Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 243


__ADS_3

Alika merasa tidak terima karen Robert berusaha untuk mempermalukan suaminya.


Alika mulai berbicara untuk membela Romi dan Fitri.


"Ya, suami saya memang menikahi Nona Fitri, tapi itu hanya karen permintaan terakhir dari Ibu Nona Fitri, yaitu Bu sari Asisten pribadi suami saya, yang merawat dan mendidik suami saya, beliau ingin melihat Fitri menikah sebelum ia meninggal, jadi hanya karena itulah pernikahan itu terjadi." Alika mencoba menjelaskan apa yang di katakan oleh Robert.


"Jika begitu, apa anda yakin suami anda tidak berhubungan layaknya pasangan suami istri, mengingat Nona Fitri begitu menggoda?" Tanya Robert mempengaruhi Alika dan yang lainnya.


Pertanyaan Robert sungguh menjebak jawaban dari Alika.


"Ya saya yakin." Kemudian ucap Alika dengan tegas.


"Mengapa anda bisa seyakin itu? kalau bukan karena wanita ini mengalami gangguan jiwa saat di nikah oleh tuan Romi, dan memang orang gila tidak boleh menikah atau menikahi, itu kan alasannya nona Alika!" Robert berbicara penuh keyakinan.


"Benarkan Nona Fitri!" Robert bertanya kepada Fitri untuk meyakinkan apa yang dia katakannya.


Sebab Robert tau itu semua karena Fitri telah menceritakan semuanya kepada Robert.


"Anda tidak bisa mengelak lagi kan Nona Fitri! karena apa yang saya katakan berasal dari mulut anda sendiri." Ucapan Robert penuh penegasan.


Fitri hanya tertunduk karena ia memang merasa telah menceritakan semuanya kejadian yang ia alami dengan menjelek-jelekkan Alika dan Romi.


Robert membeberkan semu yang di ceritakan Fitri kepadanya di depan semua tamu undangan.


Alif, Andi dan tuan Carlos begitu kesal kepada Robert, tapi mereka tidak mungkin menyerang Robert di depan umum.


Alika pun memberi isyarat kepada keluarganya yang ikut merasa merasa malu atas perbuatan Robert, agar mereka tetep tenang, dan jangan terpancing emosi.


Alika mendekati Fitri, dan merangkul bahunya, sebagai isyarat untuk mendukung Fitri, bahwa ia tidak sendirian.


Kemudian Alika berbisik di telinganya, " Tenang Fitri kami bersama mu."


Lalu Alika kembali berbicara, " Sebenarnya Nona Fitri tidak seperti yang tuan Robert katakan, Nona Fitri hanya merasa terguncang telah kehilangan ayahnya pada saat itu, di tambah Ibunya ikut menyusul, hidupnya jadi sebatang kara."


"Setelah Nona Fitri bisa melewati masa-masa itu, kalian bisa lihat sendiri Nona Fitri baik-baik saja, ia terlihat sehat segar bugar dan sangat cantik." Alika berbica membela Fitri dan memujinya.


Fitri menangis mendengar itu, setelah apa yang ia lakukan kepada Alika dan Romi tapi Alika masih saja bersikap baik kepadanya.


Romi pun ikut bicara, "Honey, jangan terlalu memperdulikan ucapan orang yang tidak menyukai kita, karena tujuan mereka hanya ingin membuat kita terpuruk." Romi tidak ingin ambil pusing dengan apa yang di lakukan Robert kepadanya.

__ADS_1


"Maaf kepada semuanya, terutama kepada tuan Sean, karena kami acara anda jadi tergantung seperti ini, mohon maafkan kami." Romi merasa tidak enak hati kepada orang-orang di sana.


Kemudian Romi pamit undur diri kepada semua dan menggandeng tangan Alika mengajaknya untuk segera pergi.


Setelah beberapa langkah mereka hendak keluar.


Tiba-tiba Fitri memekik, "Tunggu!!!"


Seketika itu Alika menghentikan langkahnya dan otomatis Romi yang menggandeng tangan Alika pun ikut terhenti.


Melihat Alika dan Romi terhenti, Fitri segera berlari ke arah mereka.


Fitri bersujud di hadapan Alika memohon maaf atas segala kesalahannya.


Alika berusaha membangunkan Fitri agar tidak melakukan hal seperti itu.


"Fitri kamu apa-apaan, tidak usah seperti ini Kami sudah memaafkan mu kok!" Gumam Alika kepada Fitri.


Alif langsung menghampiri Fitri untuk membangunkannya, karena Alika terlihat kesulitan melakukan hal itu.


Sementara Romi, ia terlihat melakukan gerakan ancang-ancang memegangi Alika agar mundur sebab Romi takut Fitri sedang berpura-pura ingin menyakiti atau akan menyerang Alika.


"Iya Fitri, tidak usah berlebihan, biarlah yang lalu berlalu kita lupakan semuanya." Alika menimpali Fitri.


Fitri memeluk Alika, sedangkan Romi masih merasa cemas kalau Fitri sedang bersandiwara untuk menyerang Alika.


"Honey, ayo cepat kita harus segera pergi dari sini."


"Ya baiklah." Kemudian Alika mengurai pelukannya.


"Maaf Fitri, kami harus segera pergi." Alika pamit kepada Fitri.


"Nona Alika bolehkah saya ikut keluar dari sini, Saya akan pulang bersama kak Faisal, kak Faisal telah mengirim pesan sedang menunggu saya di luar." Ya Faisal memang selalu memantau Fitri.


Alika berbalik melihat ke arah Romi, sebagai isyarat meminta izin kepadanya.


Sebenarnya Romi makin curiga saja kepada Fitri.


Tapi Romi juga tidak mungkin menolaknya, Sebab mereka masih di perhatikan oleh orang banyak.

__ADS_1


Dan akhirnya Romi mengizinkanny.


kemudian mereka bertiga berjalan keluar, meninggalkan tempat acara.


Sesampai di lobi hotel tiba-tiba Robert mencekal tangan Fitri dan menariknya untuk ikut dengannya.


Robert sengaja memperlakukan Fitri seperti itu, agar Romi melakukan tindakan untuk menyerangnya untuk menyelamatkan atau melindungi Fitri.


"Lepaskan saya tuan Robert." Pekik Fitri karena Robert menariknya paksa dan membawanya ke arah lift untuk di bawa ke kamar hotel yang sudah mereka berdua pesan sebelum ke tempat acara pesta, yang memang di gelar di gedung hotel itu.


"Tuan Romi tolong, siapa pun tolong saya." Masih Pekik Fitri.


Alika yang merasa panik dan ingin menyelamatkan Fitri, tapi Romi mencegahnya dengan memegangi tubuh Alika agar tidak terpancing dengan aksi pasangan gila itu, menurut Romi mereka berdua (Robert dan Fitri) sama gilanya.


Melihat itu semua, Romi makin merasa yakin, jika keduanya terutama Fitri, sedang bersandiwara untuk memancing Alika dalam bahaya atau dalam jebakan mereka.


Robert menyeret Fitri kedalam kamar lalu menghempaskan tubuh Fitri di kasur.


Kemudian Robert membuka jas, dasi, dan kemeja yang ia kenakan.


Fitri merasakan ketakutan melihat Robert seperti itu, "Anda mau ngapain tuan Robert?"


"Saya mau memberi kamu pelajaran karena sudah membuat saya malu, dengan kamu malah berpihak kepada mereka (Alika dan Romi)."


"Sayang sekali tubuh indah mu ini, jika di sia-siakan begitu saja." Sabung Robert, lalu menciumi wajah dan leher serta dada Fitri,


Karena Fitri mengenakan gaun terbuka di bagian dada dan pahanya.


Karena itu memudahkan Robert melakukan aksinya untuk melecehkan Fitri.


Tubuh Fitri yang terbaring di kasur, di kung-kung oleh tubuh Robert yang berada di atas tubuh Fitri.


Robert mengunci pergerakan Fitri, sehingga Fitri tidak bisa berkutik sama sekali.


Awalnya Fitri memekik, menjerit memohon pertolongan, tapi tidak satu pun orang yang datang menolongnya.


Sampai akhirnya Fitri kehabisan tenaga untuk memberontak dan hanya bisa pasrah, tapi tetap menangis, dan merintih, dan memohon belas kasihan dari Robert agar tidak melecehkannya dan menyakitinya.


Tapi apa! Robert malah makin menjadi dan makin beringas untuk melakukan hal yang tidak senonoh.

__ADS_1


__ADS_2