
Setelah selesai menyelesaikan permainan Romi dan alika langsung membersihkan diri lalu mengambil wudhu untuk melaksanakan kewajiban mereka sebagai seorang muslim.
Setelahnya, seperti biasa alika mengumandangkan ayat suci Al-Quran yang biasa ia baca di waktu subuh
sementara Romi bergegas menuju kamar Kania, untuk menyampaikan apa yang tuan Carlos bicarakan tadi di sambungan telepon.
Romi menekan tombol bel pintu kamar Kania.
Sementara kania masih tertidur pulas.
"Ning, neng, Ning, neng!" Suara bel pintu yang Romi tekanan
sekali, dua kali, masih belum juga mendapat respon. tapi Romi masih menunggu dengan sabar karena Romi tau bahwa Kania masih tertidur pulas. kemudian Romi menekan kembali tombol bel pintu itu.
"Ning, nong, Ning, nong" suara bel pintu berbunyi kembali.
"Ya Tuhan jam berapa sih ini, perasaan masih malam deh" Gumam Kania ketika mendengar bel pintu, kemudian Kania melihat jam di hadapannya.
"Tuh kan masih subuh" Sambung kania bergumam.
Kemudian Kania kembali menjatuhkan kepalanya di atas bantal dengan gaya frustasinya.
Karena bel pintu kembali berbunyi akhirnya dengan terpaksa Kania beranjak dari tempat tidurnya.
"Liburan macam apa ini, selalu ada derama di saat mau tidur dan bangun tidur" Keluh Kania
"Ooo tuhan lelah sekali aku rasanya!" Kania benar-benar mengeluh dan merasa frustasi karena tidurnya selalu mendapat gangguan selama berlibur.
"Ckrek, ckrek!" Suara kunci pintu di buka.
"kreeek.... !" Bunyi suara pintu di buka
Nampaklah Kania dengan penampilan khas bangun tidur nya, dengan ekspresi wajah yang sangat lesu karena masih di kuasai rasa kantuknya.
"Kak Romi!" Seru Kania ketika melihat Romi yang datang.
Kemudian mereka masuk kedalam kamar.
Dan Kania kembali menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Heh, jangan tidur lagi, ayok bangun bersihkan diri mu, lalu tunaikan dua raka'at!" Seru Romi kepada Kania.
"Uuh perhatian sekali kakakku ini, abis di samperin Ilhamkah.... Ilham dari mana?" Ucap Kania penuh sindiran.
"Kania, bukankah sudah di ajarkan sedari kecil kewajiban kita sebagai muslim, memang kita di wajibkan untuk menunaikan ibadah Lima waktu!" Romi mengingatkan Kania
"Ya aku tau itu, tapi ada apa tiba-tiba kakak perhatian sama aku kaya gini!" Sebenernya Kania sudah curiga ada sesuatu yang ingin Romi sampaikan.
"Ya makanya sekarang kamu mandi dulu lalu solat subuh!" Romi memaksa.
Tapi Kania tidak menggubris nya, dengan tetap di posisinya.
__ADS_1
"KANIA!" Romi mulai bicara dengan nada tinggi Karena merasa tidak di anggap oleh Kania.
"CIK... Iya, iya...!" Kania berdecak kesal lalu beranjak masuk ke kamar mandi.
"Setelah itu temui aku di kamar ku" Kemudian Romi mengintruksi
"Iya siap bos...!!!" Seru Kania dengan nada kesal.
"SSSST.... mengapa orang-orang sangat menyebalkan sekali" Gumam Kania kesal.
Kemudian dengan rasa malasnya Kania membersihkan diri, lalu ia mengerjakan salat subuhnya.
Tapi setelah melaksanakan kewajibannya, Kania merasa hati dan pikirannya terasa begitu tenang, tubuhnya terasa segar bugar.
Dengan penuh semangat Kania berjalan menuju kamar Romi.
Kania menekan bel pintu kamar Romi, tak lama Romi membukakan pintu.
"Ayok masuk!" Romi mengajak kania untuk masuk
"Tumben sekali pagi ini kak Romi sikapnya sangat baik sama aku, pasti ada sesuatu " Batin Kania merasa curiga.
Kania masuk dan di sambut oleh alika yang baru saja selesai membaca ayat suci Al-Quran.
"ayok duduk!" Romi mempersilahkan Kania untuk duduk.
Dengan patuh dan tanpa perotes Kania mengikuti semua instruksi dari Romi.
"Kania!" Seru Romi setelah semuanya duduk termasuk alika
"Ya!" Sahut Kania dengan ketenangan Sepertinya Kania sudah mempersiapkan diri dengan segala kemungkinan yang akan Romi sampaikan.
"Kamu harus pulang hari ini!" Ucap Romi
Kania malah tertawa terbahak....
"hahaha.... kak Romi lucu sekali bikin leluconnya!" Tawa Kania pecah
"lelucon dia bilang!" Gumam romi
"kenapa, apanya yang lucu?" Romi dan alika hanya saling menatap karena bingung melihat tingkah Kania.
Sebab dari awal Romi sudah sangat serius eeh tanggapan Kania Malah seperti itu.
"Aku serasa sedang ikut karantina ajang adu bakat seperti di TV-TV, lalu aku kena eliminasi Haha" Kania malah terpingkal-pingkal merasa lucu dengan pikiran nya sendiri.
"Dan yang harus pulang hari ini adalah... 1' 2' 3 maaf Kania kamu harus pulang hari ini hahaha....." Kania memeragakannya seperti siaran adu bakat yang sering di tayangkan di TV-TV.
"Baru saja aku memujimu dalam hatiku pagi ini sikap sangat baik, manis sekali, normal layaknya manusia biasa!" Romi sepertinya menyesal telah memuji Kania.
"Eeh kakak pikir aku ini bukan manusia biasa... lalu aku ini apa Bebegig sawah (orang-orangan sawah) sembarangan kamu kak....!" Kania mulai kembali kepada sipat asalnya
__ADS_1
"Emang mirip...!" Gumam Romi
"Hey kau Telah menghinaku!" Pekik Kania tidak terima.
Alika tersenyum merasa lucu mendengar perdebatan dua orang kakak beradik di hadapannya.
"Sudahlah aku mau bicara serius coba duduk yang anteng bersikap manis seperti tadi!" Ucap Romi menghentikan perdebatan.
"Kakak sendiri yang mulai!" Kania masih merasa kesal.
"Iya,,, iya,,,, udah tenang ya! dengerin kakakmu bicara" Alika ikut menenangkan Kania.
kemudian Romi mulai menceritakan apa yang telah tuan Carlos sampaikan tentang kondisi Cherry.
bahwa Cherry sedang sakit dan hanya memanggil-manggil namanya.
Kania hanya mematung mendengar semua apa yang di sampaikan oleh Romi
"Lalu aku harus bagaimana mana kak?" Kemudian Kania Meminta Pendapat dari Romi dan alika.
"Ya menurut kami berdua sebaiknya kamu segera pulang dan segera temui Cherry, karena jika semakin lama kondisi Cherry akan semakin memburuk" Romi memberi saran dan menerangkan kemungkinan yang akan terjadi terhadap kondisi Cherry.
mendengar itu membuat Kania makin tidak tega membayangkan kondisi Cherry.
"Tapi aku masih ingat berlibur di sini, masih banyak tempat yang belum aku kunjungi sesuai jadwalku" Ada rasa kecewa di hati Kania, tapi pun merasa tidak tega kepada Cherry.
Dan jika terjadi sesuatu kepada Cherry, Kania akan merasa sangat bersalah.
"Nia lain kali kita masih bisa berlibur bersama lagi di lain waktu, semtara menolong seseorang belum tentu ada kesempatan kedua, jadi selagi kamu bisa maka lebih baik menolong orang lain dari pada hanya sekedar berlibur, kamu bisa dapat pahala, kesenangan atau keputusan batin kamu" Alika memberi masukkan.
"Coba pikir jika kamu memilih tetap berlibur di sini, suasana hatimu pun tak tenang selalu terpikirkan tentang Cherry, dan jika terjadi sesuatu, hal buruk kepada Cherry, aku yakin kamu akan sangat merasa menyesal" Alika berusaha untuk meyakinkan Kania.
"Kalian tidak sedang mengusirku dari sini kan!" Kania malah merasa tidak di inginkan di sana.
"Tentu tidak dek!"Jawab Romi
"Justru dengan kamu pulang suasana liburan kami akan sepi, tidak di warnai tingkah laku aneh dari kamu yang selalu mengundang berbagai macam emosi!"
"Emang aku es campur apa... berbagai macam warna dan rasa dalam satu gelas!" Kania
Kali ini Romi dan alika yang tertawa. mendengar ucapan Kania, dan memang begitu adanya. Kania seperti es campur berbagai macam warna dan rasa, dominan dengan rasa manis nan menyegarkan.
"Ya sudah, lalu kapan aku harus pulang!"
"Sekarang kamu bersiap Andi akan mengantarkan mu ke bandara.
"okehlah kalau begitu..."
....
Jangan lupa ritualnya ya kawan, tinggalkan jejakmu dengan cara like, vote, komen di kolom komentar di setiap babnya ya kawan...!!!
__ADS_1
Terimakasih 🙏🙏🙏🙏