Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 132


__ADS_3

Jalan cerita manusia beda - beda tidak ada yang selama nya mulus dan datar, tetap saja akan menemui tanjakan, belokan, tikungan tajam, jalan berlubang, jalanan licin, berlumpur, kerikil - kerikil tajam, semua bisa membuat terluka dan berdarah jika manusia itu sendiri tidak bisa mengendalikan dan menguasai jalan itu sendiri.


Sama halnya seperti jalan cerita keluarga, Rahardian, dan keluarga Erlangga, memiliki jalan cerita yang berbeda meskipun sebenarnya mereka punya keterkaitan.


....


"Apa benar kamu Edytha Erlangga, putra dari Seno Erlangga?" Mama Ranti bertanya untuk memastikan.


Apa Edytha ini benar anak yang selama ini ia cari, karena sebelum mama Ranti menikah dengan papa Bagas, ia sudah menikah terlebih dahulu dengan seorang yang bernama Seno Erlangga, dan memiliki satu orang putra yang ia beri nama Edytha, dan Kisah yang di ceritakan oleh Tante Merry sungguh mirip dengan kisah hidupnya sekitar 20 tahun silam.


"Ya Bu, saya Edytha Erlangga, putra dari Seno Erlangga dan ibu saya berna Ranti Kirani" Tegas Edytha


Tubuh mama Ranti gemetar setelah mendengar nya.


"Apa buktinya, untuk meyakinkan kami!" Kali ini papa Bagas yang bicara


Edytha membuka dompet lipat nya dan mengambil selembar photo yang selalu ia bawa kemana pun ia pergi dan itulah satu-satunya kenangan ia bersama kedua orang tua nya.


Edytha menyodorkan selembar photo itu kepada papa Bagas, lalu memberikan nya kepada mama Ranti setelah papa Bagas melihat nya.


Kali ini mama Ranti sudah tidak bisa menopang tubuh nya lagi karena terkulai lemas setelah melihat photo seorang anak laki yang selama ini ia cari, berpose bersama Seno Erlangga lelaki yang sangat ia cintai dulu, bahkan gambar dirinya pun tertera di photo itu.


"Kau putra ku,,,, 🥺" Gumam mama Ranti


Semua merasa bingung dengan kejadian yang mereka saksikan, bahkan Romi dan adik - adiknya pun tidak tau apa yang sebenarnya terjadi.


"Mah, sebuah pengakuan, dan sebuah foto saja tidak cukup untuk membuktikan bahwa benar ia anak yang selama ini kita cari" papa Bagas masih belum merasa yakin.


"Silahkan lakukan tes DNA jika perlu, saya siap tuan!" Edytha seakan menantang papa Bagas, karena ia merasa di tuduh sedang berbohong.


"Tidak perlu tes DNA tunjukkan saja tanda lahir di pinggang mu, Edytha putra ku memiliki tanda lahir di pinggang sebelah kiri nya berwarna merah" Karena ia yang melahirkan nya mama Ranti hapal betul dengan tanda lahir itu.


Tanpa ragu Edytha menunjukkan tanda lahir yang milik nya sesuai dengan apa yang mama Ranti maksud.


Mama Ranti langsung berusaha meraih tujuan Edytha dan memeluk nya sambil menangis tersedu-sedu setelah melihat tanda lahir itu.

__ADS_1


ternyata putra yang selama ini ia cari- cari berada dekat dengan nya.


pantas saja, setiap melihat pak Edy mama Ranti selalu teringat putra pertama nya.


Mama Ranti selalu memperhatikan pak Edy dalam diam karena mama Ranti merasakan perasaan yang berbeda ketika melihat pak Edy.


begitu pun dengan Edytha ikut menangis dalam pelukan wanita yang selama ini cari dan sangat ia rindukan ya itu ibu nya (mama Ranti).


"Kamu putra ku! maaf mama nak! ternyata hidup mu begitu menderita nak!" Mama Ranti seakan menyesali atas semua yang di alami Edytha di masa kecilnya.


"Percayalah mama tak henti - hentinya mencari keberadaan mu, tapi mama sama sekali tidak menemukan titik terang tentang mu nak, sampai mama mendapatkan informasi tentang kecelakaan yang di alami papa mu, ia tewas dalam kecelakaan bersama keluarga nya dan semua korban kecelakaan di nyatakan meninggal dunia, dengan demikian pencarian mama terhenti, karena kami pikir kamu ikut jadi korban dalam kecelakaan tersebut, itu pun karena pencarian kami menemukan jalan buntu, sama sekali tidak ada lagi informasi tentang keluarga Erlangga selain tentang kecelakaan dan kematian seluruh keluarganya" Terang mama Ranti kepada Edytha.


Jelas saja tidak ada lagi informasi tentang keluarga Erlangga setelah kematian mereka, karena Merry lah yang melakukan nya, seolah - olah seluruh keluarga Erlangga telah tiada dalam kecelakaan itu sehingga tidak ada lagi yang mencari tau tentang keluarga itu dan seluruh kekayaan nya, karena Merry membuat seolah perusahaan, ( kekayaan) keluarga Erlangga bangkrut, dan ia yang telah membeli semua aset nya lalu menjualnya kembali kepada orang lain.


Edytha mengerti dengan apa yang di jelaskan oleh mama Ranti, ia tidak menyimpan dendam sama sekali dengan mama Ranti sebagai ibu yang tak pernah merawatnya.


Karena Edytha sudah tau semua kebenaran tentang ibunya mengapa ia tak mengurusi nya. dari semua informasi yang selama ini ia dapat kan selama pencarian nya.


"Mah sebenarnya ada apa ini, kenapa pak Edy ini bisa jadi anak mama?" Tanya Romi yang belum begitu paham.


"Romi Edytha ini Kakak mu nak, kakak satu ayah dengan mu,,,!


"Apa! " Pekik Romi


Lalu, papa Bagas yang menjelaskan, bahwa ketika Seno meninggalkan Ranti saat itu ternyata Ranti sedang mengandung baru menginjak 2 Minggu, setelah usia kandungan dua bulan baru lah Ranti menyadari kehamilan nya, Rantai tidak memberi tau Seno tentang kehamilan nya karena merasa akan sia - sia saja, Seno telah kembali ke kota nya bersama keluarga nya dan mengasuh putranya pertama mereka di sana, Seno pun sedang mempersiapkan pernikahan nya dengan wanita pilihan keluarga nya.


Ranti memilih untuk tidak memberi tau kan kehamilan nya.


Dan karena Seno telah meninggal kan nya, Ranti mulai bingung dengan setatus nya yang janda tapi ia sedang mengandung apa kata orang tentang nya mereka akan bertanya - tanya siapa ayah dari anak nya, sementara suaminya telah meninggal kan nya.


Bagas sahabat nya sekaligus sahabat seno saat kuliah. melihat gelagat Ranti mengerti kalau Ranti sedang kebingungan, lalu bertanya ada apa dengan nya, kemudian Ranti menceritakan tentang kondisi nya.


Karena ia pun telah menerima amanat dari Seno, sebelum meninggal kan Ranti, Seno telah menitipkan Ranti kepada nya, Bagas merasa bertanggung jawab atas apa pun yang terjadi kepada Ranti. lalu ia bersedia untuk menikahi Ranti saat itu, dengan sarat untuk tidak menyentuh Ranti sampai Ranti melahirkan dan melakukan ijab qobul lagi setelah nya jika mereka ingin meneruskan pernikahan itu. iya seperti sebuah kesepakatan untuk identitas si bayi nanti setelah lahir.


Setelah anak itu lahir yaitu Romi, Ranti dan Bagas sepakat untuk membina rumah tangga yang sesungguhnya, karena sebagai perempuan Ranti sungguh - sungguh sangat membutuhkan sosok lelaki bertanggung jawab seperti Bagas dalam hidupnya, Bagas banyak membantu nya, membantu menjalankan bisnis yang di tinggalkan Seno, dan membantu mencari anak yang Seno bawa Ranti ingin mengambil nya dan mengasuh nya, saking sibuknya Ranti dan Bagas menjalankan bisnis yang di tinggalkan Seno dan mencari keberadaan Seno dan anak pertamanya, Ranti sampai melalaikan tugas nya sebagai ibu dari Romi.

__ADS_1


Itulah alasan sebenarnya mengapa Romi lebih dekat dengan Bu sari, dan romi merasa di telantarkan oleh kedua orang tua nya.


Meski sesungguhnya mama Ranti dan papa Bagas sangat menyayangi Romi.


"Jadi aku bukan anak kandung papa?" Tanya Romi.


Mama Ranti dan papa Bagas mengangguk kan kepala nya, lalu mereka memeluk Romi dan memohon maaf karena kesalahan atau kesibukan mereka Romi pun merasa di telantarkan.


Merry begitu sok mengetahui kebenaran tentang ibu kandung Edytha ternyata Ranti, rekan bisnis. lalu Merry bersujud memohon maaf kepada Ranti karena telah begitu jahat kepada putranya. Merry benar - benar menyesal semua perbuatan nya.


"Jadi, Romi adalah kakak ku?" Gumam Tasya tak percaya, dan semua mendengar nya.


"Oo tuhan, apa jadinya jika aku berjodoh dengan nya" sambungan Tasya jika ia berjodoh dengan Romi, mengingat Tasya dulu sangat mencintai Romi.


"Ini hikmah nya, kenapa saya sama sekali tidak tertarik kepada mu..." Ujar Romi dingin.


Romi pun menghampiri pak Edy dan memeluk nya.


"Saya sungguh tak menyangka ternyata anda adalah kakak sedarah daging ku!"


"Ya tuan," Padahal Edytha telah tau sedari dulu jika Romi adalah adiknya, tapi tidak tau jika Romi adalah adik sedarah daging nya.


Pantas saja Edytha sangat menyayangi Romi, tidak seperti kepada Andi dan Kania meski tau mereka berdua adiknya tapi perasaan nya tidak sedang kepada Romi, Edytha begitu mengagumi sosok Romi, yang cerdas, tegas di usia muda nya sudah berhasil dalam bisnis nya.


Merry pun mengutarakan menyerahkan semua aset milik keluarga kepada Edytha dan Romi untuk mereka lah yang mengelola nya, dan meminta mereka berdua agar menerima dan menyanyi Tasya layak nya adik kandung mereka, karena setelah kepergian nya nanti Tasya sebatang kara.


Merry seperti sedang meninggalkan amanat terakhir nya, ia begitu lega telah melepaskan beban yang selama ini ia pendam.


semua terharu dan ikut menangis menyaksikan terungkap nya kebenaran yang selama puluhan tahun itu terungkap.


....


jangan lupa ritual nya ya tinggal kan jejak mu dengan cara like, vote, komen...!!!


terimakasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2