Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB -244


__ADS_3

Sementara Robert sedang asik bermain-main bersama Fitri.


Sementara itu Alika dan Romi meminta bantuan kepada Faisal yang memang tengah menunggu Fitri di luar hotel.


Romi segera menghubungi Faisal, dan memintanya agar Faisal segera menemuinya.


Tidak menunggu lama Faisal pun sudah tiba di sana.


Lalu Faisal bertanya, "Ada apa ini tuan?" Tanya Faisal, yang memang belum tau apa yang sebenarnya terjadi.


"Fitri dalam bahaya Faisal, Robert menyeretnya dan membawanya ke kamar hotel." Alika yang menjelaskan.


"Apa!" Seru Faisal, kaget mendengarnya.


"Iya, tapi entah di nomor berapa Robert memesan kamar." Romi menimpali.


"Eh, tadi aku sempet dengan Fitri menyebutkan nomor 005." Alika mengingat Fitri sempet berteriak menyebutkan nomer itu.


"Apa itu benar?" Romi kurang yakin.


"Ya, sudah ayo kita cek ke sana." Ajak Faisal.


Kemudian mereka segera menghubungi pihak keamanan hotel dan mengatakan keselamatan seseorang sedang terancam.


Pihak hotel bersama Romi dan Faisal segera menuju ke kamar 005, Sedangkan Romi meminta Alika untuk tetap menunggu di tempat resepsionis, bersama resepsionis yang sedang bertugas.


Romi menitipkan Alika kepada resepsionis tersebut, untuk menjaga istrinya, karena Romi tetap harus waspada, ia masih curiga ini jebakan untuk memancing mereka dalam bahaya, atau dalam permainan mereka.


Alika mengikuti setiap apa yang di katakan oleh Romi demi keselamatannya.


....


Selang beberapa menit mereka sampai di depan pintu kamar hotel 005, awalnya mereka memencet bel, lalu mengetuk, bahkan setelah itu menggedornya tapi tidak ada respon dari dalam.


Akhirnya pihak hotel membuka pintu itu dengan paksa.


Dan "Brak..." Pintu kamar hotel itu terbuka.


Kemudian semua bergegas masuk.


Dan alangkah terkejutnya mereka melihat Robert yang sedang berusaha merenggut kesucian Fitri.


Tapi untungnya mereka segera datang, karena itu Faisal tidak berhasil melakukan hal itu.


Dalam keadaan tanpa busana Robert berkali-kali di hajar oleh Faisal.


Lalu fihak hotel membekuk Robert dan menyeretnya untuk menyerahkannya ke pihak yang berwajib.


setelah di rasa aman Romi langsung kembali menemui Alika, sedangkan Faisal membantu Fitri untuk berpakaian terlebih dahulu, karena pakaiannya sudah di lucuti oleh Robert.


Fitri begitu syok dengan kejadian itu, Ia memeluk Faisal sambil menangis tak henti-henti.


"Aku wanita bodoh... Aku benar-benar bodoh..." Gumam Fitri di sela-sela tangisnya.


Fitri sungguh menyesali semua yang telah terjadi.


Faisal berusaha untuk menenangkannya.


"Kamu tenang dulu ya Fitri, Untung kamu tidak apa-apa!" Ucap Faisal, padahal Faisal pun tidak yakin jika Robert belum sempat melakukan hal bejad itu, karena keadaan mereka yang sudah tidak berbusana dan dalam posisi di atas tempat tidur.

__ADS_1


Setelah Fitri memakai pakaiannya dan sudah lebih tenang, Faisal membawa Fitri untuk keluar menemui Romi dan Alika.


Romi dan Alika memang masih menunggu mereka berdua di depan lobi hotel.


Faisal dan Fitri berjalan menghampiri Romi dan Alika, Fitri berjalan dengan menunduk karena rasa malu.


Fitri malu kepada Faisal, Romi dan Alika, bahkan kepada dirinya sendiri.


Alika terlihat sangat mengkhawatirkan Fitri, "Fitri kamu tidak apa-apa!" Tanya Alika ketika Fitri sudah menghampirinya.


Fitri tidak menjawab, ia malah makin tersedu mendengar pertanyaan dari Alika.


Kemudian Alika memeluk Fitri tapi Fitri tidak meresponnya sama sekali.


"Jangan sentuh aku, aku kotor Alika, tubuh ku kotor!" Gumam Fitri dengan suara lirih.


"Tidak Fitri, kita akan mencari ke adilan untuk mu." Faisal masih berusaha untuk menenangkan Fitri, sebab Faisal merasa tidak tega melihatnya.


"Kamu yang sabar ya Fitri, Semua akan baik-baik saja." Alika pun mencoba menenangkan Fitri.


Kemudian mereka segera melaporkan kejadian yang telah di alami oleh Fitr ke pihak berwajib.


Lalu melakukan serangkaian ketentuan yang telah pihak kepolisian tentukan, Seperti Melakukan Visum.


Cara atau prosedur melakukan visum yang pertama adalah seseorang perluĀ melaporkan tindak pidana yang terjadi kepadanya di kepolisian. Setelah itu, penyidik akan mengajukan permintaan untuk melakukan visum. Setelah surat permintaan dikeluarkan, penyidik akan menemani korban dalam pemeriksaan visum.


Saat Fitri melakukan semua ketentuan yang telah di tetapkan untuk menuntut keadilan baginya.


Alika dan Romi beserta Faisal selalu setia mendampingi Fitri untuk memberi dukungan kepadanya.


Setelah kejadian itu semua keluarga Alika dan Romi merasa simpati kepada Fitri, terlebih papa Bagas yang merasa malu atas kelakuan yang di lakukan oleh Robert keponakannya.


Namun Fitri tetap di temani oleh keluar Alika terutama Nenek Diah.


Fitri kembali menjadi Fitri yang pemurung dan pendiam.


Karena itulah Alika dan keluarganya tidak pernah meninggalkan Fitri sendirian, selalu bergantian menemani Fitri.


Ketika semua keluarga sedang berkumpul di villa itu, Fitri pun ikut bergabung bersama mereka dalam diam Fitri memperhatikan semua orang, Fitri menyadari kebaikan dan ketulusan mereka semu kepadanya.


Sehingga ia merasa tidak sendiri, karena mereka selalu ada untuknya, terutama Alika.


Padahal Fitri telah sangat jahat kepada Alika, tapi Alika tetapi bersikap baik kepadanya.


Saat Alika beranjak dari duduknya untuk membuat susu untuk putranya.


Ternyata Fitri mengikutinya.


Alika yang sedang fokus menuangkan bubuk susu formula kedalam botol susu, tiba-tiba Fitri mengejutkannya.


"Alika!" Seru Fitri, dan seruannya berhasil membuat Alika terhenyak.


"Fi- Fitri..." Alika sampai terbata, karena tak menyangka Fitri ternyata ada di belakangnya.


Melihat Alika seperti itu, Fitri berpikir Alika takut kepadanya, "Tenang Alika, jangan takut, aku tidak akan menyakiti mu." Ucap Fitri agar Alika tidak usah merasa cemas.


"O-o iya, aku hanya terkejut dengan kehadiran mu yang tiba-tiba ada di belakangku." Jawa Alika.


"Ada apa Fitri?" sambung Alika bertanya.

__ADS_1


" Tidak apa-apa kok, Aku hanya ingin memelukmu, boleh aku memeluk mu." Pinta Fitri, seakan menjelaskan apa maksudnya, karena melihat Alika ketakutan.


"Oo ada apa Fitri, mengapa dirimu ingin memeluk ku?" Alika ingin memastikan, sebab tidak di pungkiri Alika merasa takut Fitri akan bertindak di luar dugaan, mengingat kejiwaan Fitri yang pernah terganggu.


Dan pernah menyerang Alika juga, Alika tidak pernah lupa kejadian itu, dan itu membuat Alika trauma.


Tapi Alika tidak pernah membenci Fitri.


...


Tiba-tiba Fitri langsung bersujud di depan Alika memohon maaf.


"Alika aku sangat membenci mu, bahkan karena hal itu aku sampai mengalami gangguan jiwa, aku sempet berpikir ingin menghabisi nyawamu, Aku jahat sekali kepada mu Alika."


"Tapi mengapa dirimu sangat baik kepada ku, aku tak pantas menerima kebaikan mu Alika." Ucap Fitri sambil menangis, ia sangat menyesali semua yang telah ia lakukan kepada Alika.


"Fitri, sebagai sesama kita harus saling memaafkan, dan memberi kesempatan untuk siapa pun yang ingin berubah menjadi lebih baik." Alika sudah memaafkan kesalahan Fitri.


Alika berusaha membangunkan Fitri yang selalu bersujud memohon maaf kepada Alika.


Dan tak lama Romi menghampiri mereka di dapur, otomatis Romi melihat Alika sedang bersama Fitri, dan melihat Fitri sedang menangis dan sedang di elus pundaknya oleh Alika untuk menenangkan Fitri.


"Ada apa ini?" Tanya Romi curiga.


Alika dan Fitri terkejut mendengar suara Romi yang bertanya.


"Oo gak papa ko m'y honey." Jawab Alika.


"Saya tuan!" Seru Fitri.


"Iya kenapa kamu?" Romi makin penasaran.


Fitri makin menangis tersedu, "Mohon maafkan saya tuan atas segala kesalahan yang sudah saya perbuat kepada anda dan keluarga anda." Fitri pun meminta maaf kepada Romi.


"Fitri, kami semua sudah memaafkan mu, dengan demikian kami semua berada di sini bersama mu, menemanimu, mendukung dan membela mu." Romi meyakinkan Fitri.


"Terimakasih tuan, tapi tuan maukah tuan menganggap ku sebagai adik tuan sendiri, seperti tuan kepada Kania dan kepada dokter Tasya!" Pinta Fitri.


"Tidak usah kau pinta pun Fitri, aku sudah menganggap mu seperti adikku sendiri sedari dulu." Romi menegaskan.


"Maka dari itu jangan panggil aku tuan, panggil aku kakak seperti Kania dan Tasya." Romi tidak ingin Fitri memanggilnya dengan sebutan tuan.


"Baik tuan, eeh kak Romi." Fitri menyetujuinya, namun Fitri belum terbiasa untuk memanggil Romi dengan sebutan kakak.


Mendengar Fitri yang masih canggung dengan sebutan baru untuk memanggil Romi dengan sebutan itu.


Alika dan Romi tersenyum saling memandang, mereka berdua mengerti jika Fitri belum terbiasa.


"Lama-lama nanti juga akan terbiasa fit, jika di biasakan." Alika


"Iya kak Lika!" Sahut Fitri.


Kali ini Alika yang merasa aneh mendengar Fitri memanggilnya dengan sebutan itu.


"Boleh kan aku memanggil mu dengan sebutan kak Lika, seperti Kania memanggil mu." Ucap Fitri meminta izin, karena melihat ekspresi wajah Alika yang terlihat keberadaan, dirinya memang Alika sama dengan Kania memanggil Alika dengan sebutan itu.


"Oo tentu tidak apa-apa, hanya saja aku juga belum terbiasa mendengarnya." Jawab Alika sambil tersenyum.


"Terimakasih kak Lika." Kemudian Fitri memeluk Alika.

__ADS_1


__ADS_2