
Sesuai permintaan dari Romi Kania kembali ke kotanya sendiri tanpa ada yang menemani.
Setelah menempuh perjalanan udara kurang lebih 2 jam Kania sampai di bandara.
Di bandara ternyata tuan Carlos sudah menunggu Kania.
ketika melihat tuan Carlos, Kania kembali mengingat kejadian kemarin. hatinya terasa sangat panas dan rasanya tak Sudi lagi melihat pria asing yang berdiri di hadapannya.
"Hhhmmm pede sekali dia datang menjemputku, jangan harap aku mau ikut dengan nya" Kania membatin
Kania yang sempat mematung ketika melihat tuan Carlos, kini berjalan melewati tuan Carlos, dan tepat di depannya tuan Carlos mencekal lengan Kania.
Karena memang sifat Kania yang emosional mudah tersulut emosi, Kania langsung memekik dengan suara tinggi dan membuat dirinya menjadi pusat perhatian orang-orang di sana.
"HAY,,,, anda bisa sopan sedikit tidak!" Lalu Kania menepis tangan tuan Carlos yang mencekal lengannya
"Maaf nona Kania, bolehkah saya berbicara sebentar dengan anda" tuan Carlos bicara dengan formal bermaksud untuk menghargai Kania.
"Maaf tuan Carlos saya datang bukan karena anda, saya datang untuk Cherry anak kecil yang tak berdosa, jadi anda tidak usah repot-repot menyampaikan apapun kepada saya." Kania menolak untuk di ajak bicara oleh tuan Carlos.
Kania tetap membuang muka tak Sudi melihat wajah tuan Carlos, dan tiba-tiba saja tuan Carlos bertekuk lutut dan mengutarakan permohonan maafnya di hadapan umum.
Bahkan di sana lebih ramai orang berlalu lalang.
"Nona Kania saya hanya ingin meminta maaf, atas sikap saya terhadap anda, saya sungguh sangat menyesali perbuatan saya" Tuan Carlos mengutarakan maksud nya sambil bertekuk lutut di saksikan banyak orang.
"Hm" Kania membuang pandangannya sambil tersenyum sinis mendengar pernyataan tuan Carlos tentang penyesalannya.
"Untuk apa tuan Carlos anda seperti ini, tanpa anda melakukan hal seperti ini juga, saya memang sudah di sini untuk Cherry, jadi anda tidak perlu melakukan hal yang tidak berfaedah seperti ini" Kania tak perduli dengan permohonan maaf dan rasa penyesalan tuan Carlos.
"Untuk menebus rasa bersalah saya kepada anda!" Ucap tuan Carlos.
"Haha...!" kania Malah terkekeh mendengarnya
"lalu setelah ini anda merasa senang, jadi maksudnya anda ingin membayar atau membalas rasa bersalah anda dengan hal yang sama dengan yang saya lakukan, lalu impas begitu!" Kania mengrti dengan maksud tuan Carlos.
"Haha... lucu sekali anda, pria dewasa, hebat bisnis tebus luar negeri, tapi pola pikir anda seperti anak kecil, bahkan Cherry saja lebih pintar daripada anda" Ucapan Kania terasa begitu sakit menghantam jantung tuan Carlos.
Sampai tuan Carlos merasa tak sanggup untuk berdiri lagi.
"tak perlu membalas melakukan hal yang sama tuan Carlos, saya sudah tidak masalah dengan kejadian kemarin, buktinya saya bersedia datang untuk Cherry, di benci atau tidak oleh anda itu juga tidak jadi masalah bagi saya" Ucap Kania sok santai, padahal dia merasa sangat sakti hati.
Kania berlalu begitu saja meninggalkan tuan Carlos yang masih bertekuk lutut.
semua orang memandang tuan Carlos, mereka pikir tuan Carlos pria dewasa genit yang selalu bermain cinta dengan anak remaja sampai menggombal dengan melakukan hal memalukan seperti itu.
__ADS_1
"Dasar pedofil" Cibiran orang-orang terhadap tuan Carlos
Beda halnya dengan Kania, ketika kania bersujud memohon dan meminta ia mendapatkan banyak simpati dan pujian, sementara tuan Carlos mendapatkan Umpatan dan cibiran.
Kania segera masuk ke dalam taksi online yang sudah ia pesan.
Sementara tuan Carlos mengikutinya dari belakang.
...
Di dalam taksi online kania merasa takjub dengan sikapnya sendiri, yang begitu tenang menghadapi tuan Carlos.
"Apa itu tadi,,,, hebat Kania kamu hebat ternyata, bisa melawan orang yang telah merendahkan mu, bahkan di mempermalukan dirinya sendiri!" Kania tak menyangka dirinya bisa bertindak seperti itu.
"Ternyata aku udah dewasa ya sekarang...." Kania malah cekikikan sendiri.
supir taksi online melirik ke arah Kania melalui kaca spion.
Kania pun langsung menyadarinya, dan malah membalas tatapan supir dengan senyuman kudanya menampilkan rentetan gigi putihnya
"hehehe...!" tawa kaku kania karena tertangkap basah sedang bersikap seperti orang Sarap
"Eeh ternyata ada yang memperhatikan ku" Gumam Kania pelan sambil membuang pandangannya ke arah luar jendela mobil.
.
.
.
Tapi perawat tidak menemukan pasien dengan identitas yang Kania sebutkan.
"mungkin ada nama lengkapnya?" tanya perawat
"Saya kurang tau nama lengkapnya, tapi nama papinya...." Terhenti karena Kania enggan menyebut nama tersebut.
"Siapa nama papinya nona?" perawat bertanya kembali.
"Tu- tuan CARLOS!" Kania menyebut nama itu dengan sangat terpaksa kemudian ia mengusap mulutnya seakan terasa kotor karena telah menyebut nama itu.
Mendengar namanya di sebutkan oleh Kania tuan Carlos yang sedari tadi berada di belakang Kania , langsung menghampiri Kania.
"Iya nona kania saya di sini!" Ucap tuan Carlos merasa terpanggil.
membuat Kania mengerutkan keningnya nya merasa heran.
__ADS_1
"Mengapa dia lagi - dia lagi, terus pede banget sih di" Batin Kania tak menyangka ternyata tuan Carlos ada di belakangnya.
"Ooh ini papinya nona" perawat merasa senang tak usah repot-repot lagi mencari datanya
"Oo ya.." Jawab Kania singkat dengan tersenyum malas.
"Mari saya antar nona" Tuan Carlos menawarkan diri dengan bersikap sangat manis.
"Ya Silahkan duluan" Kania mempersilahkan tuan Carlos untuk berjalan di depan nya.
merek berjalan beriringan, dengan jarak yang sangat jauh, Kania pun selalu membuang pandangannya tak ingin melihat tuan Carlos yang berada di depannya.
sampai saat tuan Carlos berbelok, Kania kehilangan jejaknya.
"Eeh kemana tuh tua ****** perginya,,,, waaah dia mau ngerjain saya rupanya, awas aja ya masih berani dia main-main sama saya" Kania membatin sambil celingukan mencari arah harus berjalan ke arah mana.
ternyata tuan Carlos baru menyadari Kania tertinggal dan kehilangan jejaknya.
tuan Carlos kembali dan dari kejauhan memanggil Kania
"Nona Kania!" Seru tuan Carlos memang Kania.
Kania pun berbalik melihat ke arah sumber suara.
"Nah loh dia di sana ternyata" Kania berlaga sok-sok santai padahal ia sedikit panik karena kesasar tak tau arah harus berjalan ke arah mana ia takut malah akan masuk ke ruang mayat atau kamar mayat.
Sebenarnya dalam hatinya tuan Carlos mengulum senyum melihat tingkah Kania yang menurutnya sangat menggemaskan
""Dasar sok JAIM (jaga image)" Gumam tuan Carlos.
kemudian mereka sampai di ruang di mana Cherry di rawat .
"Assalamualaikum...!" Seru kania memberi salam kepada yang berada di dalam ruangan, padahal Kania sendiri tak tau ada siapa saja di dalam ruangan.
"Walaikumsalam!" Jawab Nene nely.
Kania tersenyum kepada Nenek Nely dan mencium tangannya.
"Kamu pasti Kania" Ucap nenek nely menebak.
nenek Nely mengenal keluarga Romi namun tidak begitu akrab, jadi tidak begitu tau satu persatu anggota keluarganya
"Iya nek saya Kania" Kania memperkenalkan dirinya.
....
__ADS_1
Tak lupa untuk memohon dukungan, tinggalkan jejakmu dengan cara like, vote, komen di kolom komentar di setiap babnya ya kawan...!!!
Terimakasih 🙏🙏🙏