romi wajah alika pun sampai memerah dan mengeluarkan air mata.


"Cukup m'y honey... Aku nyerah!" Pekik alika. tapi tak di gubris oleh Romi.


Dan Akhirnya tubuh alika melemah kehabisan tenaga sebab Romi begitu bersemangat membuat alika kelelahan mengimbangi tenaga Romi,


Saking terlalu bersemangatnya Romi lupa kalau alika sedang hamil, dan begitu paniknya Romi saat menyadari kondisi alika.


"Honey,,, bangun honey,,, ya tuhan honey maafkan aku honey!" Romi panik bukan main.


dan berusaha untuk menyadarkan alika.


Saat Romi sedang lengah alika bergegas bangkit dan mendorong tubuh Romi sampai membuat tubuh Romi terjengkang.


Alika berlari ke arah pintu Sabil berucap "Tapi bohong... week!" Sambil menjulurkan lidahnya ke arah Romi, untuk meledek Romi.


Ternyata alika hanya pura-pura melemah agar Romi menghentikan aksinya dan siasat alika berhasil.


"Sial! Aku udah panik setelah mati, syukurlah jika kamu baik-baik saja" gumam Romi ketika melihat aksi alika, tapi Romi merasa lega kondisi alika tidak seperti yang ia khawatirkan. Romi pun bangkit untuk mengejar alika.


Tapi ketika alika menarik pintu saat akan keluar alangkah terkejutnya alika melihat ada seseorang di depan pintu dengan ekspresi wajah penuh emosi, membuat alika sangat terkejut.


"Fitri...!" Seru alika dan terhenti.


Fitri pun sangat terkejut ia tidak menyangka bahwa alika akan keluar saat itu, lalu Fitri mundur beberapa langkah setelah alika menegur nya.


Wajah Fitri berubah pucat pasih karena tertangkap basah sedang mengintip dan menguping, kemudian ia menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan kegugupannya.


Romi yang mengejar alika langsung memeluk alika dari belakang karena alika sedang terhenti di depan pintu "Kena kau..." Seru Romi merasa menang karena berhasil menangkap alika, tanpa tau apa yang menyebabkan alika menghentikan langkahnya.


Tapi alika tak memberikan respon apapun kepada Romi, ketika Romi bergelayut manja menciumi tengkuknya.


"Kenapa honey, ada apa dengan mu?" Tanya Romi merasa aneh dengan sikap alika.


Kemudian Romi melihat ke arah depan dan akhirnya Romi melihat Fitri berdiri mematung sambil tertunduk.


"Fitri..." Gumam Romi.


"Sedang apa kau disini?" Sambung Romi.


Mendapat pertanyaan dari Romi, Fitri gelagapan.


"S-sa-saya di-di s-su-suruh i-ibu un-untuk memang-gil tu-tuan d-an no-na, un-untuk se-segera sarapan" saking gugupnya Fitri bicara pun sampai terbata-bata.


"Kamu kenapa kok aneh sekali...?" Romi merasa heran melihat gelagat Fitri.


"Maaf tu-tuan, saya hanya menjalankan perintah dari ibu, katanya makanannya keburu dingin" Fitri mencari alasan agar Romi dan alika tidak curiga kepadanya.


"Oo ya sudah ayo honey" Romi tidak mau ambil pusing dengan gelagat Fitri yang mencurigakan.

__ADS_1


Tapi tidak dengan alika, dalam hatinya alika merasa ada yang aneh dengan Fitri sebab alika melihat jelas ekspresi wajah Fitri saat alika memergokinya, wajahnya penuh amarah.


__ADS_2