Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 153


__ADS_3

Selepas isya rombongan Romi sampai di hotel tempat mereka menginap.


Mereka semua kembali ke kamar masing-masing.


tapi Romi mengintruksi kepada Andi untuk menemani Kania lebih dulu.


"Ogah aku sudah lelah aku mau langsung istirahat!" Tolak Andi ketika Romi menyuruh nya untuk menemani adik bungsu nya.


"Ih kepedean lu kak, siapa juga yang mau tidur bareng kamu"Kania pun menolak


Sementara Nina sudah menuju kamarnya, ia pun sungguh merasa sangat lelah.


"Nina!" Andi memangi melihat Nina berlalu begitu saja.


Nina menoleh "Ya ada apa?" kemudian Jawa Nina


"Kamu tahu gak, tadi aku dengar pegawai hotel cerita seminggu yang lalu di kamar yang kamu tempati ada yang meninggal karena bunuh diri loh katanya" Andi sengaja menakuti Nina.


"Sorry aku gak takut!" Nina


"Iih bener loh" Andi berusaha meyakinkan Nina.


Tapi Nina seperti tidak terpengaruh oleh omongan Andi karena ia berlalu masuk kamarnya begitu saja, tanpa membalas lagi ucapan Andi.


Kini semua telah berada di kamar masing-masing.


membersihkan diri dan bersiap untuk tidur.


Romi memberikan pijatan di beberapa titik tegang tubuh alika agar ia merasa rileks.


"Bagaimana Honey apa terasa enakan?" Romi Bertanya meminta pendapat alika mengenai pijitan nya


"My honey, kamu tau gak, aku tuh perempuan paling beruntung bisa di perlakuan seperti ini sama tuan muda Romi, pengusaha muda sukses yang ketampanannya tiada Tara!" Alika sedang menggombali suaminya


Tentu saja Romi merasa sangat senang mendengar pujian dari sang istri.


"Malah Aku yang beruntung Honey, bisa memilikimu, wanita cantik, Solehah penyayang, sampai sipat penyayang mu menular kepada Kania" Romi Balik memuji alika sambil terus memijit pundak dan tengkuk alika.


dengan posisi tidur di kasur empuk nya dan alika membelakangi nya atas permintaan Romi


"Melihat Kania tadi pagi aku merasa sangat terharu, ternyata dia sudah dewasa dia mampu merendahkan ego demi seorang anak kecil, itu semua tidak luput dari caramu yang membimbing nya selama ini" Romi.


" Bukan karena aku, tapi memang sipat Kania yang penyayang anak-anak my honey, tapi sepertinya dia (Kania) sangat membenci tuan Carlos" Alika.


"Tapi menarik juga ya kalau mereka berjodoh!" Romi terkekeh membayangkan nya.


"Ya bisa saja! kan takdir tuhan tidak ada yang tau, seperti cinta kita berdua tumbuh dengan sendirinya di awali dengan kebencian" Alika mengingatkan perjalanan cinta mereka.


" Ya kamu benar Honey, tapi sekarang aku sangat mencintaimu dan takut kehilanganmu mu" Ucap Romi sambil memeluk tubuh alika dari belakang.


Alika pun berbalik mengubah posisi menghadap Romi.


"Aku juga sama!" Alika membalas Romi.

__ADS_1


Romi menciumi seluruh wajah alika dengan rasa penuh cinta dan kasih sayang.


kemudian mereka saling berpelukan dalam kehangatan.


.


.


Di kamar Nina, ia sudah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, namun ia sulit sekali untuk terlelap hatinya resah, ia teringat ucapan Andi dan malah membayangkan nya.


"Ooh tuhan mengapa ucap mas Andi malah menghantui ku" Gumam Nina kesal.


meski pun sudah berusaha Nina untuk memejamkan mata nya, namun pikiran dan hatinya tidak bisa di ajak kerjasama membuat pikirannya makin membayang hal-hal yang tidak-tidak, mejadi takut dan merinding.


kemudian Nina memutuskan untuk tidur bersama Kania di kamar Kania.


.


.


Di kamar Kania ia pun sulit sekali terlelap meskipun rasa lelah telah menguasai nya.


seperti hal nya Nina Kania pun resah dan gelisah tapi bukan karena rasa takut seperti yang di rasakan oleh Nina, melainkan karena rasa bencinya kepada tuan Carlos.


tidak di pungkiri Kania belum bisa melupakan hal itu, ia pun berpikir tak menyangka dengan sikapnya bisa seperti itu.


"Aku kesambet dari mana ya, kok aku sampai bertekuk lutut, memohon, dan memeluknya (tuan Carlos), kok mau-maunya sih aku melakukan hal seperti itu. makin besar kepala aja dia" Gumam Kania bicara sendiri tak menyangka akan tindakan nya yang merendahkan harga dirinya di depan tuan Carlos.


Tapi lagi-lagi bel pintu kamarnya berbunyi tanda ada seseorang ingin mengunjungi nya.


sebenarnya Kania malas sekali beranjak dari tempat tidurnya, tapi ya pasti seperti biasa orang yang di luar sana tidak akan berhenti menekan tombol bel sampai pintu terbuka.


Dengan malas nya Kania berjalan ke arah pintu untuk membuka pintu.


pintu di buka dan Nina lah yang datang.


"CIK,,," Kania berdecak kesal "Mau ngapain sih, gak cape apa malah gangguin aku" Ucap Kania malas.


"Nona Nia!" Seru Nina


"Apa? nona-nona" Kania enggan di panggil nona.


"Pasti ada mau nya" Sambungan Kania.


"hehehe,,,, Iya" Nina malah cengengesan


" Udah cepetan ngomongna ada apa, aku mau istirahat ni' Kania


"A- aku mau ti-tidur s-sama kamu d-di sini" Nina ragu untuk mengucapkan hal itu, ia sampai terbata-bata takut Kania tidak mengijinkan nya untuk tidur dengannya


Kania memicingkan matanya tanda mencurigai Nina mengapa Nina bertingkah seperti itu tidak seperti biasanya.


"Kenapa kamu seperti itu" Kania bertanya mengutarakan kecurigaannya.

__ADS_1


Lalu Nina menceritakan apa yang ia rasakan, Nina merasa takut karena andi telah menakutinya.


"CIK, kamu tuh orang Sarap Kaya dia (Andi) di dengerin, mending dengerin bimbingan ustadz sarap aja yang lagi buming di NT, buat menyejukkan hatimu dan pikiran mu" Kania seperti sedang menasehati dan memberi saran, padahal dia sendiri lebih sarap dari Andi kakak nya.


"Nia boleh ya aku tidur sama kamu disini" Nina memohon dan memaksa.


Dan akhirnya Kania pun mengiyakannya karena merasa tidak tega melihat Nina ketakutan.


"Ya udah ayo masuk" Kania mempersilahkan Nina untuk masuk.


Nina langsung mengembangkan senyumnya dan berucap


"Terimakasih Kania..." Nina girang


Setelah itu baru saja Kania dan Nina bersiap untuk tidur dan tiba-tiba bel pintu kamar hotel Kania berbunyi kembali.


"Ooh tuhan siap lagi dia!" Kania benar-benar merasa geram.


kemudian Nini lah yang membukakan pintu.


"Mas Andi!" seru Nina ketika membuka pintu ya orang itu Andi.


"Ngapain mas?" Tanya Nina


"Kamu yang ngapain di kamar Kania" Andi malah balik bertanya


"Gara-gara mas Andi aku gak bisa tidur, jadi aku mau nginep di sini!" Nina


"Gak boleh kamu harus tidur di kamar mu! aku yang mau tidur di sini!" Andi menarik tangan Nina agar keluar dari kamar Kania dan ia lah yang akan masuk.


merek berdua malah berebut ingin tidur di kamar Kania dengan saling dorong pintu kamar Kania, dan terjadi lah keributan.


membuat Kania benar-benar kesal


Kania yang sudah merebahkan tubuhnya sampai bangkit kembali menghampiri orang-orang yang minim akhlak satu tipe dengan nya


"Stop !!! ada apa ini" Seru kania menghentikan keributan.


Nina dan Andi malah saling menyalahkan dan kemudian memulai keributan kembali.


Lalu Kania mendengar kedua nya agar keluar dari kamar nya, setelah itu Kania menutup pintu dan mengunci kamarnya dari dalam.


"Dasar orang-orang gak guna" Gumam Kania


dan kembali ke tempat tidur nya untuk tidur.


Sementara Nina dan Andi menggedor dan mencet bel pintu agar Kania mau membukakan pintu.


tapi Kania tidak mempedulikan nya dengan menutup kedua telinganya dengan bantal.


"Azab apa ini tuhan liburan tapi sekedar ingin tidur aja banyak banget derama sih" Gumam Kania tak mengerti.


....

__ADS_1


mohon dukungan nya kawan dengan cara like, vote, komen di kolom komentar di setiap bab nya Terimakasih 🙏🙏🙏


__ADS_2