
Waktu menunjukan pukul tujuh pagi, seperti biasa mama Ranti sibuk di dapur membantu para pekerja menyiapkan sarapan,,,
Namun mama Ranti merasa heran,
Mengapa tumben sekali jam segini alika Belum kelihatan, biasanya kan dia selalu tampil bangun sebelum Subuh
Lalu mama Ranti mencari keberadaan alika ke kamar nya, namun alika tidak ada di kamar nya.
Mungkin Alika di kamar Romi, pikir mama Ranti, lalu mama Ranti pun bergegas menuju kamar Romi.
Saat tiba di kamar Romi, Mama Ranti langsung masuk, karena memang pintu kamar nya tidak di kunci.
Alangkah kagetnya mama Ranti menyaksikan pemandangan di sana, mama Ranti benar-benar geram karena melihat nya, alika kembali tidur di pelukan Romi dan dalam satu kamar.
Yang membuat mama Ranti geram padahal keduanya sudah di ingatkan agar bisa menjaga diri, dan menjaga jarak, terlebih untuk alika agar jangan mau mengikuti keinginan konyol Romi.
" Dasar sebelas, dua belas,,, apa-apa ini...! " Mama Ranti ngedumel sebelum membangun kan mereka.
Lalu mama Ranti menggoyang-goyangkan kaki alika dan romi...
" Heey... Ayo bangun... Alika... Romi... Bangun...!!! " Ucap mama Ranti membangun kan
Mereka berdua menggeliatkan badan dan perlahan membuka mata.
Alika belum sadar sepenuhnya nya. Mata nya malah berkeliling melihat sekeliling kamar merasa asing dengan kamar itu karena baru kali ini ia tidur di kamar Romi. Iya mengingat-ingat berada di mana, saat matanya melihat mama Ranti berdiri di samping nya dan menatap nya dengan tatapan tajam,
Alika kaget dan langsung menyadari bahwa dirinya semalam tidur di kamar Romi dan dalam pelukan Romi...
Seketika itu alika langsung bangun berdiri dan menundukkan wajahnya... Karena malu tertangkap basah lagi.
" Alika saya kecewa sama kamu..., Padahal saya sangat mengagumi kamu sebelumnya..." Ucap mama Ranti penuh penekanan
" Bu ini gak seprti yang ibu kira..." Jawab alika
" Gak terjadi apa-apa ko Bu antara saya sama tuan Romi..." Alika menjelaskan
" Saya kok gak yakin kalau gak terjadi apa-apa... Kamu perempuan normal kan,,,? Mana mungkin kamu gak ada hasrat tidur di pelukan Romi,,, dia itu ganteng,,, mapan idaman semua perempuan,,, masa kamu gak ada hasrat sama dia kecuali kalau kamu lesbi...!" Ucap mama Ranti sangat kesal karena mendengar jawaban alika yang menyangkal
" Astaghfirullah... Bu !!!" Alika kaget mendengar ucapan mama Ranti
" Mah,,, jaga ucapan mama,,,! Emang gak terjadi apa-apa ko...!" Ucap Romi yang juga tidak suka mendengar ucapan mama nya.
" Kamu juga Romi,,, mana mungkin kamu gak tertarik sama alika,,, alika tuh perempuan sempurna di mata mama sebagai seorang perempuan, apa lagi di mata para lelaki... Mustahil si Otong gak bangun pas kalian pelukan... Kecil kamu homoseks ( penyuka sesama jenis ) " mama Ranti juga memarahi anaknya
" Itu apa, itu...👉 !!! " Mama Ranti Menunjuk pangkal paha Romi, karena terlihat ada yang menonjol jelas terlihat oleh Alika dan Mama Ranti...
Membuat Romi malu setengah mati dibuat nya karena perlakuan mamanya.
" Itu reaksi si Otong!!!, kalau dia itu normal..." Ucap mama Ranti melihat si Otong Romi bangun...
"Memang sudah kebiasaannya mah !!! kalau pagi si Otong tuh bangun" jawab Romi dengan nada kesal.
Alika hanya menunduk tidak berani menatap.
" Hadeeh ni ibu ma anak ko sama-sama konyol sih, malah ngebahas si Otong " alika membatin
" Alika,,, Romi,, kalian tau, kalau tindakan kalian ini bisa mencoreng nama baik keluarga,,, gimana kalau hal ini di ketahui orang lain, kalau kalian sama-sama suka, dengan senang hati kami akan menikah kan kalian" ucap mama Ranti masih dengan nada kesal.
" Alika,,, dah Sana kamu mandi, lalu lakukan tugas mu seperti biasa, biar aku yang jelas sama mama...!" Romi memberi perhatian kepada alika.
" What...??? Aku - kamu !!! biasa nya juga saya bukan aku !!! Apa maksudnya ini...,?" Mama Ranti merasa heran dengan bahasa yang digunakan oleh Romi karena tidak biasa di dengar
Romi tidak menjawab dia malah memberikan isyarat kepada alika untuk segera pergi.
Alika pun mengerti dengan isarat yang di berikan Romi lalu pamit, dan segera keluar... Sesampai nya di luar kamar, di balik pintu alika menghela nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan.
Saat alika akan melangkah pergi, tiba-tiba di kejutkan dengan suara Andi membuat langkah alika terhenti
" Apa yang terjadi ?" Tanya Andi yang melihat alika begitu lega keluar dari kamar Romi
" Maaf mas tanya langsung saja ke dalam ada ibu sama tuan Romi di dalam! " jawab alika tidak mau pusing menjelaskan nya.
Lalu alika pergi meninggalkan Andi di depan kamera Romi, alika ingin mandi dan harus segera menyiapkan semua keperluan Romi seprti biasa.
__ADS_1
Setelah alika pergi, Andi merasa penasaran lalu masuk ke dalam kamar Romi.
Andi pun melihat dan mendengar mama dan kaka nya sedang berselisih
" Mama tuh gak tau apa-apa,,, jadi jangan asal bicara" ucap Romi
" Ya karena itu! jelas kan dan kasih tau mama yang sebenarnya...!" Mama Ranti minta penjelasan
" Ya oke,,, saya akan jelaskan semuanya tapi gak sekarang,,, ni saya udah kesiangan gak ada waktu buat menjelaskan " Romi mencari alasan.
" Mah, percaya aja sama saya, sama alika, setiap apa yang kita lakukan itu baik untuk kami, karena kami juga tau mana yang baik, mana yang tidak baik" ucap Romi meyakinkan mama nya
" Tapi itu salah Romi...!" Jawab mama Ranti
" Ya,,, mama tentang aja, salah menurut mama karena mama tidak tahu kebenaran nya,,, tapi tidak menurut saya dan alika" Romi menjelaskan secara halus
" Jadi kalian dah nikah... kenapa kalian gak minta restu dari keluarga,,,! Romi kamu anggap apa mama,,, kamu tidak menghargai kami sebagai keluarga..." Mama Ranti tambah emosi
" Cukup mah saya dah bilang nanti saya akan jelaskan semuanya tapi tidak sekarang" Romi pun mulai kesal
Dan muncul lah Andi...
"Ada apa ini...? Tanya Andi penasaran
" Jangan KEPO,,," jawab Romi
" Dah keluar,,, keluar...!" Romi meminta agar Mama nya dan andi keluar dari kamar nya
Mama Ranti pun segera mengajak Andi keluar karena Romi mulai emosi dan kalau sudah begitu itu tidak baik untuk semua nya.
Mama Ranti takut Romi yang keluar dari rumah karena emosi, seperti yang sering Romi lakukan jika merasa tidak nyaman di rumah.
Setelah Mama Ranti dan Andi keluar kamar nya, Romi bergegas membersihkan diri nya.
...
Di meja makan mama Ranti masih kesal dan berbicara dengan Andi
"Aku yakin mereka punya hubungan lebih, bukan hanya sebagai asisten dan tuan nya....!" Ucap Andi penasaran
"Ada apa mah pagi-pagi ko kaya nya dah kesel banget...?" Tanya papa Bagas yang baru datang dan melihat ekspresi istri nya seperti sedang kesal
"Itu pah... Romi bikin ulah lagi..." Ucap mama Ranti mengadu kepada suaminya...
Dan menceritakan semua nya...!
" Ya udah lah mah,,,! Romi kan sudah dewasa, tau apa yang baik dan tidak untuk nya,,, di begitu pasti punya alasan yang belum bisa di cetakan sama kita...!" Ucap papa Bagas membela Romi
" Ya gak bisa gitu dong pah... Romi itu salah, kita sebagai orang tua harus, mencegah, menegur, dan mengingat kan agar dia tidak terlalu jauh melakukan kesalahan." Mama Ranti tambahan kesal
" Ya terus mo gimana,,, lagian Romi kan orang nya gak bisa di paksa,,, kalau bisa di paksa mungkin dia dah punya istri sekarang" ucap papa Bagas berusaha meredam emosi istrinya.
" Gak bisa Poko nya mama harus ambil tindakan...!" Mama Ranti tidak mau tinggal diam
Lalu datang alika yang akan ke dapur membuat teh hangat untuk Romi, dan melewati meja makan lalu menyapa semua orang yang sedang duduk di ruang itu.
" Selamat pagi...!" Sapa alika sambil menundukkan kepalanya tanda menghormat.
Mama Ranti bukan nya menjawab sapaan Alika ia malah membuang muka melihat Alika.
Membuat hati alika sangat sakti di melihat sikap mama Ranti seperti itu kepada nya, lebih sakti dari pada Romi yang melakukan nya..
Dan hanya Andi yang menjawab sapaan Alika.
Setelah teh yang di buat nya siapa, alika pun segera mengantarkan nya ke kamar Romi
Tapi mama Ranti menghentikan langkah alika saat melewati nya
" Heey,,, kamu harus jaga sikap,,, ingat siapa kamu disini...!" Ucap mama Ranti ketus.
Alika terhenti dan berbalik ke arah mama Ranti...
" Iya ... Nyonya maaf kan saya..." Jawab alika dengan nada bergetar menahan tangisnya, karena rasa sakit di perlakukan seperti itu oleh mama Ranti.
__ADS_1
Karena selama ini dari pertama kali alika menginjakkan kaki di rumah itu, mama Ranti selalu bersikap baik, lemah lembut kepada nya.
Namun kali ini menyebutkan nama nya saja, mama Ranti seakan tidak Sudi. membuat hati alika benar-benar sakit. ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Dengan perasan sedih nya dan dengan menahan air mata nya alika masuk ke kamar Romi, lalu meletakkan teh hangat itu di meja dan mengganti teh yang semalam sudah dinginkan.
Di lihatnya Romi tidak ada di tempat tidur mungkin dia sedang mandi !, sebelum membawa teh yang dingin itu ke dapur, seperti biasa alika Merapi kan tempat tidur Romi, dan menyiapkan baju ganti Romi.
Di ruang ganti saat alika sedang menyiapkan pakaian untuk Romi tiba-tiba...
Romi memeluk alika dari belakang
Membuat alika terhenyak karena sedang memikirkan sikap mama Ranti yang seperti nya kecewa kepada nya ...
Romi mengenakan handuk baju kimono nya,
Dengan bau wangi sabun dan rambut basah terlihat begitu segar sampai alika merasakan kesejukan di hatinya sedikit merasa tenang dengan pelukan Romi.
Tapi alika sadar tidak boleh larut dalam suasana.
" Tuan tolong jangan seperti ini saya tidak enak jika di lihat orang lain lagi..." Ucap alika berusaha melepaskan diri.
" Lakukan yang di sampaikan hati, jalani yang di katakan pikiran, jangan pikirkan bisikan luar yang menjatuhkan... " Ucap Romi sambil memeluk alika.
" Tuan,,,! ibu ( mama Ranti) sudah salah paham... Image ( kesan ) nya saya sudah jelek di mata beliau..." Ucap alika dengan nada sedih
"Jangan terlalu di pikirkan,,, Mama kaya gitu emang lagi emosi aja,,, nanti juga dia akan bisa lagi..." Ucap Romi menenangkan alika.
Romi berusaha mengecup pipi alika,,, tapi alika berhasil menghindar...
" Kenapa sih semalam aja kamu aku ***** bibir nya diem aja,,," ucap Romi kepada alika yang berusaha kabur
" Apaan sih tuan!!!" Alika risih mendengar ucapan Romi
" Beneran Lo,,, ada CC tv ko !!!, mo liat rekaman nya,,,!" Romi meyakinkan Alika
Seketika wajah alika memerah seperti kepiting rebus.
Lalu bergegas keluar....
" Sayang... Bibir kamu manis banget aku jadi ketagihan..." Romi sengaja menggoda alika
Alika menggigit bibir bawahnya dan menutup nya dengan telapak tangannya sambil bergegas keluar tanpa kata.
Semtara Romi bersiap berganti pakaian, dengan pakaian yang sudah alika siapkan
Dan Romi malah tersenyum puas melihat alika salah tingkah...
" duh ni si Otong,,, gak bisa dekat-deket sama sinyal nya langsung aja menegang,,,! padahal kan tadi kamu dah nyelam di bathtub.. !" ucap Romi seakan mengajak bicara si Otong nya.
..
Alika membawa teh dingin bekas semalam...
Kembali ke dapur...
Saat melewati meja makan, Kania sudah ada di sana dan bertanya kepada alika
" Ko teh nya di bawa lagi..." Tanya Kania melihat Alika membawa teko kaca besi air teh
"Ini dingin bekas semalam de...!" Jawab alika memberi tau
" Bekas...? Ko masih penuh...? " Tanya Kania heran karena air teh itu masih utuh.
" Itu gak Romi sentuhan sama sekali,,, karena Romi sibuk menyentuh yang lain..." Mama Ranti yang menjawab.
" Hal lain..." Kania makin bingung
" Mah...!" Ucap Andi agar mama nya tidak lepas control
Alika sadar betul ucap mama Ranti itu sindiran untuk nya. Iya hanya menunduk kan kepala menarik nafas perlahan dan mengeluarkan nya dengan perlahan pula, untuk menahan sesak di dada nya. Menerima sikap dari mama Ranti...
Jika ada keluarga nya mungkin alika sudah mengadu menangis sesenggukan, rasa nya ia sudah tak sanggup lagi berada di sana, tapi alika berusaha untuk tenang.
__ADS_1
Semua melihat ekspresi wajah alika yang menahan tangis dan berusaha untuk tegar namun ekspresi wajah itu membuat alika berkali-kali lebih cantik, membuat hati yang melihat nya gemetar...
Mama Ranti pun tau, sikap dan ucapan nya kepada alika merupakan sebuah tamparan keras untuk alika, terlihat jelas dari ekspresi wajah alika...