Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 170


__ADS_3

Hari ini Romi sudah kembali beraktivitas seperti biasa, kembali bekerja seperti biasa, bahkan lebih sibuk dari biasanya, setumpuk pekerjaan sudah menanti nya.


Romi kembali menjadi Romi yang tegas dan dingin saat sudah berada di kantor, membuat pekerjaan menjadi, sangat segan kepadanya.


Yunas langsung menyambut kedatangan Romi "Selamat pagi tuan!" Sapa Yunas sambil menunduk hormat.


"Selamat pagi..." Jawab Romi singkat.


Lalu langsung berlalu ke ruangannya, di ikuti oleh yunas dengan membawa setumpuk berkas untuk Romi pahami.


Romi duduk di kursi kebesarannya meskipun begitu terasa empuk dan nyaman tapi tak jarang Romi pun merasa jenuh mendudukinya, karena rasa lelah menghabiskan waktu duduk di sana.


"Apa saja jadwal pekerjaan saya hari ini yunas?" tanya Romi ketika sudah duduk.


"Hari ini, tidak ada kunjungan tuan,,, hanya berkas-berkas ini saja yang meminta jari-jari anda menari di atasnya" Ucap yunas dengan leluconnya.


"Ya setelah beberapa waktu tidak masuk kerja, jari-jariku terasa kaku..." Jawab Romi.


Yunas mulai menjelaskan, semua tentang berkas-berkas apa saja itu.


Romi menganggukkan kepalanya tanda mengerti dengan semua penjelasan yunas.


Setelah selesai menjelaskan semuanya, yunas pamit untuk pergi mengurus pekerjaannya yang lain " Baik tuan, saya permisi dulu,,, Selamat bekerja" Ucap yunas


"Ya silahkan,,," Romi mempersilahkan.


Tapi saat yunas membuka pintu hendak keluar, tiba-tiba ada seorang yang di luar sana yang ingin masuk kedalam ruangan


"Selamat pagi....!" Seru orang itu ketika sudah masuk.


"Robert..." Gumam Romi ketika melihat orang itu.


ya, orang itu adalah Robert, ia datang tidak sendirian. melainkan bersama papinya.


"Ya ini aku, kenapa kamu terkejut melihat ku?" jawab Robert.


"Mau apa kamu datang kesini!" Seru Romi dengan nada suara datar.

__ADS_1


"Aku telah bebas sekarang Romi, papa ku yang membebaskan ku,,, aku datang kesini ingin membuat perhitungan dengan mu karena telah menjebloskan ku ke dalam penjara" Robert bicara penuh dendam


"Semua itu karena salah mu sendiri, mengapa mengusik hidupku" Romi masih bicara dengan nada datar.


"Aku hanya ingin bermain-main denganmu Romi, tapi sepertinya kau malah ketakutan aku mengambil alih perusahaan,,,!" Robert menduga-duga.


"Kau salah, aku melakukan hal itu karena apa yang kau lakukan telah sangat keterlaluan, kau mempermalukan harga diri seorang wanita, aku sebagai suaminya sudah seharusnya melakukan apa yang harus aku lakukan kepada mu.." Penjelasan Romi menerangkan kesalahan Robert.


"Cuih...!" Robert meludah menghina perkataan Romi.


"Bersetan dengan semua ucapan mu..." Sepertinya Robert sudah di kuasai hawa marah bercampur dendam.


Tapi Romi masih sangat santai untuk menanggapinya.


Kemudian tibalah mama Ranti, papa Bagas, dan Andi ke ruangan Romi, karena Yunas telah memberi tau kan mereka lewat pesan whatshApp bawa Robert datang di ruangan Romi dengan membawa amarah.


"Ada apa ini?" Tanya mama Ranti ketika sudah berada di ruangan Romi.


"Selamat pagi, kak, Kakak ipar! bagaimana kabar kalian?" Kali ini papi Robert yang menyapa papa Bagas, dan mama Rantai, dengan basa-basinya.


"Selamat pagi,,, alhamdulilah kabar kami baik" Jawab papa Bagas dan mama Rantai.


"Sudah cukup lama, aku mengurus dan memperjuangkan kebebasan putraku yang telah kalian zalim,,,, harusnya kalian melindunginya membimbingnya dalam usaha yang sedang ia rintis, tapi apa yang kalian semua lakukan, kalian merasa takut Robert akan menggeser posisi kalian mengambil alih perusahaan ini, padahal Robert di sini hanya ingin dekat dengan kalian keluarga ibunya...!" papi Robert bicara penuh penekanan.


"Kalian malah ingin menyingkirkan Robert... dengan memenjarakannya" sambung papi Robert.


"Sepertinya kamu telah salah paham kepada kami" Papa Bagas berusaha untuk menjelaskan.


"Tapi pada kenyataannya memang seperti itu!" papi Robert tetap dengan kesimpulannya.


membuat Romi geram mendengarnya "Ya sudah katakan apa yang kalian inginkan datang kemari!" Romi tidak mau mendengar basa-basi mereka lagi.


"Ya kami ingin menuntut hak Robert di perusahaan ini...!" Papi Robert bicara dengan lantang nya


Romi tersenyum sinis mendengarnya "sudah saya duga " Romi sudah dapat menebak tujuan kedatangan mereka sejak dari awal.


"Silahkan ambil posisi yang kamu inginkan di perusahaan ini!" Romi mempersilahkan Robert untuk memilih posisi apa yang Robert inginkan.

__ADS_1


"Oo terimakasih tuan Romi, anda sungguh baik hati!" Seru Robert penuh sindiran.


Suasana makin tegang dan terasa panas, karena Romi pun mulai terpancing emosi.


Robert makin menantang Romi dengan kata-kata dan tindakannya, tapi Romi berusaha untuk mengendalikan diri.


Karena Sepertinya Robert dan papinya sengaja ingin Romi menyerangnya, dan menjadikan alasan atau bukti untuk membalas Romi memperkarakannya.


Ya memang seperti itu rencana jahatnya Robert dan papinya. untung Romi bisa menebak permainan mereka dan bisa menahan emosi nya.


Karena rencana awal sepertinya tidak berhasil.


maka mereka mengambil langkah selanjutnya yaitu rencana kedua dengan rencana tetap ingin menyingkirkan Romi dari perusahaan.


"Perusahaan ini adalah perusahaan keluarga, ibu saya punya hak yang sama dengan om Bagas, selama ini kami tidak pernah ingin ikut campur dalam perusahaan, karena kami pikir memang Romi lah yang berhak atas semua ini" Robert bicara berbelit


"Sudahlah jangan terlalu berbelit-belit saya tidak punya banyak waktu untuk mendengarkannya" Romi merasa muak mendengar ocehan Robert


dengan tersenyum sinis Robert berucap "Oo tidak sabaran sekali Anda tuan Romi!" Robert meledek Romi.


"Baiklah saya persingkat...!" lanjutnya.


"Kami sudah tau setatus mu (Romi) bukanlah bagian dari kakekku atau keluarga ibuku, jadi kau tidak punya hak mutlak di perusahaan ini, setatusmu tidak ubahnya seperti pekerja lain di sini, jadi karena aku cucu tertua kakak aku ingin posisimu..." terhenti karena papa Bagas naik pitam menghentikan ucapannya Robert.


"ROBERT,,, jaga batasan mu, Romi pemilik sah perusahaan ini dan pemilik sah atas semua aset-aset keluarga, karena dia yang menjalankan dan yang memperoleh semua keberhasilan perusahaan." Pekik papa Bagas.


Mendengar pekikan papa Bagas, Robert bukan nya takut ia malah terkekeh "HAHAHA...." Tawa jahat Robert.


"Saya sudah bilang, iya tak ubahnya hanyalah seorang pekerja di perusahaan ini" Tegas Robert.


"Silahkan ambil posisi saya jika itu membuatmu puasa dan bahagia" Romi mencoba mengalah.


"Oo tentu tidak, saya belum puas jika hanya mengambil posisimu, saya juga ingin memecat mu dari perusahaan ini saya tidak ingin melihatmu lagi di sini..." Robert benar-benar ingin menyingkirkan Romi.


"Robert cukup...!" mama Ranti tidak terima dengan apa yang di lakukan oleh Robert.


"Perusahaan ini tidak hanya milik kakek mu, di perusahaan ini ada saham milik ayah Romi, usah yang di tinggalkan nya dan di gabungkan dengan perusahaan mu, yang saat itu sudah akan bangkrut, jadi Romi berhak atas perusahaan ini" mama Ranti menjelaskan awal mula nya.

__ADS_1


"Tapi tetap saja memakai nama perusahaan kakekku secara otomatis semua ini milik kakek!" Robert tetap berusaha untuk menguasai semuanya.


__ADS_2