
Setelah alika dan Carlos pergi, Romi langsung bersiap untuk pulang, padahal jadwal pulang semua nya nanti sore.
Sementara di perjalanan pulang Romi mengingat semua tentang pertama kali pertemuan nya dengan ayah Bayu, ayah nya Alika.
Dan setelah mengingat semua momen bersama ayah Bayu, dan anak perempuan yang ia tolong beberapa belas tahun lalu,,, Romi begitu penasaran benarkah anak perempuan itu Alika.
Romi pun ingin memastikan nya sendiri.
" Pak Edy kita jenguk Bu sari,,,!" Ucap Romi menginteruksi, karena Romi ingin mencari kebenaran nya.
" Ke rumah Bu sari,,,? Sekarang tuan,,,?" Tanya pak Edy memastikan.
Karena memang sebentar lagi mereka akan sampai rumah.
" Bukan,,,! Besok,,,! Ya sekarang lah...! " Romi kesal mendengar pertanyaan pak Edy
" Ya... Maaf kan saya tuan " ucap pak Edy
Dan langsung memutar arah.
...
Sementara alika dan tuan carlos tiba di rumah nenek ceri, dan mereka berdua segera turun dari mobil untuk menemui nenek dan kakek ceri terlebih dahulu.
Tuan Carlos sudah meminta izin kalau hari ini, dia akan membawa ceri jalan - jalan bersama rekan nya.
Nenek dan kakek ceri mengizinkan dan ceri pun sudah bersiap karena nenek, kakek, nya sudah memberi tau nya juga.
Saat turun Carlos memencet bel, pintu di buka kan oleh nenek ceri, dan beliau begitu terkejut melihat Alika...
" Refa..." Ucap nenek ceri.
" Bukan mom...!" Ucap tuan Carlos
" Kenapa dia mirip sekali dengan Refa...?" Ucap nenek ceri.
Tuan carlos menceritakan bahwa ia pun mengira begitu saat pertama kali melihat Alika.
Dan menjelaskan bahwa alika rekan bisnis nya, yang bekerja dan tinggal bersama Romi.
" Oo begitu...! "Nenek dan kakek ceri merasa tidak percaya.
Saat turun Carlos menjelaskan siapa Alika.
Sementara itu alika di minta langsung menemui ceri di kamar nya karena sedang bersiap - siap.
__ADS_1
Setelah siap alika dan ceri pun segera menemui tuan Carlos dan nenek, kakak ceri.
Lalu mereka pun segera pamit untuk pergi jalan-jalan, ceri terlihat sangat ceria, dan senang bisa bertemu dan jalan-jalan dengan alika.
Membuat nenek dan kakeknya pun ikut senang dan percaya kalau alika orang baik.
Tuan carlos sudah menjadwalkan akan berkunjung kemana saja mereka di acara liburan itu.
Pertama mereka pergi makan siang, karena sudah waktu makan siang, mereka makan dengan menu baso, sesuai janji alika, setelah itu turun Carlos mengajak ceri dan alika renang karena ceri sangat suka permainan air, tapi alika hanya menemani, bukan karena alika tidak suka air atau tidak ingin berenang tapi karena alika sedang datang bulan.
Dan acara selanjutnya makanan-makan lagi, menu berikut nya ceri ingin makan seblak karena ia penasaran dengan jalan itu dan sesuai janji alika mereka pun mengikuti semua permintaan ceri...
Kebersamaan mereka terlihat begitu harmonis layaknya seperti sebuah keluarga kecil yang sangat bahagia.
alika menemani, mengawasi, mengurus ceri, layaknya seorang ibu mengurus putri nya, membuat tuan carlos begitu mengagumi Alika.
Semua berjalan sesuai jadwal yang sudah di susun tuan carlos agar ceri benar-benar merasa senang dan puas bermain bersama alika...
...
Sementara Romi tiba di rumah bu sari dan menceritakan kalau alika adalah gadis kecil yang ia tolong beberapa belas tahun lalu, dan ia ingin memastikan kebenaran nya.
Dengan mengajak Bu sari, untuk cekup kesehatan nya, patah tulang nya kepada nenek Diah, (nenek alika) dan memang nenek Diah yang menangani cedera patah tulang Bu sari dari awal.
Dan Busari harus melewati tahap-tahap penyembuhan dengan selalu di control nenek Diah, dengan memberikan ramuan herbal dan dengan sentuhan pijatan nya.
Mendengar cerita Romi, dan permintaan tolong Romi untuk membuat nya mencari tahu kebenaran tentang alika Bu sari sangat bersedia untuk membantu Romi, dan langsung mengiyakan ajakan Romi mengunjungi rumah nenek Diah, untuk mencari tahu kebenaran.
Kurang lebih 30 menit mereka menempuh perjalanan menuju rumah nenek Diah, akhir mereka sampai di rumah itu, rumah bernuansa klasik, dan sederhana.
Merek pun turun dari mobil, karena Bu sari masih kesulitan untuk berjalan karena cedera nya baru 50 persen kesembuhan nya, Romi memapah Bu sari menuju teras rumah itu, lalu mendudukkan Bu sari di kursi yang ada di teras itu, sementara Romi mengetuk pintu.
" Tok... Tok... Tok..." Suara Pintu di ketuk.
"Assalamualaikum...!!! " Romi memberi salam
Tak lama terdengar jawaban dari dalam rumah.
" Walaikum salam...!!!" Jawab nenek Diah dan membukakan pintu
Di persekiandetik nenek Diah terbengong mengingat wajah yang tampak di balik pintu, rasanya ia pernah melihat wajah itu.
Dan tak lama nenek diah pun mengingat nya.
"Anda tuan muda...? " Tanya Nenek Diah yang merasa heran dengan kedatangan Romi.
__ADS_1
Nenek diah langsung celingukan mencari keberadaan cucunya nya yaitu Alika
" Iya,,, saya nek!" Jawab Romi
" Dimana alika...?" Tanya Nenek Diah karena dia tidak melihat keberadaan alika di sana
" Maaf nek !,,, Saya kesini membawa Bu sari untuk control patah tulang nya " Jawab Romi belum menjelaskan keberadaan alika.
Nenek Diah langsung menghampiri Bu sari yang tengah duduk di kursi teras nya.
Sambil berucap
" Mengapa repot-repot datang kemari...? Kan bisa nya saya yang ke rumah Bu sari, lagian ini kan belum waktunya nya Bu sari control,,,!" Ucap nenek Diah
Belum juga Bu sari menjawab Romi mendahului nya.
" Saya nek,, yang ingin membawa bu sari ke sini, kebetulan saya sedang ada urusan di sini, jadi saya berkunjung ke rumah Bu sari dan ingin memastikan kesehatan Bu sari, saya juga ingin tahu perkembangan cedera patah tulang Bu sari, sudah berapa persen kesembuhan nya !" Jawab Romi memberikan alasan kedatangan mereka ke sana,
" Oo... Ya udah,,, mari masuk!!! " Nenek diah mempersilahkan
Lalu Romi menghampiri bu sari dan membantu Bu sari dengan memapahnya nya lagi untuk masuk kedalam rumah.
Setelah di rang tamu, nenek mempersilahkan mereka untuk duduk dan nenek pamit ke dapur untuk membuat kan minum untuk mereka berdua.
Saat sedang duduk menunggu nenek Diah membuat kan minum.
Mata Romi Terpaku kepada sebuah pigura foto keluarga ayah Bayu.
Dan benar di foto itu ayah Bayu, bersama nenek diah, istri, kedua putra nya dan seorang putri bungsunya yaitu alika.
Tanpa berkata apapun kepada Bu sari, Romi bangun dari duduknya dan menghampiri pigura tersebut, dengan ekspresi wajah yang sangat tercengang melihat kebenaran yang ada di depan mata nya.
Rasa tidak percaya tapi ini nyata...
Saat di depan pigura mata Romi pun terpaku kembali melihat foto berukuran 5R, yang terpajang dekat foto keluarga tersebut, yang terdapat wajah gadis kecil yang ia tolong belasan tahun lalu. karena posisi foto ukuran 5R itu agak bawah dan romi bisa menggapai nya, ia pun mengambil dan menggenggam foto itu dengan kedua tangan nya dan benar terlihat jelas wajah gadis kecil itu adalah gadis kecil yang Romi tolong dulu.
Romi masih mengingat wajah itu yang kerap hadir di mimpi nya, walaupun pertemuan itu singkat, tapi Romi tidak pernah melupakan nya karena itu awal Romi mengenal ayah Bayu, dan awal Romi merubah pola pikir nya.
Yang awalnya Romi membenci hidup nya, dan keluarga nya, pola pikir nya penuh dendam, saat sebelum bertemu dengan ayah Bayu, saat mengenal ayah Bayu Romi bisa berdamai dengan keadaan, menerima keluarga nya dan bisa hidup dengan tenang.
Maka dari itu Romi sangat menghormati ayah Bayu, dan menganggap nya seperti ayahnya sendiri.
Saat Romi sedang terpaku, karena sangat syok menerima kenyataan alika adalah gadis itu, putri dari ayah Bayu, dia pun mengingat semua perlakuan buruk nya kepada alika itu yang membuat Romi terpukul dan menysalinya.
Romi di kaget dengan suara nenek Diah yang mengatakan...
__ADS_1
" Itu foto istri mu, saat dia berusia 4 tahun " ucap nenek diah karena melihat Romi sedang memegang foto kecil alika
Membuat Romi terhenyak dan menyadari bawah ia sedang bertamu dan beralasan mengantar Bu sari control, bukan untuk mencari kebenaran tentang alika.