
Mendengar istrinya di caci maki Romi sungguh tidak terima mendengarnya.
Dan mulut Fitri masih terus saja berkata-kata melontarkan Umpatan-umpatannya kepada Alika.
Tapi Aalika tidak bergeming, ia tetap memaku, merasakan sesak di dadanya karena ulah Fitri.
Romi sangat geram kepada Fitri, lalu menghampiri Fitri, dan menamparnya, Sabil berucap " Tutup mulut mu." Ucap Romi penuh emosi.
"Plak!" Sebuah tamparan mendarat di pipi mulus Fitri.
Melihat itu Alika langsung memekik, "M'y honey hentikan, tidak usah kasar seperti itu doang." Alika tidak suka melihat tindakan Romi, dan Alika malah membela Fitri.
"Lihat ini Fitri, meskipun sudah kau caci maki, meskipun hatinya sudah sangat tersakiti oleh semua tingkahmu, istriku masih saja membelamu."
"Ini yang membuat ku sangat membenci mu, sifat temperamental mu, dan di tambah lagi istri ku selalu sajak membela mu di hadapan ku, aku sangat benci itu Fitri, benci sekali." Romi memarahi Fitri, karena emosi Romi pun sudah sangat memuncak
Fitri memegangi pipinya yang terasa sangat panas karena tamparan Romi.
Fitri menatap wajah alika dengan tatapan mata penuh kebencian.
"Puas kamu alika? ini kan yang kamu inginkan..." Ucap Fitri, sambil menangis Fitri berlalu pergi keluar rumah.
"Fitri kamu mau kemana?"Tanya Alika dan hendak mengejanya.
Tapi Romi menarik tangan alika untuk menghentikannya agar Alika tidak usah mengejar Fitri, " Biarkan dia honey."
mendengar keributan nenek Diah segera keluar dari kamarnya, "Ada apa ini, kok Nenek dengar ada keributan?" Tanya nenek Diah penasaran.
"Tidak ada apa-apa nek!" Jawab Alika lesu.
"Jangan berbohong Alika, Nenek bukan anak kecil yang bisa kamu bohongi." Nenek tidak mempercayai ucap alika.
"Fitri nek dia buat ulah, dan aku sudah tidak tahan lagi untuk menahan emosiku, sampai aku lupa diri dan menamparnya." Romi menerangkan dan berterus terang tentang apa yang telah terjadi.
"Apa? kamu menamparnya?" Nenek Diah terkejut mendengarnya.
"Lalu kemana dia sekarang.?" Tanya nenek Diah mengkhawatirkan Fitri.
"Entah lah...!" Sahut Romi sudah tidak mau ambil pusing.
"Romi kenapa kamu tidak mengejarnya?" Nenek Diah kesal mendengar jawaban dari Romi.
"Biarkan saja nek, aku ingin tau seberapa gilanya dia." Romi ingin menguji kewarasan jiwa Fitri.
__ADS_1
Apa Fitri bisa mengingatkan arah jalan pulang, jika Fitri mengingat jalan pulang atau mengingat suatu tempat berarti kejiwaan Fitri memang sudah membaik.
Sementara Romi sudah mengutus anak buah nya untuk mengikuti Fitri agar jangan sampai kehilangan jejak Fitri.
Dan ternyata Fitri menuju pemakaman ibunya di sana Fitri menangis tersedu-sedu dan mengadukan apa yang telah Romi lakukan kepadanya.
"Bu mereka semua jahat sekali kepada ku, apa salah ku Bu, selama ini selalu sabar menerima semuanya, apa yang mereka katakan dan lakukan kepadaku."
"Aku lelah Bu, aku ingin pergi dari mereka tapi aku tidak tau harus kemana Bu?" Ucap Fitri di sela-sela tangisnya.
Dan ternyata saat ini ada seseorang yang datang dan telah berada di belakang tubuh Fitri.
"Fitri!" Seru orang tersebut dengan nada suara yang terdengar senang.
Fitri langsung menoleh dan melihat siapa orang tersebut, Fitri harapan orang itu adalah Romi, tapi ia kembali lagi harus kecewa karena orang itu bukanlah Romi melainkan Faisal.
Fitri terdiam memperhatikan Faisal mengingat-ingat.
"Kamu masih ingat ke padaku." Tanya Faisal.
Fitri langsung bangkit dari posisi jongkoknya dan langsung menghambur pelukan kepada Faisal ketika Fitri mengingat sosok Faisal yang sangat baik kepadanya.
"Kak Ical !" Seru Fitri
"Kenapa Fitri, ada apa dengan mu sepertinya kamu sedang sangat bersedih!" Faisal menebak '
Fitri menangis sejadi-jadinya ketika Faisal bertanya seperti itu kepadanya.
Lalu Faisal mengajak Fitri ke tempat yang Lebih nyaman untuk berbicara.
"Semua orang jahat kepada ku kak." Kemudian ucap Fitri, setelah merasa lebih aman dan nyaman, dan timbul berbagai macam pertanyaan di benak Faisal.
"Kak Ical ngapain di disini?" Tanya Fitri merasa heran.
"Selama ini aku mencari mu fit, setiap hari aku ke berkunjung ke villa itu, berharap bisa bertemu dengan mu, dan setiap hari juga aku ke sini, tapi hasilnya selalu nihil, aku tidak pernah bertemu denganmu, tidak pernah ada siapa pun di sana maupun di sini.
"Dan akhirnya hari ini aku bisa bertemu dengan mu fit, aku sungguh merasa senang sekali." Faisal menjelaskan dengan panjang lebar.
"Kak Ical kenapa mencari ku, apa aku punya salah kepadamu?" Tanya Fitri.
"Kalau kamu bersalah kepada ku, aku akan membencimu, lalu untuk apa aku mencari mu." Ucap Faisal bagai sebuah pukulan bagi Fitri, yang tepat mengenai hatinya mendengar ucapan Faisal seperti itu.
Fitri langsung tertunduk lesu, penuh kesedihan.
__ADS_1
"Heey kenapa, kok kamu seperti ini ada yang salah?" Faisal merasa curiga telah terjadi sesuatu kepada Fitri.
"Aku pergi dari rumah nenek Diah kak!" Ucap Fitri memberi tau.
"Kenapa?" Faisal makin penasaran.
Lalu Fitri menceritakan semua yang telah terjadi.
Dan mengutarakan semua perasaannya, rasa sedihnya, rasa kecewanya kepada semua orang, terutama kepada Romi dan alika.
Faisal mengerti dengan apa yang di rasakan oleh Fitri, tapi Faisal juga tidak menyalakan tindakan Romi, dan juga Alika, Faisal pun mengerti jika berada di posisi mereka.
"Kamu mencintai tuan Romi?" tanya Faisal ingin memastikan.
Fitri mengangguk, "Aku sangat mencintainya, dialah penyebab aku sampai depresi, mungkin ini yang di sebut cinta yang bisa membuat orang gila."
"bagaimana aku tidak gila, aku mencintainya, memujanya sedari dulu Sebelum ia mengenal Alika dan menjadikannya sebagai istrinya."
"Tapi pada kenyataannya tuan Romi malah telah beristri, dan selalu terlihat mesra dan bahagia, sementara aku menderita menahan perasaan ku." Fitri menyesali sikap Romi kepadanya.
kemudian Faisal menimpali ucay Fitri.
"Dan itu akan terus seperti itu, selama kamu tetap mengemis cinta kepadanya, sekalinya dia mau menerima mu itu hanya karena terpaksa, dan hanya merasa kasihan, seperti sekarang ini!" Faisal sedang memberi pengertian kepada Fitri.
"Lalu menurut kak Ical aku harus bagaimana sekarang?" Fitri meminta pendapat Faisal.
"Menurut ku, menurutku ya ini, jika tidak sesuai dengan pemikiran mu jangan ngambek ya!" Faisal sedikit menggoda Fitri.
"Iya kak, cepat katakan." Fitri merasa terhibur dan tidak sabar ingin mendengar pendapat Faisal.
"Iya, Iya! coba deh kamu buka hati kamu untuk orang yang mencinta mu, agar lebih bisa menghargai dan dan membuat mu bahagia dan selalu membuat mu nyaman ketika bersamanya, karena kamu berhak bahagia." Ucap Faisal
"Siap kak, orang yang di mau menerima dan menyukai ku, wanita dengan gangguan jiwa atau depresi seperti itu, tuan Romi saja yang sudah jelas-jelas telah menikahi ku, tidak ingin menyentuhku dengan selalu beralasan bahwa aku ini sakit, padahal menurut ku, aku normal kok, karena aku masih bisa merasakan, rasa sakit hati, dan aku selalu bisa mengontrol emosiku agar tidak meluap-luap."
Fitri lebih terbuka mencurahkan segala isi hatinya.
Faisal tersenyum, karena menyadari bahwa Fitri sekarang sudah lebih baik dari sebelumnya.
"Masih ada kok yang menyukai mu." Ucap Faisal
"Siap?" Tanya Fitri penasaran.
"Hoyo tebak siapa orangnya!!!!"
__ADS_1