
Di beda kota, di mana Andi berada...
Di pagi hari, Nina menemui Andi yang sedari kemarin ia rawat di kamar nya.
"Selamat pagi mas Andi!" Sapa nina sembari menyibakkan gorden di kamar Andi.
Andi yang masih terlelap merasakan silau karena sorot matahari yang tembus dari jendela kamar nya, karena ulah Nina yang dengan sengaja menyibakkan gorden, sebab pagi yang hampir siang matahari pun sudah mulai naik hampir di atas kepala, menurut Nina alangkah baiknya gorden di buka dan memang sudah menjadi kebiasaan dan memang harusnya begitu.
"Mmm" Gumam Andi dengan mengerutkan keningnya dan dengan mata yang masih tertutup.
"Mas Andi ayok bangun! buruan mandi biar seger aku udah siapin air hangatnya tuh! untuk mas Andi mandi, aku mau menyiapkan sarapannya dulu, nanti aku bawa ke kamar apa di meja makan aja?" tanya Nina mengintruksi dan memastikan.
"HHmm" Tapi hanya itu jawaban dari Andi membuat Nina kesal lalu pergi menuju dapur berniat menyiapkan sarapan untuk Andi.
Sebenarnya tugas Nina masih sebagai ART peribadi Romi, menggantikan alika, Bu sari kini di tugaskan tinggal di villa milik Romi di kota kelahiran Bu sari yang masih satu kota dengan alika, karena Bu sari sudah tau, Bu sari pun pernah mengutarakan ingin pensiun.
jadi Romi mempermudah pekerjaan Bu sari, hanya di minta menempati villanya.
Karena tuannya sedang liburan jadi pekerja Nina tidak begitu sibuk, andai saja Nina punya keluarga layaknya orang - orang pada umumnya, Nina mungkin akan manfaatkan waktu senggangnya untuk pulang berkumpul dengan keluarganya.
Tapi anehnya Nina, semenjak Bekerja di kediaman keluarga Rahardian tak pernah sekalipun ia meminta izin untuk pulang kampung untuk bertemu dengan keluarga nya, bahkan pas libur hari raya pun Nina lebih memilih lembur dengan bayaran bekali lipat dari pada memilih mudik seperti rekan nya yang lain yang sama-sama ART di kediaman keluarga Rahardian.
Seluruh penghuni rumah Rahardian Termasuk para ART tidak pernah ada yang tau dengan alasan Nina mengapa ia bersikap demikian.
Seperti kali ini saat tuan nya sedang berlibur, harusnya Nina pun ikut libur, tapi Nina malah memilih untuk merawat Andi dan menjadi ART peribadi Andi semtara Romi dan alika liburan.
Itu pun tanpa di minta oleh Andi, Nina ingin melakukan nya sendiri.
Setelah selesai membuat Sarapan Nina langsung membawakan nya kekamar Andi, Nina melihat Andi masih anteng di tempat tidur nya, tapi ketika Nina membawakan Sarapan untuk nya, Indra penciuman nya menangkap bau harum masakan yang seperti nya sangat lezat, dan Kontan saja! membuat perut Andi terasa perintah melilit karena cacing - Cang di perut nya seakan sedang berdendang , memaksa mata yang masih ingat terlelap akhirnya terbuka dan Andi pun terbangun.
"Aah, kamu ganggu tidur saya aja!" Seru Andi, lalu mendengus kesal
"Hmm, di kasih perhatian malah tidak tau terimakasih, ya udah di makan sukur gak di makan terserah!" Dengan kesalnya Nina pergi meninggalkan Anda yang masih setengah sadar.
"Oya, kalau butuh apa - apa jangan panggil saya, panggilan aja ATR lain!" Seru Nina yang hendak keluar
"Dih ngambek ni ye cerita nya, kepedean lu mana ada saya bakal nyari - nyari kamu" Jawab Andi merasa tidak level dengan Nina
Andi beranjak dari tempat tidur nya, ia bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, Setelah itu Andi langsung menyantap makanan yang sudah di hidangkan oleh Nina di atas meja di kamarnya, Nina pun menyiapkan obat yang harus Andi minum.
setelah mengkonsumsi makanan dan obatnya, Andi keluar dari kamar nya, Andi mengitari seluruh rumah, ruang keluarga, ruang tamu, meja makan, dapur, terasa depan, teras belakang sampai ke taman rumah.
"Rumah apa kuburan ya kok sepi banget sih" Andi bicara sendiri.
Ada beberapa orang ART yang sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing.
Andi malah teringat kepada seluruh anggota keluarga nya,
"duh buset deh! ngenes banget hidup gue, dah jomblo, sakit, di tinggal liburan lagi sama semua orang, Adek Ama kakak gue liburan ke Bali, mama, sama papa lagi tugas di luar kota! gue ngerasa hidup sebatang kara, ini kali ya! yang di sebut JONES (jomblo ngenes)" Andi terus saja merutuki dirinya sendiri.
Dan tiba-tiba iya teringat kepada Nina.
"Eeh Nina kemana ya kok sedari tadi aku gak liat dia" Andi masih bicara sendiri, dan baru saja menyadari bahwa Nina tidak ada di rumah, karena Andi sudah berkeliling mengitari rumah, Sedangkan ART lain Romi berpapasan dengan mereka semua tetapi mengapa Nina malah tidak terlihat.
Andi begitu penasaran, dan bertanya kepada ART lain di mana keberadaan Nina.
Salah satu dari ART menjawab bahwa Nina sedang pergi kuliah.
"Apa Nina kuliah!" Seru Andi tak yakin dengan pendengaran nya.
__ADS_1
Semua ART mengiyakan nya untuk meyakinkan Andi bawah Nina memang kuliah dan hampir lulus sebentar lagi.
"Sejak kapan Nina kuliah?" Tanya Andi kepada para ATR yang sengaja ia kumpulkan untuk sekedar menanyakan keberadaan Nina.
"Sudah sejak lama mas semenjak ia datang ke sini Nina sudah jadi mahasiswa, iya bekerja di sini untuk membiayai kuliah nya, dia udah mau lulus loh mas kuliah nya" Terang salah satu dari ART.
"Ambil jurusan apa dia?" Tanya Andi lagi
"Kita kurang tau mas, tapi kalau gak salah dia ambil jurusan hukum deh" jawab salah satu ART
"Wah,,, hebat dong dia nanti jadi pengacara, bagus tuh dibikin judul novel, ART naik pangkat jadi pengacara" Andi malah seakan mengejek Nina.
Semua ART sedikit tertawa mendengar guyonan Andi, kemudian Andi membubarkan semua ART untuk kembali bekerja.
Tapi dalam hatinya Andi merasa yakin dengan kecurigaan nya kepada Nina, bawah Nina bukan ART bisa pada umumnya.
Saat Andi sedang termenung sendiri, tiba-tiba saja yunas datang, Andi langsung ketar-ketir lari kedalam kamar nya untuk bersandiwara, bahwa dirinya masih sakit, karena yunas datang pasti hanya untuk memaksanya agar berangkat kekantor untuk bekerja, Andi benar-benar merasa malas sekali harus berkutat dengan setumpuk pekerjaan, hanya duduk diam memandang layar laptop sambil memutar otak mempelajari, dan memeriksa angka-angka yang terjejer di layar laptop yang tak tau berapa nominal nya.
Andi menyebutkan nominalnya saja tak tau berapa, Karen di belakang koma terdapat beberapa koma lagi dan dengan bilang yang berbeda di setiap kolom yang. membuat Andi pusing dan oleng karena nya.
yunas berkunjung ke kediaman keluarga Rahardian memang untuk menemui Andi.
Yunas pun bertanya kepada salah satu ART, tentang kondisi Andi, dan ART tersebut mengatakan bawa Andi sudah baik-baik saja,
lalu ART mengantar Yunas kekamar Andi untuk menemui Andi.
Tapi apa yang di lakukan Andi, ia malah berlaga sedang menggigil tak karuan, dengan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Mas Anda kenapa, perasaan tadi anda baik-baik aja" Seru ART khawatir melihat Andi sedang menggigil.
"Ya emba, barusan aja kok saya mengigil nya, sst," Ucap Andi dengan sandiwara nya
yunas malah mencibirkan bibir nya tidak percaya dengan ucapan Andi, karena yunas sudah tau Andi pasti memang sedang bersandiwara.
"Ya" Andi sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Padahal saya kesini ingin memberikan..." yunas
"Hm, pasti pekerjaan" Batun Andi menebak sambil mencibir
"Saya ingin memberikan ini, tiket pesawat untuk pergi berlibur menyusul kakak dan adik anda!"
yunas sengaja mendramatisir ucap nya untuk mengerjai Andi
"Apa!" Andi langsung bangun, terduduk terkejut setelah mendengar ucapan yunas,
"Ya tapi karena anda sedang sakit berarti Tike ini biarlah untuk saya dan istri saya yang berangkat" yunas sengaja mengerjai Andi
"Hey mana bisa seperti itu, sini kebalikan, orang saya sudah tidak apa-apa kok!" Andi berlaga sewajarnya memang ia tidak sakit.
" Itu tadi apa (yunas menekankan sandiwara yang di lakukan oleh Andi), ya dari pada mubazir biar saya saja yang berangkat liburan bersama istri saya" yunas sengaja menggoda Andi.
"Gak bisa, sini balikin, pak yunas...!" Andi
yunas malah makin menggoda Andi enggan memberikan nya
Andi menghampiri yunas dan berlaga akan meninjau pak yunas dengan kepalan tangannya, yang Andi angkat mengarah ke wajah pak yunas.
"okeh, okeh, woles,,, lagian beraninya mau ngadain saya anda" Gumam yunas
__ADS_1
"Ni barangkali sana liburan!"ucap yunas sambil memberikan dua tiket pesawat kepada Andi
"Kok dua psk Yunas?" tanya Andi bingung.
"Ya dua karena anda tidak berangkat sendiri, anda akan berangkat bersama Nina" Terang pak yunas
"Nina!" Andi mengulang nama Nina untuk meyakinkan
"Ya Nina, sebenarnya tuan Romi ingin Nina yang berangkat untuk menemani dan melayani nona alika selama liburan, karena telah terjadi sesuatu yang menyebabkan nona alika di rawat di rumah sakit di sana!"
"Apa" pekik Andi kaget
"Saya kurang tau apa penyebab nya, tapi menurut informasi yang dapat kan seperti itu!" Yunas
"Ya, jadi tuan Romi ingin Nina menyusul ke sana, untuk membatu tuan Romi menjaga nona alika selama liburan!" terang yunas
"kapan kami berangkat?" tanya Andi
"menurut jadwal ya sore ini" Jawab yunas
"okeh!" Andi.
Setelah itu yunas kembali ke kantor dan mengurus semua pekerjaan yang di tinggalkan oleh seluruh anggota keluarga Rahardian yunas lah yang kini mengambil alih semua kekuasaan.
.
.
Setelah andi lama menunggu, akhirnya Nina
datang juga.
"Akhirnya kamu datang juga" Ucap Andi menyambut kedatangan Nina.
"Ada apa tumben sekali aku pulang di sambut seperti ini" Nina curiga ada yang tak beres
"Jangan banyak bertanya, bereskan cepat barangmu, kita pergi dari sini sekarang juga" Andi bicara tanpa ekspresi, membuat Nina benar-benar merasa bingung.
"Apa! memang apa salah saya sampai di suruh pergi, apa hak anda, tuan saya tuan Romi jadi hanya di yang bisa mengusir saya dari sini" Nina tak terima di suruh pergi.
"ini perintah Romi Nina, jika tidak percaya hubungi dia sekarang juga!" Andi
Lalu Nina menghubungi Romi untuk memastikan kebenaran nya.
sambungan telepon pun langsung tersambung.
"hello,,, tuan!" Nina
"Ya Nina, apa kamu sudah pergi...!" ucap Romi terhenti karena Nina langsung memotong ucapan nya
"APA" pekik Nina kaget
"hiks, hiks... tuan apa salah saya, kenapa saya di usir dari rumah, jangan usir saya tuan saya sangat membutuhkan pekerjaan ini, saya mohon tuan" Ucap Nina memotong ucapan Romi, dengan terus menangis
"Di usir, Nina siapa yang mengusir mu,,?" Romi
Andi malah mengulum senyum karena merasa telah berhasil mengerjai Nina.
.....
__ADS_1
Hay kawan,,, mohon 🙏 dukungannya, tinggalkan jejakmu dengan cara like, vote, komen, di setiap bab nya ya.
Sertakan juga bintang lima nya, buat penyemangat untuk agar lebih rajin sering up terimakasih 🙏🙏🙏