Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 80


__ADS_3

Alika memang tidak terluka, tapi karena tadinya ia merasa sangat panik yang luar biasa, saat mendapati putri kecil itu sudah tak sadarkan diri, kini ia merasakan tubuhnya lemas tak berdaya, sampai berjalan pun ia harus di bantu oleh Romi, bukan karena lebay, tapi yang romi khawatir alika mengalami serangan panik, jika tidak di tangani dengan tepat bisa berdampak buruk terhadap kesehatan alika.


Romi membuka jasnya dan memakaikannya kepada alika agar ia tidak terlalu kedinginan.


Romi memapah alika menuju mobil bersama seluruh keluarga dan segera pulang.


Di dalam mobil alika masih saja diam tidak merespon Romi, dan keluarganya berbicara membahas berbagai macam pembicaraan.


Alika memejamkan mata, perlahan menarik nafas dan menghembuskannya, mencoba mengontrol emosinya dan Romi melihat hal itu. Romi menggenggam tangan alika dan menarik alika ke dalam pelukannya, alika langsung menghindar menjaga jarak,


" Jangan tuan saya basah,,, nanti tuan ikut basah!!!" Ucap Alika menolak untuk di peluk Romi, padahal bukan hanya itu alasan alika menolak, alika malu karena di sana ada semua keluarga Romi.


mendengar ucapan alika, Romi kembali merangkul alika sambil berucap " gak papa ko,,,! cuma basah dong,,, lah kamu kayaknya lemes banget...!"Romi mencoba membuat alika lebih rileks.


Di perjalana Romi meminta pak Edy menghentikan mobilnya ketika ia melihat toko pakaian, lalu mengajak Alika masuk ke toko itu untuk membeli baju ganti agar alika tidak kedinginan, setelah itu Romi membawa alika ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaan alika, dan tentu saja semua keluarga pun ikut mengantarkan alika padahal alika sendiri merasa tidak enak hati dengan keluarganya tuan Romi.


Setelah pendaftaran mereka di minta menunggu, untuk mendapat giliran mereka. Romi benar-benar menunjukkan kepeduliannya kepada alika, dengan terus berada di samping alika menggandeng dan merangkulnya, karena alika merasa nyaman dengan perlakuan Romi dan memang itu yang alika butuhkan, alika sudah tidak mempedulikan sekitar lagi.


Saat menunggu giliran dengan bersandar di bahu Romi dan rangkulan tangan Romi di bahunya, alika terlelap entah perasaan apa yang alika rasakan, yang jelas dia memang tidak baik baik saja.


Tiba-tiba Nita dan ayahnya tak sengaja melintas di depan Romi dan keluarganya, Nita dan ayahnya terhenti saat melihat mereka dan menyapa.


Lalu ayah Nita berbicara dengan papa Bagas, dan mama Ranti, sementara Romi dan yang lainnya hanya diam melihat Nita dan ayahnya. sedangkan alika masih anteng terlelap.


Nita dan ayah menanyakan mengapa mereka berada di sana?.


Papa Bagas menjelaskan bahwa mereka di sana ingin memeriksakan keadaan alika, nita dan ayahnya terkejut mendengar hal itu.


"kenapa dengan alika, apa dia sakit atau terluka saat menyelamatkan putri Saya?"


Mama Ranti menjelaskan bahwa alika tidak terluka, hanya saja kondisinya lemah tak berdaya seusai insiden tadi, " Mungkin alika syok melihat kondisi putri mu " jelas Mama Ranti.


Nita menghampiri alika yang sedang duduk dan terlelap di bahu Romi, dengan di rangkul oleh Romi.


Nita berlutut di hadapan alika lalu menggenggam tangan alika,


" Mona alika...!" seru Nita membuat alika terhenyak

__ADS_1


Alika membuka matanya, dan kaget melihat Nita ada di hadapannya.


" Anda,,,! " Alika heran


" Nona alika,,, anda kenapa...? tenang saja nona, putri saya alhamdulilah baik-baik saja dokter sudah menanganinya, putri saya Sekarang sedang istirahat...!" Nita berusaha menenangkan alika.


" Ya sukur alhamdulilah jika begitu, insaallah saya pun tidak apa-apa,,,!" jawab alika.


" Nona alika,,,! maaf kan atas semua sikap saya kepada anda,,,! saya sungguh malu kepada mu,,,! anda memang seperti air putih, benar kata anda, saya pun sangat membutuhkannya, dan berhutang Budi kepadamu...!" Nita menyesali semua sikapnya kepada alika.


" Jangan berlebihan nona... saya melakukan itu (menolong putri anda) atas dasar kemanusiaan...!" Jawa alika


" Jelas mengapa saya memilih alika sebagai istri saya, karena dia istimewa,,, terbukti dia mampu meluluhkan hati saya...!" Romi bicara penuh penekanan mengingatkan Nita.


Mendengar ucapan Romi, niat tertunduk malu, dan memohon maaf.


ayah Nita pun berterima kasih kepada alika atas tindakannya yang telah menyelamatkan cucunya.


Kemudian perawat memanggil nama alika, tanda sudah giliran alika untuk di periksa.


mama Ranti meminta untuk ikut masuk bersama alika dan romi untuk memastikan keadaan alika, Romi menyetujuinya.


Saat di dalam ruangan dokter, alika langsung di periksa, dan dokter menanyakan beberapa pertanyaan kepada alika mengenai kondisinya.


lalu dokter meresepkan obat untuk Alika, dan memberikannya kepada romi untuk di tebus di apotik.


" Nona alika tidak apa-apa, beliau hanya syok berat, cukup istirahat yang cukup, makan makanan bergizi dan minuman air putih yang banyak. insaallah nona alika akan segera membaik,,!" penjelasan dokter membuat alika, Romi, dan mama Ranti merasa lega.


Setelah selesai mereka keluar dan ternyata Nita dan ayahnya masih berada di sana menunggu kabar kondisi alika.


Mama Ranti memberi tau kalau alika hanya butuh istirahat saja tidak perlu khawatir.


kemudian semua bergegas untuk pulang agar alika bisa segera istirahat di rumah. di ikuti Nita dan ayahnya ikut mengantarkan sampai depan rumah sakit.


Alika berjalan masih di bantu oleh Romi dan Kania, sementara Andi menebus obat di apotek.


karena geregetan dan tidak tega melihat Alika yang kesulitan untuk berjalan, Romi membungkuk di depan alika dan meminta alika naik ke punggungnya.

__ADS_1


Alika menolak merasa tidak enak hati dengan orang orang, namun Romi dan Kania memaksanya.


Karena bujukan dari Kania, akhirnya alika mengikutinya saran dari Kania, lalu naik ke punggung Romi.


Dan akhirnya Romi menggendong alika.


" Ciiyee... dari tadi kek kaya gini...!" goda Kani


" Bukan kek,,, tapi nek kali...!" Romi menimpali godaan Kania.


Alika menyembunyikan wajahnya di punggung Romi karena merasa malu.


" Tuan anda wangi sekali,,, kaya perjaka mau pergi Ngampel....!"alika berbisik di telinga Romi


Romi tersenyum mendengar ucapan alika.


" Jangan bilang kamu sedang menggoda saya,,,!" jawab Romi


Alika pun tertawa kecil mendengar jawaban Romi.


" Ciiyee,,, ciiyee...!" Kania BAPER melihat Romi dan alika.


Beda dengan niat melihat Romi dan alika ia hanya berjalan menunduk, seakan Benar-benar malu.


" Sekarang aku tau mengapa Romi begitu mencintai alika, Kepada ku saja orang yang sering merendahkannya, Alika begitu peduli, dan ia telah sudi menyelamatkan anakku, Aku orang yang jelas-jelas membencinya, sedangkan aku sendiri sebagai ibunya tidak sanggup melakukan apa yang alika lakukan, apa lagi kepada Romi suaminya pasti alika memperlakukannya dengan begitu istimewa, seperti Romi yang menganggap alika istimewa...!" Batin Nita sambil berjalan mengikuti Romi dan keluarganya.


Sesampai di parkiran ternyata sendi dan Melly pun ada di sana hendak menjenguk putri niat.


Melihat Romi menggendong alika Melly sangat marah.


"Dasar perempuan penjilat, bisa-bisa nya di pura-pura lemah kayak gitu,, cuma mo kaya gitu tuh! cari perhatian doang...!" ucap Melly kesal


Sandi tidak mempedulikan ucapan Melly, dan malah langsung menghampiri rombongan Romi.


" Kenapa semua orang terasa jahat banget sama aku... bahkan semua sekutu ku berbalik membela perempuan penjilat itu,,, jangan senang dulu alika,,, lihat saja nanti aku bakal bisa mengalahkan mu..." Melly bicara sendiri setelah di tinggalkan oleh sendi.


jangan lupa ritual nya ya tinggal kan jejak mu dengan cara like, vote, komen ya... othor al-del tunggu ya dukungan kalian semua terimakasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2