Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 198


__ADS_3

Jujur saja hati bu sari bergemuruh ia memikirkan akan seprti apa reaksi Romi dan yang lainnya ketika melihat dirinya, yang telaah menyebabkan kondisi alika hampir kehilangan calon buah hatinya.


....


Ketika sudah di depan pintu ruang rawat di mana alika di rawat Bu sari memberi salam


Semua yang sedang berada di dalam ruangan menoleh ke arah pintu. lalu menjawab salam dari Bu sari


"Assalamualaikum..." ucapan salam dari Bu sari.


"Walaikumsalam..." Jawab serentak orang yang berada di dalam ruangan, tapi dengan nada pelan, sebab Alika sedang tertidur.


Bu sari melihat di sana sudah ada mama Ranti, papa Bagas, nenek Diah, dan bunda Tiya, sementara Alif dan istri beserta anaknya Cantika memang sempat menjenguk keadaan alika, tapi saat ini ia sudah pulang ketika alika ingin tidur.


Sebab jika terlalu ramai orang di ruangan itu, di khawatirkan akan mengganggu waktu istirahat Alika.


Jadi Alif dan istri serta putri mereka berinisiatif untuk kembali pulang, mungkin nanti akan bergantian Alif akan bergantian menunggui Alika di sana dengan yang lain, seperti dengan nenek, atau atau bundanya.


Sedangkan Romi seakan tidak ingin sedikit pun jauh dari alika, ia selalu di samping alika, meski pun Alika sedang tertidur.


Seperti saat ini, ketika bu sari masuk Romi sedang duduk di samping Alika yang sedang terlelap, dengan sambil menaikkan headphonenya.


Bu sari tidak mempedulikan yang lainnya ia langsung menghampiri Romi.


Romi langsung bangkit dari duduknya ketika melihat Bu sari mendekat kepadanya.


Bu sari langsung bersujud bersimpuh di kaki Romi. membuat Romi kaget melihat dan menerima perlakuan Bu sari.


"Eeh Bu sari ngapain...?" Ucap Romi terkejut.


"Maafkan saya tuan,,," Ucap Bu sari sambil menangis.


"Saya yang menyebabkan nona alika seperti ini, saya siap menerima hukuman apa pun dari anda...." Ucap Bu sari dengan terus menangis, Bu sari mengakui kesalahannya dan siap menerima sanksi apa pun dari Romi.


"Bu sari anda apa-apaan, tidak usah seperti ini Bu...!" Romi menolak perlakuan dari Bu sari dan berusaha membangunkan Bu sari.


Seketika itu alika terbangun sebab mendengar ada keributan. Tangisan Bu sari membuat alika terbangun.


"Bu sari...!" Gumam alika dengan suara serak bangun tidurnya.


Dan berhasil membuat Bu sari bangkit karena ia sedang bersujud dan bersimpuh.


Alika pun heran mengapa Bu sari melakukan hal itu.


Dan ketika Bu sari medekat kepada alika dan ingin memeluknya, alika menyetop pergerakan Bu sari dengan gerakan tangannya.


Kemudian alika meraih tangan Romi yang sedang berdiri di samping Alika, dengan maksud untuk meredam emosi Romi.


Sebab alika pikir Bu sari seperti itu karena ingin mendapat maaf dari Romi yang tak ingin memaafkannya.


Karena alika menggapai tangan Romi lalu menggenggam tangannya, Romi langsung melihat ke arah alika.


"Kenapa honey...!" Kemudian tanya Romi ketika menoleh ke arah alika.


Bu sari panik perasaannya tak karuan, Bu sari ketar-ketir Karen takut alika tidak ingin bertemu dengannya, sebab Bu sari sadar betul karenanya dan karena perbuatan putrinyalah Alika jadi seperti itu, alika hampir kehilangan janinnya.


Ternyata pemikiran Bu sari sama seperti pemikiran Romi dan seluruh keluarga.


Bu sari mematung dan terisak. karena rasa bersalah menghantuinya.


"Kenapa honey?" Romi kembali bertanya, sebab alika belum menjawab pertanyaan Romi sebelumnya.

__ADS_1


"Aku mohon jangan ada dendam di hatimu m'y honey, yang terpenting sekarang aku dan anak kita selamat "Ucap alika yang membuat semua orang merasa lega mendengarnya.


"Ya honey,,,!" Ucap Romi


"Maafkan saya nona alika, karena saya dan putri saya Nona harus mengalami hal seperti ini? ucap Bu sari.


"Ini musibah Bu...!" Ucap alika singkat.


"Lalu bagaimana sekarang kabar Fitri Bu" Kemudian tanya alika.


"Nona alika boleh saya mendekat boleh saja memeluk mu nona,,," Keinginan Bu sari sebagai pemintaan maaf nya.


"Silahkan mendekat tapi jangan memeluk!" Ucap alika mengijinkan Bu sari untuk mendekat, tapi juga tidak memperbolehkan Bu sari untuk memeluk nya.


"Pergerakan alika masih terbatas Bu..!" Seru Romi memberi tau.


"Oo ya nona...!" Bu sari mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh Romi.


Bu sari mendekat ke arah alika lalu duduk di bibir ranjang, di samping alika, tangan alika dan tangan Bu sari saling menopang.


Kemudian Bu sari meminta maaf kembali sebab Bu sari merasa sangat bersalah.


Lalu Bu sari mulai menceritakan kondisi Fitri sekarang, dan sekaligus memberi tau kepada semuanya jika Fitri sudah di bawa ke rumah sakit jiwa. dan sudah mendapat penanganan di sana.


"Kami ikut prihatin Bu, dengan kondisi Fitri " ucap alika mewakili Romi dan seluruh keluarganya.


'Semoga Fitri cepat sembuh, dan bisa kembali berkumpul bersa Bu sari " Doa tulus Alika.


"Terimakasih nona... anda sungguh berhati mulia, meskipun sudah di lukai dan hampir kehilangan janin anda karena perbuatannya, tapi anda tetap mau mendoakannya" Bu sari sudah paham betul dengan sifat Alika.


Alika hanya tersenyum menanggapinya.


Seluruh keluarga memberi support kepada Bu sari dan mendoakan kesembuhan Fitri.


Padahal Bu sari ingin sekali berbicara peribadi bersama Romi tapi keadaan tidak memungkinkan.


Sesekali Bu sari melihat ke arah Romi, karena mencari kesempatan ingin mengutarakan isi hatinya kepada romi.


Melihat gerak gerik Bu sari Romi pun tak ada sesuatu yang ingin Bu sari sampaikan, tapi Romi tidak ingin meninggalkan istrinya.


.


.


Di apartemen tuan Carlos, ketika Kania mendapat kabar tentang alika ia begitu gelisah, Kania langsung menghubungi tuan Carlos meminta izin kepada tuan Carlos untuk ikut bersama mama dan papa nya untuk ikut bersama mereka melihat kondisi alika di kotanya.


Namun tuan Carlos meminta Kania untuk menunggunya. sebab tuan Carlos masih sibuk dengan pekerjaannya. Kania menunggu tuan Carlos sampai larut malam tapi tak kunjung pulang.


Kini hubungan tuan Carlos dan Kania sudah layaknya sepasang pasang suami istri pada umumnya.


Tuan Carlos begitu mencintai Kania, ia juga sangat memanjakan Kania, sehingga kini hubungan mereka sangat bahagia Kania begitu nyaman ketika bersama tuan Carlos, tapi kami juga tidak pernah melakukan tugasnya yang menjadi ibu Sambungan bagi Cherry.


Cherry sekarang ini tinggal bersama nenek Nely setelah peristiwa malam itu dan setelah pembicaraan tuan Carlos dan Kania pada saat itu.


Setelah peristiwa pemersatu bangsa tuan Carlos dan Kania.


Tuan Carlos dan Kania pergi ke rumah nenek nely untuk membicarakan tentang pengasuhan Cherry, tuan Carlos menyerahkan Cherry untuk tinggal kembali dengan nenek nely.


Bukan karena tuan Carlos tidak menyayangi Cherry, tapi tuan Carlos lebih menghargai nenek nely, yang telah mengasuh Cherry dari bayi, nenek Nely merasa hak nya telah di rampas oleh tuan Carlos dan Kania sebab itu malah itu nenek Neli begitu marahnya kepada tuan Carlos dan Kania.


Tuan Carlos memilih untuk mengalah dan kembali untuk menyerahkan Cherry di asuh oleh neneknya lebih tepatnya tinggal bersama nya.

__ADS_1


Tapi tuan Carlos dan Kania tetap memberi perhatian mereka kepada Cherry, karena Kania dan tuan Carlos lah yang setia hari mengantar jemput Cherry sekolah, kadang Kania tidak langsung pulang ke apartemen tuan Carlos, setelah menjemput Cherry pulang sekolah lalu mengantarkan Cherry ke rumah nenek nely,


Kania kadang pulang ke apartemen tuan Carlos setelah di jemput tuan Carlos setelah pulang kerja, sekalian tuan Carlos pun menemui Cherry terlebih dahulu. dan kadang mereka ikut makan malam terlebih dahulu di rumah nenek nely.


Nenek Nely berterimakasih kepada tuan Carlos dan Kania atas pengertian mereka sudah rendah hati untuk mengizinkan Cherry kembali tinggal bersamanya.


Nenek Nely pun meminta maaf atas sikap dan ucapannya malam itu telah sangat kasar.


Tapi untungnya Kania bisa menahan emosinya malah itu dan tidak melawan nenek nely.


Tapi tuan Carlos sungguh sangat berterima kasih kepada nenek Nely, sebab karena tindakan nenek Nely malam itu, menjadikan Kania seutuhnya menjadi milik tuan Carlos.


...


malam ini kini begitu sangat kesal kepada tuan Carlos yang tak kunjung datang dan headphonenya pun tidak bisa di hubungi.


"Apa sih mau nya nih orang, kenapa gak ada kabar begini...." Garut Kania.


Dan Kania pun sampai tertidur di ruang tv, sementara tv masih menyala.


Ketika tuan Carlos pulang ke apartemennya.


Iya mendapati istri kecil nya sedang Tertidur.


"Ya Tuhan kasihan sekali kamu..." Gumam tuan Carlos


Kemudian tuan Carlos menghampiri Kania menciumi wajah Kania yang sedang tertidur lelap.


Sehingga Kania terbangun, dan menampilkan wajah kesalnya


"Selamat pagi nona cabe rawit ku!" Sapa tuan Carlos sedikit berguyon dengan istrinya.


"Hah,,, kamu baru pulang tembus sampai pagi!" Pekik Kania mendengar guyonan suaminya.


Tuan Carlos tersenyum sudah menduga bahwa Kania pasti akan bereaksi seperti itu.


Kania begitu kesal melihat tuan Carlos yang malah cengengesan seperti itu.


Ya tentu saja Kania seperti itu, sudah telat pulang, tidak memberi kabar, bukan nya memberi penjelasan tuan Carlos malah terlihat tidak merasa bersalah.


Tuan Carlos berniat untuk mencumbu Kania tapi Kania bangkit dan mendorong tubuh tuan Carlos agar menjauh darinya dan berlalu pergi ke kamar Cherry.


Tuan Carlos terpaku menerima perlakuan istrinya, Ia tau bahwa Kania kesal kepadanya.


kemudian tuan Carlos segera menghampiri Kania.


Namun Kania mengunci pintunya dari dalam kamar.


Tuan Carlos baru kali ini menghadapi istri barunya merajuk, sehingga tuan Carlos belum tau cara untuk membujuk nya.


"Sayang... dengerin penjelasan ku dulu, aku tau kamu marah sama aku, sayang... buka dulu pintunya!" tuan Carlos mencoba untuk membujuk Kania dan ingin menjelaskan semuanya.


Tapi Kania malah menangis di dalam kamar.


"Kamu jahat, sama aku...!"Teriak Kania dari dalam kamar sambil menangis menimpali ucapan tuan Carlos.


"Ya makanya aku mau jelasin...!" tuan Carlos


"Aku cuma anak kecil bagi mu, tidak perlu kamu hargai, jadi mau kemana pun kamu terserah tidak usah kamu memberi kabar kepada ku...!" masih teriak Kania dengan nada merajuk.


"Buka dulu dong pintunya kalau kamu mau aku jelasin semuanya" Tuan Carlos terus saja membujuk.

__ADS_1


__ADS_2