
Yunas masih di villa Bu sari, mencari warga sekitar untuk bertanya, namun kebetulan sekali Bu Susi bersama suaminya melintas di depan villa itu dengan mengendarai mobil.
Melihat ada orang di sana Bu Susi meminta suaminya untuk berhenti.
Setelah mobil berhenti, kemudian Bu Susi segera menghampiri pak yunas, lalu menyapa.
"Selamat malam pak, ada yang bisa saya bantu." Ucap Bu Susi tanpa rasa curiga.
"Ya Bu, selamat malam, saya sedang ke bingung Bu, mencari penghuni villa ini, kemana ya kok sepertinya kosong." Yunas to the point.
"Maaf anda siapanya?" Bu Susi memastikan.
"Saya utusan dari tuannya, di utus untuk memastikan kondisi mereka." Yunas berterus terang.
"Oo begitu, jadi kebetulan sekali ya, memang ada yang ingin saya sampaikan terkait kondisi Bu sari dan putranya." Ucap Bu Susi.
Yunas langsung curiga telah terjadi sesuatu kepada Bu sari dan juga Fitri.
"Kenapa Bu mereka?" Yunas tak sabar lagi ingin mendengarnya.
"Jadi begini pak?" Bu Susi mulai menceritakan kronologi kejadian yang di alami Bu sari dan Fitri.
Yunas begitu terkejut mendengarnya.
"Oo jadi begitu Bu, sekarang mereka di mana dan bersama siapa, lalu bagaimana kondisi Bu sari sekarang?" Yunas memberondong Bu Susi dengan pertanyaan, karena yunas sangat mengkhawatirkan kondisi Bu sari.
"Mereka di rawat di klinik Arya Medika, klinik terdekat, ada sopir taksi online yang menemani mereka di sana, tadi ketika saya pulang dari sana Bu sari belum sadarkan diri, entah bagaimana sekarang." Bu Susi menjawab semua pertanyaan yunas.
Kemudian Bu Susi pun memberi tau apa yang di sampaikan oleh dokter mengenai kondisi Bu sari.
"Ya tuhan, Bu sari separah itukah kondisi Bu sari." Gumam Yunas tak menyangka.
"Iya pak,,," Bu Susi menimpali.
"Ya, terimakasih Bu, atas infonya, dan terimakasih ibu telah berbaik hati mau menolong mereka." Yunas berterima kasih.
"Ya memang sudah seharusnya seperti itu pak." Jawab Bu sari.
"Ya sudah saya permisi dulu suami saya sudah menunggu!" Bu Susi pamit kepada yunas.
"Iya Bu, semoga tuhan membalas kebaikan ibu, memulyakan derajat ibu dunia, akhir." Yunas mendoakan Bu Susi atas ketulusannya.
"Aamiin... terimakasih ya pak, saya permisi dulu."
"Ya silahkan...!"
Kemudian setelah Bu Susi pergi, yunas segera menghubungi Romi, untuk melaporkan informasi yang Yunas dapatkan mengenai kondisi Bu sari.
Kini Romi baru saja sampai di rumahnya, baru selesai membersihkan dirinya tiba-tiba handphonenya berbunyi.
"Triling... triling... triling..." Bunyi handphone Romi.
Kemudian Romi segera melihatnya.
dan ternyata panggilan masuk dari yunas.
__ADS_1
Romi segera mengangkatnya, "Halo... yunas ada apa?" Romi langsung bertanya karena sangat khawatir dengan kondisi Bu sari, yang hilang kabar.
"Halo tuan, gawat tuan!" Seru yunas.
Membuat Romi makin penasaran.
"Ada apa Yunas, cepat katakan!" Romi tidak sabar ingin mendengarnya.
"Ternyata Bu sari sekarang sedang di rawat di klinik terdekat di sini." Terang yunas.
"Yang bener kamu yunas?" Romi meyakinkan.
"Iya tuan " Jawab yunas menegaskan.
"Ya sudah saya segera ke sana, kita bertemu di klinik dimana bu sari di rawat" Ucap Romi.
"Ya baik tuan." Jawab yunas patuh.
.
.
.
Di klinik Faisal kembali dengan menenteng bungkusan makanan dan minuman.
Faisal melihat Fitri sedang bergumam berkata-kata, seakan sedang berbicara dengan ibunya yang sedang tak sadarkan diri.
"Ayo Bu, ibu bangun, aku janji tidak akan nakal Bu, seperti yang sering ibu bilang, kalau aku tidak boleh nakal." Janji Fitri kepada ibunya.
Dan Faisal pun menghampiri Fitri.
"Dek Fitri, kamu tidak sendiri ada saya menemani mu!" Ucap Faisal menghibur hati Fitri.
"Kamu siapa kamu." Kemudian tanya Fitri, mengapa Faisal berucap seprti itu, sedangkan yang Fitri tau Faisal hanyalah orang asing baginya.
"Aku teman mu, aku akan menemani mu." Faisal mencoba mendekatkan diri kepada Fitri.
"Teman,,," Gumam Fitri mencoba mencerna apa yang di ucapkan oleh Faisal.
"Iya teman...!"
Lalu Faisal memberikan bungkusan makanan yang ia bawa kepada Fitri, agar Fitri makan.
Tapi Fitri menggelengkan kepalanya, dengan maksud menolak.
"Kamu harus makan supaya kamu tidak sakit seperti ibu mu, Lihat ibumu kesakitan sampai tertidur seperti itu, kalau kamu ikut sakit nanti ibumu akan merasa sedih karena tidak ada yang akan menemaninya lagi." Faisal sedang membujuk Fitri agar ia mau makan.
Tapi Fitri tetap tidak mau dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Aku suapin ya, sedikit saja."
Kemudian Faisal menyuapi Fitri dengan tangannya.
Entah mengapa Fitri merasakan perasaan yang nyaman, ketika Faisal memperlakukan dengan sangat baik.
__ADS_1
Dan saat itu juga, Yunas datang menemui Fitri.
"Fitri ...!" Seru Yunas ketika melihat Fitri.
Sontak seketika itu Faisal begitu kaget ketika mendengar seruan yunas.
Ada rasa takut di hati Faisal, ia merasa sedang tertangkap basah sedang merayu Fitri, Faisal takut orang itu salah sangka kepadanya.
Faisal langsung menghentikan aktivitasnya yang sedang menyuapi Fitri makan.
Faisal langsung bangkit dari duduknya, untuk menyambut dan menghargai kedatangan pak yunas.
" Bagaimana keadaan Bu sari." Kemudian tanya yunas.
"Bu sari belum sadarkan diri, beliau masih dalam keadaan kritis.". Faisal yang menjawab pertanyaan yunas.
mendengar penjelasan dari Faisal pak yunas langsung menoleh ke arah Faisal.
"Anda pasti supir taksi online yang telah menolong Bu sari?" Tanya Yunas untuk meyakinkan.
Faisal menganggukkan kepalanya.
"Iya pak!" Jawab Faisal dengan tegasnya.
padahal dalam hatinya Faisal bertanya-tanya, " Siapa orang ini, apa hubungannya dengan Bu sari, mengapa ia tau tentang nya, apa dia ini majikan Bu sari."
"Saya yunas, asisten pribadi tuan Romi, majikan dari Bu sari." Yunas memperkenalkan dirinya.
"Oo ya pak " Akhirnya Faisal tau siap orang yang datang itu.
Yunas berterimakasih kepada Faisal karena telah menolong Bu sari bahkan bertanggung jawab dengan terus menemani Bu sari dan Fitri di sana.
Kemudian yunas melihat di depan Fitri terhidang makanan.
"Fitri sedang makan ya!" Sapa Yunas kepada Fitri.
Fitri mengangguk.
"Ayo di teruskan." perintah yunas kepada Fitri.
Fitri melihat kearah Faisal karena Faisal lah yang sedang menyuapinya.
Yunas mengerti dengan maksud Fitri.
Lalu Yunas mempersilahkan Faisal untuk menyuapi Fitri kembali.
Dan Faisal pun mengikuti apa yang di maksudkan yunas, Faisal kembali menyuapi Fitri makin.
Ada kelegaan di hati Faisal ternyata sudah ada yang akan bertanggung jawab kepada Bu sari dan Fitri.
Selang beberapa menit, Romi datang bersama istrinya.
Karena Romi meminta Alika untuk ikut dengannya, sedangkan putranya di titipkan kepada Bunda Tiya yang kebetulan sedang berkunjung ke rumah mereka.
Nenek diah pun ikut bersama mereka karena ingin melihat kondisi Bu sari.
__ADS_1