Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 211


__ADS_3

Kini usia kandungan Alika sudah menginjak sembilan bulan tinggal menunggu hari.


Kondisi Fitri, semakin hari semakin membaik, setelah di jenguk Romi dan keluarganya beserta nenek Diah juga ikut menjenguk saat itu.


Nenek diah pun melakukan pijatan refleksi ketika itu.


Pakar refleksi menuturkan pijat refleksi ditujukan untuk memperbaiki keseimbangan dari fungsi dan sistem pada tubuh. Refleksi membantu tubuh menjadi lebih relaks, sehingga mampu mengurangi rasa nyeri yang timbul karena tekanan dan stres berlebihan.


Sehingga kondisi Fitri pun berangsur-angsur membaik, tapi setelah saat itu Romi masih sering menemui Fitri, karena permintaan dari Bu sari yang kadang selalu merengek kepada Romi agar Romi mau menemui putri nya, membuat Romi merasa tidak tega di buatnya.


Dan Romi selalu berusaha untuk memenuhi permohonan Bu sari, Romi terpaksa harus datang menemui Fitri, hanya untuk menyuapi Fitri makin dan minum, karena kadang Fitri memang tidak mau melakukan hal itu sama sekali jikalau bukan Romi yang melakukannya.


Ya, karena itu salah satu penyebab kondisi Fitri berangsur membaik, tapi tidak dengan kejiwaannya.


Dengan sikap Romi yang sering datang dan menyuapi nya makan dan minum, membuat Fitri makin berharap kepada Romi, beranggapan bahwa Romi mau menerima nya, dan mencintainya.


Sehingga Fitri berusaha untuk sehat kembali, menuruti semua perkataan tim medis dan ibunya.


Sehingga Fitri di nyatakan sembuh dan di perbolehkan pulang, tapi dengan catatan tidak boleh memberi tekanan batin kepadanya.


Walau pun begitu Bu sari sungguh sangat senang dengan kabar baik tersebut.


Sehingga sampai pada saatnya Fitri pulang dengan rasa senang Bu sari datang ke rumah sakit untuk membawa Fitri pulang.


Tentu saja Fitri memberi syarat kepada ibunya bahwa ia akan pulang jika Romi yang menjepitnya untuk pulang.


"Aku tidak mau pulang Bu kalau bukan tuan Romi sendiri yang datang untuk menjemput ku" Ucap Fitri kekeh tidak ingin pulang ketika Bu sari mengajaknya untuk pulang.


Karena memang Fitri sudah di perbolehkan untuk pulang oleh tim medis yang menanganinya, sebab Fitri memberikan kemajuan desa


Fitri sudah bisa mengontrol emosi, sudah bisa di ajak berinteraksi dengan baik, ia merespon setiap ucapan orang yang mengajaknya bicara.


Bu sari berusaha untuk membujuk putrinya, "Fitri, anak ibu sayang... tuan Romi tidak bisa datang kemari sebab ia sangat sibuk, di akan menemui mu di rumah nanti ketika tuan Romi sudah mempunyai waktu senggang.


"Aku tidak mau! pokonya aku hanya ingin pulang kalau tuan Romi yang menjemput ku." Pekik Fitri, mulai menunjukkan sikap aslinya.


Dengan demikian Bu sari kembali memohon dan meminta kepada Romi agar mau menjemput Fitri membawanya pulang ke ruma atau villa milik Romi.


Villa itu sengaja Romi berikan untuk Bu sari, sebagai penghargaan atas dedikasinya kepada Romi selama ini.


Bu sari mencoba untuk menghubungi Romi, yang sedang menemani alika yang sedang merasakan konteraksi mendekati hari persalinan.


"Sssttt... ahh m'y honey ini rasanya sakit sekali...!" keluh Alika ketika ia merasakan kontraksi.

__ADS_1


Semakin mendekati hari persalinan ibu hamil akan sering mengalami kontraksi sampai akhirnya tibalah waktu yang di nantikan.


Romi sungguh merasa tidak tega melihat dan mendengar istrinya kesakitan, "Sabar ya honey, aku yakin kamu bisa melewatinya." Ucap Romi menguatkan Alika.


"Andai aku bisa menggantikan mu biar aku saja merasakan rasa sakit ini honey..." Sambung Romi karena ia benar-benar tidak tega melihat istrinya kesakitan.


Alika hanya diam tak menjawab perkataan Romi, ia hanya meringis menahan rasa sakit.


Namun tiba-tiba handphone Romi bergetar dan berdering, tanda panggilan masuk.


Romi melihat nya sekilas dan ia melihat panggilan suara masuk dari Bu sari, awalnya Romi tidak mempedulikannya, karena Romi tau pasti Bu sari akan meminta hal yang sama seperti yang sering Bu sari lakukan, meminta dirinya untuk menemui Fitri.


Saat ini, tidak ada yang lebih penting dari apapun bagi Romi selain menemani alika yang sedang merasakan konteraksi.


Tapi handphone Romi terus saja berbunyi, membuat alika sangat risih menderanya dan meminta Romi untuk menerima panggilan telepon tersebut,


"M'y honey, tolong angkat dulu panggilan teleponnya, siap tau penting!" Seru alika.


Yang memang sangat mengganggu,


Dan akhirnya dengan terpaksa Romi menerima panggilan telepon dari Bu sari.


"Halo, Assalamualaikum!" Seru Romi berusaha untuk bersikap setenang mungkin.


"Walaikumsalam..." Bu sari menjawab sapaan Romi dengan suara terisak.


Dan benar saja bu sari memang memohon kepada Romi, " Maafkan saya tuan, saya mau minta tolong lagi tuan, tolong saya! saya mohon tuan mau menjemput Fitri untuk pulang, sebab Fitri tidak ingin pulang kalau bukan anda yang menjemputnya tuan!" Ucap Bu sari sambil terisak.


"Maaf Bu sari, untuk kali ini saya tidak bisa melakukan apapun yang Bu sari inginkan, sebab istri saya Alika sedang mengalami kontraksi, jadi saya tidak mungkin untuk meninggalkannya, mohon pengertiannya Bu sari, bukan saya tidak ingin menolong Ibu." Tolak Romi, berbicara dengan sangat halus agar Bu sari tidak merasa sakit hati dengan penolakannya.


"Maaf Bu sari, saya tutup dulu telepon nya ya Bu...!" Sambung Romi lalu memutuskan sambungan telepon dari Bu sari.


Romi kembali menghampiri alika, yang kondisinya saat itu sudah lebih tenang.


"Siap yang menghubungimu my honey...?" Tanya alika penasaran .


"Bu sari..." Romi menjawab pertanyaan istrinya, dan menceritakan apa yang di inginkan oleh Bu sari.


Alika hanya memaku Mendengarkan apa yang di ceritakan oleh suaminya.


Alika merangkul tangan Romi dan bergelayut manja di tangan Romi.


Tanpa Alika berkata apa pun Romi tau bahwa alika tidak rela Romi pergi meninggalkannya saat itu.

__ADS_1


Dan karena memang Bu sari sudah sangat sibuk mengurus putrinya, di tambah masa kerja Bu sari sudah habis jangka waktu konterak dua tahun telah habis,


Maka sebab itu Bu sari juga telah mengajukan mengundurkan diri untuk pensiun dari jauh-jauh hari, ketika alika dan Romi memutuskan untuk hidup bersama saat itu juga Bu sari sudah mengutarakan keinginannya untuk pensiun.


Kediaman Romi meminta Nina datang ke kota di mana ia dan alika tinggal saat ini. Romi meminta Nina untuk melayani Alika dengan menjadi ART peribadi Alika, karena kuliah Nina pun telah selesai.


Nina sudah jadi sarjana hukum saat ini tapi ia belum menemukan pekerjaan yang sesuai dengan keinginannya.


Jadi untuk sementara Nina memang ingin ikut dengan alika sambil mencari pekerjaan yang sesuai dengan yang Nina inginkan.


Nina pun datang tapi alika masih tinggal di rumah nenek Diah.


Untuk memudahkan semua keluarga mengontrol keadaan alika.


....


Di rumah sakit jiwa...


Bu sari masih saja membujuk putrinya.


"Nak ibu baru saja mendapat telepon dari tuan Romi, ia bilang akan menemui mu di rumah kita, maka dari itu kita harus cepat pulang kasih tuan Romi nanti lama nungguin kita tak kunjung datang." Ucap Bu sari sengaja mengatakan hal itu hanya untuk membujuk anaknya.


Mendengar hal itu Fitri melunak, "Beneran Bu! tuan Romi nungguin kita di rumah!" Fitri tetap berharap.


Bu sari mengangguk kan kepala sambil tersenyum meyakinkan putrinya.


Tapi dalam hatinya Bu sari menangis menjerit-jerit, sebab mendapat penolakan dari Romi.


Bu sari memikirkan kedepannya apa yang akan terjadi jika Fitri tau Romi tidak pernah mencintainya.


Selama ini Romi berbuat baik kepada Fitri seakan perhatian kepadanya, itu hanya karena paksaan dari Bu sari.


Romi melakukan hal itu hanya untuk menghargai perasaan Bu sari yang sudah Romi anggap sebagai ibu nya sendiri.


Tapi semua itu tidak membuat Fitri sembuh, semua itu hanya membuat Fitri makin berharap kepada Romi.


Dan malah akan membuat kejiwaan Fitri makin parah ketika harus menerima kenyataan dan kekecewaan yang lebih menyakitkan dari sebelumnya.


Hal itu lah yang Bu sari pikirkan bagaimana nantinya.


"Ya tuhan tolong aku, harus berbuat apa aku nanti ya tuhan. mengapa begitu berat bagiku ujian ini tuhan, ini kah caramu menghukum ku, karena aku dulu tidak mengurus keluarga ku, aku malah sibuk dengan anak orang lain, mencari uang, lalu apa yang aku dapatkan sekarang tuhan, aku benar-benar merasa terbuang saat ini tuhan..." Jerit hati Bu sari.


Sebab iya pun memang sudah tidak lagi bekerja bersama Romi.

__ADS_1


Tapi Bu sari tetap bersikap tenang, untuk menyembunyikan perasaan nya yang terasa sangat perih.


"Tuan Romi padahal aku dulu sangat menginginkan hal ini, pensiun dan menikmati masa tua ku bersama putri dan cucuku, tapi mengapa kini aku merasa tidak rela kau memberhentikan ku, aku merasa telat kau buang begitu saja..." Batin Bu sari terus saja meratapi hidupnya.


__ADS_2