Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 143


__ADS_3

Tuan Carlos datang bersama Putri Semata wayangnya yaitu Cherry, Saat sepasang suami istri, dan adik minim akhlak itu sedang saling berguyon.


Tuan Carlos datang membawa bingkisan berniat menjenguk Alika.


Romi langsung menyambut kedatangan tuan Carlos, dengan pelukan hangat layaknya seorang sahabat.


Romi pun langsung meminta maaf atas sikapnya tadi malam yang tak ramah kepada tuan Carlos.


" iya tidak apa-apa tuan Romi saya mengerti, anda sedang kebingungan mencari keberadaan istri dan adik anda" karena sebenarnya Tuan Carlos tidak tahu tentang kebenarannya, apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka.


Yang sebenarnya terjadi perseteruan antara Romi dan Alika karena dirinya (tuan Carlos). ya! Romi cemburu kepada tuan Carlos.


Mendengar penuturan tuan Carlos, Romi tersenyum kikuk masih karena rasa bersalahnya.


Untungnya Kania sedang berada di kamar mandi sesaat setelah tuan Carlos tiba di sana.


Jika saja kania mendengar penuturan tuan Carlos sudah pasti Kania akan membocorkan tentang kebenaranya kepada tuan Carlos, dan pastinya akan membuat Romi mati kutu.


tuan Carlos akan merasa menyesal telah menolong dan memberikan informasi kepada Romi tentang kondisi alika semalam, Romi akan merasa sangat malu karena Romi telah bersikap acuh kepada tuan Carlos karena di butakan rasa cemburu, padahal tuan Carlos adalah super Hero dalam derama keegoisan nya.


Kemudian tuan Carlos menghampiri alika yang sedang duduk di bed rumah sakit, tuan Carlos pun langsung menyapanya.


" hai,,, nona Alika bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya tuan Carlos


" Ya Alhamdulillah sudah membaik" Jawab Alika dengan tersenyum kepada tuan Carlos


Membuat hati Romi merasa ketar-ketir, entah mengapa meski sudah menyadari kesalahannya Romi masih saja merasakan rasa cemburu, yang memang sudah ada dari semenjak dulu, karena kedekatan alika dan tuan Carlos yang terhubung karena Cherry, di tambah penuturan alika kemaren membuat Romi makin dikuasai rasa cemburu.


Dan membuat nya tidak bisa berpikir jernih saat emosi nya memuncak. karena keegoisannya Alika harus mengalami insiden hampir kehilangan nyawanya dan otomatis akan kehilangan bayi pula, yang pasti nya akan membuat Romi menyesal seumur hidup jika itu sampai terjadi


Alika mengucapkan terimakasih kepada tuan Carlos karena telah menolong nya.


"Saya sangat berterima kasih kepada anda tuan, karena anda saya dan bayi saya bisa selamat, entah seperti apa jadinya jika anda tidak segera menolong saya" Ucap alika berterimakasih kepada tuan Carlos dan memang begitu adanya.


Tapi lain halnya bagi Romi


"DEG!" Jantung Romi terasa di hantaman benda keras ketika mendengar Pernyataan terimakasih alika kepada tuan Carlos, bagai sebuah tamparan keras bagi Romi, bahkan lebih sakti dari tamparan nyata yang di berikan Kania kepada nya.


Hingga membuat dada nya terasa panas dan wajah nya pucat pasih, lalu berkeringat dingin. karena Romi berusaha menahan gejolak dalam dirinya

__ADS_1


Tubuhnya melemah dan ia pun terduduk di sofa yang ada di sana, Romi mengepalkan tangannya dan memukul-mukulkannya di paha nya.


Romi benar-benar sedang berusaha berdamai dengan kenyataan menyadari dan sangat menyesali, kesalahan dan keegoisannya yang bisa berakibat fatal kepada alika dan bayinya.


Melihat sikap Romi yang berubah drastis alika menghentikan percakapan nya dengan tuan Carlos, dan tuan Carlos pun menyadari perubahan sikap Romi.


"Anda baik-baik saja tuan Romi?" Tanya tuan Carlos ketika melihat wajah Romi pucat pasih dan berkeringat dingin.


Romi hanya tersenyum kikuk, untuk menyembunyikan perasaan nya tanpa menjawab dengan sepatah kata pun.


"Anda baik-baik saja?" Tuan Carlos kembali bertanya.


"Saya baik-baik saja tuan Carlos, hanya saja saya kurang tidur mungkin, jadi terasa agak lemas saja!" Jawaban Romi


Alika tau apa yang di rasakan oleh Romi.


"Sepertinya aku salah bicara lagi, tapi ya sudahlah biarkan saja, supaya jadi pelajaran bagi nya agar bisa lebih menghargai ku dan lebih bisa menahan emosi ketika sedang marah" Batin alika


Kemudian kania keluar dari kamar mandi, dan menyapa Cherry yang belum sempat iya sapa Karen panggilan alam yang memaksanya tergesa-gesa masuk ke kamar mandi.


Cherry sedang duduk di ranjang alika, sedang bercerita dengan alika.


"Hay kak Kania!" Jawab Cherry


Kemudian kania mencium pipi mungil Cherry dengan gemes nya. Kania memang sangat menyukai anak kecil.


Tuan Carlos menatap Kania yang sedang bercengkrama dengan Cherry, timbul rasa kagum dalam hati nya kepada Kania.


"Dia masih sangat muda tapi pintar berinteraksi dengan anak kecil, Cherry begitu nyaman bersama nya dari semenjak bertemu dengan nya" Kekaguman tuan Carlos terhadap Kania.


mereka semua bercerita, bercanda ria bersama karena kondisi alika sekarang sudah benar-benar pulih, Romi pun sudah bisa mengontrol emosinya dan sudah bisa bersikap seperti biasa, meski sejujurnya rasa penyesalan dalam hati nya belum bisa hilang.


Dokter datang untuk mengecek kondisi alika, dan menyatakan bahwa alika sudah bisa di bawa pulang.


"Ingat semua sarana saya tuan! untuk tetap menjaga perasaan istri anda, jaga suasana hati nya, agar tetap happy !" Dokter mengingat kan Romi ketika akan pergi meninggalkan ruangan


"Iya dok, Terimakasih" Ucap Romi.


Kemudian alika dan semua nya pun kembali ke hotel.

__ADS_1


....


"Huuh akhirnya... aku bisa rebahan di kasur empuk hotel!" Seru kania ketika sudah berada di kamar hotel nya dan langsung menjatuhkan tubuhnya di kasur empuk hotel.


Setelah sehari, semalam ia kurang beristirahat, rasa lelah menguasai dirinya, begitu nyamannya kania merasakan tubuhnya berbaring di kasur yang seakan sedari kemana menunggu nya. perlahan kesadaran Kania memudar dan mulai terlelap.


Namun sialnya baru saja Kania akan terlelap, tiba-tiba terdengar suara bel pintu kamar nya berbunyi, membuat Kania terhenyak lalu terbangun. Nanti hati inginnya tak mempedulikan suara bel pintu, namun suara bel itu begitu mengganggu Indar pendengarannya sehingga membuat nya sulit terlelap kembali dan memaksanya untuk membukakan pintu kamar nya untuk si Orang yang terus saja menekankan tombol bel.


Dengan rasa kesalnya ia membuka pintu dan langsung memakai orang yang melakukan nya, tanpa melihat dulu siapa pelaku nya.


"Hay, berngsek berisik tau gak tau apa...!" Umpatan Kania ketika membuka pintu, dan Alangkah terkejut nya iya ketika melihat siapa orang yang melakukan menekan bel pintu terus menerus, saking terkejutnya Kania ucapan nya sampai terhenti


"Cherry,,,!" Lanjut Kania lalu tersenyum kikuk


Ya, Cherry lah pelakunya karena sengaja ingin menjalin Kania, karena kania tak kunjung membuahkan pintu.


Cherry menekan tombol bel dengan cara di pangku oleh tuan Carlos karena tinggi Cherry belum bisa mencapai Tombol yang terletak dengan ukuran tubuh orang dewasa.


"A-ada apa Cherry?" Tanya kania gugup sebab iya sempat berkata kasar tak mengira jika Cherry lah pelakunya.


Cherry malah menyembunyikan wajahnya nya di pundak papi nya, Cherry merajuk karena merasa di matahari oleh Kania.


Dan tuan Carlos yang menjawab pertanyaan kania


"Cherry ingin menemui mu ingin mengajak mu berenang nanti sore setelah istirahat" Tuan Carlos menerangkan maksud kedatangan nya dan Cherry


"Cherry maaf kan kak Kania ya! Maksud kak Kania bukan begitu..." Kania mencoba menjelaskan


Namun Cherry malah menangis, karena kecewa dengan perlakuan Kania yang kasar.


"Tuan Carlos maaf saya! saya tidak bermaksud untuk memarahi Cherry!" Kania merasa bersalah.


Tuan Carlos tidak menjawab iya hanya menganggukkan kepala nya, lalu bergegas pergi membawa Cherry untuk memenangkan Cherry yang terus saja menangis.


....


Mohon dukungannya readers tinggal jejakmu dengan cara like, vote, komen, bintang limanya juga, gak usah sampai tujuan, Lima aja dah cukup kok.


soalnya kalau sampai tujuh nanti aku dapatnya obat puyer... 🤭🤭🤭 bukan Rating

__ADS_1


__ADS_2