
Setelah melihat kejadian, apa yang telah terjadi kepada Fitri, Faisal benar-benar merasa sangat khawatir kepada Fitri.
Faisal hendak bangkit dari duduknya ingin mengambil pakaian ganti untuk Fitri.
Tapi Fitri menarik tangan Faisal, "Kak jangan tinggalkan aku, aku takut." Ucap Fitri.
"Kamu tenang ya, aku tidak akan pergi, aku akan mengambilkan pakaian ganti mu dulu." Lalu Faisal segera mengambilkannya dari lemari yang ada di sana.
Setelah itu Faisal menyodorkan baju yang telah ia ambil agar Fitri segera memakainya.
Tapi Fitri malah makin terisak pilu mendapat perhatian dari Faisal.
"Heeh kok kamu nangis sih!" Faisal merasa heran.
Tapi tiba-tiba Fitri menghamburkan pelukannya kepada Faisal, sampai handuk yang ia kenakan melorot dan mengekspos punggung mulus Fitri, sehingga terlihat jelas di pandangan Faisal yang mendapat pelukan dari Fitri.
Seketika itu Faisal menjadi gugup dan salah tingkah.
Jiwanya memberontak ingin melakukan hal yang di inginkan para pria normal ketika melihat wanita tanpa busana.
Tapi Faisal sekuat tenaga menahan hasratnya.
Namun ketika itu Romi dan Alika tiba di sana, dan melihat apa yang sedang Fitri dan Faisal lakukan.
Berduaan di kamar, berpelukan dengan Fitri yang tanpa memakai busana.
Dan seluruh tubuhnya hampir bisa terlihat jelas, melihat itu setiap orang pasti akan berpikiran bahwa mereka sedang berbuat perbuatan tidak senonoh.
Seperti pemikiran Romi dan Alika saat itu.
Suami, istri itu sungguh terkejut menyaksikan adegan tidak senonoh itu.
"Astaga,,,, Apa yang sedang kalian lakukan?" Gumam Alika.
Tapi Romi Langsung bereaksi, menarik tubuh Faisal dengan kasar lalu menghantamkan pukulan tepat di wajah Faisal.
"BUAK...!" Suara hantaman yang Romi berikan.
Membuat Faisal tersungkur hilang keseimbangan untuk menahan tubuhnya.
Romi kembali menghampiri Faisal yang masi terjatuh di lantai, Romi hendak menghajar Faisal kembali karena Romi sudah melakukan gerakan mengepalkan tangannya dan sudah mengangkat tangan kanannya tinggal ia hantamkan.
'Kurangajar kamu, beraninya kamu melecehkan Fitri, bukannya sudah saya peringatkan untuk jangan main-main dengan saya, cari mati kamu!" Ucap Romi penuh emosi.
"BUAAK...!" hantaman kembali mendarat di wajah Faisal.
Faisal merintih kesakitan, tapi ia tidak melawan sama sekali, Faisal malah melakukan gerakan melindungi dirinya dengan membuat perisai dengan kedua tangannya untuk menahan pukul Romi yang hendak menghajar wajahnya kembali.
"Ampun tuan! Ini tidak seperti yang kau pikirkan." Seru Faisal agar Romi menghentikan aksinya.
"Apa kau bilang, setelah apa yang ku lihat masih saja mau mengelak!" Sahut Romi penuh emosi.
Sedangkan Alika menghampiri Fitri lalu membenarkan handuk Fitri yang melorot.
Belum juga Alika selesai membenarkannya, Fitri segera berlari menubruk Faisal, tanpa sehelai benang pun, untuk mencegah agar Romi tidak lagi menghajar Faisal.
"Hentikan!" Pekik Fitri.
"Cukup tuan, apa hak anda melakukan ini semua, belum puaskah kau melukai perasaan ku, hati ku, serta fisik ku."
"Kenapa kalau aku bersenang-senang dengan kak Faisal, ada masalah dengan mu, kenapa kau terganggu, apa kau cemburu?"
__ADS_1
"Lalu di mana dirimu selama ini, kau acuhkan aku, kau tidak mempedulikan ku, kau selalu menyakiti ku, kau juga ingin membunuhnya (tunjuk Fitri kepada Faisal) Apa salah ku kepada mu tuan... kau ambil ibuku kau kuasai dia dengan uang mu, dia meninggal pun karena dirimu, kau juga telah menghancurkan hidup ku!" Kini Fitri yang begitu emosi kepada Romi, dan meluapkan semua kekesalannya.
"Fitri, aku berhak menuntut keadilan untukmu." Jawab Romi, tanpa melihat ke arah Fitri karena Fitri tidak berbusana.
"Hah,,,, hah,,, " Fitri tertawa getir.
"Keadilan!" Fitri mengulang ucapan Romi.
"Tanya dirimu, apa kau telah berbuat adil kepada ku, Tanya diri mu tuan...!" Fitri menegaskan sambil menangis.
Seperti sulit berbicara untuk Romi dalam keadaan Fitri seperti itu, kemudian Romi memutuskan untuk keluar ruangan dan menunggu di ruang tamu.
Alika menghampiri Fitri, dengan memberikan handuk yang sempat terlepas.
Fitri meraihnya lalu melemparkannya ke sembarang arah dengan kasar, sambil terus menangis, Fitri pun merasa sangat kesal kepada Alika.
Alika pun membangun kan Faisal yang masih mengerang kesakitan,
lalu memapahnya untuk keluar dari sana dan menemui Romi di ruang tamu.
Tapi sebelum keluar Faisal berucap kepada Fitri, "Kamu tenang ya, ayo cepat kenakan pakaianmu, kita bicarakan ini semua dengan sejelas-jelasnya." Lalu Faisal berlalu meninggalkan Fitri.
Di ruang tamu Romi terlihat berdiri dengan mengepalkan tangannya menahan emosinya.
Melihat itu Alika merasa suaminya sedang merasakan rasa cemburu atau rasa yang tidak rela melihat Fitri dan Faisal seperti yang telah mereka lihat.
Tanpa berkata Alika dan Faisal duduk.
Romi menatap Faisal dengan tatapan mata penuh kebencian.
Faisal hanya menundukkan kepalanya.
"Kenapa kamu tega memanfaatkan kejiwaan Fitri yang seperti itu?" Tanya Romi kepada Faisal.
"Ooh silahkan, dan memang harusnya seperti itu." Sahut Romi.
"Tapi buktinya dari tadi anda hanya mengintimidasi saya tuan, tidak memberikan kesempatan kepada saya untuk menjelaskan semuanya." Faisal mengingatkan.
"Oke silahkan jelaskan." Romi mempersilahkan.
Kemudian Faisal menceritakan dari awal mula mereka bertemu sampai kejadian yang membuat Romi murka, bawa Faisal tidak melakukan apa yang Romi sangkakan kepadanya.
"Apa buktinya jika kamu tidak melakukan hal itu."
"Saya berani bersumpah, sumpah apa pun.!" Ucap Faisal
"Sumpah! anak kecil saja bisa dengan mudah mengucapkan kata sumpah, itu bukan cara untuk membuktikan kebenaran!" Ucap Romi dengan nada sinis.
"Lalu saya harus Bagaimana agar saya bisa memastikan kebenarannya."
"Menurut saya tidak ada, selain kamu harus menikahi Fitri." Saran dari Romi.
"Tunggu m'y honey!" Alika angkat bicara, Sepertinya Alika tidak setuju dengan saran dari Romi.
"Kenapa honey?" Tanya Romi mengapa Alika menghentikannya.
" Jangan dulu ambil keputusan mu sendiri, setatus Fitri itu istrimu, tapi kita harus tanyakan dulu Kepada Fitri apa di mau melakukan saran dari mu.
"Saya setuju dengan anda nona." Faisal menimpali ucapan alika.
"Kenapa kamu? mau lepas dari tanggungjawab!" Seru Romi ketika mendengar ucapan Faisal.
__ADS_1
"Tidak tuan, hanya saja jangan memaksakan kehendak anda, Fitri juga berhak berpendapat." Faisal memikirkan perasaan Fitri dan tidak ingin membuat Fitri merasa terpaksa.
Kemudian Fitri keluar menemui semua orang di ruang tamu.
Dengan sudah berpakaian, tapi tetap terlihat seksi dengan memakai gaun tanpa lengan hanya ada dua utas tali di bagian bahunya.
Dan terdapat belahan di bagian depan dari bawah sampai paha kirinya, yang otomatis mengekspos paha mulus nya, tapi Fitri juga mengenakan blazer yang berbahan transparan, sehingga masih bisa terlihat bagian dalam tubuh Fitri.
Alika begitu kaget melihat penampilan Fitri yang seperti itu, begitu seksinya.
Fitri langsung duduk di sebelah Faisal berada tepat di depan Romi.
"Kenapa tuan, Apa yang anda inginkan." Tanya Fitri kepada Romi dengan santainya berbeda dengan emosi Fitri yang sebelumnya.
"Apa yang kamu inginkan sekarang Fitri?" Romi Malah Balik bertanya.
"Apa?, anda bertanya kepadaku! ya jelas aku menginginkan cinta anda tuan!" Fitri berterus terang.
"Aku dan kak Faisal tidak ada hubungan apapun dan tidak melakukan apapun, kak Faisal orang baik dia sangat menyanyi dan menghargai ku, tidak mungkin dia menyakiti ku, seperti yang selalu anda lakukan kepada ku tuan." Fitri membela Faisal.
"Dan kamu Alika sepertinya kau takut sekali ya! suami mu ini jatuh dalam pelukan ku, ini bukti dari semua ucapan ku bahwa kau wanita munafik dan egois." Fitri selalu menjadikan Alika sebagai sasaran dari emosinya.
"Cukup Fitri, aku tidak ingin mendengar kamu memakai isteri ku!" Romi membela alika.
"Tuan Romi yang tercinta, anda lupa kalau aku juga istri mu, kenapa anda tidak membela ku, ini juga bukti kalau anda selalu tidak pernah bersikap adil kepada ku tuan, anda tidak pernah memperdulikan perasaan ku tuan." Fitri seakan sedang memperlihatkan kebenaran tentang Romi dan alika.
Akan sikap mereka selama ini kepadanya.
Selamat ini Fitri selalu diam dan menuruti semua ucapan mereka, karena Fitri selalu di anggap tidak waras.
Tapi kali ini Fitri melawan karena ingin membuktikan bahwa ia tidak lagi gila, ia bisa berpikir normal seperti mereka semua.
"Tuan! tidak perlu ada pernikahan antara aku dan kak Faisal, karena memang tidak terjadi hal apapun antara kami, kasihan orang sebaiknya harus menikahi wanita gila seperti ku!" Sambung Fitri penuh sindiran.
"Oo ya jika anda ingin lepas dari saya maka silahkan talak saya sekarang juga, saya tidak keberatan tuan, saya tidak ingin lagi menjadi beban bagi anda." Fitri menantang Romi.
Tapi Romi hanya diam ingin sekali Romi mengucapkan kata itu, tapi Romi memilih untuk membicarakannya bersama keluarganya dan keluarga Alika.
Meminta pendapat dari para orang tua mengingat kejiwaan Fitri dan amanah terakhir dari Bu sari.
"Oke, sepertinya semu sudah jelas, silahkan kalian tinggalkan tempat ini, saya ingin beristirahat." Fitri mengusir semuanya dan berlalu pergi menuju kamarnya.
Sedangkan Faisal merasa sangat berat hati dan tidak tega untuk meninggalkan Fitri seorang diri di sana.
"Tuan saya tadi melihat Fitri sangat terguncang, makanya saya menghampiri Fitri di kamarnya ,dan mencoba untuk menenangkannya, beda sekali dengan Fitri yang barusan." Faisal mengutarakan keheranannya melihat sikap Fitri yang berbanding terbalik.
Romi dan alika mengerti dengan apa yang di maksud oleh Faisal sebab mereka pun ikut merasa heran dengan perubahan sikap Fitri.
"Tuan, saya mohon jangan tinggalkan Fitri sendiri di sini meskipun dia sendiri yang memintanya, saya takut terjadi sesuatu kepadanya tuan." Faisal sangat mengkhawatirkan kondisi Fitri.
"Baik tuan saya permisi dulu, Saya serahkan semua tentang Fitri kepada anda sebagai suaminya." Kemudian Faisal pamit dan berlalu pergi dari sana.
Sedangkan Romi dan alika memutuskan untuk bermalam di sana, mengingat apa yang di ceritakan oleh Faisal.
Romi dan alika pun takut terjadi sesuatu kepada Fitri.
Saat malam semakin larut, Fitri keluar dari kamarnya, Fitri tau Romi dan alika tidak akan tega meninggalkannya seorang diri di sana.
Fitri sudah bisa menebak kalau Alika dan Romi pasti akan ikut bermalam di sana, dan itu di jadikan satu kesempatan bagi Fitri, untuk memberi Romi dan alika pelajaran.
Di kamarnya di balik pintu Fitri terus saja mengintip pergerakan Romi dan alika mencari kesempatan yang tepat untuk melakukan aksinya.
__ADS_1
...Kurang lebih seperti ini lah penampilan seksi Fitri....