Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 221


__ADS_3

Sesungguhnya...


Setelah alika berbincang dengan Nina, saat menghampiri Nina di kamarnya ketika berkemas.


Alika Langsung berbicara kepada Romi menceritakan tentang perasaan Nina dan Andi.


Alika minta bantuan Romi agar bisa menyatukan Andi dan Nina sebelum Nina benar-benar pergi, karena sesungguhnya mereka saling mencintai hanya saja ego mereka sama-sama tinggal sehingga tidak ada yang mau lebih dulu mengakuinya perasaannya satu sama lain.


Setelah mendengar semua penjelasan dari istrinya, kemudian Romi mengajak alika untuk menemui Andi, dan kebetulan Andi masih berbincang dengan mama, papanya di ruang tenga.


Romi dan alika berbicara untuk meyakinkan Andi agar Andi yakin dengan perasaannya kepada Nina, supaya Andi tidak merasa menyesal di kemudian hari.


Mama Ranti dan papa Bagas setuju jika andi memiliki hubungan dengan Nina, sebab Nina anak yang cerdas, berpendidikan meskipun ia hanyalah seorang ART, itu tidak jadi masalah untuk kedua orang tuanya.


Hingga di pagi hari, ya benar saja Andi mengutarakan perasaannya kepada Nina, karena Andi mendapatkan dukungan dari keluarganya, kini Andi benar-benar telah yakin bahwa Andi tidak ingin kehilangan Nina.


Tapi Nina hanya memaku seakan semua ini hanya mimpi baginya.


"Apakah ini nyata? apa mas Andi hanya sedang mengerjaiku agar aku merasa ge'er ( besar kepada) untuk membatalkan kepergian ku, hanya karena ucapannya." dalam hati Nina berkata-kata.


Dan pada kenyataannya Nina memang harus benar-benar pergi meninggalkan semuanya lalu kembali kepada keluarganya.


Membuat Nina berada dalam situasi kebingungan.


Andi pun tau apa yang di pikirkan oleh Nina, "Kamu belum yakin kepada ku?" Tanya Andi melihat reaksi dari Nina yang tak bergeming.


"Aku tidak tau harus bagaimana mas!" Jawab Nina.


"Ayok ikut aku!" Andi mengulurkan tangannya ke arah Nina.


Tapi Nina tidak langsung menyambut uluran tangan andi, Nina hanya menatapnya dengan tatapan mata penuh tanya.


"Ayo Nina!" Seru Andi lagi agar Nina menyambut uluran tangannya.


"Mau kemana?" Tanya Nina ragu.


"Aku akan meyakinkan mu." Jawab Andi lalu menarik tangan Nina yang tak kunjung menyambut uluran tangan darinya.


Kemudian mereka berjalan bergandengan, Andi berjalan di depan Nina dengan menuntun Nina yang berjalan di belakangnya.


Nina sungguh bingung apa sebenarnya yang akan di lakukan oleh Andi.


"Mas, anda mau bawa saya kemana." Tanya Nina karena Andi seakan menyeretnya.


"Kamu Kan ingin kepastian akan semuanya, dan saya akan buktikan kesungguhan saya kepada mu..."Jawab Andi sambil berjalan.


Mereka berjalan ke arah kamar Romi dan alika, dan ternyata dia sana sudah ada mama Ranti dan papa Bagas, tentunya Romi dan alika pun berada di sana.


Mereka sedang berguyon dengan Dede Askara sebagai bahan candaan mereka, bermain-main dengan segala tingkah menggemaskan Dede Askara, yang mengundang gelak tawa mereka.

__ADS_1


Padahal si bayi belum mengerti apa pun, ia hanya bergerak dan bereaksi seperti bayi pada umumnya.


Entah apa yang membuat mereka selalu merasa senang dan bahagia melihat setiap pergerakan sang bayi.


Ketika Andi masuk ke kamar itu lalu menghampiri keluarganya dengan menuntun Nina.


Mama Ranti dan alika tersenyum melihatnya.


Tapi Nina terlihat panik karena merasa malu tak menyangka Andi malah membawanya ke sana.


"Ngapain ke sana mas." Bisik Nina kepada Andi, Sebab nina merasa malu.


"Udah kamu tengang aja biar aku yang bicara supaya kamu yakin. bawah saya serius ingin menikahi mu." Jawab Andi.


"Kenapa Andi, Nina, ada apa dengan kalian?" Tanya mama Ranti.


"Mah, pah aku mencintai Nina dan ingin menikahinya." Ucap Andi dengan lantang dan tegas.


"Oo.. benarkah?" Mama Ranti beraksi seakan terkejut.


"Iya mah..." Jawab Andi menegaskan.


" Lalu bagaimana mana dengan Nina?" Mama Ranti meminta jawaban dari Nina.


Andi melihat kearah Nina, seakan ia pun meminta jawaban seperti halnya mama Ranti dan yang lainnya.


Tapi Nina malah tertunduk dengan kebingungannya.


"Maaf mas Andi, maaf semuanya, aku harus tetap pergi." Jawab Nina lesu.


"Berarti Nina menolak mu Andi." papa Bagas menimpali.


"Jangan di paksakan Andi, jika Nina tidak ingin bersamamu, cinta bertepuk sebelah tangan itu rasanya menyakitkan" Romi sengaja berucap seperti itu memancing reaksi dari keduanya.


Andi langsung menatap Nina, lalu mereka saling bertatap.


Andi menggeleng-gelengkan kepalanya sebagai isyarat kepada Nina, "jangan Nina, jangan bicara seperti itu".


Melihat itu Nina malah menunduk, karena Nina tidak tau harus bicara seperti apa.


Tak lama Kania masuk dan melihat susana begitu tegang antara Andi dan Nina.


"Ada apa ini?" Tanya kania.


Mengalihkan perhatian semua orang yang di sana.


"Nina kamu jadi pergi sekarang?" Kemudian tanya Kania lagi, sebab Kania pikir Nina sedang berpamitan.


"Iya Nia" Jawab Nina sambil mengangguk.

__ADS_1


"Oo... " Jawab Kania santai.


Alika mengedip-ngedipkan matanya kepada Kania memberi kode agar Nina dan Andi lebih terbuka tentang perasaan mereka.


Sebab mereka terlihat sangat kaku.


Kania langsung paham dengan isyarat yang di berikan oleh alika kepadanya.


"Ehmmm emmm..." Kania berdehem sebelum memulai aksinya.


"Nina!" Seru Kania kemudian.


"Iya.." Sahut Nina.


"Apa kamu yakin gak bakalan nyesel pergi begitu saja dari sini?"


Nina sama sekali tidak bisa menjawab.


"Karena aku tau hati kamu tertinggal di sini dan itu rasanya sangat menyakitkan menurutku." Kania berbicara penuh sindiran.


"Nina jangan diam seperti itu, kamu mau nolak apa mau terima anak saya" Mama Ranti mendesak Nina.


Nina malah terisak, ia merasa terintimidasi oleh perlakuan keluarga Rahardian, setelah mendengar ucapan mama Ranti.


"Eeeh,,, kok nangis sih!" Andi merasa tidak tega melihat Nina seperti itu.


Biasanya Nina selalu tegar penuh percaya diri, mengapa kali ini Nina seperti ini.


Karena perasaan yang Nina rasakan, rasa senang sebab cintanya ternyata tidak bertepuk sebelah tangan, rasa sedih sebab teringat kepada keluarganya yang mengharuskan ia harus pergi dari sana.


Rasa takut tidak mendapat restu dari para orang tua jika ia ingin bersatu dengan Andi, segala rasa bercampur jadi satu.


sebab itu Nina menangis tidak kuat menahan segala gejolak didalam dadanya.


Andi memberanikan diri untuk memeluk Nina, dan tidak mendapat penolakan sama sekali dari Nina, biasanya Nina akan marah dan menghindar jika ada lelaki yang berbuat tidak sopan kepadanya termasuk kepada Andi juga.


mendapat perlakuan dari Andi Nina makin terisak.


"Nina aku mengerti apa yang kamu rasakan, tidak usah sedih seperti ini, kita akan lewat ini bersama cukup katakan kepada keluarga ku jika kamu pun ingin tetap bersama ku, mereka akan merestui kita mensupport hubungan kita percayalah kepada ku nin..." Ucap Andi menenangkan Nina.


Sementara orang-orang di sana malah terlihat tersenyum.


"Jangan percaya nin, dia sedang menggombali mu Nin!" Seru Kania menggoda sepasang sejoli yang sedang jatuh cinta tersebut.


Tapi Andi dan Nina tidak menanggapi seruan Kania karena mereka memang sedang serius dengan perasaan mereka.


Kemudian Andi mengurai pelukannya dan berucap, "Ayo nin jelaskan kepada mereka tentang perasaan mu terhadap ku seperti apa."


Sesungguhnya semua orang telah tau tentang perasaan Nina kepada Andi seperti apa, terlihat dari sikap Nina selama ini kepada Andi sering curi-curi pandang dan seakan menghindar karena tidak ingin lebih dalam mencintainya.

__ADS_1


Sama halnya seperti sikap Andi kepada Nina pun seperti itu, maka dari itu alika ingin menyatukan mereka karena mereka saling mencintai, Dan mereka berhak bahagia dengan bersatunya cinta mereka.


__ADS_2