
lanjut...
*SAJAK CINTA...
Duhai Allah....
Tolong yakin kan Aku bahwa semua nya akan baik - baik saja, genggamlah tanganku untuk melewati semuanya, termasuk menerima yang tidak aku inginkan.
Duhai pemilik hati....
mungkin tangis ku selalu berderai, tapi sesungguhnya Aku tidak pernah menyesali takdir ini, mungkin keluhku selalu terdengar, tapi sesungguhnya Aku tidak pernah mengutuk apa yang ada.
Dan aku tau semua atas kehendak - mu, ya Allah. maka, Tolong peluklah aku saat semua tidak seperti yang ku mau.
...
Alika dan keluarga melanjutkan perjalanan menuju pemakaman, di mana ayah Bayu di semayamkan, menggunakan dua mobil yang berbeda.
sesampainya di sana mereka langsung turun dan segera menuju makam ayah Bayu, dengan khusyuk mereka berdoa dengan di pimpin oleh Alif yang membacakan doa husus untuk ziarah kubur, terlihat beberapa kali alika menitipkan air mata seakan ia ingin mengadukan apa yang ia rasakan kepada sang ayah.
Saat Alif telah selesai membacakan doa-doanya, itu bertanda ziarah kubur pun telah selesai, mereka menabur bunga secara bergantian lalu setelah semua nya selesai mereka memutuskan untuk pulang, tapi alika meminta untuk tetap tinggal, meminta semua keluarga untuk meninggalkan nya di sana, mereka mengikuti apa yang alika ingin kan, semua pulang kecuali Gani yang menunggu alika di mana mobil mereka di parkirkan.
saat sedang sendiri alika berbicara di pusar ayah nya seakan sedang mengadu kepada ayahnya dengan terus menangis tersedu-sedu.
....
ayah,,, sesungguhnya Aku sangatlah lelah. banyak beban pikiran yang ku pendam sendiri. banyak keluh kesah yang sulit untuk ku ceritakan.
ayah,,, sesungguhnya Aku sedang terjatuh Dan ingin menyerah, aku pun tak sanggup berpura-pura kuat padahal hati ku sangat hancur.
ayah,,, ketahuilah putri mu saat ini sedang tidak baik-baik saja .😭😭😭 kata - kata alika di sela-sela tangis nya.
cukup lama alika di sana dan tak kunjung beranjak dari sana, sampai terdengar suara dari arah belakang nya.
"Honey,,,,!"
Mendengar suara itu seketika alika menghentikan tangisnya, tanpa menoleh alika bangkit dari posisi bersimpuh nya, lalu menyeka air matanya. membersihkan wajah nya dari air mata dan ingus yang ikut mengalir, alika menarik nafas panjang untuk mengatur emosi nya.
kemudian ia berbalik dan ia melihat siapa lagi orang yang memanggil nya dengan sebutan honey kalau bukan Romi orang nya.
Romi sudah berada tepat di belakang alika.
saat alika berbalik badan Romi melihat jelas sisa sisa air mata di wajah alika meski alika sudah berusaha untuk menyembunyikan nya
Romi merasa sangat bersalah, ia pikir alika seprti itu karena ia telat hadir bersama mereka ke acara pernikahan Fahri dan Rani.
"Honey, maaf kan saya...!" Ucap Romi dan langsung memeluk alika, dan tanpa alika balas pelukan itu, tapi ia malah kembali menangis tersedu 😭😭😭
__ADS_1
"Hey honey, jangan menangis, maafkan saya karena sudah terlambat....!" Alika menggelengkan kepalanya tanda bawah menjawab tidak apa-apa
"Saya sudah berusaha untuk tiba tepat waktu, tapi banyak sekali kendala nya, selain jalan macet, ban mobil kempes sampai 2 kali itu yang membuat saya terlambat..." Romi menjelaskan kejadian yang ia alami yang menghambatnya.
Romi pun memberi tau alika bahwa ia langsung ketempat acara, berharap mereka masih ada di sana dan ternyata mereka sudah pulang, Romi langsung bergegas pergi ke rumah nenek Diah, tapi di sana sepi tak ada orang, lalu Romi memutuskan untuk menunggu, tak lama nenek dan yang lainnya datang, dan memberi tau bahwa alika sedang berada di pemakaman, karena jarak antara pemakaman dengan rumah nenek Diah tidak terlalu, jauh maka Romi tidak memerlukan waktu lama untuk segera menemui alika di sana.
setelah mendengar apa yang di ceritakan oleh Romi Alika bertanya kepada Romi.
" Tuan boleh saya tanya sesuatu...?"
" Ya tentu saja,,,!" Jawab Romi antusias
" Tuan apa anda mencintai saya...!"
" Saya sangat mencintai mu, apa yang saya lakukan sekarang hanya untuk mu,,, untuk masa depan kita...!"
" Apa boleh saya minta sesuatu,,,!"
" Tentu saja, apa yang kamu inginkan, apa yang kamu pinta sebisa saya, akan saya penuhi...!"
" Apa pun itu...?" Alika
" Ya,,,!" Romi
" Janji...!" Alika
" Tuan...!" Alika
" Ya,,,!" Romi
" Saya mohon menjauh lah dari hidup saya...!" Alika
" WHAT...!" Romi
" Anda sudah berjanji tuan untuk memenuhi nya,!" Alika
" Tapi alika saya tidak bisa melakukan hal itu, saya sangat mencintai mu, saya ingin hidup bahagia dengan mu sampai maut memisahkan kita...!" Romi
" Tapi saya tidak bahagia tuan, jika ingin saya bahagia, hidup saya tenang, maka jauhilah saya, dan mohon kerjasama nya untuk mempermudah proses perceraian kita,,,!" Alika
" Alika ini sama saja kamu meminta aku untuk menyerahkan nyawanya ku...!" Karena Romi telah berjanji akan menaruhkan nyawanya agar bisa bersama alika.
" Tidak tuan semua akan baik-baik saja, saya mohon kerjasama nya, sekuat apapun anda mempertahankan, saya akan tetap pergi, kami punya bukti-bukti kuat rekaman CCTV semua perlakuan kasar anda terhadap saya, tentu dengan mudah pengadilan akan mengabulkan permohonan gugatan perceraian kita, karena tindakan kekerasan, tapi saya tidak mau seperti itu tuan saya ingin kita selesaikan semua secara baik-baik,,,!" Alika mencoba bernegosiasi
" Secara baik-baik kata mu! tapi saya tidak baik-baik saja alika, saya sakit malah lebih sakti dari apa yang kamu rasakan,,,! Romi berusaha untuk mempertahankan.
" Maaf tuan keputusan saya sudah bulat, saya pun akan mengundurkan diri dari yayasan dan kak Alif yang akan menggantikan saya, untuk sementara waktu saya hanya ingin pokus meneruskan pendidikan saya,,,!" Alika memberi tau rencana nya ke depan
__ADS_1
" Ya saya sudah berusaha untuk mempertahankan hubungan ini, tapi saya pun tidak bisa memaksa, jika berpisah dengan saya bisa membuat mu bahagia, lalu saya bisa apa selain melepaskan mu, meski berat sakali untuk melakukan nya, tapi mohon maafkan atas semua kesalahan saya, jika memang kita tidak berjodoh dan harus berpisah untuk selamanya, setidaknya saya bisa pergi tanpa rasa bersalah...!" Romi mencoba untuk mengiklaskan dan menerima permohonan alika.
" Terimakasih tuan, sesungguhnya saya tidak pernah membenci anda, dan saya sudah memaafkan semua, saya ingin berpisah karena rasa bersalah yang selalu menghantui jiwa saya karena telah berkhianat (menghantui Fahri), saya selalu di hadapkan dengan tekanan-tekanan yang menyiksa perasaan saya saat bersamaan anda, tentu anda tau saya tidak merasa tenang dan tidak bahagia... maka dari itu lebih baik kita berpisah,,,!" Alika mengutarakan apa yang ia rasakan agar Romi mengerti.
dengan ekspresi wajah sedihnya Romi mengangguk tanda mengerti lalu berkata "Okeh!'" dengan sangat berat hati lalu menunduk, ia merasa tidak berdaya dengan permohonan alika, ia pun sudah tidak ada pilihan lagi selain menyetujui nya.
Alika terlihat sangat berusaha menahan tangisnya, yang ingin pecah saat itu juga, terlihat sekali dari wajah nya, ia menahan segala rasa yang ia rasakan, karena sesungguhnya ia pun sangat mencintai Romi.
" Terimakasih tuan,,, dan mohon maaf kan saya...!" kata terakhir dari alika, kemudian alika berlalu meninggalkan Romi dengan berderai air mata.
Alika menghampiri gani yang sedari tadi menunggu nya.
" Dek,,,! kamu gak papa...?" Tanya gani melihat adiknya menangis
Alika hanya menggelengkan kepalanya lalu masuk kedalam mobil, di dalam mobil alika menangis sesenggukan menumpahkan kesedihan nya, memilih melepaskan semua nya, berharap kedepan hidupnya lebih tenang dengan membuka lembaran baru, dengan setatus baru nya nanti sebagai janda kembang.
Gani memberikan ruang untuk alika agar bisa menumpahkan semua kesedihan nya, setelah merasa puas biasa nya alika dengan mudah bisa mengendalikan emosi nya, dan bisa lebih tenang.
Gani memilih untuk menghampiri Romi yang sedang tertunduk dengan posisi bersimpuh menghadap pusara ayah Bayu.
melihat kondisi Romi, Gani sungguh merasa tidak tega, gani mencoba memberikan support dengan merangkul bahu Romi, untuk menguatkan nya.
Romi tak bergeming meski ada seseorang yang menghampiri nya, Romi seprti sudah mati rasa.
" Tuan maafkan kami, kami sebagai keluarga sudah memberi nya pengertian, tapi ia (alika) tetap kukuh dengan keputusannya,,,!" Gani merasa tidak tega.
dan memberi tau bahwa sebenarnya alika ingin menggugat cerai dari saat ia pergi meninggalkan rumah Romi, tapi semua keluarga menahan nya karena alika pun tidak ingin kembali bersama Fahri, maka! keluarga meminta alika untuk menunda rencana nya, sampai Fahri menikah terlebih dahulu, karena jika alika berpisah dengan Romi sebelum Fahri menikah, sudah pasti Fahri akan membatalkan pernikahan nya dengan Rani, dan akan terus mengejar alika.
" Tuan saya tau anda orang hebat, tetap lah kuat, percayalah jika kalian berjodoh tuhan akan mempersatukan kalian, jika tidak ! mungkin tuhan punya rencana lain yang lebih indah untuk kalian,,,!" Gani berusaha untuk menenangkan Romi.
Hanya satu kata yang terucap dari bibir Romi "Terimakasih" dengan nada suara lirih nya.
" Ayo tuan tinggalkan tempat ini, seprti nya sebentar lagi akan turun hujan,,,! ayo kita ke rumah nenek dulu...!" aja gani, menghawatirkan kondisi Romi, dan memang cuaca saat itu tiba - tiba mendukung dan berhembus angin kencang.
Romi hanya mengangguk kan kepala nya.
" Saya duluan ya tuan! kami tunggu di rumah nenek...!" Gani pamit dan berlalu meninggalkan Romi, setelah mendapat jawaban sebuah anggukkan kepala dari Romi.
...
Hay para ALrs (readers) jangan lupa ritual nya tinggal kan jejak mu dengan cara like, vote, komen, di tunggu ya...!!!
terimakasih 🙏🙏🙏
para ALrs (readers) KEPO'in juga karya baru other yang berjudul "Hati yang tersakiti" gak kalah seru nya loh sama cerit babang Omi, sama neng lika, pasti bikin kalian semua BAPER
yuk mampir sambil nunggu bab berikutnya up
__ADS_1