
"Ada apa dengan Nina...?" Pertanyaan di benak semua orang curiga dengan sikap Nina.
Terutama alika merasakan ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Nina darinya.
Tapi apa? Alika sendiri tidak tau jawabannya.
Alika memang menyadari perubahan Nina semenjak kepulangan mereka dari Bali.
Nina sering terlihat murung bahkan berubah menjadi pendiam, beda dengan Nina yang selalu bertingkahlaku aneh dan receh,
Selalu mencairkan suasana.
Romi terlihat begitu gelisah, sebab waktu terus saja berlalu.
Romi juga takut kemalaman di jalan.
Karena semenjak Erditha mengurus bisnis yang di serahkan oleh Tante Merry kepada nya, Erditha menjadi sangat sibuk. dan tak lagi menjadi supir pribadi Romi.
Romi mengingatkan alika untuk segera berangkat "Honey, ayok cepetan kita harus segera pergi, aku takut kemalaman di jalan, apa lagi kondisi mu sedang hamil" Romi takut terjadi sesuatu jika perjalanan mereka kemalaman.
Alika kembali berbalik melihat ke arah Romi, lalu alika menganggukkan kepalanya tanda mengerti dengan apa yang Romi ucapkan.
Tapi sebelum itu Alika harus menyudahi dulu percakapannya dengan Nina.
"Nina maafkan aku, untuk kali ini aku belum bisa mengajakmu ikut denganku" dengan berat hati alika mengucapkan hal itu.
Membuat Nina menangis makin pilu.
Alika mengelus pundak Nina untuk menenangkannya. Sesungguhnya alika merasa tidak tega kepada Nina.
"Nina sekarang kan kamu sedang kuliah, kamu harus lulus kan dulu pendidikan mu di sini, setelah itu aku janji, aku akan mengajak mu, aku tak ingin nasibmu seprti aku, yang harus putus kuliah, dan sekarang aku malah sedang hamil" Alika berusaha mencari alasan yang tepat agar tak menyakiti Nina, karena alika tidak ingin Nina merasa kecewa kepadanya.
Nina memang sedang mempersiapkan kelulusan nya. Dengan demikian Nina menyadari ia memang harus fokus dengan kuliahnya, tujuan awalnya itulah alasan mengapa Nina berada di sana dan tak pernah pulang ke pada keluarganya.
"Alika!" Seru nina
"Ya..." Jawab Alika
"Tapi kamu janji ya sama aku, kamu nanti akan mengajakku dengan mu..." Nina ingin alika berjanji untuk meyakinkannya.
Alika tersenyum lega akhirnya Nina bisa di bujuk olehnya meskipun dengan perjanjian.
"Iya aku janji" Jawab Alika meyakinkan Nina.
Sebab alika pikir memang akan membutuhkan Nina nanti setelah ia melahirkan.
Kemudian mereka berpelukan, sebagai pelukan perpisahan. Lalu mengurai pelukannya.
Setelahnya alika Langsung menghampiri suaminya.
Tak menunggu waktu lama Romi langsung membukakan pintu mobil untuk istrinya.
Dan Alika pun langsung bergegas untuk masuk kedalam mobil.
Tapi sebelum Romi masuk mobil ia melihat ke arah semua orang, yang terlihat begitu sedih melepaskan kepergian mereka berdua, terutama para wanita terlihat semua menangis.
Tapi sebenernya Romi tidak tega melihat mereka semua.
"Mama, papa, aku permisi ya, doakan aku selalu bahagia..." Ucap Romi lalu membungkukkan punggung nya ke arah kedua orang tuanya sebagai tanda hormat Romi kepada keduanya dan sebagai salam perpisahan.
Walaupun papa Bagas bukan papa kandungnya tapi Romi sangat menghormatinya.
Mama, papa tersenyum sendu membalas penghormatan Romi, dan sebagai isyarat bahwa mereka selalu mendoakan anak-anak mereka terutama Romi dan alika.
Semua melambaikan tangan, saat Romi sudah menghidupkan mesin mobil lalu mulai melajukan mobil nya.
__ADS_1
.
.
.
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh akhirnya mereka sampai di villa milik Romi.
Mereka berdua di sambut oleh Bu sari.
Bu sari sangat antusias menyambut kedatangan mereka berdua, semua keperluan sudah Bu sari siapkan.
"Apa kabar tuan, nona" Sapa Bu sari dan memeluk mereka secara bergantian.
"Alhamdulilah kami baik Bu" Jawab alika sambil cipika cipiki dengan Bu Sari
lalu berganti dengan Romi.
"Bu aku kangen sekali pelukan ibu..." Ucap Romi ketika Bu sari memeluk nya, terdengar sedikit manja. Dan menahan pelukan itu sehingga lebih lama.
"Saya juga sangat merindukan anda tuan ...!" Sambung Bu sari lalu mengurai pelukan.
Romi melihat ke arah alika yang menyaksikan dirinya memeluk Bu sari melepas kerinduan.
Terlihat alika tersenyum simpul menyaksikannya.
"Honey kamu tidak cembukan aku memeluk Bu sari?" Tanya Romi kepada alika.
Sebab mengingat dirinya yang selalu saja cemburu ketika melihat alika berdekatan dengan siapapun, meskipun hanya kepada seorang anak kecil Romi bisa cemburu.
"Ya, coba kamu pikir perempuan mana yang tak cemburu melihat suaminya memeluk perempuan lain, Sambil bilang kangen-kangenan lagi !" Alika langsung merubah ekspresi wajahnya, menjadi sok jutek.
Membuat Romi panik merasa bersalah.
"Honey maafkan aku bukan maksudku untuk membuatmu cemburu..." Romi sangat takut alika berubah mood, sebab akan sangat menyulitkan bagi nya, Romi harus bersusah payah membujuknya, jika mood alika sudah berubah jelek.
Dan demi membuat alika tertawa atau merasa happy dan moodnya kembali baik, akhirnya Romi selalu melakukan apa yang di inginkan oleh alika.
Alika masih saja berakting seperti sedang merajuk, sambil duduk di ruang tamu.
Sedangkan Bu sari telah Pergi ke dapur untuk menyiapkan minuman untuk mereka berdua.
"Honey, aku mohon maafkan aku...!" Romi masih saja memohon, sambil membungkukkan badan nya bersimpuh di hadapan alika yang sedang duduk di sofa di ruang tamu.
Karena alika memang tidak sedang benar-benar kesal, melihat tingkah Romi alika merasa lucu dan tersenyum.
"Aku menang cemburu jika melihatmu memeluk perempuan lain, tapi siapa dulu perempuannya, jika hanya Bu sari, mana mungkin aku akan cemburu, dia kan sudah kamu anggap seperti ibumu, jadi wajarlah jika kalian seperti itu!" Alika memahaminya.
Alika berucap Sambil mengalungkan kedua tangannya di leher Romi yang tepat ada di hadapannya.
"Kamu memang sangat pengertian honey, beda dengan ku, yang selalu tidak ingin melihatmu dekat dengan siapa pun kecuali denganku...!" gumam Romi sambil mendekatkan wajahnya ke wajah alika dan sekilas mengecup bibir alika.
padahal ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dari kejauhan, dengan tatapan mata tajamnya.
Selain Bu sari ternyata ada orang lain yang juga tinggal di villa itu, tapi ia belum menampakkan dirinya.
karena Bu sari melarangnya.
Kemudian Bu sari datang menghampiri mereka dengan membawa teh hangat untuk mereka berdua.
"Ayok di minum dulu biar tubuh kalian terasa segera, setelah lelah melakukan perjalanan yang lumayan jauh..." Bu sari menyuguhkan minuman yang telah ia buat.
"INi Bu sari yang pengertian banget m'y honey, bukan aku!" Alika menyindir ucapan Romi, yang mengatakan bahwa alika pengertian kepadanya.
"Oo ya! Bu sari no satu masalah pengertian mah...!" Romi menimpali.
__ADS_1
"Terus aku..." Alika merasa di ragukan.
"Ya kamu no satu di hatiku!" Romi sambil merangkul alika, seakan tak ingin terpisahkan.
Setelah cukup lama berbincang bersama Bu sari, alika terlihat sudah sangat lelah.
Bu sari menyarankan agar mereka berdua untuk segera beristirahat.
Tapi sebelum itu Bu sari pun mengajak mereka berdua untuk makan terlebih dahulu.
Tapi Romi dan alika menolak nya, sebab mereka berdua sempat mampir ke rumah makan di jalan sebelum sampai ke villa, mereka berdua sengaja tidak ingin merepotkan Bu sari.
Tapi pada kenyataannya ternyata Bu sari sudah sangat sibuk menyiapkan yang terbaik untuk mereka berdua.
"Yah,,, ibu dah repot-rspot masak khusus untuk kalian berdua..." Bu sari terlihat sangat kecewa.
Mendengar Bu sari yang terdengar sangat kecewa Alika dan Romi saling menatap, seakan tidak tega kepada Bu sari.
Alika Langsung mengurungkan niatnya untuk beristirahat.
Dan memilih untuk membuat hati Bu sari senang dengan mencicipi makanan Bu sari meskipun perut mereka berdua masih terasa kenyang.
"Oo ibu udah masak! ibu Masak apa" alika terlihat bersemangat padahal itu sengaja hanya agar Bu sari tidak merasa kecewa.
"Ibu, masak kesukaan kalian berdua...!" Bu sari terlihat sumringah kembali mendengar pertanyaan alika.
"Wah,,, enak tuh kayaknya, aku jadi lapar lagi!" Romi pun ikut menimpali, mengerti dengan maksud alika hanya ingin membuat Bu sari senang.
Kemudian mereka beralih ke meja makan untuk mencicipi masakan Bu sari.
Alika menyendok makanan ke piring, dan menyuguhkannya kepada Romi.
Tapi alika tidak mengambil untuk dirinya sendiri.
Membuat Romi dan Bu sari merasa bingung....
"Nona tidak ikut makan...?" Tanya Bu sari, saat melihat alika tidak ikut mengangabil makanan untuknya.
Tapi Romi tau alika memang tidak ingin makan karena masih merasa kenyang dan alika selalu mengeluh perut nya engap jika terlalu banyak makan.
Romi berinisiatif untuk mencari alasan agar Bu sari tidak kecewa "Biasa Bu, istri saya pengen saya suapin, jadi kita makan satu piring berdua saja..." Romi sengaja berkata demikian untuk membela alika yang terlihat salah tingkah, karena bingung harus memberikan alasan apa kepada Bu sari.
Alika tersenyum kikuk berusaha menyembunyikan rasa bingungnya... tapi alika Merasa sedikit lega dengan apa yang di katakan oleh Romi yang membela dirinya, memberi alasan yang bisa di mengerti oleh Bu sari.
"O,,,ya! Silahkan makan" Kemudian Bu sari mempersilahkan mereka berdua untuk makan, tentunya Bu sari pun ikut makan bersama mereka.
Romi sesekali menyuapi alika, itu pun hanya dengan sedikit mendoakan makanan saja. Romi tau betul apa yang di rasakan oleh alika, pasti alika merasa kenyang dan engap. Tapi alika sengaja bersikap seakan sangat menyukainya, itu mereka lakukan hanya untuk menghargai Bu sari.
Apa yang Romi dan alika lakukan berhasil membuat Bu sari senang pasalnya makanan di piring Romi habis tak tersisa, Romi sengaja menghabiskan nya walau perutnya pun masih merasa kenyang.
...
Selesai makan Romi dan alika Langsung masuk ke kamarnya.
"Ya ampun honey perutku engap banget..." Romi mengeluh saking kenyangannya.
"Harusnya tadi kamu suapin aku lebih banyak, jadi kamu gak kekenyangan kaya gini...!" Alika merasa tidak tega melihat suaminya kekenyangan.
"Gak boleh, aku aja segini engapnya apa lagi kamu yang sedang hamil" justru Romi sengaja menghabiskan makanan itu sendiri, Romi menghindari alika merasakan apa yang ia rasakan saat ini.
"Udah kamu sekarang istirahat pasti kamu kelelahan" Romi malah mengkhawatirkan kondisi alika.
Tapi alika malah menatap suaminya dengan tatapan tidak tega.
"Honey ayok tidur,,,!" Romi mengulang perintanya, sebab alika tidak bergeming.
__ADS_1
Kemudian alika bergegas masuk ke kamar mandi membersihkan diri nya terlebih dahulu untuk bersiap istirahat.