Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB -181


__ADS_3

"Baik, tuan Carlos aku akan berusaha untuk membuka hatiku untukmu, tapi aku mohon beri aku waktu, jangan lakukan hal itu sekarang..." Kania belum yakin dengan hati nya sendiri.


Tuan Carlos mengerti dengan apa yang Kania inginkan, tapi tuan Carlos senang karena ia punya suatu harapan.


Akan masa depan rumah tangganya dengan Kania akan berjalan sebagaimana mestinya.


...


Di kamar Romi, ketika Romi masuk kamar ia melihat alika sudah tertidur dengan memeluk Cherry.


Tapi Romi merasa sangat cemburu melihatnya.


"Mengapa aku merasa, alika lebih peduli dengan orang lain dari pada denganku,,, kenapa hatiku tidak rela ia memeluk orang lain, padahal ia cuma memeluk anak kecil itu pun perempuan dan atas seizin dari ku" Gumam Romi sambil menatap alika yang sedang terlelap memeluk Cherry.


Romi merasa bingung dengan hatinya sendiri.


Kemudian ia berbaring di sebelah alika dan merangkul pinggang alika dari belakang tubuh alika.


Alika terbangun karena merasakan pergerakan Romi di sampingnya, dan menyadari keberadaannya.


Alika langsung berbalik menghadap Romi membalas pelukan Romi dan membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya itu.


Romi tersenyum menerima perlakuan alika.


Dan mencium rambut dan kening alika.


Lalu mulai terlelap tidur.


.


.


.


Hari ini, kebetulan hari libur, sehingga semua penghuni rumah sedang ada di rumah dan berkumpul bersama termasuk tuan Carlos dan Cherry ikut bergabung dengan mereka menambahkan keceriaan dan suka cita di hari libur.


Kemudian datang yunas bertamu ke kediaman Rahardian.


Romi yang sedang duduk santai bersama istri beserta keluarganya, langsung berubah mood ketika melihat yunas dengan.


Romi pun langsung bangkit dari duduknya karena merasa muak melihat yunas di sana, Remi teringat akan semua penghianatan yunas kepadanya.


Tapi yunas menghentikan langkah Romi yang ingin meninggalkannya "Tunggu tuan ada yang ingin saya sampaikan saya harap anda tetap berada di sini!" cegah yunas.


Dan berhasil menghentikan langkah Romi. Tanpa melihat ke arah yunas Romi berkata "Apa lagi yang ingin di sampaikan kepadaku,,, bukankah apa yang ku punya telah kalian kuasai" tanpa ekspresi Romi berkata.


"Ada hal lain tuan selain itu?"


"Apa lagi! Silahkan sampaikan jika kalian masih belum puas untuk menzalimi saya!" Romi bicara penuh penekanan.


"Baik tuan, sebenarnya saya ingin meminta maaf kepada anda atas sikap saya, sesungguhnya saya tidak rela dan tidak tega kepada anda, harus terzalimi oleh Robert, orang yang sangat serakah ingin menguasai perusahaan karena hanya ingin menghancurkannya" Yunas berbicara dengan rasa penuh penyesalan.


Tapi Romi tetap tidak meresponnya.


Romi tetap berdiri dan tak memandang ke arah yunas.

__ADS_1


"Maafkan saya tuan, saya terpaksa mengikuti semua kemauan dan perintah-perintah Robert, karena Robert mengancam saya akan bertindak menyakiti istri dan anak saya, jika saya tidak menuruti semua keinginannya" Yunas menjelaskan apa alasannya mengapa ia sampai berkhianat.


"Saya juga sempat merekam ancaman Robert kepada saya" yunas memutar rekaman obrolan Robert yang mengancamnya.


Romi langsung berbalik ke arah yunas melihat kebenaran yang sedang yunas ungkapkan.


Semua orang mendengarkan suara rekaman Robert, tentang ancamannya kepada yunas, bukan hanya itu saja Robert juga mengungkapkan bahwa ia ingin membalas dendam kepada Romi, dengan cara menghancurkan perusahaan yang telah Romi rintis sedari Romi masih remaja.


Dengan begitu Romi akan merasa sangat terpuruk, hasil kerja kerasnya bisa hancur seketika di tangan orang yang sangat membencinya.


"Tuan saya sungguh tidak rela semua itu terjadi, karena saya merasa ikut andil dalam mengembangkan perusahaan, jadi selain karena ancamannya, saya memilih tetap bertahan di perusahaan, saya juga ingin tau rencana-rencana jahatnya" Yunas mencoba meyakinkan Romi.


"Sekarang saya sudah tau rencananya, ternyata ia ingin sekali menjebloskan anda ke penjara, setelah mengambil semua aset-aset yang anda miliki, maaf tuan, ternyata Robert juga ingin memiliki nona alika" Yunas membeberkan rencana jahat Robert


"Apa..." Pekik semua orang kaget mendengarnya, terutama Romi ketika mendengar ucapan terakhir yunas.


"Kurangajar kamu Robert!" Gumam Romi penuh Amara.


"Wah parah si Robert!" Andi ikut kesal


"Brengsek sekali Robert " Mama Ranti sangat geram semua itu.


"Wah keterlaluan sekali tuan Robert!" Tuan Carlos ikut menimpali dan tak menyangka Robert sejahat itu.


Itulah semua komentar mereka terhadap Robert yang begitu ingin menghancurkan Romi dan ingin memiliki alika.


Sedangkan papa Bagas hanya mengeratkan rahangnya menahan emosinya, papa Bagas pun begitu malu kepada Romi, pasalnya selama ini papa Bagas selalu membela Robert di depan Romi.


Namun kini semua kejahatan dan keburukan Robert nyata di depan matanya.


"Pah, ini semua bukan kesalahan papa, memang Robert yang mempunyai dendam kepada saya, maka dari itu ia melakukan semua hal ini " Romi tidak menyalahkan papa Bagas, ia malah membela papa Bagas.


"Sekarang rencanamu apa yunas?" Kemudian barulah Romi berbicara kepada yunas.


Yunas tersenyum penuh rasa haru ketika Romi kembali meminta pendapatnya, itu berarti Romi kembali mempercayainya.


"Hey,,, kenapa kamu malah seperti itu?" Seru Romi melihat ekspresi wajah yunas yang Terlihat ingin menangis.


"Tuan boleh saya minta sebuah pelukan?" Yunas benar-benar telah di kursi rasa haru dan ia ingin suatu tindakan dukungan dari Romi.


"Apa, pelukan apa kau sudah gila istri saya bisa cemburu melihatnya,,," Romi bicara dengan nada bergurau.


Sebab romi tetap mendekat kepada yunas dan memeluk yunas, Romi pun sesungguhnya sangat terharu dengan kesetiaan yunas, ia pun merasa malu kepada yunas karena telah salah menilainya, tapi seperti biasa Romi enggan mengakui kesalahannya terlalu gengsi baginya.


Tapi saat berpelukan dengan yunas mereka saling meneteskan air mata karena rasa haru.


"Maafkan saya tuan,,," Ucap yunas.


"Ya kamu memang harus minta maaf kepada saya karena telah berkhianat..." Ucap Romi angkuh.


Tapi yunas tau betul bahwa Romi sedang bergurau, yunas juga tau Romi merasakan perasaan yang sama sepertinya.


" Maafkan aku juga yunas telah meragukan kesetiaan mu kepadaku!" Gumam Romi dalam hatinya


Sebab rasa kecewa yang sangat menyakiti hatinya, ketika mendapat penghianatan dari yunas begitu menyakitkan sehingga Romi merasa tak Sudi lagi untuk melihat yunas.

__ADS_1


Tapi kini Romi sangat menyesal atas sikapnya kepada yunas, ternyata yunas begitu peduli kepadanya. Itu yang membuat Romi merasa terharu sekaligus menyesali.


.


.


.


Kini Romi, yunas, dan yang lain nya telah duduk bersama untuk membahas masalah Robert dan perusahaan.


Mereka pun telah memanggil pengacara keluarga yang di minta hadir saat ini juga.


Dan di minta mengurus kasus yang sedang mereka hadapi, meminta pendapat dan arahan dari pengacara mereka harus seperti apa dan bagaimana menurut hukum untuk menanggapi kasus mereka.


kemudian yunas menyerahkan semua berkas aset-aset Romi yang telah di serahkan kepada Robert, yunas, mama Ranti, dan papa Bagas menginginkan agar Aset-aset itu bisa di miliki kembali oleh Romi.


Karena Romi memberikan itu semua sebagai barter dengan kepemilikan tanah yayasan Nurul iman, yang di anggap sebagai tanah milik perusahaan, maka Romi harus membuktikan bahwa tanah itu tida ada sangkut pautnya nya dengan perusahaan.


Awalnya Romi sudah tidak ingin mempermasalahkan hal itu lagi, tapi karena desakan dari mama, papanya beserta yunas juga.


akhirnya Romi mengikuti semua sarana dari mereka untuk melawan Robert.


Sebab Romi juga dapat membuktikan bahwa memang tanah itu tidak ada sangkut pautnya dengan perusahaan, walaupun memang benar awalnya tanah itu di beli atas nama perusahaan, tapi ketika Romi akan menghibahkannya Romi telah merubah semua berkas-berkasnya atas nama yayasan Nurul iman, yang di tandatangani oleh penerima yaitu ayah Bayu dan kiai haji Husain.


"Baik jika begitu, aset-aset tuan Romi bisa kembali ke tangan tuan Romi, tanpa harus tukar dengan kepemilikan tanah yayasan Nurul iman yang memang tidak sangkut pautnya dengan perusahaan" ucap pengacara.


"Kita bisa mendatangi tuan Robert secepatnya untuk membahas masalah ini, dan masalah pembagian saham sesuai aturan hukum, jika ia tetap menolak dan ingin memperkarakannya tetap saja dia tidak punya kekuatan, tetap akan kalah di mata hukum" penjelasan dari pengacara kemungkinan yang akan terjadi.


Sebab mereka sudah memakai cara hukum sesuai ketentuan yang berlaku.


"Aku malah ingin memperkarakan nya ke jalur hukum, menjadikan rekaman ancamannya sebagai bukti tindakan kriminal dan pasal lainnya" Yunas begitu berambisi.


"Tidak perlu yunas, kita jadikan bukti ancaman itu untuk balik mengancam Robert, jika dia tidak mau berdamai kita ancaman dia akan menjebloskannya ke penjara" Ucap Andi memberi saran.


dan yang lainnya setuju dengan saran Andi


"Meskipun belum ada keputusan tentang masalah ini, tapi Mama sudah merasa lega dengan rencana kita, mama berharap semua berjalan lancar" Harapan mama Ranti.


"Dan kamu Romi bisa secepatnya kembali bekerja di perusahaan" Papa Bagas pun berharap.


"Tapi maaf, pah, mah, sepertinya aku tetap dengan rencana ku, aku akan tetap kembali ke kota alika, Aku ingin fokus dengan bisnis ku sendiri di sana..." Romi sudah tak tertarik kembali ke perusahaan.


"Kenapa begitu Romi?" Mama Ranti tak mengerti dengan apa yang di pikirkan oleh Romi.


"Biar Andi papa, dan mama yang mengurus perusahaan, kalian bertiga pasti mampu mengurus semuanya!" Romi menyerahkan semua urusan perusahaan kepada keluarganya.


"Romi tapi perusahaan ini milik papi kandung mu nak" Mama Ranti menegaskan


"Ya meskipun begitu, aku ingin mengembangkan bisnis ku sendiri, tanpa di bayang-bayangi oleh siapa pun!" Romi tetap kekeuh dengan pendiriannya.


Ya, memang begitu sipat asli Romi, jika sudah mengambil keputusan tidak bisa di ganggu gugat.


"Aku sih sekarang mau cari aman saja untuk masa depanku dan istri, dan anak-anakku kelak, karena bukan tidak mungkin hal seperti ini terjadi kepada keluargaku nanti"


"Bisa saja, Kania, Andi dan anak-anak mereka mengusik hal yang sama seperti yang di lakukan oleh Robert, jika aku masih saja bernaung di bawah nama perusahaan keluarga" Romi khawatir hal seperti itu terulang lagi kepada anak-anak nya nanti perebutan harta warisan.

__ADS_1


__ADS_2