
Sejauh mana aku melangkah untuk pergi, tapi jika sudah takdir ku, akan tetap menjadi takdir ku,,,!!!.
Alika sudah di pindahkan ke ruang rawat inap dengan pasilitas kenyamanan terbaik di rumah sakit tersebut sesuai permintaan keluarga Romi.
Tapi keadaan nya masih sangat lemah, ia pun masih harus menggunakan alat bantu pernafasan karena nafasnya kerap kali terasa sesak.
Begitu juga dengan Romi, keadaan nya pun membaik dan di nyatakan setabil, Romi pun di pindahkan ke ruang rawat inap dengan pasilitas tak kalah nyaman nya dengan alika.
Saat telah di ruang rawat inap, Romi terus saja meminta agar suster yang sedang memasang alat-alat bantu di tubuhnya untuk memanggilkan Bu sari, ia ingin segera bertemu dengan Bu sari...
karena Romi terus saja memaksa kemudian suster memanggil Bu sari untuk masuk menemui Romi,
Bu sari tersenyum saat melihat Romi, yang masih terkulai lebih
" Bagaimana keadaan anda tuan,,, alhamdulilah anda sudah melewati masa kritis...! mudah - mudahan cepat pulih kembali...!" Bu sari merasa senang melihat Romi lebih baik dari sebelumnya
" Bu,,,,!" Seru Romi lirik
" Ya tuan,,,!" Jawab Bu sari
" Di mana dia Bu (alika), kenapa saya tidak melihat nya sedari tadi, kenapa dia tidak mau menemui saya, sedari saya di ruang ICU " Romi menanyakan alika, sementara semua keluarga nya sudah menemui nya bergantian.
" Bu, saya gak sanggup rasanya kalau harus berpisah dengan nya, lebih baik saya tiada,,,!" Sambungan Romi putus asa
" nak, gak boleh bicara seperti itu gak baik, berpikir seperti itu tidak menyelesaikan masalah...!" Bu sari menasehati
Alika yang terbaring lemah, samar - samar alika seperti mendengar percakapan Romi dan Bu sari . Alika berusaha tersadar dari pengaruh obat yang membuat nya tertidur.
saat benar - benar tersadar alika jelas mendengar suara Romi meski suara itu lemah tapi alika yakin itu suara Romi.
Kemudian alika menyingkap tirai yang menjadi pembatas antara bed nya dengan bed Romi, ternyata mereka di rawat dalam satu ruangan sesuai permintaan keluarga, untuk memudahkan mereka bergantian menemani alika dan Romi, yang entah kenapa di perbolehkan pulang, karena Romi juga tidak mengidap penyakit yang menular, atau tidak membahayakan kesehatan alika dan janin nya akhirnya pihak rumah sakit mengijinkan mereka di rawat dalam satu ruangan.
" Tuan...!'" Seru Alika ketika melihat Romi benar - benar telah berada di samping nya, dan cukup membuat perasaan nya lega karena Romi sudah bisa berkomunikasi meski masih terlihat lemah.
" Nona, anda terbangun..." Ucap Bu sari melihat wajah alika muncul dari balik tirai yang sedikit alika singkapkan, lalu Bu sari membuka tirai itu lebih lebar agar mereka berdua (Romi dan alika) bisa lebih jelas melihat satu sama lain.
" Honey,,,!!!" Seru Romi syok, ketika menyadari orang di balik tirai itu adalah alika, yang terbaring di hospital bad, dengan pakaian rumah sakit, dan alat - alat yang menempel di tubuh alika (selang infus, dan selang oksigen)
" Kamu kenapa honey...? Bu sari my honey kenapa...?" Romi panik ketika benar - benar menyadari alika adalah pasien di sana sama seperti dirinya.
" Anda jahat tuan...!🥺" Ucap alika dengan nada yang masih lemah.
" Maafkan saya honey,,,! jika kamu seperti ini karena saya,,,!" Romi
" Anda jahat, anda mo ninggalin aku sama Romi junior,,, anda jahat sekali tuan 😭😭😭 " alika sempet mendengar obrolan Romi dan Bu sari yang mengatakan ia lebih baik tidak dari pada harus berpisah dengan alika.
" tuan, jika anda tiada maka aku dan Romi junior pun akan tiada...😭" sambungan alika.
" Romi junior... ? " Romi mengulang ucapan alika
' Ya tuan Romi junior, anda tau! ternyata dugaan anda benar nona alika sedang hamil...!" Bu sari memberi tau dengan antusias nya.
" Hhhh...!!! 😯😯😯 " Romi ternganga mendengar nya, seakan tak percay.
" bener honey,,,?" Kemudian Romi bertanya kepada alika dengan ekspresi wajah datar, untuk memastikan nya.
__ADS_1
Alika yang masih saja menangis menganggukkan kepala perlahan, meski begitu Romi bisa melihat nya, setelah melihat jawab dari alika Romi tersenyum lebar...
" Yes,,, 💪 terimakasih tuhan... 🙏 " Ucap nya penuh semangat, dan karena itu kepala nya terasa sakit
" Aawww...!" Seru Romi sambil memegangi kepalanya.
membuat Bu sari dan alika panik
" Tuan...!" teriak Bu sari dan alika bersamaan.
kemudian Bu sari memberi tau suster yang berjaga di sana, dengan sigap suster langsung memeriksa kondisi Romi, dan menutup tirai agar alika tidak melihat tindakan yang dilakukan oleh dokter.
" Nona sebaiknya anda istirahat dulu, jangan dulu banyak bergerak." Suster mengintruksi alika
" Tapi bagaimana dengan suami saya sus! dia kesakitan,,,!" Ucap alika hawatir
" Tenang nona, tuan Romi baik - baik aja, sama seperti anda beliau juga harus banyak istirahat dan jangan dulu banyak bergerak... dokter sudah kasih obat penenang agar tuan Romi bisa istirahat dulu...!" Suster menjelaskan kepada alika agar ia lebih tenang.
dan ya, setelah mendengar penjelasan dari suster alika merasa lebih tenang, dan suara kesakitan Romi pun sudah tidak terdengar lagi
mungkin Romi sudah dalam pengaruh obat, dan sudah terlelap.
tapi tak lama terdengar suara Romi yang mengigau
" Honey,,, honey,,, honey,,,!!!" Iguana Romi, yang terdengar lemah.
namun alika benar - benar terharu mendengar nya, alika mengintip di balik tirai melihat Romi yang terlelap dan terus saja mengigau memanggil alika dengan panggilan sayang nya.
" sesungguhnya aku sangat merindukanmu mu ingin sekali rasanya aku memeluk mu, tuan lekas sembuh tuan aku dan Beby kita membutuhkan mu dan sangat mencintai mu...!!!" Batin alika sambil menatap Romi di balik tirai nya dan sudah berani mengakui perasaan nya kepada romi.
Tak lama bunda Tiya, mama Ranti dan papa Bagas masuk untuk menemani alika dan Romi.
Hanya bunda Tiya, Gani, mamah Ranti dan papa Bagas yang memutuskan untuk tinggal, sementara yang lain nya di minta untuk pulang, dan boleh datang lagi besok pagi untuk bergantian dengan yang lain.
Tapi Gani memilih untuk menunggu di luar ruangan.
" Bagaimana keadaan mu nak,,,?" Tanya mama Ranti kepada alika saat menemui nya.
" Alhamdulilah saya sudah lebih baik ko mah,,,!" Jawab alika.
" Terimakasih ya nak,,,! mama seneng banget sebentar lagi mama mau jadi nenek,,,!" mama Ranti penuh kebahagiaan.
semua tersenyum mendengar ucapan mama Ranti.
" Kamu harus sehat, jaga kandungan kamu,,, gak boleh macem - macem harus nurut sama nasehat - nasehat orang tua,,,!" mama Ranti mengingat alika.
" Iya mah,,,!" jawab alika
Karena sudah malam mereka pun mengambil posisi untuk beristirahat, mama Ranti dan papa Bagas Ambi posisi di sofa yang ada di sana sementara bunda Tiya duduk dan tertunduk memejamkan mata bersiap untuk tidur di sebelah alika.
Tapi alika merasakan sesuatu dan karena itu ia sama sekali tidak bisa tidur.
Karena bunda ada di sebelah nya otomatis bunda merasakan setiap pergerakan alika yang terasa resah dan gelisah dan membuat bunda Tiya pun tidak bisa tidur.
" Kenapa nak...?" Tanya bunda yang merasakan kegelisahan alika
__ADS_1
Alika melihat ke arah bunda nya, dan meringis manja,,,
" Kenapa sayang,,,? " Tanya bunda lagi karena belum mendapat jawaban dari alika
" Bunda...! "
" Iya,,,! " jawab bunda
" Aku lapar,,,? " Alika
" HHmmm dah bunda duga,,, bunda udah nyuruh Gani cariin makanan buat kamu tar lagi juga Kakak kamu ke sini bawain makan...!"
" Bun tapi aku pengen makan..." terhenti karena gani masuk.
Gani masuk ruangan perlahan - lahan karena takut mengganggu yang sudah beristirahat.
lalu gani menyerahkan makan yang ia bawa.
" Nih ayo makan, dan cepat tidur dah malem...! " gani mengintruksi alika
bunda mengambil makanan yang di serahkan oleh Gani dan membuka nya, ternyata Gani membawa beberapa roti dan buah - buahan, air mineral juga.
" Nih ayo makan,,,"Bunda menyodorkan nya ke mulut alika berniat menyuapi alika, tapi alika malah menggelengkan kepalanya.
" Kenapa lagi sayang, tadi katanya lapar ayo nih cepat di makan,,,!" Ucap bunda
" Bunda, tapi aku gak pengen makan roti aku pengen makan...!" Alika
" Nak makan aja dulu yang ada, sekarang kan dah malem, kamu juga lagi di rawat gak boleh makan sembarangan...!" bunda menasehati.
Alika patuh dan mulai memakan roti yang di suapi bundanya, tapi sambil terisak tangis.
bunda dan Gani menggelengkan kepala melihat tingkah alika.
" Yaelaah,,, dek, kamu tuh dah mau punya anak loh! tapi kelakuan kamu masih kayak anak - anak kaya gini, emang kamu mau nya makan apa,,,?" Seru Gani menggoda alika.
" Bawaan bayi kak...! 😭 " Ucap alika sambil terus terisak, memang sebelumnya alika tidak pernah seperti itu, ia selalu berusaha untuk mandiri tidak suka merepotkan orang lain.
Bunda malah tersenyum melihat tingkah putra, putri nya.
" Ya, terus tuan putri sama Dede bayi mau makan apa,,,?" Ucap Gani lemah lembut.
" Aku pengen makan tahu gejrot...! " Ucap alika dan memang ingin makan itu.
" What,,,! tahu gejrot... " bunda dan Gani mengulang ucapan alika secara bersamaan.
pasalnya ini kan sudah tengah malam kemana mencari tukang tahu gejrot pikir mereka.
Alika mengangguk... dan masih terisak!
...
hay para Alrs (readers) bantu kak Gani ya cariin tahu gejrot buat neng lika biar Romi junior gak ileran 😅😅😅
*jangan lupa ritual nya ya tinggal jejak mu, dengan cara like, vote, komen, pencet love nya juga ya.... terimakasih 🙏🙏🙏
__ADS_1
jangan lupa juga KEPO'in karya baru othor yang berjudul* " hati yang tersakiti " *mohon dukungan nya para ALrs (readers) tak henti othor mengucapkan terimakasih atas dukungan nya 🙏🙏🙏
love you 😘😘😘💋💋💋*