
Sahabat adalah orang yang memperlihatkan perilaku yang berbalasan dan reflektif. Namun bagi banyak orang, persahabatan sering kali tidak lebih daripada kepercayaan bahwa seseorang atau sesuatu tidak akan merugikan atau menyakiti mereka.
Seperti hubungan hubungan persahabatan alika dan Nina,
Ketika Alika memekik keluarga Alika langsung menghampiri alika terutama Romi.
Tapi kali ini pemandangannya berbeda terbaik dari sebelumnya. jika sebelumnya alika yang tertawa, kali ini Nina lah yang tertawa, membuat semua bingung melihat tingkahnya.
"Ada apa lagi ini...?"Tanya Romi panik karena Mendengar pekikan alika.
Alika tidak menjawab iya hanya memicingkan mata melihat kearah Nina, yang sedang tertawa.
"Nina kamu melakukan pelanggaran sudah membuat istri saya kesal kesal...!" Seru Romi.
"Lalu tuan mau ngapain...?" Tanya nina sebagai jawaban.
"Saya mau memberi hukuman buat kamu karena telah membuat istri saya kesal...!" Ucap Romi.
"Dih mainnya keroyokan...!" Gumam Nina.
"Lagian Sekarang aku bukan asisten pengganti tuan lagi, mana bisa tuan kasih hukuman kepada saya..." protes Nina.
"Iih Nina jargon asisten pengganti jadi istri tuan muda kan punya aku.. kok kamu ikut-ikutan pake kata itu sih nin..." Alika protes
"Yaelaah,,, aku kan cuma kata asisten pengganti gak jadi istri nya kok,,," Nina menimpali..
Alika dan nina terlihat sedang berdebat, tapi tentunya hanya sekedar candaan saja, mereka sudah terbiasa seperti itu.
Tapi bagi yang cukup risih melihat dan mendengarnya.
kemudian bunda berusaha menengahi, obrolan mereka.
"Sudah-sudah, kalian tidak usah berdebat masalah asisten pengganti, kalian memang sama-sama asisten pengganti kok...!" Terhenti karena Gani ikut menimpali.
"Jadi sama-sama asisten pengganti gak usah ribut, harus akur!" Ucap Gani.
Mendengar ucapan Gani perhatian Nina pokus kepada Gani.
Ketika melihat Gani, Nina tersenyum penuh kekaguman.
" Ko aku suka sekali sama kak Gani... dah ganteng baik, penuh tanggung jawab orang, dewasa penuh perhatian, duh bahagia banget ya kalau aku sampai jadi pasangan nya...." Nina malah membatin dengan terus tersenyum ke arah Gani
alika melihat jelas tingkah Nina yang seperti itu, kemudian Alika melempar bantal tepat jatuh di wajah Nina.
Otomatis Nina langsung terkejut dan memekik "Hey... apa-apaan kamu Lika" ucap Nina
__ADS_1
"Jaga tuh pandangan gak usah jelalatan..." alika mengingatkan sebab tak enak hati kepada dokter Tasya, yang juga memperhatikan Nina.
"Iiih sirik aja kamu Lika..!" Nina menimpali.
Kemudian Alika memberi isyarat kepada Nina dengan meliri- lirikkan matanya ke arah dokter Tasya, agar Nina menjaga sikap untuk menghargai dokter Tasya.
memahami isyarat dari alika Nina malah tersenyum.
Lalu berbicara "Apa...?" ucap Nina kepada alika yang memberinya isyarat.
"Oo dokter Tasya, apa mereka ( Tasya dan Gani) sudah pacaran..?" Sambung Nina, bicara malah di sengaja kan.
Tapi tak satu pun dari mereka yang menjawab.
Nina Semakin menggila iya malah menyukai keadaan seperti ini
Dan langsung bertanya kepada dokter Tasya.
"Maaf dokter Tasya,,, apa kak gani kekasih anda...?" Tanya Nina.
pertanyaan Nina membuat Tasya benar-benar terkejut, sampai membuat Tasya gugup bukan main.
Pasalnya antara dirinya dan Gani memang tidak ada ikatan apa pun, hubungan mereka tanpa setatus.
Nina kembali bertanya " Dokter Tasya kenapa diam ayok jawab, apa kak gani kekasih mu..."
"Bu-bukan..." Dengan terbata Tasya mengucapkan kata itu, sebab dalam hati nya iya ingn sekali berucap kata "Iya, Gani kekasih ku" Tapi terlalu gengsi baginya.
pikirannya Tasya adalah seorang wanita tidak pantas mengungkapkan perasaan terlebih dahulu, beda dengan Tasya yang dahulu, lebih berani atau arogan.
Terlihat sekali di mata Nina bahwa dokter Tasya sudah banyak berubah.
Jika Tasys yang dahulu mendapat perlakuan seperti itu dari Nina, sudah pasti Tasya akan memaki-maki Nina, namun kali ini dokter Tasya lebih memilih diam dan menyangkalnya, terlihat pasrah dengan keadaan.
Ya, sesungguhnya Nina bersikap seperti itu hanya ingin melihat perubahan sikap Tasya apa pantas iya bersanding dengan Gani.
Kemudian Nina kembali beraksi dengan menghampiri Gani dan berucap " Kak Gani, jika kalian bukan pasangan kekasih masih ada kesempatan dong buat aku untuk menjadi kekasih mu..." ucap Nina memancing reaksi dari Gani, dan juga Tasya.
Sebenarnya Romi dan keluarga alika sudah ingin menghentikan tingkah Nina, tapi Alika dan nenek dan yang sudah tau maksud dari Nina mencegah semuanya dengan memberi isyarat agar semuanya tetap diam.
mendengar ucapan dari Nina, tidak di pungkiri hati Tasya sungguh merasa sakit, Iya hanya mampu diam dan tertunduk "Tenang Tasya, apa pun jawaban yang di berikan oleh Gani kepada Nina, sudah di atur oleh yang maha kuasa,,, aku hanya bisa pasrah saja..." Tasya malah membatin.
Karena ganti belum juga menjawab pertanyaan dari Nina.
Nina kembali bertanya " Kak Gani kok diem aja sih jawab dong apa boleh Masih bisa aku menjadi kekasih mu...!"Nina menegaskan.
__ADS_1
Karena Nina terus saja mendesak nya akhirnya gani menjawabnya.
"Maaf Nina, saya dan Tasya memang belum ada pembicaraan tentang hubungan kami, tapi jujur saja saya ingin serius dengannya" ucap Gani
"Apa maksudnya, kak Gani nolak saya,,, apa kak gani mau menyatakan perasaan kak Gani! lalu kenapa tidak bicara langsung sama orangnya ! dokter Tasya kan ada di sini" Ucap Nina ingin menegaskan hubungan Gani dan dokter Tasya.
Gani memandang ke arah dokter tasya. Lalu menghampirinya.
Kemudian gani memberanikan diri mengungkapkan isi hatinya kepada tasya.
"Dokter tasya...!" Seru gani
" Ya ..." Jawab Tasya dengan wajah yang memerah karena gejolak di hatinya, perasaan tasya tak menentu ,
Ada rasa takut, bahagia, malu bercampur jadi satu. Sebab tasya tau gani akan mengucapkan sesuatu kepadanya
Kemudian gani mencoba mengutarakan perasannya
"Tasya sejujurnya dar pertama aku mengenal mu aku sudah menyukai mu, hanya saja aku belum yakin dengan perasan ku sendiri" Ungkap gani
Ternyata dugan tasya benar gani memang mengungkapkan perasannya.
Kemudian tasya menjawab "Ya aku pun sama sudah menyukaimu dari pertama melihat mu..."
Orang-orang di sana yang ikut mendengarkan tersenyum. ikut merasa bahagia mendengar ungkapan perasan mereka.
Gani dan Tasya pun tersipu malu mendengar pernyataan mereka satu sama lain.
Kemudian gani meneruskan ucapan nya.
" Tasya maukah kamu menunggu ku sampai aku memantapkan hati untuk meminang mu dan menjadikan mu permaisuriku..." ucap gani dan mengundang sorak sorai dari keluarganya termasuk ninia yg paling rame.
Kemudian tasya menganggukkan kepala, sebagai jawaban "iya" tak menjawab karen rasa malu.
...
Seperti nya mood Nina sudah kembali seperti biasanya, setelah berbicara dengan alika menceritakan semua yang iya rasakan, Nina merasa ada sebuah rasa yang terasa lega di hati dan pikirannya.
Nina merasa tak sendiri dengan adanya dukungan dan motivasi dari alika.
alika pun sungguh senang melihat sipat asli Nina sudah kembali seperti Nina biasanya. Dan bahkan kali ini nina berhasil membuat hubungan gani dan tasya menjadi lebih jelas
Seperti halnya dulu nina yang berhasil menyatukan alika dan rom, saat mereka (alila dan romi) salah paham ketika usai melakukan malam pertama.
Terlihat romi tersenyum bangga kepada nina karena deng ide dan tingkah nya bisa membuat hubungan gani dan adiknya menjadi lebih jelas.
__ADS_1